KNH Perhumas 2010 : Kesiapan Praktisi PR Indonesia Hadapi Tantangan Global

0
30

Pewarta-Indonesia, Dengan mengambil tema “POWERING PUBLIC RELATIONS EXCELLENCE” – Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (PERHUMAS) kembali mengadakan konvensi tahunan. Acara ini diselenggarakan di The Sulthan Hotel Jakarta, pada tanggal 20 – 22 Juli 2010 dan dibuka oleh Presiden RI Dr. Susilo Bambang Yudhoyono. Menteri Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia, Tifatul Sembiring dan Menteri BUMN Republik Indonesia, Dr. Ir. Mustafa Abubakar, juga akan turut hadir memberikan sambutan pada Konvensi Nasional Humas (KNH) 2010.

Pembicara dari berbagai institusi turut berpartisipasi dalam acara ini, diantaranya, Emirsyah Sattar – CEO Garuda Indonesia, Elizabeth G. Ananta – President IPRA, Faisal Basri – Pengamat ekonomi, Sahala Sianipar – Burson-Marsteller Singapore, Maman Budiman – Vice Presient ExxonMobil, Suryopratomo – Director Metro TV, Noke Kiroyan – Chairman Noke Institute, Prita Kemal Gani – Chairwoman STIKOM LSPR-Jakarta, Heri Rakhmadi – CEO Bamboedua dan pembicara senior lainnya.

“Tema konvensi ini seiring dengan upaya agar perkembangan PR yang mengacu pada tiga platform penting yakni profesionalisme, pengakuan profesi, dan focus institusi pendidikan belum terimplementasi secara keseluruhan”, ujar Sekjen Perhumas sekaligus Ketua Pelaksana KNH 2010, Agung Laksamana. “Konvensi Nasional Humas 2010 ini diharapkan dapat menghasilkan pemikiran-pemikiran dari praktisi Humas dalam transformasi peran PR dalam tataran strategis tetapi juga operasional, sehingga dapat melahirkan gagasan dalam menciptakan kesiapan praktisi PR sehingga memiliki akuntabilitas tinggi di institusinya maupun dalam menghadapi persaingan kompetisi global,” tambah nya.

KNH 2010 akan diikuti oleh ratusan praktisi dan akademisi hubungan masyarakat dari seluruh Indonesia, untuk berbagi pengalaman serta masukan dalam menghadapi tantangan PR dalam persaingan kompetisi global saat ini.

Dalam sambutannya, Muslim Basya selaku Ketua Umum Perhumas Indonesia mengatakan “Acara ini mengangkat permasalahan mengenai kesiapan Indonesia dalam era globalisasi dan kompetisi global melalui PR sebagai alat yang dapat mengangkat nama Indonesia dimata dunia, yang pada saat ini masih seputar persoalan reputasi, citra, stigma, awareness yang rendah dimata masyarakat global”.

Bersamaan dalam kegiatan tersebut, Perhumas juga akan selenggarakan Lomba Ing Griya. “Lomba ini adalah wujud apresiasi atas karya kehumasan sekaligus motivasi bagi Praktisi Kehumasan dan perusahaan yang telah menghasilkan karya-karya unggulan Humas serta bagi para mahasiswa untuk lebih mengembangkan kemampuan dalam membuat karya-karya kehumasan,” ujar Agung lagi.

Lomba ini terdiri dari kategori perusahaan dan kategori mahasiswa. Peserta harus mengirimkan materi yang berupa media kehumasan seperti house journal, annual report. Lomba ini berlangsung dari 14 Juni hingga 14 Juli 2010. Penilaian akan dilakukan oleh Dewan Juri dari praktisi Humas ternama. Perhumas akan umumkan pemenang Lomba Ing Griya pada tanggal 21 Juli 2010 dalam rangkaian kegiatan KNH 2010.

Sekilas tentang Perhumas Indonesia:

Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia – Perhumas adalah Organisasi profesi para praktisi Humas dan Komunikasi Indonesia yang didirikan pada tanggal 15 Desember 1972. Perhumas secara resmi telah tercatat di DEPDAGRI sebagai organisasi nasional kehumasan di Indonesia dan pada International Public Relations Association IPRA yang berdudukan di London. PERHUMAS bertujuan meningkatkan keterampilan professional, memperluas dan memperdalam pengetahuan, meningkatkan kontak dan pertukaran pengalaman antara anggota serta berhubungan dengan organisasi serumpun di dalam dan luar negeri, untuk mencapai tujuan tersebut, berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi anggota, seperti penerbitan bulletin, buku dan jurnal. Badan Pengurus Pusat berkedudukan di Jakarta dengan cabang-cabang yang tersebar hampir di 29 BPC diseluruh Indonesia