Media Massa Dibiayai Publik Lebih Netral

0
23
Ilustrasi: media massa (Google.com)
Ilustrasi: media massa (Google.com)

Pewarta-Indonesia, JAKARTA – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Cabang Jakarta (PWI Jaya) Kamsul Hasan mengatakan, dalam era informasi modern saat ini, media yang dibiayai publik akan jauh lebih netral ketimbang media dimodali swasta.

“ANTARA, TVRI dan RRI sangat mungkin membuat berita secara netral sebab tidak terikat pada kepentingan pemilik modal tertentu,” kata Kamsul di Jakarta, Selasa (14/7). Hasan mengatakan, media yang dimiliki oleh pemilik modal cenderung melakukan tekanan terhadap wartawannya sehingga pada akhirnya tidak mampu menulis berita secara netral.

“Perilaku pemilik modal yang menekan wartawan agar mengikuti kemana arah keberpihakan, pada akhirnya membuat terjadi pelanggaran terhadap kode etik jurnalistik,” kata Hasan. Pelanggaran dimungkinkan terjadi, karena sanksi pelanggaran kode etik jurnalistik yang demikian ringan sehingga di mata pemilik modal menjadi sangat enteng.

“Sanksinya sangat ringan, sehingga ada pemilik modal yang mengandalkan membayar pelanggaran tersebut, asalkan kepentingan terkait dengan investasinya di media tertentu, tidak terganggu,”kata Hasan.

PWI melalui Dewan Kehormatan PWI baik pusat maupun daerah, telah melakukan kontrol terhadap media-media yang tidak netral dalam berbagai hal, namun memang diakui efektivitasnya belum optimal.

Sementara itu seperti dilansir Antara, menyinggung keakurasian pemberitaan selama ini, Hasan mengakui, masih banyak yang mengabaikan faktor akurasi, sehingga pada akhirnya nilai berita rendah.

“Pemberitaan tentang duta seni Indonesia terkena virus flu babi di Korea Selatan, merupakan salah satu bentuk akurasi yang kurang, sebab belum ada kepastian sudah diberitakan,” kata Hasan.

Media seharusnya mempertimbangkan aspek negatif yang bakal timbul dalam suatu pemberitaan, makanya wartawan agar melakukan cek dan ricek lebih seksama, sehingga didapat fakta yang sebenarnya. (tvone)

Sumber image: google.co.uk