Penanggulangan Mulai Pintu Masuk sampai RS dan Puskesmas

0
43

Pewarta-Indonesia, JAKARTA – Departemen Kesehatan telah menyiapkan tamiflu di berbagai puskesmas di seluruh tanah air untuk mencegah mewabahnya flu H1N1 atau swine flu.

Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Depkes Prof. Dr. Tjandra Yoga Aditama kepada Pewarta-Indonesia, Senin (29/6) mengatakan, sejak kasus flu babi ada di dunia dan belum masuk ke Indonesia, berbagai langkah telah dilakukan oleh Depkes, seperti penanganan di rumah sakit dan penyediaan logististik seperti tamiflu di rumah sakit dan puskesmas-puskesmas.

Saat ini, setelah terdapat kasus flu babi di Indonesia, ungkap Tjandra, Depkes telah membuat kembali delapan langkah penanganan yang berbeda dari sebelumnya, yaitu:
1. Meningkatkan kewaspadaan seluruh jajaran kesehatan. Telah dikeluarkan surat edaran Menteri Kesehatan ke seluruh Gubernur dan surat edaran Direktur Jenderal P2PL ke seluruh kepala dinas kesehatan, kantor kesehatan pelabuhan, dan sebagainya.

2. Makin mengaktifkan kegiatan di Kantor Kesehatan Pelabuhan, antara lain dengan pembagian poster, menambah jumlah thermal scanner, informasi, dan lain-lain.

3. Meningkatkan surveillanve Influenza Like illness (ILI) dengan laporan mingguan berkala. Jadi Depkes mengharapkan adanya survaillance yang dikirimkan dari daerah setiap minggu sehingga jika terdapat kasus dapat diketahui lebih cepat

4. Meningkatkan logistik dalam bentuk penambahan Alat Pelindung Diri (APD) dan obat-obatan.

5. Meningkatkan terus kemampuan dan kewaspadaan petugas kesehatan di 100 rumah sakit rujukan.

6. Menambah kemampuan diagnostik laboratorium dengan penambahan primer dan pengiriman media.

7. Meningkatkan gerak langkah penanggulangan dengan memberikan berbagai pedoman penanggulangan pandemi influenza ke Dinas Kesehatan di Indonesia.

8. Meningkatkan kegiatan Komunikasi Informasi Edukasi ke masyarakat dengan menyiapkan poster (tentang CTPS serta gejala Flu).

“Jadi kita tanggulangi mulai dari pintu masuk, sampai ke rumah sakit, sampai ke puskesmas,” tambah Tjandra.