Tes Kesehatan, Optimalkan Menteri Laksanakan Tugas

0
25

Pewarta-Indonesia, JAKARTA – Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto Jakarta hari ini kembali melakukan pengecekan  kesehatan terhadap para calon menteri. Ada 17 nama yang dijadwalkan akan dicek kesehatannya pada hari ini.

Ketua Tim Pemeriksaan RSPAD Gatot Subroto, Brigjen dr. Supriantoro, Senin (19/10) mengungkapkan, pemeriksaan kesehatan terhadap calon menteri diperkirakan masih akan dilakukan hingga Selasa besok. Pihaknya masih akan melakukan pemeriksaan hingga seluruh calon selesai diperiksa.

Usai diperiksa, hasil pemeriksaan langsung disampaikan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. dr. Supriantoro menegaskan, hasil pemeriksaan itu adalah rahasia dan hanya disampaikan kepada Presiden.

“Setiap tim dokter masing-masing minimal ada dua orang. Hasil pemeriksaan mereka selanjutnya kita diskusikan dan dikaitkan antara pemeriksaan satu dengan yang lainnya, untuk kemudian kesimpulan atau rangkuman itulah yang kita laporkan dan kami berikan saran-saran medis terkait dengan apa yang sebaiknya dilakukan, baik tindakan maupun pengobatan kalau ada kelainan,” jelas dr. Supriantoro.

Ia menambahkan, saran-saran medis diberikan karena pemeriksaan kesehatan ini ditujuan untuk mengantisipasi dan untuk melakukan upaya-upaya preventif agar para calon menteri itu dalam menjalankan tugas kenegaraannya sebagai pembantu Presiden dapat melaksanakan tugas itu tanpa ada kendala masalah kesehatan yang tentunya masih dalam batas sebagai manusia.

Sementara itu, tes kesehatan untuk para calon menteri masuk dalam kategori pejabat tinggi negara. Sehingga tergolong kelas VIP. “Karena ini adalah pejabat tinggi kelasnya kelas lengkap yang eksekutif yang lengkap sekali,” kata Brigjen TNI Supriyantoro, Kepala RSPAD Gatot Soebroto.

Untuk biayanya, menurut Supriyantoro ditanggung pemerintah melalui Sekretaris Kabinet. Biaya yang akan ditagihkan tidak hanya untuk pemeriksaan medis tetapi juga biaya administrasi dan konsumsi. “Itu sedang kami hitung. Kami sudah sampaikan ke Setneg karena ini didukung oleh Setneg. Bahkan kami akan akan ajukan setelah selesai pemeriksaan,” ujarnya.

Para calon menteri yang melakukan tes kesehatan ditangani oleh Tim Dokter yang berjumlah 45 orang. “(Namun) yang memeriksa 29. Tim dokter gabungan dari dokter kepresidenan dan dari RSPAD,” pungkasnya.

Tes kesehatan jiwa yang dilakukan terhadap para calon menteri akan menggambarkan profil dari kepribadian calon menteri tersebut. Ia menjelaskan, secara garis besar tes kesehatan kejiwaan akan menggambarkan sejauh mana ketahanan terhadap stres dan sejauh mana kemampuan untuk melakukan koordinasi komunikasi.

“Tes kejiwaan ada yang berupaya menetralisir stres, kepribadiaan tertentu dan yang sangat rentan terhadap stress. Itu akan terbaca dalam tes kejiwaan, sehingga itu menjadi cerminan bagaimana profil kepribadiannya,” ungkap dr. Supriantoro.

Hingga pukul 09.20, masih ada tiga calon menteri yang belum datang untuk menjalani tes kesehatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, Jakarta, Senin (19/10). Mereka adalah Gusti M Hatta, calon Menteri Negara Lingkungan Hidup; Helmy Faisal, calon Menneg Pembangunan Daerah Tertinggal; dan Andi Mallarangeng, calon Menteri Negara Pemuda dan Olahraga.

Adapun 13 orang lainnya yang telah datang adalah Patrialis Akbar, calon Menteri Hukum dan HAM; Djoko Kirmanto, calon Menteri Pekerjaan Umum; EE Mangindaan, calon Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara; Hatta Radjasa, calon Menko Perekonomian; Zulkifli Hasan, calon Menteri Kehutanan; Linda Agum Gumelar, calon Menneg Pemberdayaan Perempuan; Mustafa Abubakar, calon Menneg BUMN; Nila Djuwita Afansa Moeloek, calon Menteri Kesehatan; Suharna Surapranata, calon Menneg Ristek; Suharso Monoarfa, calon Menteri Negara Perumahan Rakyat; MS Hidayat, calon Menteri Perindustrian; Darwin Zahedy Saleh dan Gita Wirjawan, calon Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal. (Aldy)