Kak Seto Lapor Polisi Karena ‘Diancam’

0
30

Pewarta-Indonesia, JAKARTA – Pengaduan yang diarahkan pada Seto Mulyadi oleh Martina, ibu dari Imanuel dan Rafael dengan dugaan penculikan di Polda Metro Jaya dibantah oleh pria yang akrab disapa Kak Seto itu, di kantor Komnas Perlindungan Anak (PA), Pasar Rebo, Kamis (3/9).


Sejumlah bukti sanggahan ditunjukkan Kak Seto dan anggota Komnas PA lain. Di antaranya surat tulisan tangan Imanuel yang diperuntukkan ke Hakim, Polisi dan Kak Seto tentang kekerasan yang diperbuat Martina pada mereka, serta bukti transfer pengembalian uang yang diberikan Martina pada yayasan yang bekerjasama dengan Komnas PA, untuk membiayai makan Imanuel dan Rafael.

Seperti diceritakan Kak Seto, pada 15 Februari dia tengah di Surabaya dan mendapat laporan dari masyarakat ada dua anak yang kerap mendapat perlakuan kasar dari ibunya. Masyarakat tersebut minta supaya kedua anak ini dilindungi di Komnas PA.

Imanuel dan Rafael, nama kedua anak itu, akhirnya di bawa ke Jakarta. Kak Seto mencoba mediasi dengan ibunya yang bernama Martina. Namun kala mendengar nama Martina, salah satu anak tersebut ketakutan dan langsung buang air besar.

Bahkan sempat muntah. Kendati begitu saat itu kedua anak bisa dibujuk tinggal bersama Martina di Perumahan Puri Garden II Jakarta Barat pada 5 Maret.

Tetapi belum sampai dua minggu Komnas PA menerima SMS dan surat dari Imanuel dan Rafael yang menjelaskan Martina berbuat kasar kembali pada mereka. Malah kedua anak ini sempat mengancam Komnas PA bila tak segera menolong, mereka akan kabur.

Melihat kenyataan ini Kak Seto memberitahu Polres Jakarta Barat untuk mengecek laporan adanya kekerasan terhadap anak oleh ibunya, sekaligus menyertakan bukti berupa SMS dan surat.

Setelah di cek polisi laporan itu ternyata benar. Namun belum sampai dijemput petugas, kedua anak tersebut sudah kabur ke Polres Jakarta Barat. Imanuel dan Rafael sempat dititipkan Komnas PA ke yayasan.

Selama di yayasan Martina sempat menelepon dan bersedia mengirim uang sebagai biaya untuk kedua anaknya sejumlah Rp20 juta. Namun hanya lima juta yang terpakai, sedangkan sisanya dikembalikan melalui jasa kurir ke Martina.

“Jadi anak-anaknya yang urus bukan Komnas PA tapi di bawah pengawasan Polres Jakarta Barat. Kami hanya bertugas melindungi hak anak dari segala macam ancaman,” tegas Kak Seto diiyakan Roostiningsih yang memegang tanda bukti pengiriman uang.

Di tempat yang sama Roostiningsih mengaku tak bisa menolak bantuan dari Martina. Hal ini karena diperuntukkan Imanuel dan Rafael. Namun begitu Kak Seto tahu maka uang itu dikembalikan.

“Kata ibunya tolong dibelikan makanan kesukaan mereka dan dia bersedia bantu. Saya nggak bisa tolak bantuan karena takut menghalang-halangi niat baik ibu pada anak. Akhirnya dia kirim bantuan 20 juta via transfer secara bertahap. Dengan begitu Kak Seto tahu uang tersebut dikembalikan pada Martina,” tandasnya. (kpl/dis/bar)