Unifil Tinjau Kesiapan Operasi Indobatt

0
29

Pewarta-Indonesia, – Komandan Sektor Timur UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) – Brigadir Jenderal Prieto Martinez meninjau langsung kesiapan operasi Batalyon Indonesia  (Indobatt)/  Konga  XXIII-C yang sedang melaksanakan Battalion Full Deployment Operation (Operasi penggelaran pasukan secara maksimal) di Forward Command Post (Pos Komando Taktis) Indobatt, Senin 29 Juni 2009.  Jenderal Martinez didampingi Wadansektor – Kolonel Inf Bambang Sudiono dan Kepala Staf Sektor – Kolonel Granero mendarat di Helly Pad Indobatt UN POSN 7-1 dan disambut oleh Dansatgas Konga XXIII-C Letkol Inf R. Haryono beserta beberapa perwira Indobatt yang lain termasuk Wadansatgas Letkol Mar Suherlan.

Dalam kunjungannya Komandan Sektor mendapatkan penjelasan dari Kepala Seksi Operasi Batalyon, Mayor Psk Sumarsono tentang kesiapan operasi Indobatt dalam mengamankan wilayah operasinya (area of responsibility)  untuk mencegah kemungkinan adanya gangguan keamanan yang dilakukan oleh kelompok bersenjata secara maksimal, sesuai dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB No. 1701.

Dalam operasi ini, Indobatt menggelar 2/3 kekuatannya untuk mengadakan pemantauan secara maksimal daerah operasi yang dipertanggungjawabkan dengan menambah jumlah Check Point (CP) dan Observation Post (OP) serta peningkatan pelaksanaan patroli dan CRLO (Counter Rocket Launching Operation) bekerja sama dengan LAF (Lebanese Armed Forces).  Pelaksanaan Full Deployment Operation yang diprogramkan oleh UNIFIL ini bertujuan untuk mengetahui sejauhmana kemampuan masing-masing batalyon yang  tergabung dalam misi UNIFIL dapat melaksanakan pengamatan dan pemantauan daerah operasinya secara maksimal, sehingga dapat meminimalisasi ruang gerak kelompok bersenjata yang ingin mengacaukan keamanan di Lebanon Selatan (daerah operasi UNIFIL). Situasi dan kondisi terakhir keamanan wilayah operasi UNIFIL sendiri paska Pemilu di Lebanon masih kondusif dan tidak ada perubahan alert status (tetap pada Siaga Kuning).

Battalion Full Deployment Operationyang dilakukan oleh Konga XXIII-C kali ini adalah  merupakan operasi yang kedua sejak penugasannya di Lebanon Selatan pada Desember 2008. Wilayah operasi Indobatt sendiri meliputi 13 desa yang berbatasan langsung dengan Israel seluas 80 km2. Di akhir kunjungannya Jenderal Martinez berpesan agar Indobatt dapat mengamankan wilayahnya dengan maksimal, dan mampu mengantisipasi setiap perkembangan yang terjadi, terlebih di musim panas ini banyak warga yang kembali ke Lebanon Selatan dari perantauannya di luar negeri. (bbc/tni.mil)