Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
PEWARTA ONLINE

GELORA SEPEDAJatuh Bangun Nadine Go wes Bersepeda den.....
20/06/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Aktris Nadine Chandrawinata menyukai olahraga seperti  Renang, Menyelam, Senam serta olahraga baru yang kini Ia geluti yakni bersepeda. Ditemui di acara Polygon Follow Your Own P [ ... ]



POLLING WARGA
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

PDIP Lebih Sehat Dari Partai Demokrat Menyikapi RUU Pilkada

KOPI, Jakarta (26/9/14) - Setelah melalui perjalanan panjang dan berliku, akhirnya RUU Pilkada 2014 disetujui DPR (25/9) dengan melewati mekanisme voting yang didahului walk outnya Partai Demokrat. Sebelumnya Koalisi Merah Putih (KMP) yang terdiri dari Partai Gerindra, PKS, PPP,  PAN, Golkar, dan Partai Bulan Bintang mengusulkan agar pilkada kembali dilakukan melalui DPRD, seperti pada zaman Orde Baru. Rapat paripurna DPR RI pada Kamis (25/9) sampai dini hari, telah menentukan nasib dari pro-kontra RUU Pilkada yang berlangsung selama ini.

Namun sepertinya nasib RUU ini belumlah sampai disini, tapi masih akan melewati jalan yang tidak mulus sesuai yang dibayangkan Koalisi Merah Putih. Memang secara sepintas masyarakat tidak atau kurang mengetahui hak kedaulatannya sudah dikebiri habis. Satu-satunya hak yang masih tertinggal dimasyarakat selama ini hanya "Hak Memilih Kepala Daerah (Gubernur/Bupati/Walikota)", namun saat ini hak itu sudah tidak ada lagi, Karena kepala daerah kembali dipilih oleh anggota DPRD (provinsi/Kab/Kota).

Alasan mendasar koalisi Merah Putih adalah banyaknya gubernur/bupati/walikota yang tersandung Korupsi (KKN) akibat biaya tinggi dalam Pilkada, dan alasan-alasan lain. Pertanyaan besarnya adalah: Apakah mekanisme Pilkada lewat DPRD korupsi bisa terhindar? Atau Apakah biaya Pilkada bisa diminimalisir? Jawabannya sepertinya "TIDAK". Bisa jadi korupsi akan semakin merajalela lagi, karena anggota DPRD semakin mudah menekan kepala daerah. Memang diakui bahwa Pilkada langsung bisa menelan biaya tinggi, namun itu hanya sekali terjadi dalam periodenya, tapi bila Pilkada melalui DPRD, biaya akan lebih tinggi lagi, karena setiap saat dalam periode tersebut terjadi permainan culas, baik kerjasama maupun secara terpaksa antara kepala daerah (eksekutif) dan unsur anggota DPRD atau permainan fraksi (Head to Head).

Partai Demokrat Bermanuver Kotor dengan Walk Out

Partai Demokrat memang pada awalnya seirama dengan Koalisi Merah Putih menyikapi RUU Pilkada yang menginginkan mekanisme Pilkada melalui DPRD, dalam perjalanannya yang didahului pendapat "pribadi" sang Ketua Umum Pak SBY memilih Pilkada Langsung, lalu diikuti pernyataan dan pendapat Partai Demokrat melalui Ketua Harian Partai Demokrat Syarifuddin Hasan. Namun pada kenyataannya setelah didukung oleh PDIP, Hanura, PKB di detik-detik terakhir melakukan Walk Out. Ini jelas dilakukan demi untuk memuluskan koalisi merah putih memenangkan voting pada finalisasi RUU Pilkada tersebut. Mungkin Pak SBY dengan Partai Demokratnya masih menganggap "Rakyat Bodoh" yang tidak mengerti dan faham manuvernya tersebut...? Sangatlah mudah terbaca. Itu merupakan taktik murahan dan mungkin Pak SBY tindak menyadarinya sebagai Ketum Partai Demokrat sekaligus sebagai Presiden RI, bahwa manuver itu sangatlah beresiko, sangatlah terbaca akan dampak dari manuver ini. Sepertinya Pak SBY dan Partai Demokrat tidak konsisten untuk berani memilih "kanan atau kiri" alias "Prabowo atau Jokowi". Mereka mengatakan netral, tapi sesungguhnya berpihak pada Koalisi Merah Putih besutan Prabowo Subianto.

Dalam skenario Rapat Paripurna DPR untuk menentukan nasib RUU Pilkada tersebut, Partai Demokrat hanya memancing suasana dengan mengeluarkan 10 syarat untuk Pilkada Langsung. Tapi apes bagi Partai Demokrat, karena ternyata PDIP, Hanura dan PKB lebih cerdas lagi dengan mendukung syarat yang diajukan Partai Demokrat itu. Jelaslah tersentak Partai Demokrat pada saat itu. Karena Partai Demokrat sudah kehabisan akal dan tidak menyangka PDIP dan koalisinya mendukung, maka jalan satu-satunya adalah Walk Out. Padahal masih ada cara lain yang sedikit cerdas dan piawai yaitu dengan voting tertutup,  nanti disana mereka atur Person to person, tapi mereka sudah kehilangan akal atau sudah mati akal. Sangat bisa dipahami bahwa PDIP besutan Megawati lebih piawai dan dewasa berpolitik dan bermanuver dibanding Partai Demokrat besutan Susilo Bambang Yudhoyono tersebut. Kalau sekiranya PDIP dan koalisinya "bermental pecundang" maka semalam pastilah mengikuti Partai Demokrat Wolk Out juga, untuk ahirnya RUU Pilkada ditunda sampai menunggu Anggota DPR baru (anggota DPR lama sisa 3 hari), tapi nampak lah bahwa PDIP dan koalisinya "bermental pemenang". Kondisi semua ini merupakan pelajaran berharga bagi masyarakat Indonesia dalam menilai partai politik dan menata demokrasi Indonesia yang lebih baik lagi ke depan.

Paling aneh dalam tanggapan Pak SBY yang disampaikan dari Amerika Serikat (26/9/2014)  bahwa kecewa akan hasil voting RUU Pilkada tersebut dan akan menggugatnya, namun masih dipikirkan, apa melalui MK atau MA. Kenapa aneh dan lucu, karena yang mengajukan RUU Pilkada itu adalah Pemerintah Cq. menteri Dalam Negeri sendiri, dimana Pak SBY masih sebagai Presiden dan kenapa Partai Demokrat Walk Out?? Inilah akibat negatif dari jabatan rangkap ya Pak SBY sebagai Ketua Umum Partai Demokrat sekaligus sebagai Presiden RI.

KPK Harus Hadir di setiap Kab/Kota

Dengan kembalinya mekanisme Pilkada ke DPRD, maka sangat bisa dipastikan dan diduga keras bahwa permainan-permainan "kotor" alias "korupsi, kolusi dan nepotisme" akan marak terjadi pasca berlakunya UU Pilkada yang baru ini. Memang biaya Pilkada akan murah tapi dampak KKN nya akan semakin besar dan merajalela di daerah. Gubernur/Bupati/Walikota akan semakin terjepit oleh DPRD, secara otomatis akan berimplikasi kepada penggunaan anggaran pembangunan dan belanja pegawai.

Menelisik kondisi ini, jelaslah bahwa satu-satunya penegak hukum yang masih diharapkan masyarakat adalah KPK. Maka KPK harus hadir (perwakilan) disetiap kabupaten dan kota di seluruh Indonesia, agar bisa mengerem alur KKN. Termasuk Lembaga Swadaya Masyarakat dan Pers sebagai pilar ke empat demokrasi harus semakin cerdas dan kuat untuk mengawal jalannya pembangunan dan pemerintahan di daerah. Langkah awal yang harus dilakukan KPK adalah dengan memperbanyak "intelijen" yang bekerja di daerah, termasuk pemanfaatan intelijen swasta untuk pemantauan di lapangan dan mencermati serta peduli akan setiap laporan dari masyarakat.

KPU Daerah Harus Dibubarkan

Pasca berlakunya UU Pilkada yang baru tersebut, secara otomatis pula kerja KPU Daerah sudah tidak ada lagi secara rutin kecuali mengurus inventaris pemilu. Maka demi mengefisiensi anggaran negara, seharusnya KPU ikut dibubarkan pula. Mungkin kondisi ini Koalisi Merah Putih tidak memikirkan nasib Person-Person yang bekerja disana sampai dengan nasib PPK/PPS. Termasuk prasarana dan sarana Pileg/Pilkada/Pilpres serahkan saja semuanya kepada sekretariat DPRD untuk mengurusnya. Jangan lagi KPU yang mengurus semua peralatan inventaris tersebut, itu sama saja inefisiensi atau terjadi pemubadziran uang rakyat. (Asrul-PPWI)


Artikel Lainnya:
Artikel Lainnya:

 

Perintah Kapolri : Tembak Mati Oknum Personel Polri sebagai Bandar Narkoba
Senin, 23 April 2018

KOPI, Pekanbaru - Kunjungan kerja Kapolri Jendral (Pol) Tito Karnavian kepulau Sumatera berawal dari propinsi Aceh, Sumatera Utara, Riau, Palembang. Dalam rangka meningkatkan Solidaritas dan sinergiritas antar dua lembaga institusi Polri dengan TNI mengamankan terselenggaranya Pemilu serentak 2018 serta Pilpres 2019. Kunjungan dua Jendral bintang empat ini ke Propinsi Riau, hari Jum’at (20/4-17). Kedatanganya disambut oleh Kapolda Riau,... Baca selengkapnya...

Cucu Pahlawan Nasional Bra Koosmariam Tersiram Air Panas oleh Pramugari Garuda
Minggu, 15 April 2018

KOPI, Jakarta – Cucu pahlawan nasional Pakubuwono X yakni B.R.A Koosmariam Djatikusumo (69) mengalami cacat payudara akibat tersiram air panas di kabin pesawat oleh oknum pramugari. Insiden terjadi saat penerbangan dari Bandara Soekarno Hatta menuju Banyuwangi pada 29 Desember 2017 lalu. Saat itu, pramugari Garuda sedang melayani para penumpang atau serving. Tak disangka, teh panas tumpah dan mengenai tubuh korban. Cucu pahlawan nasional... Baca selengkapnya...

Wartawan Dimeja-hijaukan, Dewan Pers Mutlak Dibubarkan
Sabtu, 14 April 2018

KOPI, Jakarta – Ketua Umum PPWI Nasional, Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA kembali bersuara keras atas tindakan kriminalisasi terhadap wartawan yang terjadi di berbagai wilayah di Indonesia. Kali ini, Wilson merasa sangat prihatin atas perlakuan sewenang-wenang aparat kepolisian di Polda Sumatera Barat yang menyeret Ismail Novendra, pimpinan redaksi Koran Jejak News yang terbit di Padang, Sumatera Barat, ke meja hijau. Laporan terkini yang... Baca selengkapnya...

Ada Apa Dengan KPK ? Tak Berani Mengusut Kasus Izin Kehutanan Melibatkan Zulkifli Hasan
Jumat, 13 April 2018

KOPI, Jakarta - Keterlibatan mantan Mentri Kehutanan Zulkifli Hasan memberikan izin pembebasan lahan hutan di Propinsi Riau dan Banten. Hampir semua kasus korupsi alih fungsi lahan berawal dari keputusan menteri yang berwenang dan saat itu Zulkifli Hasan sebagai Menteri Kehutanan melalui SK No. 673/ 2014 menyetujui alih lahan sebesar 30.000 ha yang berujung pada pemberian suap oleh mantan Gubernur Annas Makmun . Dalam persidangan terdakwa... Baca selengkapnya...

Erasmus Huis Hadirkan Konser Alexander Ullman di Jakarta
Kamis, 12 April 2018

KOPI, Jakarta – Lembaga Kebudayaan Belanda, Erasmus Huis, mengadakan acara konser tunggal menghadirkan Alexander Ullman, bertempat di The Erasmus Huis, Kedubes Belanda, Jl. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, 11 April 2018. Alexander Ullman adalah pemenang pertama Franz Liszt Piano Competition ke-11 yang berlangsung di Utrecht, Belanda, tahun 2017 lalu. Tidak kurang dari 300 penonton menyaksikan konser anak muda berkebangsaan Inggris... Baca selengkapnya...

Mendes PDTT Eko Putro Ingatkan Kades Tak Selewengkan Dana Desa , Telpon Satgas Bila Ada Kendala
Kamis, 12 April 2018

KOPI, Jakarta – Masa pemerintahan Presiden Joko Widodo dengan Jusuf Kalla, Selama Tiga tahun ini dana desa mampu membangun lebih dari 121.000 kilometer jalan desa. Ini belum pernah ada dalam sejarah Indonesia. Desa mampu membangun 1.960 kilometer jembatan, tambatan perahu, embung air (sumur resapan air), sarana olahraga, irigasi, serta Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro... Baca selengkapnya...

Inilah Puisi “Ibu Indonesia” Dibacakan oleh Sukmawati Bikin Heboh Umat Islam
Sabtu, 07 April 2018

KOPI, Jakarta - Putri Presiden pertama Indonesia Soekarno yakni Sukmawati Soekarnoputri membacakan puisi berjudul “Ibu Indonesia” di acara Pagelaran peragaan busana “Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week ke 29” bertempat di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Selatan, pada Kamis, 29 Maret 2018. Ibu Indonesia Aku tak tahu Syariat Islam Yang kutahu sari konde ibu Indonesia sangatlah indah Lebih cantik dari... Baca selengkapnya...

INTERNASIONALNew European Report Points Fingers at Po.....
25/04/2018 | Redaksi KOPI

KOPI, Maroko - The involvement of the polisario in terrorist acts in the Sahelo-Saharan region has once again been singled out in a report funded by t [ ... ]



DAERAHRatusan Kepala Kampung SeKabupaten Jayaw.....
24/04/2018 | Wawan Setiawan

KOPI-Wamena, Plt. Bupati Kab. Jayawijaya Doren Wakerkwa, SH menerima lebih kurang 100 Orang Kepala Kampung se Kab. Jayawijaya dalam sebuah aksi demo d [ ... ]



PENDIDIKANSMK Telkom Pekanbaru Siapkan 100 unit K.....
25/04/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Pekanbaru - Pelaksanaan UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) di SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) Telkom Pekanbaru, tahun ajaran 2017-2018 meny [ ... ]



HANKAMTNI Memasak untuk Pengungsi Gempa Kalibe.....
23/04/2018 | Marsono Rh

KOPI - Banyaknya jumlah warga Kalibening Banjarnegara mengungsi membuat dapur umum yang didirikan di sejumlah lokasi harus bekerja ekstra keras untuk  [ ... ]



OLAHRAGAViral Medsos Rekaman Video Paspampres Ha.....
25/02/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Sebenarnya kegiatan ini bukan kegiatan kenegaraan. Kegiatan tersebut seremonial menyaksikan pertandingan Final antar dua kubu grup [ ... ]



PARIWISATAAston Luncurkan Minuman Anyar “Cocore.....
27/03/2018 | Buddy Wirawan
article thumbnail

KOPI, Bandung – Trend “nongkrong” atau berkumpul sudah menjadi gaya hidup anak muda maupun dewasa saat ini, mulai dari makan dan minum hingga  [ ... ]



POLITIKPilkada Biak Numfor 2018, Ujian Terberat.....
23/04/2018 | Redaksi KOPI
article thumbnail

KOPI, Jakarta – Proses persiapan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Biak Numfor terus berlangsung, seperti halnya juga di 100 lebih daera [ ... ]



OPINIMemperkuat Peran Tiga Pilar Utama Pendid.....
21/04/2018 | Harjoni Desky, S.Sos.I., M.Si

KOPI - “Pendidikan merupakan alat yang memiliki tenaga untuk mengubah dunia” ini salah satu mutiara terkait dengan pentingnya pendidikan. Dari ka [ ... ]



PROFILBrigjen Pol. Drs. H. Faisal Abdul Naser,.....
02/03/2018 | Rachmad Yuliadi Nasir

KOPI-Jakarta,Bila Kita perhatikan bahwa Bumi Aceh sangat subur sekali. Bahkan tanaman ganja tumbuh seperti rumput hijau di tanah. Bumi Aceh sangat sub [ ... ]



SOSIAL & BUDAYAIkuti FLS2N Lampung Barat, SMPN 2 Bandar.....
22/04/2018 | Jamsi Martien

KOPI, Lampung Barat - Siswa/i SMP N Bandar Negeri Suoh juara 1 (satu) FLS2N Musik Tradisional di kabupaten Lampung Barat. Festival Lomba Seni Siswa Na [ ... ]



ROHANIGerakan Belajar dan Mengajar Al-Qur'an.....
04/04/2018 | Rachmad Yuliadi Nasir
article thumbnail

KOPI, Jakarta - Sebagai daerah yang menganut sistem syariat Islam maka daerah Aceh banyak sekali terdapat tempat-tempat pendidikan belajar Alquran. U [ ... ]



RESENSIHeboh Buku Fire and Furry Ungkap “ D.....
05/01/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Washington DC- Heboh buku Fire and Fury ungkap “Dapur Gedung Putih” Menjelang Pemilu Pilres Amerika Serikat . Dilansir dari The Guardian, R [ ... ]



CERPEN & CERBUNGKetika Gunung Juga Punya Cara.....
22/03/2016 | Anjrah Lelono Broto
article thumbnail

KOPI - Gunung memiliki cara sendiri untuk menunjukkan kediriannya. Gunung juga memiliki mulut dan lidah tersendiri untuk berbicara. Gunung adalah gunu [ ... ]



PUISIMenatap Rasa.....
07/06/2017 | Mas Ade

Masih di bulan Juni Angin mendatangi jendelaku Bisikkan rindu yang basah Oleh hujan bulan Mei Meski embun tetap nyenyak dalam tidurnya Mendekap s [ ... ]



CURAHAN HATIAnggota DPRD Riau Suhardiman Amby Di-OTT.....
09/04/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Pekanbaru – Operasi Tangkap Tangan (OTT) bukan milik Institusi KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) saja. Para istripun melakukan aksi serupa,  [ ... ]



SERBA-SERBIKonsul Amerika Serikat Tertarik Lingkun.....
12/04/2018 | Rachmad Yuliadi Nasir

KOPI-Jakarta, Kawasan lingkungan alam perlu dilestarikan. Apalagi kawasan lingkungan hidup seperti di Gunung Leuser merupakan paru-paru dunia. Pad [ ... ]



Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.