Jakarta Gelar Operasi Yustisi Pada 8 Oktober

0
28

Pewarta-Indonesia, JAKARTA – Pasca lebaran, Jakarta diprediksi akan diserbu warga pendatang baru. Operasi Yustisi Kependudukan lagi-lagi akan menjadi operasi andalan untuk menertibkan warga pendatang ini.

“Rencananya dilakukan 8 Oktober mendatang,” kata Kepala Suku Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Jakarta Selatan, Valentino Simanungkalit, di Jakarta, Jumat, 25 September 2009.

Menurut dia, operasi tersebut dinilai sebagai cara efektif menekan arus urbanisasi. “Jelas masih efektif,” ujar dia. Sebab selain operasi itu, lanjut dia, juga dilakukan operasi lainnya sebagai pendukung. “Kami juga lakukan operasi pembinaan penduduk (Biduk) sebulan sekali,” terang dia.

Hanya saja dalam operasi Biduk, terang Valentino, tidak menyertakan hakim dan jaksa untuk penegakan hukumnya. Sementara dalam operasi yustisi, hakim dan jaksa selalu dilibatkan.

Pada awal Oktober nanti, kata Valentino, para Lurah, Ketua RT dan RW, diminta mendata para warganya. Mereka yang baru datang, akan diminta melapor.

Kepada mereka yang terbukti bukan warga Jakarta, akan diberikan dua pilihan. “Membuat kartu ijin tinggal sementara atau segera pindah,” tegas dia.

Valentino mengakui Jakarta memang kota yang terbuka. Dalam artian setiap orang bisa saja datang, singgah dan pergi dari Jakarta. “Pendatang baru yang turun di Lebak Bulus, bisa saja bukan tinggal di Jakarta,” kilah dia.

Operasi ini akan digelar secara serentak di lima wilayah di Jakarta. Sementara di wilayah Jakarta Selatan, kata Valentino, akan berlokasi di rumah dan kawasan padat penduduk. “Tempatnya masih kami bicarakan,” pungkas dia.

BAGIKAN
Berita sebelumyaPawai Takbir
Berita berikutnyaAssimilated but Stateless
Koran Online Pewarta Indonesia atau disingkat KOPI adalah sebuah media massa nasional berbasis jurnalisme warga (pewarta warga) yang dibangun dan dikelola oleh Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI). Pimpinan redaksi KOPI adalah Wilson Lalengke, dibantu oleh ribuan penulis/pewarta lintas profesi, lintas agama, lintas strata sosial, ekonomi, budaya, pendidikan dan lain-lain dari seluruh nusantara dan luar negeri.