Guru Bawa Keranda, Nurani Pemkot Mati
KOPI, Bekasi - Ada yang berbeda dengan Pemkot Bekasi, kemarin. Sebuah keranda mayat mengelilingi kantor yang beralamat di Jalan A Yani Bekasi Selatan. Keranda putih yang bertuliskan “Innalillahi Wa Innalillahi Rojiun” yang tidak berjalan sendiri melainkan digotong empat orang guru honorer laki-laki dan diarak dari depan Lobi Pemkot Bekasi berputar ke arah Gedung BBPT, kantin belakang, Masjid, taman dan kembali ke lobi.
Aksi menggotong keranda mayat ini merupakan bagian dari aksi yang dilakukan puluhan guru yang tergabung dalam Komite Guru Bekasi (KGB). Aksi tersebut mengundang perhatian dari para PNS dan pengunjung Pemkot Bekasi, tidak sedikit juga dari PNS yang mengabadikan kegiatan tersebut dengan camera Handphonenya.
Sementara puluhan guru lainnya membentangkan spanduk bertuliskan “Innalillahi Wa Innalillahi Rojiun, telah meninggal hati nurani birokrasi dan pemimpin Kota Bekasi” dan beberapa spanduk yang bertuliskan tuntutuan mereka. Aksi yang dilakukan mulai pukul 08.00 ini sebagai bentuk kekecewaan terhadap Pemkot Bekasi yang sering mempermainkan data dan menjual kursi PNS oleh oknum pejabat.
Menurut mereka, para pejabat di Pemkot Bekasi tidak peduli dengan pengabdian guru dan TU yang telah mengabdi puluhan tahun. Sebanyak 2.166 guru dan staf TU honor telah dikirim ke pusat, tetapi menurut penilaian BKD yang masuk kriteria hanya 193 orang. “Pemimpin Pemkot Bekasi sudah mati hati nuraninya untuk memperhatikan nasib kami. Untuk itu kami bawa keranda mayat sebagai rasa keprihatinan terhadap para pejabat yang ada di Pemkot Bekasi,” ungkap koordinator aksi Muchlis Setiabudi.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian daerah (BKD) Koat Bekasi Kamaludin Djani kepada Radar Bekasi mengatakan, pengangkatan guru honorer ini merupakan kebijakan dari Badan Kepegawaain Negara (BKN), sementara BKD hanya sebagai fasilitator saja. “Kami juga sedang menyelidiki adanya simpang siur mengenai permasalahan ini. Yang pasti kami tidak ada yang ditutup-tutupi terkait masalah ini, nanti kami akan coba memasilitasi kembali antara guru dengan pihak BKN,” janjinya. (Harrys)
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|
- Deklarasi Ketum Partai PPP, Muqomam Dapat Dukungan Luas
- 12 Parpol di Kota Bitung Terdaftar untuk Verifikasi
- Rapat Pimpinan Nasional PKDI Selenggarakan Rapimnas
- Muscab PAC PDI Perjuangan di Padang Panjang Sukses
- Pansus LKPJ 2010 Gerah, Penjelasan SKPD Membinggungkan
- Indonesia Dijadikan Laboratorium Politik Dunia
- Diskusi “The Indonesian Forum Seri 5” Usung Tema Capres Independen
- Kesepakatan Bupati Tanah Bumbu Terkait Tata Batas Daerah Dinilai Berani
- Soal Wilayah Perbatasan, Kesepakatan Bupati Tanah Bumbu dan Tanah Laut Dinilai Tidak Sah
- Zakaria Bakri, Calon Bupati Kolut Gencar Sosialisasi
- Anggota DPRD Blitar Malas Kunjungi Konstituennya
- Debat Kandidat Calon Bupati dan Wakil Bupati Demak Berlangsung Seru
- Panitia Pemilihan Kecamatan Wedung Siap Sukseskan Pilkada Demak 2011
- Pilkades Tegal Kunir Kidul Diduga Diwarnai Kecurangan
- Pimpinan MPR Mendorong Komite I DPD “Utuh” Membahas RUUK DIY



























