Soal Prita, Kajati Banten Diam

0
34

Pewarta-Indonesia, SERANG – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Banten, Dondy K. Soedirman, bungkam soal kasus Prita. Bahkan Dondy yang berada di ruang kerjanya tidak bersedia ditemui sejumlah wartawan saat akan dikonfirmasi seputar kasus yang menjadi perhatian masyarakat tersebut.

Wartawan hanya ditemui Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) dan Hubungungan Masyarakat (Humas) Kejati Banten, Mustaqim. “Pak Kajati  bilang no comment soal kasus Prita,” ujar Mustaqim, Kamis (4/6).

Kepada Mustaqim,  Kejati  Dondy berpesan bahwa  persidangan Prita Mulyasari sedang berjalan. “Jangan berpikir ke belakang. Itu hanya buang-buang energi. Dipersidangan nanti ada pertimbangan dari majelis hakim dan jaksa,” terang Kasipenkum menirukan pesan atasannya.

Asisten Pidana Umum (Aspidum) Kejati Banten, Indra Gunawan menjelaskan, Pasal 27 (3) UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman penjara 6 tahun yang menjerat ibu beranak dua ini tidak serta merta dimasukkan begitu saja.

“Pasal itu digunakan berdasarkan petunjuk pada tahap penyidikan. Jadi bukan ditambahkan oleh jaksa,” ujar Indra. Untuk diketahui, karena ancaman hukumannya di atas 5 tahun, Prita  harus ditahan.

Digunakannya UU ITE itu lanjut Indra, juga mengacu pada barang bukti dalam kasus ini, yakni beredarnya surat elektronik atau email melalui media internet. “Barang bukti berupa email itu ada sangkut pautnya dengan UU ITE,” jelasnya.

Terkait tentang eksaminasi atau evaluasi dan penelitian terhadap kasus yang menimpa Prita seperti yang telah diinstruksikan Jaksa Agung Hendarman Supandji, Indra tidak menampiknya. Indra juga mengaku sempat dipanggil ke Kejaksaan Agung  pada Rabu (3/6). “Hasilnya (eksaminasi-red) tidak bisa saya ungkapkan. Itu wewenang pimpinan,’ katanya.

Selain Indra yang dipangil Kejagung, salah seorang jaksa dari bagian pidana umum yakni Kepala Seksi Orang dan Harta benda (Orhanda), Rahmawati juga melalui tahap eksaminasi.

 “Yang melakukan eksaminasi dari pihak Pidum Kejagung. Ibu Rahmawati melalui proses itu di Tangerang, bersama satu jaksa lainnya dari Kejari Tangerang,” ujar Indra tanpa menyebut nama.