Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
PEWARTA ONLINE

GELORA SEPEDAJatuh Bangun Nadine Go wes Bersepeda den.....
20/06/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Aktris Nadine Chandrawinata menyukai olahraga seperti  Renang, Menyelam, Senam serta olahraga baru yang kini Ia geluti yakni bersepeda. Ditemui di acara Polygon Follow Your Own P [ ... ]



POLLING WARGA
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Warta Berita Pendidikan Saloma, Kartini Desa Lukit Mengajar Tanpa Gaji

Saloma, Kartini Desa Lukit Mengajar Tanpa Gaji

KOPI, Meranti – Tragis Propinsi Riau “Negeri diatas minyak (Red. Minyak Sawit, dibawah minyak (Red. minyak Bumi), diatas kepala Minyak rambut. Tetapi masyarakat Riau masih banyak yang tidak menikmati hasil pembangunan, apalagi tinggal pada tempat terisolir.

Ditempat kerjanya, Ajisulung mengatakan, “Gubernur Riau Andi Rahman sibuk keluar kota terus, apa yang ia pantau ternyata kegiatan seremonial alias peresmian ini dan itu. Gubernur tidak melihat kondisi terkini rakyat Riau di daerah pedalaman. Bagaimanapun jua jabatan Gubernur perpanjangan pemerintah pusat. Seharusnya wewenang bupati atau Walikota yang lebih tahu detil wilayah kerjanya ketus Ajisulung Pengamat Kinerja Pemerintah Daerah.

Selama ini Gubernur Riau hanya menerima laporan diatas kertas saja dari pembantunya. Tidak melihat hasil real dilapangan apa sudah pekerjaan atau proyek tersebut sesuai spek. Sebagai Gubernur ia juga berperan sebagai Manager bagi Satuan Kerja (satker) di lingkungan Pemerintah propinsi Riau (Pemprov Riau) ternyata ia tidak mampu memanage satker tersebut dengan baik.

Masih ada beberapa oknum satker yang lapornya masih merah. Ada juga satker sibuk kegiatan seminar, workshop di hotel, dan lain-lain . Usahakan satker-satker itu turun kelapangan kedaerah terpencil melihat kondisi masyarakat Riau. Propinsi Riau terdiri dari daratan dan kepulauan (red. kepulauan Meranti). Kalau oknum satker tersebut tidak becus kerja ganti saja gitu aja kok repot.

Pemerintah sudah mengangarkan 20 % dana dalam APBN untuk pendidikan masyarakat Indonesia. Ternyata masih banyak kita temukan anak-anak yang putus sekolah akibat tidak sanggup melanjutkan sekolah kendala ekonomi. Oknum guru PNS tidak mau mengajar pada lokasi daerah terpencil. Minimnya perhatian pemerintah Propinsi, kabupaten tentang dunia pendidikan ini buktinya pembaca setia Pewarta Indonesia.

Salomo Guru Desa Lukit, Tak Bergaji

Dulu Raden Ajeng Kartini berjuang semasa zaman penjajahan. Kini masih banyak Kartini Kartini lain berjuang mati-matian demi kecintaannya pada daerah pedalaman upaya menyelamatkan generasi penerus bangsa.

Ibuk Saloma, warga Desa Lukit Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, propinsi Riau. Perempuan kelahiran tanggal 26 Februari 1977 itu sangat prihatin dengan keadaan masyarat terutama generasi penerus di Desa Lukit.

Saloma mengaku sedih melihat kondisi perekonomian di desanya. Rendahnya tingkat perekonomian warga pasti berdampak pada pendidikan anak.

Diceritakan Saloma, kalau anak-anak Lukit mau melanjutkan sekolah ke SMA, hanya ada di Telukbelitung yaitu SMAN 1 Merbau. Untuk sampai ke sana, anak-anak dari Desa Lukit harus menempuh satu jam perjalanan menggunakan sepeda motor. Jangankan harus memiliki sepeda motor untuk ke sekolah, bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari saja sudah bersyukur rasanya.

Sementara ia sendiri tidak tega melihat generasi penerus bangsa di Desa Lukit hanya bisa menyelesaikan sekolah di tingkat menengah pertama (SLTP). Ia pun berinisiatif membuka lokal jauh. “Saya tak ingin anak-anak di desa tidak tamat SMA,” kata Saloma, Jumat (21/4/2017).

Dengan tekad yang bulat ingin membantu masyarakat, tahun 2010 Saloma membuka lokal jauh SMAN 1 Kecamatan Merbau di Desa Lukit. Ia menjadi pengelola di sana. Saloma berkoordinasi dengan salah satu MDA di Desa Lukit untuk meminjamkan ruangan selama proses belajar mengajar.

Singkat cerita, 2010 itu sudah terbentuk lokal jauh SMAN 1 Merbau di Desa Lukit. Tahun pertama, lokal jauh hanya ada 8 orang guru (termasuk dirinya, red) dengan siswa sekitar 23 orang.

Sejak itu, lokal jauh dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat Desa Lukit. Setiap ajaran baru pasti ada saja siswa mendaftar ke sana. Guna meningkatkan pelayanan (mengajar) ke siswa, Saloma menambah 3 orang guru lainnya sehingga di sana ada 11 guru.

Karena keuletan Saloma dan guru-guru di lokal jauh, tahun 2013 mereka berhasil meluluskan 23 siswa. Lalu, 2014 meluluskan 9 siswa, 2015 meluluskan 9 siswa, dan 2016 orang meluluskan 12 siswa.

Awalnya lokal jauh yang dikelola Saloma berjalan lancar dan baik sampai tahun 2016.

Tapi, memasuki 2017, Saloma mendapat ujian berat. Kebijakan yang selama ini ada di lokal jauh terbentur ketika Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Kepulauan Meranti terbentuk. SPP dari orang wali murid tak lagi bisa diambil, akibatnya guru yang mengajar di lokal jauh tak ada gaji.

Diceritakan Saloma, sejak 2010 hingga 2016, mereka menerima sumbangan dari wali murid (SPP, red) sebesar Rp50 ribu dari tiap-tiap siswa. Uang itu, dibagi rata kepada guru yang mengajar. Sebab, guru di lokal jauh Desa Lukit statusnya honor komite, satupun tak ada honor daerah.

“Wali murid tidak keberatan membayar Rp50 ribu persiswa, itu lah dana yang kami terima tiap bulan,” kata Saloma.

Sedangkan dari sekolah induk SMAN 1 Merbau, mereka hanya dibantu alat tulis kantor (ATK). Mereka tidak dibenarkan mengelola dana BOS. Kesedihan yang lain, guru di lokal jauh satupun tak terdaftar di Dapodik. Sehingga, gaji yang diterima mengharapkan sumbangan orang tua siswa.

Oleh karena sudah ada Tim Saber Pungli, Saloma tak berani lagi menerima dana apapun dari wali murid. Karena, wali murid sekolah lain (selain tingkat SMA) di Desa Lukit juga tidak ada dikenakan SPP. Akibatnya, Saloma harus menggaji sendiri guru-guru yang mengajar di lokal jauh tersebut.

Angkanya sangat memprihatinkan. Yaitu Rp50 ribu perbulan untuk satu guru. “Kita tidak ada dana, takut Pungli. Hanya segitu yang bisa saya bantu,” kata Saloma.

Agar guru-guru bisa bertahan hidup, Saloma memberlakukan jam masuk siswa pukul 08.00 WIB. Sehingga, guru di lokal jauh bisa bekerja pada pagi harinya. “Mereka bisa bekerja, baru mengajar. Kami bertahan karena cinta pada daerah sendiri,” kata Saloma.

Lama kelamaan, Saloma tidak kuat menggaji guru. Guru yang semula 11 orang kembali dikurangi menjadi 8 orang. Ia juga sedih, sudah lama mengabdi namun guru di lokal jauh tidak terdaftar di Dapodik. Saloma pun berniat mau menutup lokal jauh yang ia kelola sejak 2010. “Saya tidak kuat lagi,” kata Saloma dengan nada sedih.

Rupanya, niat mau menutup lokal jauh terdengar oleh wali murid di Desa Lukit. Banyak yang minta agar lokal jauh itu diteruskan, dan mereka siap membantu seperti biaya Rp50 persiswa setiap bulannya. Hal itu telah diputuskan dalam rapat bersama pihak lokal jauh, wali murid, dan pihak desa.

“Kita sudah menggelar rapat, kita panggil semua wali murid. Berdasarkan kebijakan pemerintah desa dan masyarakat, minta lokal jauh itu tidak ditutup. Mereka sanggup membayar Rp50 ribu namun guru harus dikurangi,” cerita Saloma.

Keputusan rapat itu telah disepakati bersama. Namun, Saloma berfikiran tetap akan menyelesaikan cerita lokal jauh SMAN 1 Merbau di Desa Lukit. Saloma mengaku hanya bertahan sampai 2 lokal lainnya (kelas I dan II) tamat. Setelah itu, ia mencoba akan membuka cerita baru dunia pendidikan di Desa Lukit.

“Ajaran baru 2018, kita tidak lagi meneruskan lokal jauh. Saat ini kita sedang mencoba membuat sekolah swasta. Persyaratan sedang dipersiapkan dan saat ini lagi diurus izin operasinya,” beber Saloma dilansir dari Riakriau.

Saloma berharap dengan status baru pendidikan SMA di Lukit, bisa memberikan semangat baru bagi guru-guru. Mereka akan terdaftar di Dapodik, bisa mengelola dana sendiri, dan tentu tidak bergantung dari sekolah seperti sejak tahun 2010.

Jika masih lokal jauh, kata Saloma juga, mereka akan selamanya menumpang di gedung MDA. Sebab, Ia sudah bosan memasukkan proposal bantuan bangunan baik ke pemerintah, maupun pihak swasta (Perusahaan, red). Proposal itu sama sekali tidak membuahkan hasil, meski pihak perusahaan kabarnya telah survei ke lokasi lokal jauh.

“Ajaran 2017/2018 siswa kami ada 36 orang. Saya lelah tanpa kerjasama dan perhatian pemerintah. Jika ada yang mau maju silahkan,” ujar Saloma. (didi)

Teks foto. Saloma dengan siswi . (foto Riakriau)


Artikel Lainnya:

 

RSUD Sarolangun Kembali Menjadi Tempat Study Banding
Rabu, 16 Agustus 2017

KOPI,Sarolangun - Semenjak meraih akreditasi, rumah sakit umum daerah Prof DR HM Chatib Quzwen Kabupaten Sarolangun dianggap memiliki mutu dan kualitas memenuhi standart. Untuk itu RSUD Sarolangun kini telah menjadi tempat study banding rumah sakit umum baik dari luar maupun didalam daerah. Baru ini, RSUD Sungai bahar Muaro Jambi yang membawa pihak menajeman rumah sakit dan dokter sebanyak 15 orang untuk melakukan study banding di RSUD... Baca selengkapnya...

Danramil 08/Bakongan Pimpin Upacara Pengibaran 72 Bendera Merah Putih Di Pulau Dua
Minggu, 13 Agustus 2017

KOPI, ACEH SELATAN - Badan SAR Nasional (Basarnas) Kabupaten Aceh Selatan melaksanakan acara pengibaran Bendera Merah Putih dan penanaman terumbu karang di Pulau Dua, Kecamatan Bakongan Timur, Kabupaten Aceh Selatan, Minggu (13/08/2017).   Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-72. Hadir dalam acara tersebut, diantaranya Danramil 08/Bakongan Kapten Inf Endang Ruhiyat dan juga Basarnas Kabupaten Aceh... Baca selengkapnya...

Bank Riau Kepri Salurkan Dana CSR kepada 20 Ribu Naker
Minggu, 13 Agustus 2017

KOPI, Pekanbaru - Bank Riau Kepri (BRK) salurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) yang diperuntukkan untuk memberikan perlindungan jaminan sosial melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan kepada 20.000 pekerja rentan yang ada di Provinsi Riau pada program Gerakan Nasional Peduli Perlindungan Pekerja Rentan (GN Lingkaran).     Para pekerja yang menerima bantuan perlindungan dari dana CSR Bank Riau Kepri ini... Baca selengkapnya...

Kapolda Se Sumatera Saksikan Simulasi Pencegahan Kebakaran Hutan di Kampar
Jumat, 11 Agustus 2017

KOPI, Pekanbaru - Di tempat kerjanya, Mas Sugeng Triwardono mengatakan, ”Mutasikan saja Komandan oknum Kapolda, Danrem yang wilayahnya terjadi kebakaran hutan ini berarti sang kepala satuan TNI/Polri tersebut tidak bisa menjaga daerah teritorialnya bebas dari kebakaran hutan. Berapa ratus milyar uang negara terbuang sia-sia setiap tahun hanya untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan. Lebih baik uang tersebut digunakan untuk membangun... Baca selengkapnya...

Penyair Maroko Anissa Taouil Menulis Puisi dan Bernyanyi dalam Bahasa Indonesia
Jumat, 11 Agustus 2017

KOPI, Jakarta - Anissa Taouil, seorang Profesor dari Universitas Hassan II Casablanca, Maroko, merupakan seorang penyair yang menulis puisi dalam lima bahasa, yakni Bahasa Arab, Inggris, Perancis, Spanyol, dan Indonesia. Anissa, demikian ia akrab disapa, adalah orang Maroko pertama yang menulis puisinya langsung dalam Bahasa Indonesia. Dirinya menjelaskan bahwa ia telah menjalin kerajsama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Rabat... Baca selengkapnya...

Mari Kita Lihat Kegiatan Liburan Presiden Rusia Putin
Minggu, 06 Agustus 2017

                KOPI, Rusia – Putin sebelum menjabat sebagai presiden Rusia pernah berfoto bersama dengan mantan Presiden Amerika Serikat yakni Ronald Reagen tahun 1988, George Bush, saat kunjungan wisata ke Amrik. Putin memang pintar menyamar sebagai turis berkunjung ke Amrik.     Presiden Rusia yang satu ini anggota KGB mahir intelijen melakukan penyamaran. (red. hanya orang yang memiliki ketrampilan intelijen khusus yang... Baca selengkapnya...

Pameran Filateli Dunia di Bandung Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
Kamis, 03 Agustus 2017

KOPI, Bandung - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengungkapkan rasa senangnya karena Kota Bandung dipercaya menjadi tuan rumah dalam acara pameran Filatelli Dunia Bandung 2017. Baginya, ini merupakan sebuah prestasi yang cukup membanggakan. "Saya ucapkan terimakasih kepada persatuan Filatelli Indonesia karena sudah mempercayai Kota Bandung menjadi tempat pameran Filatelli dunia Bandung 2017. Untuk menjadi tuan rumah itu ternyata diperebutkan oleh... Baca selengkapnya...

INTERNASIONALPM Israel Netanyahu Tersangka Meneri.....
06/08/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Israel - Lawan politik serta partai Oposisi Israel mulai mengungkit kasus-kasus yang membelit Perdana Mentri Israel Benyamin Netanyahu. Poli [ ... ]



NASIONALSeminar “A Half-Day Public Presentatio.....
15/08/2017 | Yeni Herliani

KOPI, Jakarta - Untuk lebih meningkatkan jangkauan pemahaman terhadap teknologi 5G sebagai teknologi terbaru nantinya, Masyarakat Telematika Indonesia [ ... ]



DAERAHDPRD Kepulauan Selayar Ketuk Ranperda Pe.....
15/08/2017 | Fadly Syarif

KOPI, Selayar - Setelah melalui tahapan pembahasan panjang melalui badan musyawarah (bamus), DPRD Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan menyatakan perse [ ... ]



PENDIDIKANAudiensi PPWI Dan Kadin Jabar, Setujui P.....
17/08/2017 | Yeni Herliani

KOPI, Bandung – Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Barat, Agung Suryamal, menerima Audiensi Pengurus DPD Persatuan Pewarta Warga Indonesia [ ... ]



EKONOMIidEA Apresiasi Dukungan Pemerintah Denga.....
16/08/2017 | Yeni Herliani

KOPI, Jakarta - Sebagaimana kita ketahui bersama, Peta Jalan Sistem Perdagangan Nasional Berbasis Elektronik (SNPBE atau Roadmap e-Commerce) akhirnya  [ ... ]



HANKAMIngin Kibarkan Bendera Merah Putih, Seor.....
13/08/2017 | Haes Asel

KOPI, Aceh Selatan - Menjelang peringatan HUT RI ke - 72 tahun 2017 yang hanya tersisa waktu lima hari lagi, segala usaha pekerjaan kegiatan tindaka [ ... ]



OLAHRAGAIni Dia Para Pemenang Wrangler True Wand.....
21/06/2017 | Yeni Herliani

KOPI, Jakarta - Sebuah petualangan besar tahun ini “Wrangler True Wanderer 2017” baru saja menemukan pemenangnya. Mereka telah menunjukan bahwa m [ ... ]



PARIWISATALesehan di Atas Bukit Cara Lain Menikmat.....
13/08/2017 | Femilia Zahra

KOPI, Palu- Beberapa waktu lalu kami selaku reporter KOPI berkesempatan untuk menginjakkan kaki di kota Lembah. Entah angin apa yang membawa kami hing [ ... ]



HUKUM & KRIMINALPengelola SMAK Dago Minta Hakim Tolak Gu.....
16/08/2017 | Buddy Wirawan

KOPI, Bandung - Pengelola Sekolah Menengah Atas Kristen (SMAK) Dago  Yayasan Badan Perguruan Sekolah Menengah Kristen Jawa Barat (BPSMKJB) meminta  [ ... ]



POLITIKSetelah Mendaftar ke PPP dan NasDem ‘.....
06/08/2017 | Rifnaldi
article thumbnail

KOPI, PADANG PAJANG - Setelah Drs. Yulfahmi dan Ir. H. Edwin, Sabtu (5/8) kemeren giliran Wakil Walikota dr. H. Mawardi Samah yang menyambangi Kantor  [ ... ]



OPINIWaspadalah… Modus Penipuan Menjual Nam.....
03/08/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Pekanbaru - Waspadalah Gerombolan begal beraksi wilayah Siak Hulu, kabupaten Kampar, Propinsi Riau. Kami memantau gerak-gerik gerombolan Begal t [ ... ]



PROFILJamintel Adi Togarisman: TP4 Lahir Bukan.....
09/08/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta - Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Adi Togarisman menjelaskan, ”Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan (TP4) lahir  [ ... ]



SOSIAL & BUDAYAPKPA Kembali Gelar FFA dan FTA 2017.....
25/07/2017 | Sulaiman Zuhdi Manik

KOPI - Yayasan Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) kembali menggelar Festival Film Anak (FFA) dan Festival Teater Anak (FTA) tahun 2017 dengan t [ ... ]



ROHANIUskup Edmund Woga: Cinta Allah Itu Tidak.....
02/08/2017 | Mohamad Nur Arifin

KOPI, NTT – “Karya Tuhan itu sungguh luar biasa. Tuhan berkarya di mana saja, kapan saja dan untuk siapa saja tanpa kecuali dalam kelimpahan cint [ ... ]



RESENSIDrama Korsel Berjudul Man Who Dies to L.....
30/07/2017 | Didi Rinaldo

KOPI – Jakarta - Drama Korea Man Who Dies to Live berhasil masuk sepuluh besar rating drama terbaik di Korea Selatan.
drama yang tayang di MBC ini j [ ... ]



CERPEN & CERBUNGKetika Gunung Juga Punya Cara.....
22/03/2016 | Anjrah Lelono Broto

KOPI - Gunung memiliki cara sendiri untuk menunjukkan kediriannya. Gunung juga memiliki mulut dan lidah tersendiri untuk berbicara. Gunung adalah gunu [ ... ]



PUISIMenatap Rasa.....
07/06/2017 | Mas Ade

Masih di bulan Juni Angin mendatangi jendelaku Bisikkan rindu yang basah Oleh hujan bulan Mei Meski embun tetap nyenyak dalam tidurnya Mendekap s [ ... ]



CURAHAN HATIDokter Puskesmas Selat Panjang Salah Ber.....
08/08/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Selatpanjang - Pepi menceritakan, Sabtu (5/8/2017) kemaren sekitar pukul 09.00 WIB, niat hati ingin menyembuhkan penyakit yang diderita dengan b [ ... ]



SERBA-SERBI100 Mekanik Bersaing di Babak Final “C.....
10/08/2017 | Yeni Herliani

KOPI, Jakarta - Castrol Indonesia kembali menyelenggarakan ajang tahunan bertajuk "Castrol Mechanic Contest". Kompetisi ini digelar sebagai bentuk apr [ ... ]



Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.