Tokek Milyoner

0
38

Pewarta-Indonesia, Tangerang – Fenomena mirip tanaman gelombang cinta dan jenmani yang membuat geger masyarakat kini muncul lagi. Namun bukan di tanaman, sekarang orang ramai membicarakan tokek. Reptil yang biasa terdapat di rumah-tumah tua, makam, gedung besar, bahkan kadang-kadang dikaitkan dengan hal-hal berbau menyeramkan tersebut, kini menjadi bintang.

Di warung kaki lima, rumah makan, kafe, pasar, dan berbagai tempat lain, tokek menjadi buah bibir. Ketika orang bosan berita politik, korupsi, kekerasan, kriminal, mereka mencari bahan pembicaraan baru dan yang sedang naik daun, yaitu hewan misterius yang suaranya membuat miris, apalagi ketika berbunyi tengah malam.

“Semua orang dari segala lapisan membicarakan tokek. Yang paling seru saat menyebut angka-angka, misalnya harga tokek seberat tiga ons ke atas bisa mencapai puluhan, ratusan, bahkan miliaran rupiah,” ungkap salah satu warga kota Tangerang yang saat ini sedang mencari tokek ukuran 4 ons sebut saja IWN (39).

Benarkah angkanya sedemikian fantastis? Menurut IWN, belum pernah ada yang membuktikan harga tokek bisa mencapai ratusan, bahkan miliaran rupiah. Dia juga belum pernah membuktikan dan ikut dalam transaksi. Semua masih serba “katanya”. Orang bilang, katanya tokek si A dari kota B laku sekian puluh juta, sekian ratus juta.

“Tapi lagi-lagi baru katanya, orang Jawa bilang ‘jarene’. Saya belum pernah membuktikan dengan mata kepala sendiri transaksi sefantastis seperti yang digembor-gemborkan banyak orang, kalau tokek laku sampai mencapai angka milyaran rupiah,” ungkapnya.

Baru-baru ini memang ada kabar telah terjadi transaksi penjualan tokek sampai milyaran rupiah. Tapi lagi-lagi dia hanya mendengar, tidak melihat sendiri transaksinya. Hampir semua yang sedang gandrung tokek tidak pernah tahu kebenaran angka-angka yang dicetak dari binatang tersebut.

Obat

Konon tokek seharga puluhan, ratusan, bahkan miliaran rupiah bukan asal tokek. Beratnya minimal tiga ons. Lebih berat, akan lebih mahal. Masih ada syarat lain untuk mencapai harga tinggi, bukan hasil ternak atau peliharaan, melainkan benar-benar dari alam. Padahal, sangat jarang tokek di alam mencapai berat tiga-empat ons. Kalaupun ada mungkin memilih tempat aman untuk bersembunyi, apalagi kalau tahu bakal ditukar uang ratusan juta atau miliaran rupiah.

“Ini lagi-lagi katanya, tokek bisa untuk obat HIV/AIDS, terutama hati atau empedunya. Tapi belum pernah terbukti secara medis dan belum pernah ada yang mengaku sembuh setelah memanfaatkan tokek, hanya katanya. Kalau untuk obat lain seperti gatal-gatal sudah banyak yang membuktikan,” papar IWN.

Dia pun gatal mendengar cerita-cerita bombastis, fantastis, karena sudah cukup lama berkecimpung di dunia pertokekan dan belum pernah menemukan bukti dari ”katanya” itu. Berangkat dari penasaran dan kegatelannya itu, dia lantas menggelar acara mempertemukan peternak, pemilik, penggemar, dan mediator jual-beli tokek. Hingga saat ini tokekpun belum pernah terjual dengan angka sebesar yang dibicarakan banyak orang.(SURYA)

Sumber image di sini