Panja Keselamatan Transportasi Segera Dibentuk

0
28

Pewarta-Indonesia, Jakarta – Pasca tragedi tenggelamnya Kapal Dumai Ekspres 10 di Selat Durian, tepatnya di perairan Hiu Kecil Tanjung Sekodi, Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau yang terjadi pada Minggu (22/11) yang lalu,  Komisi V DPR RI akan segera membentuk Panja Keselamatan Transportasi. Panja tersebut dibentuk untuk melaksanakan fungsi pengawasan terhadap implementasi Paket Undang-undang Transportasi yaitu UU No. 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, UU No. 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, UU No. 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, dan UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Demikian disampaikan Ketua Komisi V DPR RI, Ir. Taufik Kurniawan, MM yang didampingi Wakil Ketua Komisi V Muhidin M. Said dan Mulyadi dalam Jumpa Pers, Selasa (24/11) di ruang rapat Komisi V DPR RI.

Taufik sangat menyesalkan masih tingginya angka kecelakaan transportasi, utamanya yang telah menelan korban jiwa, yang diakibatkan kelalaian atas keselamatan dan keamanan bertransportasi. Utamanya bila terjadi overload (kelebihan muatan) penumpang di saranan transportasi laut.

Taufik berharap untuk ke depan Pemerintah harus segera mensosialisasikan budaya keselamatan transportasi sesuai dengan amanat paket Undang-undang Transportasi, utamanya Undang-undang No. 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran.

Lebih lanjut ia meminta agar peringatan dini dari BMKG harus menjadi prioritas dan patokan informasi yang bermanfaat dan penting sebagai tindakan pencegahan atas keselamatan bertransportasi. Komisi V DPR RI memperingatkan semua instasi Pemerintah untuk mengindahkan peringatan dini agar tidak terulang kembali kejadian serupa di masa yang akan datang. (muhyi)

Sumber image: google.co.uk