Sarwono Kusumaatmadja: Tugas DPD Mendatang Sungguh Lebih Menarik

0
50

Pewarta-Indonesia, Sarwono Kusumaatmadja mengaku, menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) periode 2004-2009 sungguh menarik, apalagi sebagai generasi pertama yang mengisi keanggotaan DPD. Ia berkepentingan membesarkan sebuah lembaga perwakilan daerah yang mengartikulasikan dan mengagregasikan aspirasi masyarakat dan daerah di tingkat nasional. “Kerjanya memang tidak mudah, mulai dari nol. Evolusi ini akan berlanjut, tugas masa depan sungguh lebih menarik,” ujar anggota DPD asal DKI Jakarta ini saat memberi kesan dan pesan mewakili rekan sejawatnya sesama anggota DPD periode 2004-2009.

Setelah menghadiri Sidang Paripurna DPD akhir masa jabatan periode 2004-2009 di Gedung Nusantara V Kompleks Parlemen, Senayan—Jakarta, malam harinya calon terpilih anggota DPD menghadiri silaturahim dengan anggota DPD periode 2009-2014 di Lobby Gedung DPD dihadiri Ketua DPD Ginandjar Kartasasmita dan Wakil Ketua DPD Irman Gusman. Mudaffar Sjah memberi kesan dan pesan mewakili rekan sejawatnya sesama anggota DPD periode 2009-2014. Acara juga mengagendakan pembentukan forum komunikasi anggota DPD periode 2004-2009 yang diketuai Bambang Soeroso.

Sebagai mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang pencalonannya dipilih Dewan Pimpinan Pusat Golongan Karya (sebelum bernama Partai Golkar), ia membandingkannya dengan pengalaman sebagai anggota DPD yang pencalonannya dipilih rakyat. “Sekarang masuk ke politik direkrut rakyat. Kami tahu betul bedanya. Sekarang tanggung jawab moral kepada pemilih. Ini sungguh berat. Karena dipilih rakyat, kami dianggap sebagai kawan, bapak atau ibu, bahkan donatur (konstituen). Kami harus melayani mereka,” tukasnya.

“Tugas-tugas ini terlalu berat disandang lagi. Karena itu, lebih baik diserahkan kepada generasi mendatang,” sambung Sarwono, yang tidak lagi mencalonkan diri sebagai anggota DPD pada pemilihan umum (pemilu) anggota DPR/DPD/DPRD tahun 2009 yang lalu. Sekalipun tidak lagi menjabat sebagai anggota DPD, ia menyatakan kesediaannya membantu pelaksanaan tugas-tugas anggota DPD periode 2009-2014. “Kami siap membantu rekan-rekan.”

Sehubungan dengan keterlibatan DPD selama pembahasan dengan DPR sesuai dengan Undang-Undang Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau UU MPR, DPR, DPD, dan DPRD, ia mengatakan, tugas anggota DPD anggota DPD periode 2009-2014 akan lebih berat. “Karena keterlibatannya sedemikian rupa,” katanya.

Silaturahim juga dimanfaatkan alat kelengkapan DPD, yaitu Panitia Ad Hoc (PAH) I DPD, PAH II DPD, dan PAH IV DPD, me-launching buku-buku rekam jejak pelaksanaan fungsi, tugas, dan wewenang DPD periode 2004-2009. Anggota DPD asal Sumatera Barat (Sumbar) Mochtar Naim juga me-launcing buku yang merupakan kumpulan tulisan-tulisannya selama menjabat sebagai anggota DPD periode 2004-2009.

Pada kesempatan tersebut, Ginandjar meresmikan pembentukan law center DPD dan budget office DPD sebagai pengembangan sistem pendukung memperkuat pemosisian DPD dalam hubungan pusat-daerah. Satu lagi yang menyusul dibentuk adalah natural resources center DPD.

Sumber: Siaran pers Sekretariat Jenderal DPD RI