Jumhur: Jangan Takut Bekerja ke Luar Negeri

0
36

Pewarta-Indonesia, YOGYAKARTA – Kepala Badan Nasional Penempatan dan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Moh Jumhur Hidayat meminta kepada Calon-Calon TKI untuk tidak perlu takut bekerja ke luar negeri. Pemerintah menjamin perlindungan bagi warga negaranya yang akan bekerja di luar negeri.


Ia menyebutkan, langka pemerintah melakukan moratorium atau penghentian sementara penempatan TKI khususnya yang bekerja sebagai Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT) ke Malaysia, semata-mata didasari untuk meningkatkan perlindungan bagi TKI di luar negeri.

“Moratorium penempatan TKI ke Malaysia harus dilakukan pemerintah guna memberikan perlindungan yang terbaik kepada TKI yang terus-menerus tanpa perlindungan hukum,” ungkap Kepala BNP2TKI Moh Jumhur Hidayat, di Yogyakarta, Sabtu (27/6) menanggapi pertanyaan wartawan soal penghentian penempatan TKI ke Malaysia yang telah diberlakukan pemerintah.

Saat ditanya sampai kapan waktu penghentian penempatan TKI ke Malaysia ini dilakukan, Jumhur mengungkapkan, semuanya bergantung pada hasil pembicaraan dengan pihak Malaysia, yang akan tanggal 15 Juli mendatang.

Dalam pembicaraan dengan pemerintah Malaysia, Indonesia akan meminta hak TKI untuk libur pada akhir pekan, paspor tidak ditahan majikan, penerapan sistem perllindungan dini seperti yang diinginkan Presiden, dan Malaysia tidak akan mempekerjakan Calon TKI yang tidak diurus dari Pelaksana Penempatan TKI Swasta.

Kepala BNP2TKI itu juga mengingatkan, beberapa waktu lalu, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton telah merilis adanya 143 negara di dunia yang melakukan pelanggaran berat tentang hak-hak buruh migrant. Dari 143 negara itu, ada 17 negara yang menempatkan Malaysia masuk dalam daftar hitam pelanggar berat HAM buruh Migran. Ketujuh belas negara yang mem-black-list itu termasuk Amerika Serikat,

“Trafficiking (perdagangan manusia) di Malasyia, 95 persen korbannya adalah warga negara Indonesia yang bekerja di negeri Jiran,” ungkap Jumhur.

Kepala BNP2TKI juga mengakui masih minimnya perlindungan bagi TKI Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT) di luar negeri, termasuk negara-negara Timur Tengah dan juga Malaysia.

Karena itu, Ia mengungkapkan, ke depan, pemerintah sedang mengembangkan program penempatan TKI PLRT bekerja di rumah tangga tapi tinggal di luar rumah majika ( live out) seperti di asrama atau apartmen.

“TKI PLRT bekerja layaknya cleaning service. Mereka bekerja 8 jam, punya hari libur dan paspornya tidak ditahan oleh majikan,” papar Jumhur.

(sumber: bnp2tki)