Back to Nature, Eco-Friendly School Awards

0
38

Pewarta-Indonesia, Dilihat dari judulnya saja, kita udah tahu pasti ngebahas lingkungan hidup. Sobb, kalo dipikir-pikir lagi yang ada hubungannya sama lingkungan hidup, ya nggak jauh dari Global Warming.

Penghijauan pasti udah sering kalian dengar. Acara-acara seperti ini, mungkin menurut kalian membosankan. Tapi, kalo dilihat dari segi manfaatnya besar banget lho… Mungkin manfaatnya nggak akan dirasakan sekarang. Beberapa tahun kemudian baru akan kita rasakan. Sebenarnya acara seperti ini perlu kita laksanakan secara rutin. Karena dengan acara ini menunjukkan kepedulian kita terhadap bumi.

Wah, ternyata di zaman yang sudah modern ini, masih ada relajar SMA yang mau Back to Nature. Padahal banyak juga pelajar yang lebih mementingkan kemajuan zaman daripada peduli lingkungan.

Banyak sih cara agar lingkungan kita tidak rusak. Sekarang ini yang dituntut adalah kepekaan dan keikutsertaan kita untuk melestarikan lingkungan. Jadi, sampai anak cucu kita, bumi bisa tetap eksis. Nah, mulai dari sekarang kita harus meringankan beban bumi.

Ih, serem ya…. Kalo sampai bumi kita nggak eksis lagi gara-gara Global Warming. Lama-lama kita mau tinggal di mana ya?? Tapi, kita sebagai generasi muda harus ramah lingkungan untuk menjaga kelestarian linkungan. Setuju…setuju…..

Yep!! Di Jakarta Timur sekitar 300 pelajar SMA mengikuti acara “Hijau Lingkunganku, Sehat Hidupku” di SMA Budhaya II St. Agustinus, Buaran, Jakarta Timur, pada 13 dan 15 Juni 2009.

Hari pertama berlangsungnya acara ini, dilakukan penyuluhan tentang lingkungan. Penyuluhan yang dimulai pukul 12.30 itu diberikan oleh Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Barmenggano. Waktu penyuluhan berlangsung seru lho… Kita dikasih tau caranya ngejaga lingkungan, mulai dari membuat Lubang Resapan Biopori, recycle, membuat sumur resapan, penghematan energi, dan masih banyak lagi deh… Pokoknya penyuluhan ini seru, karena dikemas secara menarik.

Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Barmenggano mengatakan senang dapat hadar di sekolah ini. “Saya senang karena anak muda zaman semarang masih perduli dengan lingkungan,” katanya.

Kepala SMA Budhaya II St. Agustinus, Drs. Leocardia Suparman membuka acara ini dengan pidato singkatnya. Acara yang dimulai pada pukul 06.30, dimulai dengan registrasi, jalan sehat dan membersihkan jalan, kemudian memisahkannya menjadi organik dan anorganik. Selain itu, ada juga acara penghijauan dan pembuatan Lubang Resapan Biopori. Sebagai acara hiburan, ada juga lomba kreativitas daur ulang, bazar, pameran recycle, demo recycle, dan hiburan yang menampilkan siswa/i TK, SD, SMP, dan SMA Budhaya.

Penghijauan dilakukan dengan pembukaan secara simbolis yaitu penanaman pohon puring yang dilakukan oleh ketua pelaksana, Elissa Maria Angela. Dengan acara ini diharapkan agar pelajar dapat mempraktikkan apa yang ada di dalam penyuluhan hari sebelumnya.

OSIS SMA Budhaya II St. Agustinus yang bekerja sama dengan Forum OSIS Jakarta Timur memprakarsai aksi jalan sehat, penghijauan, dan pembuatan Lubang Resapan Biopori di SMA Budhaya II St. Agustinus, Buaran, Jakarta Timur. Tujuan dari acara ini yaitu menjalin kerja sama untuk menjaga kelestarian lingkungan antara pelajar. Sehingga diharapkan mengurangi beban bumi akibat perilaku kita yang menyebabkan Global Warming. Peserta yang ikut berpartisipasi dalam acara ini tidak hanya TK, SD, SMP, dan SMA Budhaya, tapi ada juga dari SMA Fons Vitae Jakarta.

“Gue sebagai ketua OSIS ikut bangga dengan acara ini dan ingin membuktikan bahwa OSIS dapat menghasilkan acara yang bermanfaat,” jawaban Fery Setiawan ketika ditanya.

Dilakukan pengumpulan sekitar 300 pohon yang dilakukan pelajar SMA agar dapat dilaksanakan penghijauan. Menurut bendahara acara ini, Leny Candra, untuk melaksanakan kegiatan mereka mendapat bantuan sponsor dari berbagai pihak. “Kita dapat bantuan dana dari DPGM KAJ, PT. Indosat, PT. Inti Cakrawala Citra, PT. Sinar Sosro, dan Grafindo. Tapi, selain dari sponsor kita juga nyari dana dari menjual makanan, barang bekas, dan ngamen” tuturnya. Gimana tuh usaha mereka?? Keren dan mantep banget ya!! Usaha mereka keras dan selalu semangat. Salut deh.

Sekarang coba kita tanya sama kordinator sie. acara ini, Ciro Juliano. Acara ini dilakukan disekitar mana ya?? Kita minta penjelasan lebih lanjut yuk temen-temen. Cari dulu ah orangnya. Mana ya?! Itu dia orangnya yang keliatan hitam.

“Aduh, aduh nggak perlu ngerebutin gue donk. Nanti ya kalo minta tanda tangan. Oh… salah gue, ternyata mau nanya-nanya. Acara ini dilakukan di sekitar SMA Budhaya II St. Agustinus, Jalan Radin Inten. Masalahnya disini sering banjir, jadi kita mutusin buat ngebersihin lingkungan dan melakukan penghijauan. Sehingga air tidak lagi menggenang melainkan meresap ke dalam tanah melalui Lubang Resapan Biopori. Pohon-pohon yang ditanam juga dapat mengurangi polusi udara. Oh iya, satu lagi kalo mau nanya lebih jelas sama Leny, dia tuh pakarnya, khan calon anak IPA…hahaha…” jelasnya.

Yayaya, ternyata kalo dipikir-pikir acara ini banyak manfaatnya. Karena tujuannya yang jelas untuk kebaikan lingkungan mereka sendiri agar tidak banjir, mengurangi polusi, dan tetap hidup sehat. Jadi mengurangi beban bumi dari Globar Warming. Mereka udah mikirin semuanya mateng-mateng ternyata. Mateng??? Telor kali ya masaknya mateng…hhe…

Aduh, sampai lupa deh, kalo ngikutin acara ini sampai selesai, jangan lupa liat pameran mereka. Lucu dan unik lho barang hasil recyclenya. Nggak cuma itu, kita juga bisa diajarin sama pembuatnya langsung untuk menghasilkan barang recycle. Karena ada demonya juga. Makin mantep aja deh acara ini!! (Leny)

Image: Siswa ikut penghijauan di Jawa Barat