Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
Silahkan Login & Kirim Warta
            Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?

Pewarta Online

Yang Terpinggirkan
Gaji Pensiun yang belum Terealisasi Juga.....
21/02/2013 | Husaeni Mabruri

KOPI - Mimpi manis untuk masa depan gaji pegawai pensiunan sipil hidupnya belum dirasakan oleh Bpk. [ ... ]


Gelora Sepeda
Remaja Kuningan Gagas Gerakan Gemar Bers.....
22/02/2013 | Andri Ana

KOPI, Kuningan – Untuk mengurangi kenakalan remaja di jalanan, memang dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan olahraga bersepeda. Hal tersebutlah yang dirintis oleh beberap [ ... ]



  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
Statistik
Anggota : 6173
Isi : 8776
Content View Hits : 3052185
mod_vvisit_counterPengunjung Hari ini4396
mod_vvisit_counterPengunjung Kemarin7044

Warga Online : 98
IP Kamu : 184.73.7.143
Polling Warga
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Warta Berita Politik Guru Bawa Keranda, Nurani Pemkot Mati

Guru Bawa Keranda, Nurani Pemkot Mati

KOPI, Bekasi - Ada yang berbeda dengan Pemkot Bekasi, kemarin. Sebuah keranda mayat mengelilingi kantor yang beralamat di Jalan A Yani Bekasi Selatan. Keranda putih yang bertuliskan “Innalillahi Wa Innalillahi Rojiun” yang tidak berjalan sendiri melainkan digotong empat orang guru honorer laki-laki dan diarak dari depan Lobi Pemkot Bekasi berputar ke arah Gedung BBPT, kantin belakang, Masjid, taman dan kembali ke lobi.

Aksi menggotong keranda mayat ini merupakan bagian dari aksi yang dilakukan puluhan guru yang tergabung dalam Komite Guru Bekasi (KGB). Aksi tersebut mengundang perhatian dari para PNS dan pengunjung Pemkot Bekasi, tidak sedikit juga dari PNS yang mengabadikan kegiatan tersebut dengan camera Handphonenya.

Sementara puluhan guru lainnya membentangkan spanduk bertuliskan “Innalillahi Wa Innalillahi Rojiun, telah meninggal hati nurani birokrasi dan pemimpin Kota Bekasi” dan beberapa spanduk yang bertuliskan tuntutuan mereka. Aksi yang dilakukan mulai pukul 08.00 ini sebagai bentuk kekecewaan terhadap Pemkot Bekasi yang sering mempermainkan data dan menjual kursi PNS oleh oknum pejabat.

Menurut mereka, para pejabat di Pemkot Bekasi tidak peduli dengan pengabdian guru dan TU yang telah mengabdi puluhan tahun. Sebanyak 2.166 guru dan staf TU honor telah dikirim ke pusat, tetapi menurut penilaian BKD yang masuk kriteria hanya 193 orang. “Pemimpin Pemkot Bekasi sudah mati hati nuraninya untuk memperhatikan nasib kami. Untuk itu kami bawa keranda mayat sebagai rasa keprihatinan terhadap para pejabat yang ada di Pemkot Bekasi,” ungkap koordinator aksi Muchlis Setiabudi.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian daerah (BKD) Koat Bekasi Kamaludin Djani kepada Radar Bekasi mengatakan, pengangkatan guru honorer ini merupakan kebijakan dari Badan Kepegawaain Negara (BKN), sementara BKD hanya sebagai fasilitator saja. “Kami juga sedang menyelidiki adanya simpang siur mengenai permasalahan ini. Yang pasti kami tidak ada yang ditutup-tutupi terkait masalah ini, nanti kami akan coba memasilitasi kembali antara guru dengan pihak BKN,” janjinya. (Harrys)

Comments
Add New
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
 

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."


Artikel Lainnya: