Real Count KPU Resmi Dibuka

0
25

Pewarta-Indonesia, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) A. Hafiz Anshary resmi membuka penayangan real count Pusat Tabulasi Perolehan Suara Sementara Peserta Pemilu 2009, di Flores Room Hotel Borobudur, Jakarta (10/4).

Tabulasi Perolehan Suara ini dapat memberikan hasil yang cepat, tepat, dan akurat. “Harapan kita (KPU), margin error-nya nol persen. Makanya kita sebut real count,” ujar Hafiz saat meresmikan Pusat Tabulasi.

Namun, walaupun data yang ditayangkan mempunyai tingkat akurasi dan validitas yang tinggi, Hafiz menegaskan, penghitungan suara dengan menggunakan teknologi informasi (TI) ini bukanlah hasil resmi Pemilu 2009. “Hasil resminya, tetap penghitungan suara manual yang dilakukan secara berjenjang,” kata Hafiz. Hasil penghitungan manual inilah yang dapat memastikan jumlah perolehan suara dan kursi para Peserta Pemilu 2009.

Anggota KPU Sri Nuryanti yang membidangi pokja teknologi informasi Pemilu 2009 mengemukakan, KPU ingin memberikan akses yang cepat, akurat, dan transparan terhadap perolehan awal hasil Pemilu 2009 kepada masyarakat. “ Ini adalah grand design teknologi informasi KPU yang sudah lama dirancang, dan akan dikembangkan pada masa mendatang,” jelas Sri Nuryanti.

Menurutnya, pengolahan data pusat tabulasi sudah dimulai sejak 9 April 2009, pukul 15.46 WIB. Data pertama masuk berasal dari TPS 06 Kelurahan Kalikajar, Kecamatan Kaligondang, Purbalingga, Jawa Tengah.

Pusat Tabulasi ini adalah hasil kerjasama KPU dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Ketua BPPT mengatakan, pusat tabulasi ini dapat menampilkan data perolehan suara dengan cepat. “Pusat tabulasi ini akan ditayangkan selama 12 hari,” ujar Marzan Aziz Iskandar.

Hasil penayangan di Pusat Tabulasi KPU berasal dari data perolehan suara tiap TPS (Formulir C1-IT) yang ada di Indonesia. Untuk membantu proses penghitungan suara pada Pemilu 2009, dimanfaatkan mesin pemindai berbasis teknologi Intelligent Character Recognition (ICR) dalam input data hasil penghitungan sebelum dikirim ke sistem tabulasi KPU Pusat. ICR adalah teknologi pengenalan data tulisan tangan. Tujuan utama yang ingin dicapai dengan penggunaan mesin pemindai yang berbasis ICR tersebut adalah, mempercepat proses perhitungan suara dan memperoleh salinan dokumen elektronik yang otentik dan teramankan.

Sampai berita ini diturunkan (pukul 16.35 WIB) lima besar hasil perolehan suara sementara pada Pusat Tabulasi KPU menempatkan Partai Demokrat pada posisi pertama dengan 21 persen, PDIP 14,8 persen, Golkar 13,9 persen, PKS 8,8 persen  dan PAN 7,4 persen. (KPU).