Paskabom, PMII Ikut Berdukacita dan Kutuk Pelaku

0
30

Pewarta-Indonesia, JAKARTA – Keluarga besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) mengutuk peledakan di Hotel Ritz Carlton dan JW Marriott, Jakarta, Jumat pagi. Tindakan peledakan bom tidak berperikemanusiaan dan tak bertanggungjawab.

“Pelaku pengeboman adalah pihak yang keji. Peledakan bom mengiris hati kemanusiaan masyarakat Indonesia. PMII juga mengungkapkan rasa duka cita sedalam-dalamnya kepada para korban,” kata Ketua Umum PB PMII Muhammad Rodli Kaelani kepada Antara, di Batam, Sabtu.

Rodli khawatir terjadi dampak besar di balik peledakan dua bom di hotel berskala internasional itu dan akan membuat citra Indonesia buruk.

Terlepas apa pun motif di belakang para pelaku dan aktor intelektual di belakangnya, kata Rodli, justru merusak aspek politik, sosial, ekonomi, budaya agama masyarakat Indonesia yang mengiginkan perubahan lebih baik ke depan.

Ledakan di dua hotel berbintang Jakarta memakan korban sembilan tewas, dan 55 orang luka dengan perincian 3 orang dilarikan ke RS MMC Kuningan, 13 orang ke RS Jakarta, satu orang ke RS Medistra, satu orang ke RS Pusat Pertamina dan satu korban lagi dirujuk ke rumah sakit di Singapura.

Sementara itu, warga negara Australia yang menjadi korban ledakan bom di Hotel JW Marriott hari Jumat, Scott Merillees, menyatakan dirinya masih menyukai Indonesia. “Saya masih mencintai Indonesia. Ini adalah negara yang sangat cantik,” katanya dari atas kursi roda ketika meninggalkan Rumah Sakit MMC Kuningan, Jakarta.

Merillees merupakan satu dari tujuh WNA korban ledakan yang dinyatakan bisa pulang dari rumah sakit. Saat ini terdapat sembilan yang masih dirawat di RS MMC Kuningan.  (ant)