Welcome to the Frontpage Community News by Citizen Journalists https://www.pewarta-indonesia.persisma.org/component/content/frontpage.html Tue, 19 Jun 2018 10:08:49 +0000 Joomla! 1.5 - Open Source Content Management id-id Gara-gara Konsumsi Miras Mengakibatkan Rumah Dibakar https://www.pewarta-indonesia.persisma.org/berita/daerah/21373-gara-gara-konsumsi-miras-mengakibatkan-rumah-dibakar.html https://www.pewarta-indonesia.persisma.org/berita/daerah/21373-gara-gara-konsumsi-miras-mengakibatkan-rumah-dibakar.html

KOPI-Jaya Wijaya, Pihak Polres  Jaya Wijaya mengungkapkan keterangan sejumlah saksi mata yang menyebut sumber kebakaran yang terjadi di Kampung Woken Distrik Napua, pada Senin (18/6) pagi, berasal dari rumah Agus Kalolik yang dibakar oleh Keluarga Sedi Hilapik.

Kasat Reskrim AKP Jefri Tambunan yang berada di lokasi ketika dikonfirmasi dari Jayapura, Senin mengatakan kebakaran rumah dipicu oleh meninggalnya Sedi Hilapok  ASN Distrik Tailarek akibat mengkonsumsi miras yang dibeli oleh Agus Kalolik pada hari Minggu (17/6) sehingga keluarga Sedi Hilapik marah dan melakukan aksi pembakaran rumah Agus Kalolik.


“Personil kepolisian menuju rumah duka Sedi Hilapok namun keluarga korban menolak kehadiran aparat Keamanan dan ingin menyelesaiakan masalah sendiri,”katanya.


Insiden pembakaran rumah di Kampung Woken Distrik Napua,tidak dapat diatasi secara maksimal proses memadamkannya sehingga menyebabkan api dengan cepat meludeskan rumah tersebut.


"Sampai dengan saat ini  keluarga korban masih berjaga-jaga,"kata Jefri Tambunan.(wawan)

]]>
joko.bisma@yahoo.com (Wawan Setiawan) frontpage Mon, 18 Jun 2018 15:00:33 +0000
Jalan Panjang Memajukan Koperasi Kita https://www.pewarta-indonesia.persisma.org/inspirasi/sosial-a-budaya/21372-jalan-panjang-memajukan-koperasi-kita.html https://www.pewarta-indonesia.persisma.org/inspirasi/sosial-a-budaya/21372-jalan-panjang-memajukan-koperasi-kita.html Siang itu, gedung ruko (toko) yang memiliki spanduk bertuliskan “Koperasi Serba Usaha Maranti” ramai dikunjungi orang, lebih kurang 46 orang hadir. Mereka itu adalah para anggota koperasi. Sesuai dengan surat undangan yang ada di tangan para anggota, siang ini akan diadakan rapat anggota tahunan (RAT). Bapak Muhammad Ralidi selaku ketua Koperasi Serba Usaha Maranti, dijadwalkan langsung memimpin rapat. Dalam tata kehidupan sebuah koperasi, rapat anggota mempunyai peranan penting dalam menentukan maju atau mundurnya tata kehidupan Koperasi, karena rapat anggota membahas persoalan yang timbul dalam kegiatan Koperasi yang kemudian akan dicari jalan cara penyelesaiannya untuk mengatasi persoalan dalam membuat program kerja Koperasi harus di tetapkan oleh rapat anggota sebagai pemegang kekuasaan tertinggi dalam Koperasi.

Koperasi Serba Usaha Maranti tersebut berada di Kabupaten Simeulue Provinsi Aceh. Jenis koperasi yang ditekuni adalah konsumen, dan sektor usahanya adalah penyediaan akomodasi dan makan minum. Koperasi Serba Usaha Maranti menjadi salah satu koperasi tertua di kabupaten Simeulue, karena koperasi ini telah berdiri sejak tahun 2004. Lebih kurang 14 tahun lamanya koperasi ini eksis di kabupaten Simeulue. Tentu saja, keberadaan koperasi ini telah melewati perjalanan yang panjang, berliku, dan penuh dengan tantangan. Atas dasar itu, hari ini diadakan rapat, dalam rapat tersebut Bapak Muhammad Ralidi mengajak kembali anggotanya untuk berbelanja di koperasi. "Di tahun ini, para pengurus harus lebih giat mengimbau anggotanya untuk berbelanja di koperasi. Belanja di koperasi tidak hanya untuk meningkatkan modal tetapi juga keuntungannya akan kembali kepada anggota dalam bentuk Sisa Hasil Usaha (SHU)," ujar beliau.

Sisa Hasil Usaha Koperasi (SHU) sendiri adalah sisa dari usaha Koperasi yang diperoleh setelah kebutuhan anggota terpenuhi. Dalam manajemen Koperasi, SHU berarti selisih dari penerimaan total dengan biaya total (Total Revenue – Total Cost) dalam 1 tahun buku. Menurut UU No. 25 Tahun 1992 Bab IX Pasal 45, SHU Koperasi yakni : (a) Pendapatan Koperasi yang diperoleh dalam satu tahun buku dikurang dengan biaya, penyusutan, dan kewajiban lain termasuk pajak dalam tahun buku yang bersangkutan; (b) SHU setelah dikurangi dana cadangan, dibagikan kepada anggota sebanding jasa usaha yang dilakukan oleh masing-masing anggota dengan Koperasi, serta digunakan untuk keperluan pendidikan perkoperasian dan keperluan Koperasi sesuai dengan keputusan Rapat Anggota; (c) Besarnya pemupukan modal dana cadangan ditetapkan dalam Rapat Anggota; (d) Penetapan besar, jenis, dan jumlah pembagian kepada para anggota ditetapkan oleh Rapat Anggota sesuai dengan AD/ART Koperasi; (e) Besar SHU yang diterima setiap anggota akan berbeda, tergantung besar partisipasi modal dan transaksi anggota terhadap pembentukan pendapatan Koperasi; dan (f) Semakin besar transaksi, semakin besar SHU yang diterima.

Menurut Undang-Undang No. 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian, pasal 5 ayat 1, “Pembagian SHU kepada anggota dilakukan tidak semata-mata berdasarkan modal yang dimiliki seseorang dalam koperasi, tetapi juga berdasarkan perimbangan jasa usaha anggota terhadap koperasi.Ketentuan ini merupakan perwujudan kekeluargaan dan keadilan.” Di dalam AD/ART Koperasi telah menentukan pembagian SHU : Cadangan Koperasi 40%, jasa anggota 40%, dana pengurus 5%, dana karyawan 5%, dana pendidikan 5%, dana sosial 5%, dana pembangunan lingkungan 5%. Tidak semua komponen digunakan dalam membagi SHU.Itu semua tergantung dari keputusan Rapat Anggota. Prinsip-prinsip pembagian SHU Koperasi harus bersumber dari anggota, merupakan jasa dari modal dan transaksi usaha yang dilakukan anggota sendiri, dilakukan secara transparan, dan dibayar secara tunai.

Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Serba Usaha Maranti tahun ini digelar di di Desa Air Dingin Kecamatan Simeulue Timur. Jumlah anggota koperasi Serba Usaha Maranti sendiri saat ini sebanyak 49 orang, yang terdiri dari 28 orang anggota laki-laki, 18 anggota perempuan, dan 3 manajer. Bapak Muhammad Ralidi kemudian mengatakan koperasi Serba Usaha Maranti harus menjadi tempat bagi anggota untuk memenuhi kebutuhannya. Kebutuhan ini mulai dari primer, sekunder dan tersier. "Anggota bisa membeli peralatan elektronik sampai meminjam uang untuk kebutuhan-kebutuhan sekunder seperti biaya pendidikan, kesehatan, dan rekreasi. Tapi ini juga harus melihat dan menyesuaikan dengan kekuatan pendanaan koperasi," lanjutnya.

Bapak Muhammad Ralidi juga mengingatkan bahwa basis pembangunan ekonomi di Indonesia umumnya, dan Simeulue khususnya ada di koperasi. Namun saat ini, keberadaan koperasi semakin kalah dengan jenis usaha yang lain. Beberapa koperasi di Aceh bahkan harus ditutup karena tidak memenuhi indikator RAT. "Untuk maksud itu, kita harus punya keinginan yang kuat dan bulat untuk memajukan koperasi ini. Koperasi yang kita bentuk bersama agar konsisten memenuhi indikator RAT yang telah ditetapkan. Untuk mencapai keinginan mulia tersebut, anggota harus siap mengikuti pembinaan dan pelatihan yang dilakukan, baik itu yang diselenggarakan oleh koperasi, maupun pihak dinas, kabupaten, provinsi, bahkan pusat," ujar Bapak Muhammad Ralidi penuh semangat.

Bapak Muhammad Ralidi juga mengingatkan kembali perjuangan panjang selama 14 tahun yang mereka lalui, sehingga koperasi Serba Usaha Maranti sudah memiliki sertifikat dan memiliki grade B sekarang ini. Ia mengakui untuk memajukan koperasi memang tidak mudah karena didalamnya terdapat iuran dan kewajiban dari anggota yang memiliki kondisi ekonomi yang berbeda-beda. Koperasi Serba Usaha Maranti sendiri disebutnya memiliki SHU yang kecil, namun masih mampu memenuhi kebutuhan anggotanya. "Simpan pinjam koperasi itu banyak kelebihannya. Bisa digunakan untuk kebutuhan pendidikan, kesehatan, dan yang utama memenuhi kebutuhan sehari-hari," katanya menutup rapat anggota kali ini.

Terlihat benar Bapak Muhammad Ralidi menggantungkan harapan yang tinggi untuk para anggota koperasi yang hadir, dan mengikuti rapat anggota tahunan (RAT) kala itu. Harapan bagi para anggotanya untuk kembali semangat memajukan koperasi. Koperasi yang sama-sama telah mereka dirikan sejak 14 tahun yang lalu, dengan cara memanfaatkan koperasi, baik dalam bentuk berbelanja segala kebutuhan sehari-hari, maupun memanfaatkan fasilitas simpan pinjam. Disamping tetap konsisten untuk memenuhi indikator RAT dengan cara: semua para anggota harus siap mengikuti pelatihan, dan peningkatan SDM, baik itu yang diselanggarakan koperasi, dinas, kabupaten, provinsi maupun pusat. Diharapkan dengan cara-cara tersebut, dapat memajukan koperasi Serba Usaha Maranti di masa –masa yang akan datang. Semoga.

 

]]>
harjonidesky@yahoo.com (Harjoni Desky) frontpage Mon, 18 Jun 2018 05:28:41 +0000