SBY Akan Lebih Memilih PDIP dan Golkar

0
21

Pewarta-Indonesia, JAKARTA – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono diperkirakan akan merekrut orang-orang PDIP dan Golkar di kabinet yang akan dibentuknya untuk menjamin stabilitas pemerintahannya.

Bahkan bisa jadi SBY akan mengabaikan mitra koalisinya seperti, PAN, PKS, PKB dan PPP kalau partai itu marah karena SBY merekrut PDIP dan Golkar kata pengamat polilitik dari Universitas Indonesia Prof DR Ibramsjah, di Jakarta, Rabu.

Diberitakan sebelumnya, SBY menyatakan format dalam kabinet pemerintahan mendatang dan koalisi di DPR RI akan diutamakan berasal dari parpol yang menjadi koalisinya pada pilpres lalu. Meski begitu, tak menutup untuk masuknya parpol lain di luar parpol koalisinya. “Bahwa koalisi yang sudah terbangun pada pemilihan presiden dan wapres lalu menjadi format utama sebenarnya menyangkut kebersamaan nanti di kabinet dan DPR RI,” kata Presiden saat jumpa pers di halaman kompleks Istana Presiden Jakarta, Selasa, kemarin.

Ibram menjelaskan sinyal SBY akan merekrut PDIP dan Golkar di kabinet itu sangat kuat dari pernyataannya. “Langkah SBY itu jelas akan menimbulkan kemarahan bagi mitra koalisi apalagi kalau sampai jatah menteri PDIP dan Golkar lebih banyak daripada jatah mitra koalisinya,” tutur Ibram.

Sebab, kata dia, mitra koalisi beralasan merekalah yang dulu keluar keringat dalam mendukung duet SBY-Boediono pada pemilu presiden. “Karena itu, saya menyarankan meskipun SBY memiliki hak prerogatif tapi tetap melakukan komunikasi politik dengan mitra koalisinya sehingga mereka paham kenapa SBY mengambil orang PDIP dan Golkar,” saran Ibram.

Pada bagian lain, Ibram juga menyarankan kepada SBY bahwa boleh saja memilih calon menteri dari partai politik manapun. Namun, SBY tetap mengedepankan keahlian di bidangnya dari calon menteri tersebut.

“Inilah politik tidak ada lawan yang abadi tapi yang ada kepentingan meskipun pada pemilu presiden lalu PDIP dan Golkar tidak mendukung SBY, tapi kedua partai ini tetap mendapatkan jatah di kabinet yang akan datang,” katanya.

Ia menjelaskan PDIP pun tidak akan menolak kalau ditawari SBY jatah menteri karena capek juga PDIP kalau terus menjadi oposisi, apalagi Golkar pasti akan menerimanya. (johara/pk)