Baku Tembak Sepanjang Malam

0
41

Pewarta-Indonesia, TEMANGGUNG – Rumah di RT 01/07 Desa Beji, Kel. Kedu, Kec. Kedu, Temanggung, Jateng, yang diduga kuat jadi sarang persembunyian Noordin M Top dikepung aparat Densus 88, Jumat (7/8) malam.

Baku tembak terjadi sepanjang malam, sebelum petugas masuk ke dalam rumah untuk menyergap gembong teroris yang menyandera istri pemilik rumah bersama tiga cucunya.

Informasi yang dihimpun Pos Kota menyebutkan pengepungan dilakukan polisi sejak  Pk. 17:00. Polisi bersenjata lengkap mulai bergerak dari perbukitan di sekitar tempat itu.

Budiono, warga setempat, mengatakan saat hari mulai gelap, petugas mendekat lalu mengepung rumah milik  Mohzahri, 60, guru sebuah SMP di Kedu,   dari jarak sekitar 15 meter. Menggunakan pengeras suara, polisi minta penghuni rumah untuk menyerahkan diri karena rumah itu sudah dikepung. Namun, tak seorang pun keluar dari rumah itu.

“Petugas melepas tembakan peringatan berkali-kali,” kata Budiono, warga setempat. Lampu dalam rumah Mohzahri, sambungnya, tetap menyala. ”Beberapa kali terdengar tembakan balasan dari dalam rumah.”

Menurutnya, sehari-hari rumah itu ditempati Mohzahri  bersama istri dan tiga cucunya. Warga tak menurigai Mohzahri karena selama ini tak menunjukkan hal ganjil. Bahkan, pria itu dikenal rajin beribadah di musola setempat. “Ia kadang-kadang juga menjadi khatib solat,” katanya. “Tapi istrinya memang jarang keluar rumah.”

Diakuinya, ada warga yang melihat pria berutubuh tegap dengan raut wajah sangat mirip Noordin M Top bertamu ke rumah itu. Informasi yang didapat Pos Kota, sebelum penggerebekan keluarga Mohzahri  berada di dalam rumah.

“Teroris menyandera Pak Mohzahri  sekeluarga, jadi polisi ndak berani masuk rumah menangkapi teroris,” ujar sumber Pos Kota.

EMPAT ORANG DITANGKAP

Makruf, warga lainnya, mengatakan keluarga Mohzahri  pindah ke daerah itu sekitar lima tahun lalu setelah sebelumnya tinggal di Desa Karangtejo, Kec. Kedu, yang berjarak sekitar 3 Km dari Desa Beji.

Penggerebekan tersebut dilakukan setelah polisi menangkap empat pria di antaranya Hendra, 23, Aris, 33, dan Muhdaroni, yang yang ditangkap di sebuah bengkel di Pasar Parakan, Kedu,  Pk. 15:00.

Hendra dan Aris  dikenal sebagai saudara sepupu Tata, anak Mohzahri, yang ditangkap polisi tiga tahun lalu karena terlibat dalam jaringan teroris. Sedangkan Muhdaroni, warga Dudun Siwur, Desa Karangtejo, Kedu. Selain itu, Mohzahri, pemilik rumah, juga diringkus sebelum penggerebekan.

Tak sampai satu jam setelah penangkapan itu, polisi menyebar mengepung rumah pak guru yang juga memiliki lahan persawahan yang mengelilingi rumah  tersebut.

WARGA DIEVAKUASI

Sebelum menggerebek, polisi diam-diam meminta warga yang rumahnya tak jauh dari rumah Mohzahri  untuk berdiam dalam rumah. Jarak rumah Mohzahri  dengan tetangga sekitarnya sekitar 10 meter hingga 15 meter. Sedangkan ratusan warga lain yang berkerumun dijaga petugas dari jarak sekitar 250 meter dari rumah yang dikepung tersebut.

Dandim Kedu Letkol Asep Ridwan mengatakan membantu polisi dengan menyebar sejumlan petugas intel berpakaian preman. Selain itu, petugas juga ditempatkan untuk menyekat jalan radius 1 km dari rumah Mohzahri. “Kami membantu polisi mencegah upaya pelolosan teroris,” katanya.

Secara terpisah, Wakadiv Humas Mabes  Polri Brigjen Sulistiyo Ishak mengatakan penyergapan belum memberikan hasil. “Kami belum bisa memastikan teroris itu Noordin M Top,” katanya.  (poskota)

BAGIKAN
Berita sebelumyaDensus Sudah 26 Jam Kepung Teroris
Berita berikutnyaDensus 88 Antiteror Temukan Bom Seberat 100-500 Kg
Koran Online Pewarta Indonesia atau disingkat KOPI adalah sebuah media massa nasional berbasis jurnalisme warga (pewarta warga) yang dibangun dan dikelola oleh Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI). Pimpinan redaksi KOPI adalah Wilson Lalengke, dibantu oleh ribuan penulis/pewarta lintas profesi, lintas agama, lintas strata sosial, ekonomi, budaya, pendidikan dan lain-lain dari seluruh nusantara dan luar negeri.