Satgas TNI Konga XXIII Bantu Korban Gempa

0
31

Pewarta-Indonesia, Lebanon (14/9) – Gempa Bumi yang terjadi di Tasikmalaya – Jawa Barat, Rabu 2 September 2009 dengan kekuatan 7,3 pada Skala Richter tidak hanya membuat sedih warga Jawa Barat dan sekitarnya, namun bencana yang terjadi secara tiba-tiba itu pun telah membuat sedih beberapa anggota Satgas Yonif Mekanis TNI Konga XXIII-C/Unifil yang sedang mengemban tugas sebagai Peace Keeper di Lebanon Selatan.

Tercatat 3 orang anggota Satgas yang menanggung derita akibat gempa yang terjadi pada 142 kilometer Barat Daya Tasikmalaya dengan kedalaman 30 meter tersebut, yaitu Sertu Suryadi dan Serda Diyono. Keduanya adalah anggota Markas Batalyon (Mayon) Mekanis TNI Konga XXIII-C yang berada di UN POSN 7-1 Adshit al Qusayr dan Sertu Iwan anggota Kompi Mekanis Alfa Konga XXIII-C yang berlokasi di UN POSN 9-63 Al Qusayr. Meskipun tidak ada anggota keluarga mereka yang meninggal akibat bencana tersebut, namun rumah mereka rata-rata ambruk dan mengalami rusak berat.

Mengetahui kondisi rekannya yang mengalami kesusahan, prajurit TNI yang sedang bertugas di Lebanon Selatan itu, secara sukarela mengumpulkan dana untuk membantu meringankan beban rekannya yang rumahnya ambruk akibat gempa. Pengumpulan dana tersebut bertepatan dengan pembayaran zakat yang dikoordinir oleh takmir masjid Indobatt, dipimpin Kapten Inf Abdullah Nur Wahid yang sehari-hari bertugas sebagai Perwira Rohani Satgas Konga XXIII-C/Unifil. Rencananya dana bantuan yang terkumpul serta uang zakat yang dikelola oleh takmir Masjid Indobatt akan diberikan kepada para korban bencana gempa bumi di Tasikmalaya, melalui anggota Satgas yang cuti ke tanah air.

Dansatgas Konga XXIII-C/Unifil, Letkol Inf. Raden Haryono pada saat memberikan bantuan secara simbolis kepada anggotanya selesai sholat Tarawih di Markas Batalyon Indobatt UN POSN 7-1 Adshit al Qusayr, Minggu 13 September 2009 berpesan bahwa bencana merupakan ujian yang datangnya dari Allah, dan tidak seorang pun yang dapat mengelak. Bencana ini hendaknya dijadikan sebagai rahmat Allah SWT agar kita lebih tabah dan mendekatkan diri kepadaNYA, terutama bagi prajurit yang masih berada di daerah tugas saat ini, hendaknya tidak menurunkan semangat dan keimanan kepada Allah SWT, serta tetap berkonsentrasi dalam penugasan. Ketiga anggota Satgas itupun hanya tabah menghadapi cobaan yang sedang diberikan oleh Allah SWT kepadanya. Mereka tidak bisa pulang karena hak cutinya sudah habis dan hanya bisa berkomunikasi dengan keluarganya lewat telepon dan internet.

Di akhir pesannya Dansatgas mengatakan, “Pemberian santunan ini merupakan wujud dari solidaritas dan kepedulian rasa senasib sepenanggungan seluruh rekan-rekan prajurit TNI yang sedang bertugas di Lebanon Selatan. Meskipun kami berada sangat jauh dari lokasi kejadian, namun ikut merasakan kesedihan para prajurit yang keluarganya tertimpa bencana gempa bumi.”