Munas Dharma Pertiwi Ke-XI Tahun 2009

0
35

Pewarta-Indonesia, Munas Dharma Pertiwi ke-XI Tahun 2009 mengangkat tema ”Dharma Pertiwi Bertekad Menyukseskan Program Pemerintah Dalam Upaya Meningkatkan Kepedulian Sosial dan Pendidikan Guna Terwujudnya Kesejahteraan Keluarga Prajurit”. Melalui tema tersebut, saya menangkap spirit dan kehendak kuat jajaran Dharma Pertiwi dalam mengoptimalkan kiprah dan peranannya, dalam turut serta menyukseskan pembangunan nasional, melalui berbagai upaya peningkatan kepedulian sosial, pendidikan dan kesejahteraan khususnya bagi keluarga prajurit.

Demikian sambutan Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso selaku Pembina Utama Dharma Pertiwi pada Musyawarah Nasional (Munas) ke-XI Dharma Pertiwi Tahun 2009, di Gedung Panti Perwira Balai Sudirman Jakarta. Rabu (9/10).

Tujuan pelaksanaan Munas Dharma Pertiwi yang dilaksanakan 5 tahun sekali ini adalah: Menyempurnakan, mengubah, menetapkan dan mengesahkan AD dan ART. Membuat dan mengesahkan rencana kerja tahun 2009 s.d. 2014. Mengubah, menetapkan dan mengesahkan atribut. Menetapkan dan mengesahkan pengurus baru Dharma Pertiwi Pusat masa kerja tahun 2009 s.d. 2014.

Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan dalam sambutannya, pokok substansi yang pertama tentang kepedulian sosial, yang merupakan watak dan warisan nilai luhur budaya bangsa. Sensitivitas kepedulian sosial bagian dari panggilan moral dan hati nurani yang paling dalam untuk meringankan penderitaan sesama warga bangsa.

Selanjutnya pokok substansi kedua yaitu pendidikan. Pendidikan sebagai kunci utama dalam mencetak manusia-manusia berkualitas dan berkapasitas, sehingga memiliki daya banding dan daya saing yang tinggi. Pendidikan dalam keluarga juga tidak boleh dianggap remeh apalagi diabaikan, karena dari sinilah dibangun fondasi utama yang paling mendasar sekaligus dimulai mata rantai pertama dari seluruh proses panjang pendidikan sepanjang masa. Kiranya peran pendidikan dalam keluarga termasuk didalamnya pengasuhan dan pendampingan terhadap putra putri senantiasa dinomor satukan dan diutamakan.

Pada pokok substansi ketiga yaitu kesejahteraan. Kesejahteraan tidak sekedar memiliki dimensi lahiriyah, melainkan juga dimensi batiniyah. Kesejahteraan tidak hanya diukur dari aspek materi seperti penghasilan, akan tetapi di ukur juga dari aspek rohani seperti ikatan batin dan kekeluargaan dalam organisasi yang tinggi.

Menteri Perempuan dan Perlindungan Anak Ibu Linda Amaliasari Agum Gumelar, turut memberikan ceramah pada acara Munas ke-XI yang berlangsung selama 2 hari yaitu tanggal 9-10 Desember 2009. Pada acara ini pula disampaikan laporan umum Ketua Umum Dharma Pertiwi masa bakti 2004 s.d. 2009, pengesahan rencana kerja Dharma Pertiwi tahun 2009-2014, pengesahan AD/ART, pengesahan atribut Dharma Pertiwi.

Panglima TNI berharap agar penyelenggaraan Munas ke-XI tahun 2009 dapat mengakomodasi perkembangan organisasi TNI dengan meninjau kembali AD/ART, juklak dan atribut, demikian juga dengan rencana kerja. Dimana rencana kerja tersebut agar disusun dan sehingga dapat dilaksanakan dengan baik pada masa 5 tahun kedepan.

Turut hadir dalam acara ini adalah Kepala Staf Angkatan selaku Pembina Utama Dharma Pertiwi unsur Persit Kartika Chandra Kirana, Jalasenastri dan Pia Ardiya Garini. Para Ketua Dharma Pertiwi, Aspers Panglima TNI selaku Pembina Harian Dharma Pertiwi, Ketua Harian Dharma Pertiwi, Ketua Harian IKKT Pragati Wira Anggini, Ketua Umum Kowani, para Wakil Ketua Umum unsur Dharma Pertiwi, para Ketua Daerah Dharma Pertiwi.