Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
PEWARTA ONLINE

GELORA SEPEDAJatuh Bangun Nadine Go wes Bersepeda den.....
20/06/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Aktris Nadine Chandrawinata menyukai olahraga seperti  Renang, Menyelam, Senam serta olahraga baru yang kini Ia geluti yakni bersepeda. Ditemui di acara Polygon Follow Your Own P [ ... ]



POLLING WARGA
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Galeri Video Warta
 
 
 
 
   
 
 

Latest

 
 
 
 

Date: 13 Juni 2011
Category: Pewarta Redaksi
 
 
 
 
 
 
 

KOPI, BLITAR – Wisata Arung Jeram di aliran sungai Kali Lekso Desa Tegal Rejo Kecamatan Wlingi Kabupaten Blitar yang hari Minggu 15/05/ kemarin di Louncing oleh Wakil Bupati Blitar membawa korban. 7 wisatawan terluka akibat perahunya terbalik dan terpaksa dilarikan ke RSUD setempat. Pemandu Wisata diduga tidak mengenali medan, karena didatangkan dari luar Blitar.


Olah Raga Arung Jeram kini sudah resmi menjadi Agenda Wisata Pemerintah Kabupaten Blitar. Dari hasil survey Komunitas Olah Raga Arung Jeram dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Propinsi Jawa Timur, di desa Tegal AsriKecamatan Wlingi Kab. Blitar di aliran sungai Lekso sudah layak dan bagus untuk dikembangkan Olah Raga Arung Jeram dan pengemabngan Pariwisata. Demikian yang disampaikan Wakil Bupati Blitar, Drs. Riyanto.

Dia menambahkan aliran Sungai Lekso ini sangat potensi sekali untuk dikembangkan olah raga yang memacu andrinalin dan sangat menantang.

“Olah raga Arung Jeram ini sangat bagus dikembangkan di Kabupaten Blitar, karena medannya sangat bagus dan layak. Selain itu juga bagus untuk pengembangan pariwisata di wilayah Kabupaten Blitar,”jelas Riyanto.

Demikian juga halnya seperti yang disampaikan Kapala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Propinsi Jawa Timur, Eko Priyono, bahwa di Jawa Timur ada beberapa Arung Jeram yang sudah di lounching seperti di Probolinggo, Bondowoso, Kediri, Malang, dan saat ini menyusul Blitar. Di Kabupaten Blitar sangat potensi, karena arealnya bagus dan layak, juga sudah ada Base Camp serta ada 7 jeram yag menantang.

“Sangat potensi sekali di kabupaten Blitar untuk dikembangkan Arung Jeram ini, karena medannya bagus, menantang, bahkan Base Camp nya sudah siap,”ungkap Eko.

Namun pada acara Lounching Arung Jeram ini sangat disayangkan oleh pengguna wisata Arung Jeram, karena para pemandu tidak mengenal medan. Hal ini disebabkan para pemandu didatangkan dari luar Blitar, sehingga tidak mengenali medan yang mengakibatkan 7 wisatawan dari Surabaya perahunya terbalik. Ke 7 wisatawan tersebut akhirnya terseret arus yang deras, sehingga mengakibatkan terluka, karena terbentur batu-batu sungai. Bahkan seorang wisatawan ada yang terseret arus sampai ½ jam hing terluka parah dan sempt pingsan karena terlalu lama di dalam air. Korban yang terluka langsung dilarikan ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi untuk mendapatkan perwatan secara intesif. Seorang wisatawan yang bernama Nana Fajar, 45 terpaksa harus menggunakan alat bantuan pernafasan, selang oksigen karena terlalu lama berada dalam air.

Nana beserta teman-temannya untuk megisi liburann, berwisata ke blitar dengan mengikuti Arung Jeram di Sungai Lekso Kecamatan Wlingi. Namun saat perjalanan di arung jeram baru 2 kilo meter, perahu mereka terbalik. Semua penumpangnya tenggelam dan terseret arus. Hanya 2 orang yaitu Instruktur yang bisa menggapai perahu, namun ke 5 orang terseret arus. Bahkan Nana tenggelam dan terseret Arus hingga setengah jam.

“Saya tiap tahun pasti mengikuti olah raga ini, namun karena ini medannya baru sehingga saya tidak tahu medan. Dan ternyata Pemandunya juga tidak tahu medan, karena mereka didatangkan dari luar Blitar, sehingga peristiwa ini terjadi. Saya sempet terseret selama setengah jam hingga sempat pingsan,”kata Nanan.

Sebenarnya perahu yang terbalik tidak hanya parahu yang dinaiki Nana dan temannya, namun ada satu perahu lagi juga terbalik dan penumpangnya tenggelam, hingga harus dilarikan ke Rumah Sakit karena terluka. Pada umumnya mereka terluka pada kaki dan kepala, seperti yang dialami Aprilia, wisatawan wanita yang kepalanya harus diperban akibat terluka. (JFT)

 

[More] [Less]
Date: 27 Mei 2011
Category:
 
 
 
 
 
 
 

BLITAR, Blitar Raya News – Siswi SMK Bina Wisata Blitar, diduga dibawa kabur oleh kenalnnya di facebook. Mesikipun orang tua korban sudah melapor ke Polisi dan berupaya mencari bantuan ke paranormal, namun sampai saat ini hasilnya masih Nihil.

href="http://id.netlog.com/go/out/url=-aHR0cDovL2xwZC1ibGl0YXJyYXlhLmNvbS9pbmRleC5waHAvdmlkZW8vaXRlbS8xMTQtdml0YQ__" target="_blank">

Dampak dari facebook, selain bermanfaat untuk pertemanan dan berbagi informasi juga berdampak negatif bagi pasutri Anjar Wicaksono 42 dan Sulasih Ragil 42, warga RT. 03 RW. 02 kelurahan Jatituri kecamatan Sukorejo Kota Blitar, pasalnya Novita Anjarsari 17, anak ke 2 dari 4 bersaudara yang juga siswi SMK Bina Wisata Blitar jurusan Perhotelan kelas 2, sejak Kamis, 17/3/2011 sore hari pergi meninggalkan rumah setelah diajak pergi oleh Hesti yang dikenalnya lewat facebook dan sampai berita ini diturukan, Vita beserta temannya tidak diketahui keberadaanya juga tidak bisa dihubungi Phone shelnya.
Ibu Novita, Sulasih Ragil yang diwawancarai Tim Blitar Raya News, mengatakan, seseorang yang mengaku bernama Hesti kenalan Novita yang beralamat di Tumpang Kabupaten Malang, Minggu, 13/3/2011 bertandang ke rumahnya bahkan menginap di rumah keluarga Ibu Sulasih dan pihak keluarga tidak curiga, karena tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan pada diri Hesti, namun pada hari Kamis, 17/3/2011 Hesti dan Novita meninggalkan rumah tanpa pamit pada kedua orangtuanya.
“Anak saya kenalannya lewat facebook dan saya kenal dengan Hesti lewat anak saya (Novita), yang mengaku dari Tumpang Malang dan sempat tidur disini. Awalnya baik-baik saja tidak ada masalah apa-apa,”ungkap Sulasih.
Menurut ayah Novita, Anjar Wicaksono, upaya keluarga sudah mencari kemana-mana, baik teman sekolah maupun teman lainnya tidak ada yang mengetahi keberadaan Novita. Bahkan keluarganya juga sudah melapor ke pihak berwajib (Polisi) terkait kejadian ini dan sudah menyebarkan foto Novita ke teman-teman Anjar, baik yang berada di stasiun, tempat-tempat lain dan ke seluruh keluarga juga minta bantuan paranormal untuk membantu mencari keberadaannya, namun sampai saat ini belum juga membuahkan hasil.
“Teman-teman stasiun, teman-teman lain juga keluarga sudah saya sebarkan fotonya Vita, bahkan saya sudah melapor ke Polisi dan minta bantuan Paranormal, namun hasilnya Nihil,” jelas Anjar.
Saat ini facebook kepunyaan Novita dengan akun Veey Ccipemme Baue juga sudah diblokir dan tidak bisa dikonfirmasi. Anjar beserta keluarga berharap, jika ada orang yang mengetahui keberadaan putrinya, agar segera melapor ke pihak yang berwajib atau langsung menghubungi pihak keluarga. (JFT)

[More] [Less]
Date: 25 Maret 2011
Category:
 
 
 
 
 
 
 

Dr. Yunus : pihaknya akan mempelajari dengan seksama terkait laporan-laporan yang sudah masuk dan nantinya kalau benar-benar diketemukan penyimpangan, pihaknya bersama KPK akan turun ke Blitar lagi untuk melakukan pemeriksaan.

Date: 04 Maret 2011
Category: Pewarta Umum
 
 
 
 
 
 
 

KOPI, BLITAR -Tradisi Jamasan Gong Kyai Pradah di Alun-alun Lodoyo Kabupaten Blitar merupakan tradisi/budaya yang turun temurun, yang selalu diadakan tiap taun pada bulan Maulud.

class="MsoNoSpacing">Begitu Gong Kyai pradah keluar dari pesanggrahan, ribuan warga yang sudah memadati serta menunggu jamasan Gong Kyai Pradah di alun-alun Lodoyo kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar, langsung saja berdesak-desakan ingin memegang gong yang akan dikirab keliling alun-alun Lodoyo, bahkan saat rombongan kirab gong sampai di pintu masuk ke menara terjadi saling dorong antara pihak keamanan dengan pengiring gong.

Sebelum proses penjamasan berlangsung Gong Kyai Pradah ditaburi kembang setaman oleh seorang pimpinan di kabupaten Blitar, air bekas penjasaman dan bunga setaman tersebut tak urung menjadi rebutan para sesepuh yang ikut serta menjamasi. Tidak hanya para penjamasan yang berebut air bekas jasaman Gong Kyai Pradah, namun ribuan warga yang berada di bawah menarapun langsung berebut air bekas jamasan dan bunga setaman yang dilempar ditengah-tengan ribuan kerumunan warga. Konon dipercaya jika mendapatkan air dan bunga tersebut akan mendapatkan panjang umur, diberikan kesehatan dan rejeki yang melimpah serta dijauhkan dari marabahaya.

Ritual diakhiri dengan rebutan dua buah tumpeng raksasa oleh warga. Seluruh warga, baik dewasa maupun anak-anak juga ikut terlibat berebut isi tumpeng. Tak pelak aksi dorong dan tindih tak terhindarkan, bahkan seorang anak menangis akibat terjepit di tengah-tengah warga yang rebutan tumpeng.

Sementara itu menurut Herry Nugroho Bupati Blitar, event ini selain melestarikan nilai-nilai Budaya Jawa secara turun-temurun, juga sebagai kalender parawisata kabupaten Blitar yang diselenggarakan tiap tahun dan untuk menarik para wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Juga sebagai wujud syukur kepada tuhan atas karunianya selama ini, bagi warga Lodoyo kabupaten Blitar, karena di berikan ketentraman, banyak rejeki , jauh dari musibah serta panen lancer. “Ritual jamasan Gong Kyai Pradah merupakan tradisi yang digelar setiap memasuki bulan Maulud, untuk menyucikan gong sebagai cikal bakal berdirinya kabupaten Blitar,” Jelas Herry Nugroho

Di tempat terpisah Suparni warga desa Ngeni kecamatan Wonotirto Kabupaten Blitar mengatakan, bahwa warga sangat meyakini kalau Gong Kyai Pradah itu sangat bertuah. Untuk itu banyak warga yang datang dari luar Lodoyopun banyak yang berebut air jamasan Gong Kyai Pradah karena menurut mereka membawa berkah. “Saya beserta saudara-saudara dan warga Ngeni lainnya tiap tahun pasti datang mas, meskipun berdesak-desakan dan saling berebut Air jamasan Gong Kyai Pradah, karena pingin mendapat berkah juga, “ jelas Suparni kepada KOPI Blitar Raya disela-sela gerumunan masa. (JFT)

[More] [Less]
Date: 04 Maret 2011
Category: Pewarta Umum
 
 
 
 
 
 
 
Dibuka oleh Ketua PP Riau ANTO RAHMAN
Date: 27 Januari 2011
Category: Pewarta Umum
 
 
 
 
 
 
 
Date: 20 Desember 2010
Category:
 
 
 
 
 
 
 

Artist : Syarifah Perita

Director : Wira Sattah JR

Editor : Zurie Odhe

Date: 26 Oktober 2010
Category: Pewarta Umum
 
 
 
Most Viewed

 
 
 
 
Salah satu cara untuk mengembalikan email yahoo yang kena hack, atau mungkin kita lupa password, semoga masih manjur dan bermanfaat
Date: 22 Mei 2010
Category: Pewarta Umum
 
 
 
 
 
 
 

KOPI, BLITAR -Tradisi Jamasan Gong Kyai Pradah di Alun-alun Lodoyo Kabupaten Blitar merupakan tradisi/budaya yang turun temurun, yang selalu diadakan tiap taun pada bulan Maulud.

class="MsoNoSpacing">Begitu Gong Kyai pradah keluar dari pesanggrahan, ribuan warga yang sudah memadati serta menunggu jamasan Gong Kyai Pradah di alun-alun Lodoyo kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar, langsung saja berdesak-desakan ingin memegang gong yang akan dikirab keliling alun-alun Lodoyo, bahkan saat rombongan kirab gong sampai di pintu masuk ke menara terjadi saling dorong antara pihak keamanan dengan pengiring gong.

Sebelum proses penjamasan berlangsung Gong Kyai Pradah ditaburi kembang setaman oleh seorang pimpinan di kabupaten Blitar, air bekas penjasaman dan bunga setaman tersebut tak urung menjadi rebutan para sesepuh yang ikut serta menjamasi. Tidak hanya para penjamasan yang berebut air bekas jasaman Gong Kyai Pradah, namun ribuan warga yang berada di bawah menarapun langsung berebut air bekas jamasan dan bunga setaman yang dilempar ditengah-tengan ribuan kerumunan warga. Konon dipercaya jika mendapatkan air dan bunga tersebut akan mendapatkan panjang umur, diberikan kesehatan dan rejeki yang melimpah serta dijauhkan dari marabahaya.

Ritual diakhiri dengan rebutan dua buah tumpeng raksasa oleh warga. Seluruh warga, baik dewasa maupun anak-anak juga ikut terlibat berebut isi tumpeng. Tak pelak aksi dorong dan tindih tak terhindarkan, bahkan seorang anak menangis akibat terjepit di tengah-tengah warga yang rebutan tumpeng.

Sementara itu menurut Herry Nugroho Bupati Blitar, event ini selain melestarikan nilai-nilai Budaya Jawa secara turun-temurun, juga sebagai kalender parawisata kabupaten Blitar yang diselenggarakan tiap tahun dan untuk menarik para wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Juga sebagai wujud syukur kepada tuhan atas karunianya selama ini, bagi warga Lodoyo kabupaten Blitar, karena di berikan ketentraman, banyak rejeki , jauh dari musibah serta panen lancer. “Ritual jamasan Gong Kyai Pradah merupakan tradisi yang digelar setiap memasuki bulan Maulud, untuk menyucikan gong sebagai cikal bakal berdirinya kabupaten Blitar,” Jelas Herry Nugroho

Di tempat terpisah Suparni warga desa Ngeni kecamatan Wonotirto Kabupaten Blitar mengatakan, bahwa warga sangat meyakini kalau Gong Kyai Pradah itu sangat bertuah. Untuk itu banyak warga yang datang dari luar Lodoyopun banyak yang berebut air jamasan Gong Kyai Pradah karena menurut mereka membawa berkah. “Saya beserta saudara-saudara dan warga Ngeni lainnya tiap tahun pasti datang mas, meskipun berdesak-desakan dan saling berebut Air jamasan Gong Kyai Pradah, karena pingin mendapat berkah juga, “ jelas Suparni kepada KOPI Blitar Raya disela-sela gerumunan masa. (JFT)

[More] [Less]
Date: 04 Maret 2011
Category: Pewarta Umum
 
 
 
 
 
 
 
Date: 20 Desember 2010
Category:
 
 
 
 
 
 
 

Date: 13 Juni 2011
Category: Pewarta Redaksi
 
 
 
 
 
 
 
Dibuka oleh Ketua PP Riau ANTO RAHMAN
Date: 27 Januari 2011
Category: Pewarta Umum
 
 
 
 
 
 
 

BLITAR, Blitar Raya News – Siswi SMK Bina Wisata Blitar, diduga dibawa kabur oleh kenalnnya di facebook. Mesikipun orang tua korban sudah melapor ke Polisi dan berupaya mencari bantuan ke paranormal, namun sampai saat ini hasilnya masih Nihil.

href="http://id.netlog.com/go/out/url=-aHR0cDovL2xwZC1ibGl0YXJyYXlhLmNvbS9pbmRleC5waHAvdmlkZW8vaXRlbS8xMTQtdml0YQ__" target="_blank">

Dampak dari facebook, selain bermanfaat untuk pertemanan dan berbagi informasi juga berdampak negatif bagi pasutri Anjar Wicaksono 42 dan Sulasih Ragil 42, warga RT. 03 RW. 02 kelurahan Jatituri kecamatan Sukorejo Kota Blitar, pasalnya Novita Anjarsari 17, anak ke 2 dari 4 bersaudara yang juga siswi SMK Bina Wisata Blitar jurusan Perhotelan kelas 2, sejak Kamis, 17/3/2011 sore hari pergi meninggalkan rumah setelah diajak pergi oleh Hesti yang dikenalnya lewat facebook dan sampai berita ini diturukan, Vita beserta temannya tidak diketahui keberadaanya juga tidak bisa dihubungi Phone shelnya.
Ibu Novita, Sulasih Ragil yang diwawancarai Tim Blitar Raya News, mengatakan, seseorang yang mengaku bernama Hesti kenalan Novita yang beralamat di Tumpang Kabupaten Malang, Minggu, 13/3/2011 bertandang ke rumahnya bahkan menginap di rumah keluarga Ibu Sulasih dan pihak keluarga tidak curiga, karena tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan pada diri Hesti, namun pada hari Kamis, 17/3/2011 Hesti dan Novita meninggalkan rumah tanpa pamit pada kedua orangtuanya.
“Anak saya kenalannya lewat facebook dan saya kenal dengan Hesti lewat anak saya (Novita), yang mengaku dari Tumpang Malang dan sempat tidur disini. Awalnya baik-baik saja tidak ada masalah apa-apa,”ungkap Sulasih.
Menurut ayah Novita, Anjar Wicaksono, upaya keluarga sudah mencari kemana-mana, baik teman sekolah maupun teman lainnya tidak ada yang mengetahi keberadaan Novita. Bahkan keluarganya juga sudah melapor ke pihak berwajib (Polisi) terkait kejadian ini dan sudah menyebarkan foto Novita ke teman-teman Anjar, baik yang berada di stasiun, tempat-tempat lain dan ke seluruh keluarga juga minta bantuan paranormal untuk membantu mencari keberadaannya, namun sampai saat ini belum juga membuahkan hasil.
“Teman-teman stasiun, teman-teman lain juga keluarga sudah saya sebarkan fotonya Vita, bahkan saya sudah melapor ke Polisi dan minta bantuan Paranormal, namun hasilnya Nihil,” jelas Anjar.
Saat ini facebook kepunyaan Novita dengan akun Veey Ccipemme Baue juga sudah diblokir dan tidak bisa dikonfirmasi. Anjar beserta keluarga berharap, jika ada orang yang mengetahui keberadaan putrinya, agar segera melapor ke pihak yang berwajib atau langsung menghubungi pihak keluarga. (JFT)

[More] [Less]
Date: 25 Maret 2011
Category:
 
 
 
 
 
 
 

KOPI, BLITAR – Wisata Arung Jeram di aliran sungai Kali Lekso Desa Tegal Rejo Kecamatan Wlingi Kabupaten Blitar yang hari Minggu 15/05/ kemarin di Louncing oleh Wakil Bupati Blitar membawa korban. 7 wisatawan terluka akibat perahunya terbalik dan terpaksa dilarikan ke RSUD setempat. Pemandu Wisata diduga tidak mengenali medan, karena didatangkan dari luar Blitar.


Olah Raga Arung Jeram kini sudah resmi menjadi Agenda Wisata Pemerintah Kabupaten Blitar. Dari hasil survey Komunitas Olah Raga Arung Jeram dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Propinsi Jawa Timur, di desa Tegal AsriKecamatan Wlingi Kab. Blitar di aliran sungai Lekso sudah layak dan bagus untuk dikembangkan Olah Raga Arung Jeram dan pengemabngan Pariwisata. Demikian yang disampaikan Wakil Bupati Blitar, Drs. Riyanto.

Dia menambahkan aliran Sungai Lekso ini sangat potensi sekali untuk dikembangkan olah raga yang memacu andrinalin dan sangat menantang.

“Olah raga Arung Jeram ini sangat bagus dikembangkan di Kabupaten Blitar, karena medannya sangat bagus dan layak. Selain itu juga bagus untuk pengembangan pariwisata di wilayah Kabupaten Blitar,”jelas Riyanto.

Demikian juga halnya seperti yang disampaikan Kapala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Propinsi Jawa Timur, Eko Priyono, bahwa di Jawa Timur ada beberapa Arung Jeram yang sudah di lounching seperti di Probolinggo, Bondowoso, Kediri, Malang, dan saat ini menyusul Blitar. Di Kabupaten Blitar sangat potensi, karena arealnya bagus dan layak, juga sudah ada Base Camp serta ada 7 jeram yag menantang.

“Sangat potensi sekali di kabupaten Blitar untuk dikembangkan Arung Jeram ini, karena medannya bagus, menantang, bahkan Base Camp nya sudah siap,”ungkap Eko.

Namun pada acara Lounching Arung Jeram ini sangat disayangkan oleh pengguna wisata Arung Jeram, karena para pemandu tidak mengenal medan. Hal ini disebabkan para pemandu didatangkan dari luar Blitar, sehingga tidak mengenali medan yang mengakibatkan 7 wisatawan dari Surabaya perahunya terbalik. Ke 7 wisatawan tersebut akhirnya terseret arus yang deras, sehingga mengakibatkan terluka, karena terbentur batu-batu sungai. Bahkan seorang wisatawan ada yang terseret arus sampai ½ jam hing terluka parah dan sempt pingsan karena terlalu lama di dalam air. Korban yang terluka langsung dilarikan ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi untuk mendapatkan perwatan secara intesif. Seorang wisatawan yang bernama Nana Fajar, 45 terpaksa harus menggunakan alat bantuan pernafasan, selang oksigen karena terlalu lama berada dalam air.

Nana beserta teman-temannya untuk megisi liburann, berwisata ke blitar dengan mengikuti Arung Jeram di Sungai Lekso Kecamatan Wlingi. Namun saat perjalanan di arung jeram baru 2 kilo meter, perahu mereka terbalik. Semua penumpangnya tenggelam dan terseret arus. Hanya 2 orang yaitu Instruktur yang bisa menggapai perahu, namun ke 5 orang terseret arus. Bahkan Nana tenggelam dan terseret Arus hingga setengah jam.

“Saya tiap tahun pasti mengikuti olah raga ini, namun karena ini medannya baru sehingga saya tidak tahu medan. Dan ternyata Pemandunya juga tidak tahu medan, karena mereka didatangkan dari luar Blitar, sehingga peristiwa ini terjadi. Saya sempet terseret selama setengah jam hingga sempat pingsan,”kata Nanan.

Sebenarnya perahu yang terbalik tidak hanya parahu yang dinaiki Nana dan temannya, namun ada satu perahu lagi juga terbalik dan penumpangnya tenggelam, hingga harus dilarikan ke Rumah Sakit karena terluka. Pada umumnya mereka terluka pada kaki dan kepala, seperti yang dialami Aprilia, wisatawan wanita yang kepalanya harus diperban akibat terluka. (JFT)

 

[More] [Less]
Date: 27 Mei 2011
Category:
 
 
 
 
 
 
 

Artist : Syarifah Perita

Director : Wira Sattah JR

Editor : Zurie Odhe

Date: 26 Oktober 2010
Category: Pewarta Umum
 
 
 
Highest Rated

 
 
 
 
Silahkan Bergabung Bersama kami
Date: 14 Mei 2010
Category: Pewarta Redaksi
 
 
 
 
 
 
 
Pada Parade Tari daerah Riau yang ke 17, tahun 2009 Kab.Siak berhasil meraih Juara I.
Date: 22 Desember 2009
Category: Pewarta Umum
 
 
 
 
 
 
 
para personil grup nasyid ini, adalah gabungan para karyawan n guru Islamic Center Siak - Riau. mereka adalah dari komunitas seni budaya Melayu Riau. Berlokasi di TURAP ato bantaran sungai Siak, jadi tepat berhadapan dengan Istana Siak.
Date: 03 Agustus 2009
Category: Pewarta Umum
 
 
 
 
 
 
 
This dance was performed by Folkuniversitetet dancing class students in Linkoping - Sweden, on the 25th of January 2007, taught by Shony. Hope you enjoy this dance.
Date: 14 Mei 2010
Category: Pewarta Redaksi
 
 
 
 
 
 
 

Artist : Syarifah Perita

Director : Wira Sattah JR

Editor : Zurie Odhe

Date: 26 Oktober 2010
Category: Pewarta Umum
 
 
 
 
 
 
 

BLITAR, Blitar Raya News – Siswi SMK Bina Wisata Blitar, diduga dibawa kabur oleh kenalnnya di facebook. Mesikipun orang tua korban sudah melapor ke Polisi dan berupaya mencari bantuan ke paranormal, namun sampai saat ini hasilnya masih Nihil.

href="http://id.netlog.com/go/out/url=-aHR0cDovL2xwZC1ibGl0YXJyYXlhLmNvbS9pbmRleC5waHAvdmlkZW8vaXRlbS8xMTQtdml0YQ__" target="_blank">

Dampak dari facebook, selain bermanfaat untuk pertemanan dan berbagi informasi juga berdampak negatif bagi pasutri Anjar Wicaksono 42 dan Sulasih Ragil 42, warga RT. 03 RW. 02 kelurahan Jatituri kecamatan Sukorejo Kota Blitar, pasalnya Novita Anjarsari 17, anak ke 2 dari 4 bersaudara yang juga siswi SMK Bina Wisata Blitar jurusan Perhotelan kelas 2, sejak Kamis, 17/3/2011 sore hari pergi meninggalkan rumah setelah diajak pergi oleh Hesti yang dikenalnya lewat facebook dan sampai berita ini diturukan, Vita beserta temannya tidak diketahui keberadaanya juga tidak bisa dihubungi Phone shelnya.
Ibu Novita, Sulasih Ragil yang diwawancarai Tim Blitar Raya News, mengatakan, seseorang yang mengaku bernama Hesti kenalan Novita yang beralamat di Tumpang Kabupaten Malang, Minggu, 13/3/2011 bertandang ke rumahnya bahkan menginap di rumah keluarga Ibu Sulasih dan pihak keluarga tidak curiga, karena tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan pada diri Hesti, namun pada hari Kamis, 17/3/2011 Hesti dan Novita meninggalkan rumah tanpa pamit pada kedua orangtuanya.
“Anak saya kenalannya lewat facebook dan saya kenal dengan Hesti lewat anak saya (Novita), yang mengaku dari Tumpang Malang dan sempat tidur disini. Awalnya baik-baik saja tidak ada masalah apa-apa,”ungkap Sulasih.
Menurut ayah Novita, Anjar Wicaksono, upaya keluarga sudah mencari kemana-mana, baik teman sekolah maupun teman lainnya tidak ada yang mengetahi keberadaan Novita. Bahkan keluarganya juga sudah melapor ke pihak berwajib (Polisi) terkait kejadian ini dan sudah menyebarkan foto Novita ke teman-teman Anjar, baik yang berada di stasiun, tempat-tempat lain dan ke seluruh keluarga juga minta bantuan paranormal untuk membantu mencari keberadaannya, namun sampai saat ini belum juga membuahkan hasil.
“Teman-teman stasiun, teman-teman lain juga keluarga sudah saya sebarkan fotonya Vita, bahkan saya sudah melapor ke Polisi dan minta bantuan Paranormal, namun hasilnya Nihil,” jelas Anjar.
Saat ini facebook kepunyaan Novita dengan akun Veey Ccipemme Baue juga sudah diblokir dan tidak bisa dikonfirmasi. Anjar beserta keluarga berharap, jika ada orang yang mengetahui keberadaan putrinya, agar segera melapor ke pihak yang berwajib atau langsung menghubungi pihak keluarga. (JFT)

[More] [Less]
Date: 25 Maret 2011
Category:
 
 
 
 
 
 
 

Date: 13 Juni 2011
Category: Pewarta Redaksi
 
 
 
 
 
 
 
Salah satu cara untuk mengembalikan email yahoo yang kena hack, atau mungkin kita lupa password, semoga masih manjur dan bermanfaat
Date: 22 Mei 2010
Category: Pewarta Umum
 
 
 
Featured

 
 
 
 

Date: 13 Juni 2011
Category: Pewarta Redaksi
 
 
 
 
 
 
 

KOPI, BLITAR -Tradisi Jamasan Gong Kyai Pradah di Alun-alun Lodoyo Kabupaten Blitar merupakan tradisi/budaya yang turun temurun, yang selalu diadakan tiap taun pada bulan Maulud.

class="MsoNoSpacing">Begitu Gong Kyai pradah keluar dari pesanggrahan, ribuan warga yang sudah memadati serta menunggu jamasan Gong Kyai Pradah di alun-alun Lodoyo kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar, langsung saja berdesak-desakan ingin memegang gong yang akan dikirab keliling alun-alun Lodoyo, bahkan saat rombongan kirab gong sampai di pintu masuk ke menara terjadi saling dorong antara pihak keamanan dengan pengiring gong.

Sebelum proses penjamasan berlangsung Gong Kyai Pradah ditaburi kembang setaman oleh seorang pimpinan di kabupaten Blitar, air bekas penjasaman dan bunga setaman tersebut tak urung menjadi rebutan para sesepuh yang ikut serta menjamasi. Tidak hanya para penjamasan yang berebut air bekas jasaman Gong Kyai Pradah, namun ribuan warga yang berada di bawah menarapun langsung berebut air bekas jamasan dan bunga setaman yang dilempar ditengah-tengan ribuan kerumunan warga. Konon dipercaya jika mendapatkan air dan bunga tersebut akan mendapatkan panjang umur, diberikan kesehatan dan rejeki yang melimpah serta dijauhkan dari marabahaya.

Ritual diakhiri dengan rebutan dua buah tumpeng raksasa oleh warga. Seluruh warga, baik dewasa maupun anak-anak juga ikut terlibat berebut isi tumpeng. Tak pelak aksi dorong dan tindih tak terhindarkan, bahkan seorang anak menangis akibat terjepit di tengah-tengah warga yang rebutan tumpeng.

Sementara itu menurut Herry Nugroho Bupati Blitar, event ini selain melestarikan nilai-nilai Budaya Jawa secara turun-temurun, juga sebagai kalender parawisata kabupaten Blitar yang diselenggarakan tiap tahun dan untuk menarik para wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Juga sebagai wujud syukur kepada tuhan atas karunianya selama ini, bagi warga Lodoyo kabupaten Blitar, karena di berikan ketentraman, banyak rejeki , jauh dari musibah serta panen lancer. “Ritual jamasan Gong Kyai Pradah merupakan tradisi yang digelar setiap memasuki bulan Maulud, untuk menyucikan gong sebagai cikal bakal berdirinya kabupaten Blitar,” Jelas Herry Nugroho

Di tempat terpisah Suparni warga desa Ngeni kecamatan Wonotirto Kabupaten Blitar mengatakan, bahwa warga sangat meyakini kalau Gong Kyai Pradah itu sangat bertuah. Untuk itu banyak warga yang datang dari luar Lodoyopun banyak yang berebut air jamasan Gong Kyai Pradah karena menurut mereka membawa berkah. “Saya beserta saudara-saudara dan warga Ngeni lainnya tiap tahun pasti datang mas, meskipun berdesak-desakan dan saling berebut Air jamasan Gong Kyai Pradah, karena pingin mendapat berkah juga, “ jelas Suparni kepada KOPI Blitar Raya disela-sela gerumunan masa. (JFT)

[More] [Less]
Date: 04 Maret 2011
Category: Pewarta Umum
 
 
 
 
 
 
 
Salah satu cara untuk mengembalikan email yahoo yang kena hack, atau mungkin kita lupa password, semoga masih manjur dan bermanfaat
Date: 22 Mei 2010
Category: Pewarta Umum
 
 
 
Categories

 
 
 
 
dari redaksi
 
 
 
 
 
 
 
dari penulis
 
 
 

Pawai Pembangunan Dinilai Kurang Memuaskan, Juga Minim Antraksi
Sabtu, 19 Agustus 2017

KOPI, Sarolangun - Pawai pembangunan pada perayaan kemerdekaan RI yang ke 72 dimeriahkan dengan berbagai penampilan budaya ditengah kehidupan masyarakat dan profesi. Tradisi pawai pembangunan ditampilkan oleh masing-masing pelajar dan juga pegawai dari setiap instansi pemerintah daerah kabupaten Sarolangun dinilai masih kurang memuaskan serta minim antraksi. Hal itu disampaikan oleh Bupati sarolangun, Sabtu  (19/8).   "Kita tidak melihat... Baca selengkapnya...

Gelar Paskibra 1.478 Personil di HUT Ke-72 Kemerdekaan RI, Pulau Sebatik Raih Rekor MURI
Jumat, 18 Agustus 2017

KOPI, Nunukan – Menjadi warga Pulau Sebatik boleh berbangga, tepat pada HUT Kemerdekaan RI yang ke 72 Tahun 2017 (Kamis, 17/08/2017), Pulau yang terletak diutara propinsi Kalimantan Utara tersebut menorehkan tinta emas, dengan berhasil meraih rekor MURI (Museum Rekor - Dunia Indonesia) lewat gelar Pasukan Pengibar Bendera terbanyak yang melibatkan 1.478 yang dilaksanakan di Dermaga TNI - Al Sungai Pancang dan Pelabuhan Batu.     Senior... Baca selengkapnya...

RSUD Sarolangun Kembali Menjadi Tempat Study Banding
Rabu, 16 Agustus 2017

KOPI,Sarolangun - Semenjak meraih akreditasi, rumah sakit umum daerah Prof DR HM Chatib Quzwen Kabupaten Sarolangun dianggap memiliki mutu dan kualitas memenuhi standart. Untuk itu RSUD Sarolangun kini telah menjadi tempat study banding rumah sakit umum baik dari luar maupun didalam daerah. Baru ini, RSUD Sungai bahar Muaro Jambi yang membawa pihak menajeman rumah sakit dan dokter sebanyak 15 orang untuk melakukan study banding di RSUD... Baca selengkapnya...

Danramil 08/Bakongan Pimpin Upacara Pengibaran 72 Bendera Merah Putih Di Pulau Dua
Minggu, 13 Agustus 2017

KOPI, ACEH SELATAN - Badan SAR Nasional (Basarnas) Kabupaten Aceh Selatan melaksanakan acara pengibaran Bendera Merah Putih dan penanaman terumbu karang di Pulau Dua, Kecamatan Bakongan Timur, Kabupaten Aceh Selatan, Minggu (13/08/2017).   Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-72. Hadir dalam acara tersebut, diantaranya Danramil 08/Bakongan Kapten Inf Endang Ruhiyat dan juga Basarnas Kabupaten Aceh... Baca selengkapnya...

Bank Riau Kepri Salurkan Dana CSR kepada 20 Ribu Naker
Minggu, 13 Agustus 2017

KOPI, Pekanbaru - Bank Riau Kepri (BRK) salurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) yang diperuntukkan untuk memberikan perlindungan jaminan sosial melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan kepada 20.000 pekerja rentan yang ada di Provinsi Riau pada program Gerakan Nasional Peduli Perlindungan Pekerja Rentan (GN Lingkaran).     Para pekerja yang menerima bantuan perlindungan dari dana CSR Bank Riau Kepri ini... Baca selengkapnya...

Kapolda Se Sumatera Saksikan Simulasi Pencegahan Kebakaran Hutan di Kampar
Jumat, 11 Agustus 2017

KOPI, Pekanbaru - Di tempat kerjanya, Mas Sugeng Triwardono mengatakan, ”Mutasikan saja Komandan oknum Kapolda, Danrem yang wilayahnya terjadi kebakaran hutan ini berarti sang kepala satuan TNI/Polri tersebut tidak bisa menjaga daerah teritorialnya bebas dari kebakaran hutan. Berapa ratus milyar uang negara terbuang sia-sia setiap tahun hanya untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan. Lebih baik uang tersebut digunakan untuk membangun... Baca selengkapnya...

Penyair Maroko Anissa Taouil Menulis Puisi dan Bernyanyi dalam Bahasa Indonesia
Jumat, 11 Agustus 2017

KOPI, Jakarta - Anissa Taouil, seorang Profesor dari Universitas Hassan II Casablanca, Maroko, merupakan seorang penyair yang menulis puisi dalam lima bahasa, yakni Bahasa Arab, Inggris, Perancis, Spanyol, dan Indonesia. Anissa, demikian ia akrab disapa, adalah orang Maroko pertama yang menulis puisinya langsung dalam Bahasa Indonesia. Dirinya menjelaskan bahwa ia telah menjalin kerajsama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Rabat... Baca selengkapnya...

INTERNASIONALIni Yang Dibahas Saat Dubes Belgia Berku.....
23/08/2017 | Buddy Wirawan
article thumbnail

KOPI, Bandung – Duta Besar (Dubes) Belgia Patrick Herman berkunjung ke Kota Bandung dan langsung melakukan pembicaraan dengan Wali Kota Bandung Ri [ ... ]



NASIONALInilah Harapan Pemuda Papua di Sulawesi .....
17/08/2017 | Saktiawan Wicahyono Putro
article thumbnail

KOPI, Manado – Peringatan HUT Ke – 72 Kemerdekaan Republik Indonesia disambut antusias oleh seluruh lapisan masyarakat. Momentum ini merupakan p [ ... ]



PENDIDIKANDPC PPWI Bekasi Gelar Rapat, Seminggu Je.....
19/08/2017 | Yeni Herliani

KOPI, Bekasi Utara - Ketua DPC Bekasi, Sugiatmico menggelar rapat persiapan session 3 “Pelatihan Jurnalist Tingkat Pelajar dan Mahasiswa” bertempa [ ... ]



EKONOMIGrand Opening “Berrybenka Store - Peja.....
19/08/2017 | Yeni Herliani

KOPI, Jakarta - Bagi para fesyen maniak, nama Berrybenka tentu sudah tidak asing lagi didengar. Situs belanja dengan fashion dan produk kecantikan te [ ... ]



HANKAMIngin Kibarkan Bendera Merah Putih, Seor.....
13/08/2017 | Haes Asel

KOPI, Aceh Selatan - Menjelang peringatan HUT RI ke - 72 tahun 2017 yang hanya tersisa waktu lima hari lagi, segala usaha pekerjaan kegiatan tindaka [ ... ]



OLAHRAGAIni Dia Para Pemenang Wrangler True Wand.....
21/06/2017 | Yeni Herliani

KOPI, Jakarta - Sebuah petualangan besar tahun ini “Wrangler True Wanderer 2017” baru saja menemukan pemenangnya. Mereka telah menunjukan bahwa m [ ... ]



PARIWISATALesehan di Atas Bukit Cara Lain Menikmat.....
13/08/2017 | Femilia Zahra

KOPI, Palu- Beberapa waktu lalu kami selaku reporter KOPI berkesempatan untuk menginjakkan kaki di kota Lembah. Entah angin apa yang membawa kami hing [ ... ]



HUKUM & KRIMINALPengelola SMAK Dago Minta Hakim Tolak Gu.....
16/08/2017 | Buddy Wirawan

KOPI, Bandung - Pengelola Sekolah Menengah Atas Kristen (SMAK) Dago  Yayasan Badan Perguruan Sekolah Menengah Kristen Jawa Barat (BPSMKJB) meminta  [ ... ]



POLITIKPilkada Jawa Barat Jangan Dinodai Isu SA.....
20/08/2017 | Buddy Wirawan

KOPI, Bandung - Mendekati pesta demokrasi serentak di Jawa Barat dan beragai daerah lain di Indonesia, Lembaga Kajian Aliansi Masyarakat untuk HAM,  [ ... ]



OPINIWaspadalah… Modus Penipuan Menjual Nam.....
03/08/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Pekanbaru - Waspadalah Gerombolan begal beraksi wilayah Siak Hulu, kabupaten Kampar, Propinsi Riau. Kami memantau gerak-gerik gerombolan Begal t [ ... ]



PROFILObrolan Santai dengan Ketua KUD Mekar A.....
21/08/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Inhu - Selama ini petani sawit anggota Koperasi Unit Desa (KUD) Mekar Abadi kecamatan Lubuk Batu, kabupaten Indragiri hulu, Riau,  telah dirug [ ... ]



SOSIAL & BUDAYAPKPA Kembali Gelar FFA dan FTA 2017.....
25/07/2017 | Sulaiman Zuhdi Manik

KOPI - Yayasan Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) kembali menggelar Festival Film Anak (FFA) dan Festival Teater Anak (FTA) tahun 2017 dengan t [ ... ]



ROHANIUskup Edmund Woga: Cinta Allah Itu Tidak.....
02/08/2017 | Mohamad Nur Arifin

KOPI, NTT – “Karya Tuhan itu sungguh luar biasa. Tuhan berkarya di mana saja, kapan saja dan untuk siapa saja tanpa kecuali dalam kelimpahan cint [ ... ]



RESENSIDrama Korsel Berjudul Man Who Dies to L.....
30/07/2017 | Didi Rinaldo

KOPI – Jakarta - Drama Korea Man Who Dies to Live berhasil masuk sepuluh besar rating drama terbaik di Korea Selatan.
drama yang tayang di MBC ini j [ ... ]



CERPEN & CERBUNGKetika Gunung Juga Punya Cara.....
22/03/2016 | Anjrah Lelono Broto

KOPI - Gunung memiliki cara sendiri untuk menunjukkan kediriannya. Gunung juga memiliki mulut dan lidah tersendiri untuk berbicara. Gunung adalah gunu [ ... ]



PUISIMenatap Rasa.....
07/06/2017 | Mas Ade

Masih di bulan Juni Angin mendatangi jendelaku Bisikkan rindu yang basah Oleh hujan bulan Mei Meski embun tetap nyenyak dalam tidurnya Mendekap s [ ... ]



CURAHAN HATIAnak Bupati Paluta Beserta Istri Refin.....
19/08/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Paluta – Resky Basyah Hrp PNS/ASN menjabat sebagai Kabid Mutasi pada BKD Kabupaten Paluta (Padang Lawas Utara) juga anak kandung Drs Bachrum [ ... ]



SERBA-SERBIPagelaran Malam Hiburan “ Hut RI ke-72.....
20/08/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Siak Hulu – Malam puncak pagelaran HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke- 72 di RW 07 mencakup empat RT desa Pandau Permai , di kecamatan Sia [ ... ]



Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.