Menteri PDT: 7.500 Desa belum Dialiri Listrik

0
21

Pewarta-Indonesia, YOGYAKARTA – Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Muhammad Lukman Edy mengatakan, sebanyak 7.500 desa di seluruh Indonesia belum dialiri listrik.

Sebagian besar desa yang belum dialiri listrik itu masuk dalam kawasan daerah tertinggal yang berlokasi di pulau-pulau terpencil dan berada di daerah pegunungan,” katanya di Yogyakarta, Kamis.

Hal itu dikemukakan Muhammad Lukman Edy pada penandatanganan nota kesepahaman kerja sama antara Kementerian Negara Pembangunan Daerah Tertinggal dan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

“Dalam 10 hingga 15 tahun ke depan diperkirakan daerah yang masuk dalam kawasan daerah tertinggal tersebut belum akan dialiri listrik oleh PLN,” katanya.

Untuk mengatasi masalah tersebut, menurut dia, Kementerian Negara Pembangunan Daerah Tertinggal menggandeng perguruan tinggi untuk mengembangkan energi alternatif untuk menghasilkan listrik.

“Kami telah melibatkan perguruan tinggi untuk membantu mengembangkan teknologi solar sel, mikrohidro, dan pengembangan energi alternatif lainnya,” katanya.

Ia mengatakan, daerah yang masuk kawasan daerah tertinggal yang sebelumnya berjumlah 199 kabupaten, tahun ini berkurang 31 kabupaten. Ke-31 kabupaten itu tidak lagi termasuk kawasan daerah tertinggal.

“Hampir 60 persen daerah yang masuk kawasan desa tertinggal tersebut berada di wilayah kawasan timur Indonesia,” katanya. (ant)

Sementara itu, Rektor UGM Prof Ir Sudjarwadi PhD mengatakan, kerja sama itu akan membantu terciptanya ide dan karya baru yang bermanfaat dalam membangun daerah yang masuk kawasan daerah tertinggal.

Menurut dia, banyak hal yang bisa dilakukan Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal dan UGM. Apalagi UGM didirikan dan diselenggarakan berdasarkan nilai-nilai Pancasila dan keilmuan.

“Indonesia merupakan negara yang dikarunia sumber daya alam yang cukup melimpah, sehingga dengan adanya keilmuan yang dimiliki seluruh warga UGM dan bersama masyarakat bisa mengabdi kepada kepentingan dan kemakmuran bangsa,” katanya.