Kadispora Aceh Ke Paraguay, Guru Pendamping Tim Olahraga Aceh Diganti

0
133

Pewarta-Indonesia, Asuncion Paraguay Kamis, 28 April 2010 pukul 23.00 pm Rombongan Kadispora Aceh tiba di bandara Peti Rosi Asuncion Paraguay. Rombongan ini terdiri dari Kadispora sendiri yaitu bapak Drs. Hasan Basri, MM dan dua orang yang mewakili orang tua siswa yaitu bapak Drs. Asri Sulaiman, beliau diketahui pernah mengurus (menangani) program pelatihan sepak bola ini yang juga sebagai Sekrektariat PSSI Aceh dan T Azis dari Bireun yang di ketahui sebagai seorang pelatih salah satu cabang olahraga di Aceh.

Ikut serta dalam rombongan ini adalah dua orang Guru yaitu bapak Razali dari SMA negeri 11 dan ibu Fauziah dari SMA Negeri 2 Banda Aceh untuk menggantikan dua orang Guru yang akan pulang ke Aceh bersama Kadispora pada 2 Mai 2010 yaitu Samsuar, S.Pd dan Nasruddin Ali, S.Pd yang kedua-duanya berasal dari SMA Negeri 9 Kota Banda Aceh.

Hari pertama di Paraguay Kadispora dan dua orang tua siswa langsung melihat tempat (lapangan) sekaligus menyaksikan jalannya latihan anak-anak. Setelah selesai anak-anak latihan rombongan langsung dibawa oleh presiden Escuela Empoli PC untuk melihat struktur tempat atau ruangan belajar phsycology, ruang ganti pakaian, kamar mandi, kantin, ruangan ADM, dan ruangan selip jari serta alatnya untuk melihat bakat dan potensi si anak dalam olahraga.

Gubernur Aceh Titip Salam

Kadispora dan rombongan pada hari pertama langsung juga membuat pertemuan dengan anak-anak di Musalla Asrama tempat di mana anak-anak tinggal, dalam acara pertemuan tersebut yang di buka oleh Samsuar Husen, S.Pd sekalian beliau meminta pamit pada anak-anak yang sudah lebih kurang selama 20 bulan bersamanya, yang penuh dengan senang, sedih, suka dan duka, di ikuti oleh direktur Eskuela Empoli PC Mr Carlo Bruni, selanjutnya Drs. Asri Sulaiman mewakili orang tuwa murid dan di teruskan oleh Kadispora Drs. Hasan Basri, MM yang turut menyamaikan salam dari Gubernur Aceh kepada anak-anak Tim Nas Aceh di Paraguay.

Pada sore harinya Kadispora menyempatkan diri pergi ke rumah sakit Sanatorio adventista untuk menjenguk salah satu keluarga pasangan guru pendamping Mirza Afuadi, S.Pd dan Magdalena, S.Pd sedang melahirkan anak yang pertama laki-laki bertepatan dengan hari sampainya rombongan Kadispora di Paraguay.

Hari yang ke dua rombongan di Paraguay berkesempatan menyaksikan pertandingan uji coba anak-anak Aceh yang sedang menuntut ilmu sepak bola di negara tersebut dengan melawan Tim Kapital Tigari yang juga asuhan Escuela Empoli PC.

Dalam pertandingan tersebut Tim A bermain imbang 0 – 0 sedangkan Tim B aceh Menanggung kekalahan 1 – 2 dari Tim Kapital Tigari yang berlangsung di lapangan Escuela Empoli PC di mana anak-anak Aceh latihan.

Pada pertandingan kedua Tim tersebut Asri Sulaiman mengambil alih untuk memberikan pengarahan kepada anak-anak Aceh baik disaat sebelum berlangsungnya pertandingan maupun disaat sedang berlansungnya pertandingan, kelitannya anak-anak Aceh bermain dengan penuh semangat juang untuk menampakkan kebolehanya yang sudah hampir dua tahun menuntuk ilmu sepak bola di AmeriKa Selatan.

Sementara pelatih Tim Olahraga Aceh Luis Sosa hanya terdiam dan duduk di pinggir lapangan melihat cara bekas pemain sepak bola Aceh dan kasubdin olahraga DISPORA Aceh, serta serektaris PSSI Aceh dan sekarang menjabat sebagai KONI Pidie Jaya terlihat begitu semangat dan lincah memberikan instruksi kepada kedua Tim Aceh yang sedang bertanding.

Susunan pemain Tim A Aceh adalah Rahmanuddin sebagai kiper, Rahmat M wing bek kanan, Nendi F central kanan, Andri M central kiri, Zikri A wing bek kiri, Taufik A yang di babak kedua di gantikan oleh Jalwandi gelandang kanan, Brayan M gelandang bertahan, Faumi S juga babak kedua di gantikan oleh Andrea gelandang bertahan, Imanda P menit ke 40 juga di gantikan dengan Arif H gelandang kiri, Zoel F dan Muarif dua-duanya sebagai striker, pelatih Luis Sosa menggunakan pormasi 4 – 4 – 2 dalam pertandingan ini untuk Tim A.

Susunan pemain Tim B Aceh adalah Rivaldi D dan Satria M sebagai kiper, Firdaus wing bek kanan, Randi R yang babak ke dua ganti dengan Ardiansyah central kanan, T. M Iqbal dari Bireun central kiri, Felly A wing bek kiri, Malem B gelandang kanan, Dede R gelandang serang, Armiadi gelandang bertahan, Gian RS yang ganti dengan Sayuti gelandang kiri, Rahmat Agung F diganti dengan Zikrillah T pembantu striker, Jalwandi sebagai Striker, pormasi yang di terapkan pelatih Luisa Sosa untuk Tim B adalah 4 – 5 – 1.

Kedua tim yang bertanding ini berlangsung selama 2 x 30 menit di Lapangan Escuela Empoli PC.

Gawang Tim B bocor di menit ke 20 diakibatkan Rivaldi mengganjal salah seorang pemain Tigari di dalam kotak penalti dan mereka sukses menyelesaikan tendangan tersebut dengan baik sehingga Aceh ketinggalan 0 – 1. Selanjutnya tim Tigari menambahkan kemenangan melalui tandukan salah seorang pemainnya di menit ke 45 sehingga Aceh ketinggalan 0 – 2.

Berkat perjuangan dan semangat dari Arif Hidayat yang baru masuk menggantikan Armiadi bersama kawan-kawannya berhasil memperkecil kekalahan menjadi 1 – 2 dari Tim Kapital Tigari.

Kadispora dan rombongan mengaku puas dalam menyaksikan pertandingan dan melihat semua struktur yang ada di Escuela Empoli PC.

Di akhir tulisannya Nasruddin Ali, S.Pd mengucapkan Terimong geunaséh (Terima kasih) dan nyo berita terakhir dari lon (dan ini berita terakhir dari saya) sebagai Guru pendamping tim Aceh di Paraguay, dengan harapan mudah-mudahan kita semua bisa bertemu kembali dan kami minta doa dari teman-teman Aceh di luar negeri, kami akan pulang ke Aceh, tulis Nasruddin Ali, S.Pd Aktivis World Achehnese Association yang juga guru pendamping Tim sepak bola Aceh di Paragua kepada waa-aceh.org

Keterangan foto: Foto bersama Tim Tigari (baju biru) dan Tim Aceh (baju putih) bersama Kadispora, Presiden Escuela de Empoli, Guru pendamping lama dan baru,wasit dan pelatih serta 2 orang tua siswa