Kanwil Hukham DKI Lantik 20 WNI Baru

0
27

Pewarta-Indonesia, Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Ham DKI Jakarta kembali mengadakan upacara pelantikan dan pengambilan sumpah kewarganegaraan pada Selasa (20/7/2010) lalu terhadap sejumlah “mantan” warga asing. Upacara yang dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta, Bapak Bambang Rantam S, S.H., M.M telah melantik 20 orang Warga Negara Asing (WNA) menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor : 5 /PWI Tahun 2010 tanggal 5 Mei 2010, masing-masing dari Negara Korea,Cina, India, dan lain-lain. Acara pengambilan sumpah tersebut diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Mereka yang telah diambil sumpahnya menjadi Warga Negara Indonesia adalah:

1. King Young Cheol
2. Sung Oh Park
3. Kim Sung Ku
4. Yu Joo Wan
5. Chung Kyu Hee
6. Lee Jung Ho
7. Tie Chun Hiong
8. Lim Chang Yong
9. Soni Praveen Mahtani
10. Lachmi Bharat Budharani
11. Pramod Kumar Jain
12. Komal Harkishan
13. Wei Cheng Feng
14. Tie Tjen Tek
15. Lioe Khouw Kin
16. Lim Tjoe Tjeng
17. Shang Jia Xuan
18. Lim A Huaw (soen do nio)
19. Chen Ching Yen
20. Lie Ling (ling haswat)

“Sebelum pengambilan sumpah ini, perlu diketahui bahwa sumpah ini disaksikan oleh Tuhan Yang Maha Mengetahui. Sumpah ini juga harus dari kesadaran yang penuh dengan kemauan yang sungguh-sungguh dan sumpah ini adalah janji tehadap Tuhan dan Manusia yang harus ditepati dengan segala keikhlasan dan kejujuran,” kata Bambang Rantam mengingatkan, sebelum membacakan Naskah Sumpah.

Sebagaimana lazimnya pengambilan sumpah seseorang, mereka semua disumpah sesuai agamanya masing-masing dengan mengikuti ucapan Kepala Kanwil Depkumham.

“Demi Shang Hyang Widi Wase (untuk yang beragama Hindu) saya bersumpah untuk melepaskan seluruh kesetiaan saya kepada kekuasaan asing, mengakui tunduk dan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia, Pancasila dan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia tahun 1945, dan akan membelanya dengan sungguh-sungguh serta akan menjalankan kewajiban yang akan dibebankan Negara kepada saya sebagai Warga Negara Indonesia dengan tulus dan Ikhlas,” demikian ucapan yang wajib diikuti oleh seluruh peserta pelantikan pewarganegaraan Indonesia ini.

Selanjutnya, Kepala Kanwil Depkumham membacakan naskah pelantikan WNI baru tersebut, yang berbunyi:

“Atas rahmat Tuhan yang Maha Esa pada hari ini Selasa tanggal dua puluh bulan Juli tahun dua ribu sepuluh : Saudara-saudari dengan ini secara resmi saya kukuhkan/lantik sebagai Warga Negara Indonesia sebagaimana tercantum dalam surat Keputusan Presiden Republik Indonesia yang telah dibacakan tadi. Semoga saudara-saudari senantiasa mendapat bimbingan dan petunjuk dari Allah SWT, dalam menjalankan kewajiban sebagai warga Negara Indonesia.

Tertanda dari Presiden Republik Indonesia Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono, pengertian untuk menjadi Warganegara Republik Indonesia:

a. Bahwa sejak mereka memperoleh kewarganegaraan Republik Indonesia dihadapan pejabat ditempat tinggal mereka mengucapkan sumpah atau janji setia dan berlaku surut sejak ditetapkannya keputusan presiden ini;

b. Bahwa apabila sumpah atau janji tidak diucapkan dalam waktu tiga bulan sejak tanggal ditetapkannya keputusan presiden ini dengan sendirinya menjadi batal;

c. Bahwa apabila kewarganegaraan Republik Indonesia yang diberikan ternyata diperoleh keterangan-keterangan yang tidak benar, maka kewarganegaraan tersebut dapat dicabut kembali oleh instansi yang memberikannya.”

Upacara kemudian diakhir dengan menyanyikan lagu Padamu Negeri dan pembacaan doa, sebelum akhirnya Bapak Kepala Kanwil Depkumham bersama hadirin lainnya menyalami warga Indonesia yang baru tersebut dengan sukacita.