Tinggi, Hampir 60 Ribu Penduduk Kaltim Buta Aksara

0
19

Pewarta-Indonesia, KALTIM — Dinas Pendidik (Disdik) Kalimantan Timur mengumpulkan data sedikitnya 51.899 penduduk Kalimantan timur tidak bisa membaca dan menulis atau buta aksara hingga akhir 2008 lalu.

Berdasarkan data dari Disdik Kaltim tersebut, 51.899 warga yang buta aksara tersebut, tersebar di 13 kabupaten/kota di Kaltim. Kabupaten Kutai Kartanegara mendominasi angka tertinggi untuk warga yang tidak bisa baca dan menulis yakni sebanyak 18.681 warga. Sedangkan yang paling rendah terdapat di kota Tarakan dengan jumlah sedikitnya 396 warga yang buta aksara.

Adapun, 12 kabupaten/kota lainnya yang penduduknya buta aksara masing-masing yakni Kutai Timur (4.363 warga), Kutai Barat (3.680 warga), Paser (9.153 warga), Penajam Paser Utara (1.867 warga), Berau (470 warga), Bulungan (3.940 warga), Nunukan (1.974 warga), Malinau (1.247 warga), Balikpapan (3.592 warga) Samarinda (1.917 warga) dan kota Bontang (619 warga).

“Mereka (warga buta aksara–red) umumnya berusia 15 tahun hingga 44 tahun,” kata Kepala Bidang Pendidikan non Formal dan Informal Disdik Kaltim, Rustinah Rasyid kepada wartawan di ruang kerjanya, belum lama ini.

Lebih lanjut, Rustina mengatakan, pada umumnya jumlah penduduk buta aksara di kaltim selalu didominasi oleh kaum perempuan dibandingkan kaum pria.

“Perempuan lebih banyak. Namun, para perempuan tidak terlalu susah untuk diajak belajar dibandingkan kaum pria,” katanya.Rusli

Untuk menekan jumlah buta aksara di Kaltim, Rustina mengatakan, Disdik Kaltim telah mengembangkan beberapa program. Di antaranya, pendidikan kesetaraan, pendidikan luar sekolah, dan kelompok belajar. (**)

Sumber teksℑ: jurnal nasional-gemamandiri.com