KPU Harus Jelaskan Jumlah Pengguna KTP

0
37

Pewarta-Indonesia, JAKARTA – Saksi ahli dari pemohon gugatan sengketa pilpres, Direktur Eksekutif Reform Institute, Yudi Latief dalam kesaksiannya meminta agar majelis hakim Mahkamah Konstitusi menanyakan kepada KPU berapa jumlah orang yang menggunakan KTP pada Pilpres lalu.

Dalam kesaksiannya, Yudi mengatakan dengan tidak dijelaskannya secara terbuka oleh KPU tentang berapa jumlah pemilih yang menggunakan KTP diduga memberikan peluang terjadinya penggelembungan suara untuk capres tertentu.

Dan untuk menghindari justifikasi penggelembungan suara akibat dampak penggunaan KTP tersebut, ujar Yudi, maka KPU perlu mengklarifikasi berapa orang yang menggunakan KTP. Terkait soal kekisruhan DPT, Yudi mengaku sudah sejak awal dirinya meminta agar ada pemilu ulang

Sementara itu, dari Kudus dilaporkan, KPU Kabupaten Kudus, Jawa Tengah menyatakan kesiapannya dalam menghadapi gugatan di Mahkamah Konstitusi dalam kasus DPT bermasalah di Kecamatan Bae dan Dawe, Kabupaten Kudus seperti yang digugat oleh tim sukses pasangan JK – Wiranto dan Mega – Prabowo.

Menurut Anggota KPU Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Edy Supratno, saat dihubungi mengatakan, dari 643 DPT yang dianggap bermasalah tersebut berada di dua kecamatan yang tersebar di 22 desa. Dan berdasarkan hasil verifikasi kembali oleh KPU dalam 2 hari tersebut hanya didapati dua nama ganda, yakni di desa Cendono, Kecamatan Bae. Sementara selebihnya adalah tidak benar.

Untuk itu, tegas Edy, pihaknya siap menghadapi gugatan tersebut. Edy juga mengaku heran dengan data yang digugatkan ke MK karena terjadi banyak kesalahan.

BAGIKAN
Berita sebelumyaSelamat Jalan “Burung Merak”
Berita berikutnyaKomisi VII DPR Kurang Setuju Gas Elpiji 12 Kg Naik
Koran Online Pewarta Indonesia atau disingkat KOPI adalah sebuah media massa nasional berbasis jurnalisme warga (pewarta warga) yang dibangun dan dikelola oleh Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI). Pimpinan redaksi KOPI adalah Wilson Lalengke, dibantu oleh ribuan penulis/pewarta lintas profesi, lintas agama, lintas strata sosial, ekonomi, budaya, pendidikan dan lain-lain dari seluruh nusantara dan luar negeri.