Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara Pohon

0
36

Pewarta-Indonesia, Ketua Umum Dharma Pertiwi melaksanakan penanaman pohon dan penyebaran bibit benih ikan di lingkungan kompleks Mabes TNI Cilangkap Jakarta, Kamis (10/12). Gerakan perempuan tanam dan pelihara pohon ini merupakan program pemerintah yang juga merupakan bagian dari komitmen Dharma Pertiwi untuk turut serta berperan secara aktif dalam upaya pelestarian alam dan lingkungan hidup serta bagian dari peringatan 1 tahun hari menanam nasional yang jatuh pada tanggal 28 November 2009 sebagaimana ditetapkan pada KEPPRES no 24 tahun 2008 tentang hari menanam pohon Indonesia.

Ibu Angky Djoko Santoso mengatakan bahwa salah satu cara dalam menjaga eco system kehidupan, khususnya dalam rangka memelihara kelestarian lingkungan Indonesia adalah dengan memasyarakatkan gerakan tanam dan pelihara pohon serta menjalin komunikasi dengan alam melalui sentuhan kesabaran, perasaan dan kelembutan sesuai dengan kodrat dan naluri kaum perempuan.

Pada tataran global, dunia Internasional senantiasa mendorong negara-negara yang memiliki hutan alam yang luas seperti Indonesia dan Brasil, agar senantiasa menjaga keutuhan dan kelestarian hutannya sebagai paru-paru dunia. Bertolak dari itulah dengan tulus ikhlas, Dharma Pertiwi mempersembahkan dharma baktinya melalui gerakan perempuan tanam dan pelihara pohon. Dengan sumbangsih ini diharapkan berguna dan bermanfaat bagi masayarakat, bangsa dan negara dalam turut serta memelihara dan melestarikan lingkungan serta menyelamatkan kehidupan. Ujar beliau.

Jumlah pohon yang ditanam ini sejumlah 1.131 pohon, turut hadir dalam acara ini Waaster TNI, Paban II Ster TNI, Wadandenma Mabes TNI, perwakilan organisasi wanita ( SIKIB, APPB, Bhayangkari, KOWANI, DWP, TP PKK Pusat).

Acara tersebut dilaksanakan usai menutup MUNAS XI Dharma Pertiwi tahun 2009 di Gd. Panti Perwira Balai Sudirman Jakarta. Munas yang dilaksanakan setiap 5 tahun sekali tersebut berlangsung selama dua hari (9-10) dan dibuka oleh Panglima TNI Rabu (9/12). Secara formal, Munas Dharma Pertiwi ini telah selesai namun secara substansial justru kerja keras untuk melaksanakan hasil Munas ini baru akan dimulai. Demikian sambutan Ibu Angky Djoko Santoso selaku Ketua Umum Dharma Pertiwi dalam upacara penutupan Munas ke XI Dharma Pertiwi tahun 2009.

Lebih lanjut Ketua Umum Dharma Pertiwi mengatakan bahwa sebaik dan sesempurnanya keputusan yang diambil tidak akan bermakna secara optimal, bahkan tidak akan memberikan manfaat apapun kepada organisasi dan lingkungannya, bila tidak diikuti oleh kesadaran dan komitmen yang tinggi dari segenap keluarga besar Dharma Pertiwi untuk mengimplementasikannya secara baik dan benar.

Munas ke XI Dharma Pertiwi yang diikuti oleh 179 orang peserta yang berasal dari unsur organisasi Dharma Pertiwi seluruh Indonesia telah berjalan dengan tertib dan lancar. Seluruh peserta mengerahkan segenap kemampuan baik tenaga maupun pikiran untuk memperoleh hasil terbaik demi kemajuan dan peningkatan kinerja organisasi Dharma Pertiwi, masa kini dan masa mendatang. Dengan dinamika demokratis yang musyawarah mufakat memacu lahirnya pemikiran-pemikiran baru yang positif dan konstruktif demi kemajuan dan peningkatan kinerja organisasi Dharma Pertiwi serta guna penyempurnaan kekurangan-kekurangan baik di tingkat pusat maupun daerah. Hasil keputusan Munas XI akan menjadi acuan Dharma Pertiwi dalam melaksanakan tugasnya 5 tahun kedepan.