Jakarta Demam 2012

0
43

Pewarta-Indonesia, Film yang mengangkat fenomena mirip kiamat ‘2012’ dengan amat luar biasa mampu menghipnotis masyarakat di hampir seantero dunia. Betapa tidak, bak air bah mereka mengalir berbondong-bondong, berdesak-desakan, ke counter-counter penjualan tiket untuk menonton film tersebut. Dalam 3 hari pemutaran film itu di Jakarta, begitu banyak calon penonton yang kecewa karena tidak kebagian tiket. Seperti diungkapkan Safiudin yang ditemui di antara para pengantri tiket kemarin siang, Minggu (15/11).

“Film ini benar-benar booming. Tadi malam (malam minggu – red) saya bersama kawan-kawan berburu tiket di hampir semua bioskop di Jakarta tapi gak dapat-dapat,” katanya dengan mimik kecewa saat ditemui di Planet Hollywood, Jakarta. Oleh karena itu, lanjut dia, siang kemarin Saifudin bersama partnernya cepat-cepat ke bioskop langganan mereka agar tidak kehabisan tiket. “Saya sejak pagi di sini, walaupun counter penjualan tiket baru dibuka jam 12.00 nanti,” imbuhnya.

 

Film ‘2012’ yang dibintangi John Cussack berhasil merajai box office pekan ini, tidak hanya di Jakarta dan kota-kota besar di Indonesia, tapi di hampir semua negara. Di Canada, misalnya, pada pemutaran film minggu pertama pekan lalu di sana, sang produser telah meraih pemasukan lebih dari USD 500 juta dari penjualan tiket. Film yang menghabiskan biaya produksi hampir 1 milyard USD itu, saat ini telah meraih keuntungan sebesar USD 65 juta. Film ‘A Christmas Carol’ yang sempat menduduki peringkat pertama pada pekan lalu, dipaksa turun ke urutan dua dengan pendapatan sebesar lebih-kurang USD 22 juta, sebagaimana dirillis Digitalspy, Senin, 16/11.

 

Para pengamat perfilman memperkirakan Film ‘2012’ akan meraih keuntungan sebesar USD 225 juta di seluruh dunia.***

 

Sumber image: google.co.uk

BAGIKAN
Berita sebelumyaIndobatt’s Fun Game bagi Anak-Anak Lebanon
Berita berikutnyaTafsir dan Pengalaman Keagamaan Efektif Mengkriminalkan Rakyat Kecil
I came from a poor family in Central Celebes, Indonesia. “Shony” - that’s what my family and friends call me. With help from IFP, I completed a master’s in Global Ethics from the University of Birmingham, England in 2006. My interest in this field of study was based on over 15 years’ worth of studying and teaching “Indonesian Moral Education”. I believe the moral ethics of a nation is influenced by the global hegemonic values that are adopted and developed by the nation itself. Writing is one of my favorite hobbies.