Prita Bacakan Nota Pembelaan “Galau”

0
27

Pewarta-Indonesia, TANGERANG – Prita Mulyasari membacakan nota pembelaan berjudul “Galau”, di hadapan ketua majelis hakim Karel Tuppu SH dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rahmawati Utami SH, di PN Tangerang, Banten, Kamis (11/6).

Dalam pembelaan setebal delapan halaman, yang juga didengarkan kuasa hukumnya, OC Kaligis SH, dalam persidangan sejak pukul 09.20 WIB itu, perempuan 32 tahun itu menyatakan keluh kesah terhadap pelayanan RS Omni Internasional hingga harus dijebloskan ke LP Wanita Tangerang.

Peradilan perdana di PN Tangerang itu, Prita didakwa dengan dakwaan mencemarkan nama baik melalui jaringan internet dengan ancaman berlapis yakni pasal 45 ayat (1) junto pasar 27 ayat (3) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elekronika (ITE) dengan ancaman pidana maksimal enam tahun penjara.

Selain itu, dia juga diseret ke meja hijau dengan ancaman pidana pasal 310 ayat (2) KUHP oleh jaksa Rahmawati Utami SH.

Pada 15 Agustus 2008, terdakwa dianggap mencemarkan nama baik oleh para medis RS Omni International yakni dr. Hengky Gosal dan dr. Grace H. Yarlen Nela.

Awalnya, Prita berobat ke RS Omni dengan kondisi panas tinggi dan pusing kepala, setelah dilakukan pemeriksaan darah maka diperoleh hasil bahwa trombositnya 27 ribu, pada waktu itu terdakwa ditangani oleh dr Indah (dokter umum) dan dinyatakan harus rawat inap.

Setelah itu, dr. Indah menanyakan siapa dokter spesialis yang akan dipilih untuk menanggani terdakwa, maka putusan jatuh kepada dr, Hengky.

Setelah itu, dr. Hengky memeriksa kondisi kesehatan Prita yaitu dalam kondisi lemas, demam tiga hari, sakit kepala, nyeri seluruh tubuh, mual muntah dan tidak bisa makan serta dari observasi febris (demam) yaitu suspect (diduga kuat) demam berdarah.

Namun, perawatan di RS yang terletak di Perumahan Alam Sutra Serpong itu tidak maksimal, maka Prita menyampaikan keluhan kepada dr. Grace sebagai manajer pelayanan pelanggan pada RS Omni. Setelah itu, Prita menyampaikan keluhan kepada rekan lainnya menggunakan surat elektronika dengan tujuan agar pelayanan kurang maksimal yang diterimanya tidak dialami temannya. (**)