Menjalin Silaturahim antara Sinagog dan Masjid

0
42

Foundation for Ethnic Understanding*)

Pewarta-Indonesia, Paris – Saat banyak orang mulai putus asa akan kemungkinan terjalinnya pengertian antara Muslim dan Yahudi karena selalu buntunya penyelesaian konflik Israel-Palestina, hampir 200 orang Muslim dan Yahudi berkumpul baru-baru ini di Paris untuk menyatakan bahwa: “Sekaranglah saatnya untuk menjalin hubungan persahabatan dan pengertian antara dua agama ini demi anak cucu kita kelak.”

Para rabbi, imam, dan aktivis Yahudi dan Muslim dari seantero Eropa dan Amerika Serikat berkumpul dan berbaur pada petang 8 Desember di Balai Kota Distrik ke-16 di Paris untuk menyimak pesan pengharapan yang disampaikan pada acara makan malam tahunan perdana AJMF, Perhimpunan Masyarakat Muslim dan Yahudi di Perancis.

Pembicara utama pada acara itu adalah Rabbi Marc Schneier, Presiden Foundation for Ethnic Understanding (FFEU) yang berbasis di New York, yang berkomitmen untuk menjalin komunikasi, rekonsiliasi dan kerjasama antara Muslim dan Yahudi. Dalam pidatonya, ia memuji kepeloporan Rabbi Michel Serfaty dari AJMF, yang sebulan sebelumnya mengundang 30 masjid dan 30 sinagog di Perancis untuk ambil bagian dalam program Pekan Tahunan ke-2 Jalin Silaturahim Masjid dan Sinagog seluruh Amerika Utara dan Eropa yang disponsori oleh FFEU.

Program yang diselenggarakan mulai 13 November hingga akhir Desember 2009 itu berisi 120 kegiatan silaturahim antara masjid dan sinagog di Amerika Serikat, Kanada, dan delapan negara Eropa.

Rabbi Schneier menghargai usaha-usaha yang dilakukan Rabbi Serfaty dan AJMF, yang dalam lima tahun terakhir ini telah mengirimkan sejumlah aktivis untuk melakukan “Tour de France” dengan bus untuk mengunjungi berbagai komunitas di berbagai daerah di Perancis dan juga di beberapa negara tetangga Perancis di mana Muslim dan Yahudi hidup berdekatan tetapi saling merasa tak nyaman, serta di beberapa daerah di mana serangan-serangan atas komunitas Yahudi pernah terjadi. Kegiatan ini dilakukan untuk membuka jalur komunikasi dan menghilangkan ketakutan.

Ia mengatakan, “Ketika ada yang mengatakan bahwa Muslim dan Yahudi akan selalu berkonflik, Rabbi Serfaty dan AJMF justu menunjukkan bahwa ada cara lain yang lebih baik. Kita bersyukur bahwa ini tidak hanya berlangsung di Perancis, di mana konflik antara Muslim dan Yahudi hampir selalu panas, tapi juga di Amerika Utara dan Eropa. Dalam semangat Hanukkah, mari terus kita jaga cahaya kasih dan pengertian dan jadikan cahaya itu sebagai pedoman bagi rekonsiliasi dan kerjasama antara Muslim dan Yahudi di seluruh dunia, termasuk di Timur Tengah.”

Acara makan malam itu disponsori juga oleh Representative Council of French Jewish Institutions (CRIF, organisasi payung bagi organisasi-organisasi Yahudi di Perancis), bersama dengan Masjid Agung Paris dan Persatuan Rabbi-Rabbi Paris Raya. Hadir pula pada kesempatan itu para pemuka Dewan Yahudi Eropa juga para imam dan rabbi dari Perancis, Inggris, Italia, Swiss, Jerman, Belanda dan Belgia, yang pernah menyelenggarakan acara Pekan Silaturahim serupa di negara-negara mereka.

Acara makan malam ini lebih merupakan acara selamatan atas kerja yang sudah dilakukan oleh FFEU dan rekanannya di Eropa dalam setahun belakangan, sekaligus menjadi ajang untuk meneguhkan kerjasama FFEU dengan pemuka agama Yahudi dan Islam pada tahun-tahun mendatang.

Rabbi Schneier menilai Eropa sebagai kawasan yang penting bagi prakarsa komunitas Yahudi dan Muslim sedunia untuk menjalin komunikasi dan kerjasama serta melakukan rekonsiliasi. Ia menyatakan: “Kami sudah memulai proses untuk mematahkan sejumlah anggapan klise dan juga mewakili gelombang sentimen baru akar rumput yang muncul di kalangan Muslim dan Yahudi di seluruh dunia.”

Sambil menggarisbawahi bahwa upaya FFEU telah membantu menghangatkan hubungan antara umat Yahudi dan Muslim di Perancis yang sempat sangat memburuk setelah Perang Gaza pada 2009 lalu, Rabbi Schneier mengatakan, “Kami berharap untuk bisa meraih hasil yang serupa di negara-negara Eropa lain seperti Inggris, Jerman dan Italia pada 2010.”

*) Foundation for Ethnic Understanding (www.ffeu.org) adalah organisasi nirlaba yang dipimpin oleh Rabbi Marc Schneier sebagai presiden dan Russel Simmons sebagai ketua. Organisasi ini ditujukan untuk mengupayakan kerukunan antar-ras dan mempererat hubungan antar-kelompok dan antar-agama.

Sumber : Kantor Berita Common Ground: google.co.uk

BAGIKAN
Berita sebelumyaJanji Nabi Muhammad kepada Orang Kristen
Berita berikutnyaSebuah Pelajaran tentang Ras dan Agama bagi Orang Malaysia
Koran Online Pewarta Indonesia atau disingkat KOPI adalah sebuah media massa nasional berbasis jurnalisme warga (pewarta warga) yang dibangun dan dikelola oleh Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI). Pimpinan redaksi KOPI adalah Wilson Lalengke, dibantu oleh ribuan penulis/pewarta lintas profesi, lintas agama, lintas strata sosial, ekonomi, budaya, pendidikan dan lain-lain dari seluruh nusantara dan luar negeri.