Pelaku Nyamar Jadi Tamu, DPR Akan Panggil Presiden

0
26

Pewarta-Indonesia, JAKARTA – Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Wahyono mengatakan telah terjadi dua ledakan yakni di hotel Ritz carlton ledakan terjadi pukul 07.47 WIB, kemudian ledakan kedua di Hotel JW marriot pada pukul 07.57 WIB. “Jenis bom adalah bom rakitan atau low exposure,” ujarnya.

sampai saat ini, sambung dia, korban sudah mencapai 61 orang yang dirujuk ke rumah sakit. “Tujuh orang meninggal di tempat kejadian perkara (TKP), satu di rmah sakit. 53 orang lainnya masih dirawat di beberapa rumah sakit di Jakarta,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, pelaku diduga menyamar sebagai tamu dan masuk ke kamar 1808 di JW Marriot. “Kami belum bisa membuktikan apakah orang itu WNI atau WNA,” tandas Irjen Pol Wahyono. Di dalam bom tersebut ditanam paku-paku, baut, paku gotri, “sehingga korban yang berjatuhan banyuak,” bebernya.

Sementara itu, anggota Komisi I DPR RI Ali Muchtar Ngabalin yang meninjau lokasi kejadian, menuturkan kejadian ini merupakan akibat dari aparat yang bobrok.

“Kenyataan pemerintah yang menyatakan bahwa kondisi keamanan baik,itu perlu diuji,” tegasnya.

Dia juga merasa kecewa dengan pernyataan presiden Susilo Bambang Yudhoyono di berbagai media massa.

“Rencananya DPR hari Senin akan memanggil Presiden, Kapolri, Panglima TNI dan Menko Polhukam mengenai pertanggungjawabannya. Intinya sistem kita keamanan kita kecolongan,” cetusnya.

Saat ditanya apakah ada keterlibatan asing dalam peristiwa peledakan dua hotel tersebut, dia merujuk pernyataan Menhan. “saya menandaskan, merujuk pernyataan Menhan Juwono Sudarsono bahwa ada keterlibatan intelejen asing karena banyak kejadian berturut-turut terjadi. Ini dialami di Freeport,” imbuhnya.