PANGLIMA TNI : Warisi, Lanjutkan dan Amalkan Tradisi serta Nilai-Nilai Kejuangan Para Pendahulu Kita

0
38

Pewarta-Indonesia, Sebagai generasi penerus, tidak ada komitmen yang lebih kuat dan karya yang lebih mulia, kecuali mewarisi, melanjutkan dan mengamalkan tradisi serta nilai-nilai kejuangan para pendahulu kita, untuk terus bekerja keras mengisi kemerdekaan. Demikian penegasan Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso, dalam amanatnya pada upacara memperingati HUT ke 64 tahun 2009 kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 2009 yang dibacakan Pa Sahli Tk. III Bidang Intekmil Panglima TNI Mayjen TNI (Mar) Sapardi, di Lapangan Upacara Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (17/8).

Bagi bangsa Indonesia , bulan Agustus merupakan bulan yang paling bersejarah. Rangkaian panjang perjuangan dan pengorbanan seluruh komponen bangsa mencapai puncaknya dengan diproklamasikannya kemerdekaan NKRI, pada tanggal 17 Agustus 1945. Dalam perjuangan itu tegas Panglima TNI, syarat dengan spirit nasionalisme, yang penuh dedikasi dan semangat militansi yang kemudian melahirkan jiwa, semangat dan nilai-nilai juang 1945, yang menjadi landasan perjuangan bagi generasi selanjutnya.

Tema peringatan Hari Ulang Tahun ke-64 kemerdekaan RI tahun ini adalah “Dengan Semangat Proklamasi 17 Agustus 1945 Kita Tingkatkan Kedewasaan Kehidupan Berpolitik dan Berdemokrasi Serta Kita Percepat Pemulihan Ekonomi Nasional Menuju Indonesia Yang Bersatu, Aman, Adil, Demokratis Dan Sejahtera”.

Tema tersebut, pada hakekatnya, tegas Panglima TNI merupakan kebulatan tekad seluruh komponen bangsa termasuk TNI, untuk melanjutkan perjuangan guna mencapai cita-cita kemerdekaan. Dibidang politik dan demokrasi cita-cita kemerdekaan itu kita laksanakan antra lain melalui Pemilu secara langsung sebagaimana yang telah kita laksanakan beberapa waktu yang lalu.

Kita ketahui bersama bahwa netralitas yang telah ditunjukkan oleh TNI telah memberikan kontribusi yang tidak kecil dalam pelaksanaan Pemilu 2009, sehingga berjalan sesuai dengan harapan bersama.  Untuik itu selaku pimpinan TNI, Panglima TNI menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh prajurit TNI disemua tingkatan yang telah mampu menjaga netralitas TNI dalam setiap tahapan proses Pemilu 2009.

Menyinggung kondisi kondusif yang dirasakan bersama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sebagai modal utama pembangunan nasional guna mewujudkan masyarakat adil dan makmur, baru-baru ini terusik oleh tindakan aksi teror bom bunuh diri oleh kelompok terorisme, Panglima TNI sangat prihatin atas peristiwa yang tidak berperikemanusiaan tersebut. Oleh karena itu kepada seluruh prajurit dan unsur pimpinan TNI disetiap tingkatan agar lebih mengintensifkan lagi kemampuan deteksi dan cegah dini, serta meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan di seluruh satuan masing-masing. Bangunlah kepekaan masyarakat melalui metode Binter oleh aparat kewilayahan yang selama ini telah berjalan tetapi kurang maksimal, sehingga kepekaan terhadap lingkungan sosial menjadi tumpul. Pahamilah, bahwa peran aparat Komando Kewilayahan dalam konteks pemberdayaan wilayah Pertahanan diyakini akan memberikan kontribusi yang positif dalam membantu membongkar jaringan teroris di tengah-tengah masyarakat.

Mengakhiri amanatnya Panglima TNI menyampaikan beberapa penekanan sebagai pedoman prajurit TNI dan segenap PNS TNI dalam melaksanakan tugas yaitu : Pertama, jaga dan tingkatkan soliditas dan solidaritas sesama prajurti TNI, maupun dengan anggota Polri dan komponen bangsa lainnya. Tingkatkan semangat dan jiwa korsa yang tinggi, sehingga mampu menghadapi setiap tantangan dalam pelaksanaan tugas.

Kedua, tingkatkan dan intensifkan pembinaan teritorial sesuai dengan tuntutan dan matra masing-masing, agar benar-benar terwujud “Ruang, Alat dan Kondisi (RAK) juang” yang kuat, dalam rangka mewujudkan ketahanan nasional yang tangguh.

Ketiga, siapkan satuan-satuan khusus untuk setiap saat dapat digerakkan guna penanggulangan terorisme, baik dalam rangka tugas perbantuan maupun “tugas kemitraan” kepada Polri.

Keempat, pererat kerjasama, sinkronisasi dan koordinasi, antara TNI, Polri dan Pemda dalam rangka mengantispasi dan mengatasi aksi terorisme, demi menjaga dan menjamin terwujudnya stabilitas nasional dalam seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kelima, bina dan ciptakan kebersamaan dan kewaspadaan setiap warga negara dan semua komponen bangsa, dalam menghadapi segala bentuk kerawanan dan ancaman, terutama dari aksi-aksi separatisme, terorisme dan radikalisme, yang sangat merugikan keamanan, keselamatan dan ketentraman masyarakat.