Ketum PPWI: Minim Fungsi Kontrol Picu Pembangunan Stagnan

0
31

Pewarta-Indonesia, JAKARTA – Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke mengungkapkan bahwa dalam proses mempercepat akselerasi pembangunan nasional sangat dibutuhkan ide dan gagasan kreatif yang dimiliki oleh pemimpin bangsa ini.

“Pemimpin bangsa sebaiknya memiliki ide-ide dan gagasan yang cukup kreatif dalam mempercepat akselarasi pembangunan nasional,” kata Wilson dalam acara peluncuran website, buku dan lomba menulis surat buat presiden dan wakil presiden RI 2009-2014 di Restoran Riung Tenda, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Selasa (16/6).

Menurut dia, tanpa ada masukan dan saran dari publik (rakyat) kepada pemimpin nasional, bangsa ini akan kehilangan salah satu kontrol sosial. Masyarakat kebanyakan menurut Wilson, melalui lomba menulis surat buat presiden dan wakil presiden RI 2009-2014 ini akan memberikan banyak aspirasi yang kreatif, saran dan usulan membangun, serta harapan-harapan kepada pemerintah baru nanti, hasil pemilu 2009. Event lomba ini juga berfungsi sebagai wadah berkarya bagi masyarakat umum.

Dalam kesempatan itu, PPWI juga meluncurkan buku yang berjudul Booming Profesi Pewarta Warga, Wartawan dan Penulis yang disebut dengan ‘pelopor perdana’ tentang dunia jurnalistik kontemporer yang memuat sekaligus tiga profesi dalam dunia tulis-menulis yakni pewarta warga (citizen journalist), wartawan (journalist), dan penulis (writer).

Menurut penulis EspedE Ainun Nadjib, secara keseluruhan buku ini bisa dikatakan mampu memperkaya khasanah bagi para pelaku jurnalistik dan kalangan praktisi media massa. Buku ini bisa memperbaharui perbendaharaan buku-buku jurnalistik yang sudah ketinggalan jaman.

“Buku yang kami sajikan secara kreatif ini akan mampu membiasakan setiap pembaca menjadi pewarta. Dalam menulis ala jurnalistik memang sangat asing, bukan berarti profesi tersebut tak bisa terjangkau oleh kita semua,” ujar EspedE.

Lebih jauh kolumnis berbagai media massa cetak ini menegaskan, perkembangan dunia informasi dan teknologi yang sangat cepat mewajibkan kita semua untuk mengikuti trend yang terjadi di masa kini.

“Bila kita berani meninggalkan sepersekian detik informasi saja, bisa-bisa kita dianggap telah mengalami ‘kiamat informasi,” papar EspedE Ainun Nadjib secara lugas. (**)