Cerita Maskot Zakumi, Piala Dunia 2010 dan Sejarah Afrika Selatan

0
21

Pewarta-Indonesia, Siapakah sosok Zakumi sebenarnya yang digunakan sebagai maskot piala dunia 2010 ? Apakah ada hubungannya piala dunia 2010 dan sejarah afrika selatan ? Inilah kisah ceritanya hubungan antara maskot Zakumi, piala dunia dan sejarah Afrika Selatan.

Selama 40 tahun, tiap perhelatan Piala Dunia selalu memiliki maskot yang unik. Kali ini, Piala Dunia 2010 yang digelar di Afrika Selatan juga mempunyai maskot istimewa dengan latar belakang sejarah Afrika Selatan. Perkenalkan, inilah Zakumi si macan tutul yang lahir pada 16 Juni 1994, tanggal dan tahun itu adalah momen bersejarah bagi Afrika Selatan.

Tanggal 16 Juni 1976 merupakan awal pemberontakan kaum muda Soweto di Afrika Selatan. Pada tanggal itu, anak-anak sekolah di Afrika Selatan turun ke jalan untuk memprotes apartheid (sistem pemisahan ras antara kulit putih dan kulit hitam yang saat itu diberlakukan oleh pemerintah Afrika Selatan).

Banyak di antara anak-anak sekolah tersebut yang kemudian menjadi korban karena diberondong senapan polisi. Sementara itu, tahun 1994 merupakan tahun ketika warga negara Afrika Selatan dari segala ras, baik kulit putih maupun kulit hitam, memberikan suara mereka untuk pertama kalinya dalam pemilu demokratis pemerintahan post-apartheid. Oleh karena itu, tanggal 16 Juni dan tahun 1994 dipandang sebagai simbol perubahan besar di Afrika Selatan.

Pesta akbar Piala Dunia digelar di Afrika Selatan pada tahun 2010, tepat 16 tahun sejak Afrika Selatan meraih demokrasi,” ujar Danny Jordaan, Direktur Eksekutif Panitia Pelaksana Lokal Piala Dunia 2010.

Dengan kata lain, Zakumi merupakan duta besar dari seluruh harapan, mimpi, dan aspirasi rakyat Afrika Selatan. Lantas, seperti apakah Zakumi? Zakumi ialah macan tutul jantan dengan rambut gimbal berwarna hijau. Ia memiliki senyum yang lebar. Zakumi adalah macan tutul yang penuh semangat, vitalitas, senang bersosialisasi, percaya diri, ambisius, dan tentunya menyukai sepak bola. Itulah gambaran dari Zakumi maskot resmi Piala Dunia 2010.

Slogan Zakumi ialah ‘Zakumi: the mascot with an attitude’ (Zakumi: maskot beretika). FIFA mendeskripsikan karakter Zakumi sebagai macan yang lincah, ramah, petualang, dan spontan. Singkatnya, Zakumi adalah sosok kawan yang cerdas.

Satu lagi, Zakumi mempunyai kecenderungan untuk membesar-besarkan sesuatu. “Dengan kehangatannya, Zakumi merupakan simbolisasi Afrika Selatan dan keseluruhan benua Afrika,” jelas FIFA di situsnya. Zakumi selalu membawa bola, sebagai tanda kecintaannya pada sepak bola. Ia juga selalu mengundang orang untuk bermain bola dengannya. FIFA menyatakan, prioritas Zakumi adalah untuk menjadikan ajang Piala Dunia 2010 sebagai satu pesta besar berskala internasional yang menyenangkan dan tak terlupakan.

Zakumi ingin menciptakan suasana yang menggairahkan untuk para fans di Piala Dunia 2010 yang pertama kali digelar di tanah Afrika,” ujar legenda sepak bola Afrika Selatan, Lucas Rabede, yang mengaku sebagai kawan dekat Zakumi.

Zakumi sangat bangga dengan Afrika Selatan, dan ingin meyakinkan dunia untuk datang bersama dan bersatu di Afrika Selatan,” imbuh Rabede.

Desain fisik dan rancangan kostum Zakumi diproduksi secara eksklusif di Afrika Selatan. Awalnya, sejumlah perusahaan Afrika Selatan diminta untuk mendesain maskot Piala Dunia 2010 yang bisa mewakili Afrika Selatan dan seluruh Afrika sebagai satu kesatuan. Maskot tersebut harus mudah dikenali dan meninggalkan kesan mendalam.

Setelah melalui proses eliminasi bertahap, FIFA akhirnya memutuskan untuk menggunakan desain milik perancang Cape Town, Andries Odendaal. Kostum Zakumi sendiri diproduksi oleh Cora’s Costume di Boksburg, sebelah timur Johannesburg.

Cora’s Costume merupakan perusahaan milik Cora Simpson yang telah 22 tahun malang-melintang di bidang pembuatan kostum. Cora’s Costume jugalah yang merancang desain terkenal untuk figur kartun asal Amerika Serikat seperti Bugs Bunny dan burung Tweety.

Pria di balik proses kreatif Zakumi adalah David Mbewe. Ia telah bekerja dengan Cora’s Costume selama 20 tahun. Setelah meneliti dan memilih campuran kain dan warna yang tepat, ia dan para asistennya lantas merancang kostum Zakumi. “Bukan pekerjaan yang mudah,” kata Cora Simpson.

Disamping itu kemeriahannya, Zakumi maskot Piala Dunia 2010 seakan belum bisa membuat para pembuat nya tertawa atau setidaknya tersenyum. Pasalnya, Cosatu, kongres serikat buruh Afrika Selatan, mengemukakan bahwa Zakumi dibuat di Cina dengan mengeksploitasi habis-habisan  para pekerjanya.

News of The World (NoW), tabloid mingguan Inggris, menyebutkan para pekerja pabrik yang membuat Zakumi hanya dibayar sekitar US $ 3 atau Rp 28.000 per hari. “Anda bisa membelinya dengan mudah tapi mereka (pekerja pabrik) baru bisa membeli satu Zakumi setelah bekerja selama dua minggu,” tulisnya seperti dilansir Times Live, Januari silam. “Para pekerja di pabrik tersebut kebanyakan adalah anak muda.

Berpura-pura sebagai pembeli potensial dari Inggris, “investigator kami mendapati kondisi yang sangat menyedihkan di pabrik Shanghai Fashion Plastic Products, 30 mil dari pusatkota,” NoW melanjutkan, David Lau, staf eksekutif perusahaan tersebut, mengatakan bahwa organizer turnamen Afrika Selatan dan FIFA memberikan mereka kontrak untuk membuat 2,3 juta pernak-pernik piala dunia setelah mengunjungi pabrik sebanyak empat kali.

Sedikitnya selusin perwakilan datang dan menghabiskan waktu yang cukup banyak untuk memeriksa pabrik dan hasil produksinya. Mantan pekerja pabrik Shanghai Fashion Plastic Produk, Yu Ji Qing mengatakan bahwa pabrik pembuat Zakumi itu adalah pabrik terburuk diantara pabrik-pabrik yang ada. Terutama dalam hal pembayaran. “Mereka sangat ketat,” ujar Qing.

Lebih lanjut, Lau mengaku kepada NoW bahwa dia tidak tertarik dengan Piala Dunia. Dia hanya tertarik pada uang. Menurut Lau, FIFA memaksa perusahaannya membayar 17 persen dari biaya grosir secara di muka. “Kami harus membayar jutaan dolar AS, tetapi kami adalah perusahaan besar dan kuat sehingga hal itu bukan menjadi masalah jika penjualan akan mendatangkan banyak uang bagi kami,” tegas Lau. ‘Kami mendapat pesanan sebanyak 300.000 buah untuk Swiss dan Afrika Selatan menginginkan 70.000 ribu lagi,” lanjutnya. Kala itu Lau mengaku perusahaannya telah menyelesaikan 30.000 Zakumi pesanan Afrika Selatan. Atas temuan itu, Cosatu menyimpulkan bahwa kisah tersebut menggambarkan sebuah keadaan yang mengerikan. Sepakbola telah dibajak sebuah perusahaan besar. Pekerja dan orang miskin yang telah mati-matian berusaha terpaksa terpinggirkan dari permainan yang sangat mereka Sukai yaitu sepakbola.

Sumber image di sini