Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
PEWARTA ONLINE

GELORA SEPEDAJatuh Bangun Nadine Go wes Bersepeda den.....
20/06/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Aktris Nadine Chandrawinata menyukai olahraga seperti  Renang, Menyelam, Senam serta olahraga baru yang kini Ia geluti yakni bersepeda. Ditemui di acara Polygon Follow Your Own P [ ... ]



POLLING WARGA
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Negeri Para Preman

KOPI - Karena bingung, tak tahu harus bagaimana mencari pekerjaan. Dukri dan kawan-kawannya (dukri and the genk) pergi ke bos preman. Bos para preman, penguasa Negerinya. "Aku ingin mendapat pekerjaan bos, aku ingin kaya, aku ingin merubah nasib", katanya dengan penuh harapan.

Pak bos preman terkenal punya banyak wilayah kekuasaan. Ia preman yang paling mashyur dan di segani di negerinya, semua orang takut padanya. Ia sangat berwibawa dan paling perkasa tapi murah senyum. Sampai-sampai orang-orang di negerinya kerap menyebutnya dengan julukan "The Smiling Preman". Ia orang yang berkepala dingin dan bertangan besi, segala yang ia inginkan harus tercapai. Tapi bung bos, eh maaf pak bos. Lantaran kami tak punya modal banyak baik ketrampilan maupun uang. Lantas kami harus bagaimana?"

Pak bos pun terdiam dan berfikir.

"ehhmmm... ente mau kaya? kalau mau jadi preman tak perlu modal macam-macam."

"Wah ente jangan sembarangan pak bos. Hari gini... serius pak bos?"

"Serius coy..."

"Gua nggak bisa main silat pak bos, karate cuma ikut sekali, kungfu cuma nonton di tivi. Gimana gua mau jadi preman pak bos?"

"Kalau masalah itu nggak usah di pikirin coy, itu perkara mudah. Sekarang ente mau nggak jadi preman?"

"Mau.. mau pak bos. Tapi bisa kaya kan?"

"Yang penting ente nurut apa kata gua dan mau jadi gerombolan gua"

"Gerombolan apa pak bos?"

"Gerombolan golongan preman coy.."

"Itu paguyuban atau partai pak bos?"

"Apa aja boleh...." Huahaha

"Ah pak bos bisa aja... Ini gua bener bisa kaya kan pak bos?"

"Bisa coy... Santai.."

"Terus gua harus ngapain pak bos?"

"Ente gua kasih lahan proyek di pasar, ente pegang wilayah pasar."

"Gimana caranya bos? Kalau ada preman juga disitu gua harus ngapain?"

"Santai bro.. Siapa yang berani sama gua disini? Nanti gua kasih ente surat kuasa".

"Ini beneran bisa kaya pak bos?"

"Ya bisa coy... Yang penting ente nurut sama gua dan jadi anggota gerombolan gua"

"Ok bos... jadi sekarang gua pegang proyek di pasar ya bos?"

"Ente dari tadi nanya mulu... Lola amat ente!"

"Ya ente kan si bos, pasti ente lebih pinter dari gua".

"Ok deh.. Sekarang ente urus tuh proyek di pasar. Ente urus jatah dari orang-orang pasar".

"Siap komandan...!!!"

Dukri pun akhirnya mendapat pekerjaan, ia mengurusi segala macam proyek di pasar atas dasar mandat surat kuasa dari pak bos. Pekerjaan dukri and the genk hanya sekedar memanaje uang jatah dari orang-orang pasar. Hampir kaya manajer perusahaan coy.. Sekarang dukri and the genk berkuasa di salah satu pasar di negerinya. Di sela-sela waktu kerjanya, Dukri bertemu teman lamanya yang dulu satu SMA dengannya.

"Eh.. Ente Dukri ya? Yang dulu waktu SMA suka ngintip cewe di kakus?"

"Ente siapa? Ente nggak tahu gua yang punya wilayah ini?", saut Dukri dengan kondisi mabuk.

"Oh... Tambah ada kemajuan ente, pake dasi dan jas segala. Udah kaya milionare yang sering nongol di tivi-tivi aja. Wah keren ente duk.. Ente sekarang yang pegang wilayah ini ya? Sudah berapa lama ente kerja dengan si bos?"

"Mau tahu aja ente... Ente pengen gua kepret dollar? Pergi sana... Ganggu orang lagi seneng aja ente.. Hooooaaaahhhhhh"

Tak lama, teman-teman dukri berlarian menghampirinya. Dengan nafas berengosan teman-temannya menyampaikan kabar.

"Gawat coy... Gawat..!!!"

"Ada apa bro? Siapa yang di rawat?"

"Gawat coy... Gawat.. Pokoknya gawat, kita harus pergi dari sini"

"Ada apa emangnya? Gawat apanya?"

"Orang-orang pasar... Gawat.. Kita harus cepat-cepat pergi dari sini"

"Orang-orang pasar kenapa coy? Apanya yang gawat?"

"Orang-orang pasar coy.. Orang-orang pasar..!!! Ayo buruan kita pergi dari sini"

"Ada apa coy? Ente ngomong yang bener... Nih ente minum anggur dulu, biar ente bisa tenang ngomongnya"

Gleekkkk... Gleeekkkk... Gleekkkk...

"Sekarang ente ngomong... Ada apa coy? Apanya yang gawat?"

"Orang-orang pasar coy... Haaahh...Haaahhh... Haaahhh... Orang-orang pasar"

"Kenapa dengan orang-orang pasar?"

"Mereka... Mereka sekarang mau demo, mau protes sama kita"

"Mereka mau demo soal apa?"

"Mereka menolak di mintain jatah coy... Mereka juga mau memboikot proyek pembangunan pasar yang udah kita atur"

"Waduh... Sebaiknya sekarang kita lapor si bos aja. Sebelum kondisi semakin gawat"

"Ok...."

Dukri and the genk pun berlari menuju rumah pak bos preman, dengan gegap gempita dan penuh kepanikan, ia menyampaikan apa yang terjadi di wilayah pasar yang ia pegang kepada pak bos preman..

"Lapor pak bos, situasi gawat darurat, bener-bener gawat pak bos!!!", lapor dukri dengan situasi gugup.

"Ada apa ente kesini? Ada masalah apa coy?"

"Waduh.. Gawat Pak Bos... Orang-orang Pasar"

"Emang ada apa dengan mereka?"

"Mereka menolak untuk di mintain jatah, mereka demo dan memboikot proyek kita pak bos"

"Apa???? Apa kau bilang???"

"Ya, pak bos.. Mereka menolak dan berdemo di depan pasar"

"Mulai berani memberontak mereka... Mulai berani melawan gua"

"Jika situasi di biarkan akan bertambah gawat pak bos"

"Ok coy... Mereka mau cari mati rupanya... Baiklah"

"Kita harus bagaimana pak bos?"

"Tenang coy... Gua akan kirim pasukan preman untuk membubarkan mereka dan membantai mereka satu per satu" Hahaha

"Bener pak bos?"

"Ente jangan khawatir coy... Semua pasti beres"

Pak bos pun segera mengirim pasukan preman yang dilengkapi dengan pentungan, alat penyetrum, bayonet bahkan senjata api untuk menghalau orang-orang pasar yang membangkang. Selang kemudian, orang-orang pasar yang berdemo pun segera di serbu oleh para pasukan preman, sebagian dari mereka lari terbirit-birit menyelamatkan diri dan sebagian di tangkap untuk di interogasi. Di antara mereka yang tertangkap di bekap di sebuah gudang oleh para pasukan preman, dan di bawah ancaman pistol serta lototan mata para preman, mereka di tuntut untuk membuka mulut atas aksi mereka..

"Heh cecunguk...!!! Kenapa ente berani-beraninya membangkang?", saut preman kepada salah satu orang pasar.

Orang pasar tersebut pun terdiam..

"Heh kenapa ente diam? Jawab kuple!"

Dan dia pun tetap terdiam..

"Ente kalau nggak mau ngomong, gua setrum gigi ente!"

Dia masih terdiam...

"Ente nekat mau mati? Kalau ente nggak mau ngmong, bukan hanya ente yang bakal mati, tapi istri dan anak ente"

"Gua belum kawin bung preman... Jadi gua nggak punya istri dan anak", jawab si orang pasar.

"Ok... Berarti keluarga ente yang bakal mati, orang tua dan saudara-saudara ente bakal gua cincang"

"Gua nggak tahu apa-apa, gua cuma ikut-ikutan aja bung preman, percaya deh.."

"Siapa ketua gerombolan demo itu?"

"Gua nggak tahu bung preman"

"Ente bisa selamat, asal ente ngomong siapa ketua gerombolan demo itu?"

"Kita hanya mendapat informasi dari Dasman bung preman, jika hidup di tengah ketidakadilan tak boleh hanya diam"

"Ohhh jadi Dasman, dalang dari semua ini... Gua sikat dia"

"Tapi benar apa yang di katakan Dasman bung preman, jadi Dasman bukan dalang... Kita dan Dasman hanyalah penonton yang interupsi di tengah adegan yang tidak senonoh yang di mainkan para dalang di atas panggung pertunjukan!"

"Diam kau...!!! Ente cuma cecunguk pasar... Gua injek aja ente mampus. Jadi jangan sok ente, mau jadi politisi? Gua setrum mulut ente!"

Aaaaaauuuuuwwwwwww .......ampun bung preman... Si orang pasar pun berteriak kesakitan..

Tak lama, para pasukan preman pun melaporkan kepada pak bos hasil interogasinya dengan orang-orang pasar yang berhasil mereka bekap...

"Lapor komandan... Kami telah menemukan ketua gerombolan demo kemarin di pasar!"

"Tumben ente pinter coy? Nggak percuma gua pelihara ente..."

"Oya jelas bos..."

"Emang siapa orang yang berani melawan gua?"

"Si Dasman bos, bakul lele di pasar"

"Beraninya dia... Sekarang juga suruh Dukri untuk menyelidiki si cecunguk Dasman dan culik dia kemari... Gua bikin bregedel dia"

"Ok pas bos, laksanakan....!!!"

Pasukan preman pun segera menyampaikan perintah pak bos kepada Dukri and the genk.. .

"Bung Dukri and the genk, si bos memerintahkan ente untuk menyelidiki si Dasman, dalang dari demo kemaren!"

"Ohhh... Jadi si bakul lele itu, dalang dari semua ini... Ok siap, perintah pak bos segera gua laksanakan!"

Dengan cepat Dukri and the genk segera menyelidiki aktivitas sehari-hari Dasman, dan nggak pake lama Dukri and the genk meculik Dasman...

"Heeeiiiii Dasman.... Sini ente.."

"Ada apa bro?"

"Cepat ente ikut gua"

"Ada apa nih? Mau kemana?"

"Pokoknya ikut!", bentak Dukri sambil menyeret baju Dasman.

"Eh... Mau kemana nih? Jangan asal tarik donk..."

"Ente berani sama gua? Ayo cepet ikut... Banyak cingcong ente", celetuk Dukri dengan penuh emosi dan semakin kencang menarik baju Dasman.

Dukri and the genk pun membawa Dasman ke rumah pak bos... Ia pun mendorong Dasman ke hadapan pak bos.

.

"Lapor pak bos... Ini dia orang yang si bos cari"

"Ohhh.... Jadi ini yang bernama Dasman... Bakul lele yang katanya mau memperjuangkan keadilan? Hahaha"

Dasman pun terdiam dan merunduk...

"Ente cecunguk pasar, berani sama orang besar kaya gua... Gua pites ente jadi rempeyek!"

"Bukan begitu bos... Aku hanya.."

"Ah diam ente...!!! Pelayan, ambilkan alat setrum... Berani sama gua rupanya dia"

Pelayan pun memberikan alat setrum itu kepada pak bos...

"Rasakan ini....!!!"

Auuuuuuwwwwww..... Ampun pak bos... Dasman pun berteriak sambil kejang-kejang kesakitan... Sampai tergeletak lemas..

"Berani melawan gua ente? Maksud ente apa mempengaruhi orang-orang pasar untuk memberontak?"

Dukri hanya tergelak di lantai sambil meraung kesakitan.... Dan si bos pun menendangi Dasman..

"Jawab ente... Maksud ente apa? Ayo jawab! Pengecut ente...!!!"

Dasman pun masih meraung kesakitan sambil tergeletak di lantai.... Dan si bos pun terus menendangi sambil terus meluapkan kemarahannya...

Mata Dasman pun berkaca-kaca, matanya tertuju ke arah muka si bos... Ia terus memandang...

Tatapannya tajam... Dan ia terus menatap...

Pak bos pun melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Dasman, tak sampainya di muka pintu... Tiba-tiba Dasman mengeluarkan kata-kata terakhirnya... Sambil tergeletak dan memegangi perutnya, ia berkata dengan nada merintih....

"Ente bisa membuat takhta dari bayonet, tapi ente tidak akan mampu duduk terlalu lama di atasnya!"

Dan si bos pun hanya menoleh sembari memberikan senyuman yang kecut...

"Habisi dia, buang dia ke laut", perintah si bos ke anak buahnya

"Siap bos"

Keeseokan harinya, warga pasar pun terheran-heran... Dasman tidak kelihatan di sekitar pasar, tidak seperti biasanya ia selalu muncul di warung kopi.. Semua warga menanyakan keberadaan Dasman. Kondisi semakin runyam, ketika mulai geger atas hilangnya Dasman.. Suasana pasar gegap gempita dan mencekam.... Karto teman dekat Dasman mencari dan bertanya kepada semua orang pasar yang pernah berkomunikasi dengan Dasman, menanyakan kapan dan dimana mereka terakhir bertemu Dasman... Di temani istri Dasman yang sangat panik, Karto terus mencari dan bertanya ke semua orang yang berada di pasar.... Tapi tetap tak ada hasil.... Karto pun melaporkan hilangnya Dasman ke yang berwajib tapi tetap tak ada hasil...

Karto berinisiatif mengumpulkan semua orang-orang pasar, ia berkeinginan melanjutkan perjuangan Dasman guna menumpas ketidakadilan... Dukri and the genk bertambah kejam semenjak hilangnya Dasman... Karena kekuatan orang-orang pasar sebagai warga yang senasib dan sepenanggungan sedikit demi sedikit hancur karena rasa takut... Mereka lebih memilih patuh kepada Dukri and the genk untuk mengobati rasa takutnya dan sebagai upaya menyelematkan dirinya..

"Wahai Saudara-saudaraku, apakah perlawanan kita akan sampai disini saja?", ujar Karto dengan nada berkobar-kobar kepada khalayak pasar.

Situasi segera ramai, dengan nada bising semua orang mulai berkerumun dan berkumpul di tengah pasar... Tak lama, mereka berdiskusi saling bertukar perasaan kesal, lara nan gelisah atas kelakuan Dukri and the genk selama ini.. Akhirnya mereka sepakat melakukan demontrasi besar-besaran guna menentang kuasa pak bos preman.

Di tengah terik matahari, mereka melakukan demonstrasi besar-besaran sampai semua aktivitas pasar terhenti. Keadaan mulai tak normal, aktivitas perdagangan mati dan transaksi terhenti. Dukri and the genk tak terlihat di TKP, mereka memilih pergi menjauh menyelamatkan diri.. Dan Dukri and the genk luput dari perhatian. Demonstrasi mulai mencapai puncak keganasannya, dan tuntutan pun berpuncak pada penolakan kuasa sosok si bos preman semata.. Situasi mulai aneh... Aneh... Aneh... Dan aneh...

Tuntutan mengarah pada "kebebasan" bukan pada "pembebasan", pembebasan dari ketidakadilan. Ada apa ini? Aneh... Tiba-tiba mereka hanya menuntut agar situasi bebas lepas dari jeratan kuasa. Mereka mengira dengan situasi diri yang bebas lantas bisa memperbaiki keadaan mereka yang papa sengsara. Akhirnya si bos pun turun dari tahkta, terjungkal dari kursi kekuasaannya. Dan Dukri and the genk dari kejauhan mendengar bahwa orang-orang pasar menuntut situasi bebas. Dukri and the genk pun berfikir atas situasi yang terjadi...

"Sepertinya situasi dapat kita manfaatkan dan ini akan menguntungkan kita", cetus Dukri kepada gerombolannya.

"Maksud ente apa duk? Mulai kaya dukun ente..."

"Ente ini mau jadi orang besar nggak bro? Makanya otak ente di pake coy... Hahaha"

"Wah ente kaya profesor aja duk..."

"Oblong ente... Ini kesempatan coy... Kesempatan kita untuk bisa berkuasa"

"Gimana caranya duk?, tanya temannya.

"Dengan situasi bebas kita justru bisa leluasa untuk menancapkan kuasa"

"Gua masih belum bisa ngerti omongan ente duk, ente mulai kaya profesor yang kepalanya botak itu"

"Payah ente, dengan "kebebasan" kita bebas berkuasa, karena yang sakral adalah kebebasan itu sendiri... Hahaha... Ngerti nggak ente?"

"Terserah ente deh duk... "

Dan akhirnya Dukri and the genk mengambil tampuk kekuasaan, atas nama "kebebasan" ia kembali bebas berkuasa. Ia bersama kelompoknya luput dari pukulan angin perubahan. Ia dan kelompoknya berhasil dengan cepat beradaptasi dengan iklim perubahan. Gelombang perubahan ternyata tidak cukup memiliki kemampuan untuk menyapu bersih Dukri dan kelompoknya, justru ia mampu menyesuaikan diri terhadap logika perubahan bahkan dengan cepat melakukan penataan diri kembali dan tetap memiliki akses yang sangat kuat atas kekuasaan.

Kondisi pun tak banyak berubah, hanya sekedar berganti jubah bersama aneka kosmetik dan aksesorisnya. Orang-orang pasar pun tetap sulit untuk mengartikulasikan kepentingannya sekalipun berada di dalam atmosfer kebebasan. Mereka tetap termajinalkan dan hidup di bilik kesengsaraan. Di dalam situasi pedih nan sengsara, tiba-tiba muncul bayang-bayang di persimpangan jalan menuju pasar, "Piye kabare? Enak jamanku to?"

 

Mantan Ajudan Presiden Megawati, Budi Gunawan Kembali Jabat Ka BIN
Minggu, 07 Januari 2018

KOPI, Jakarta - Kapolri Jendral (Pol) Tito Karnavian dalam Surat Telegram Kapolri dengan nomor ST/15/I/2018. Dalam surat tersebut BG dimutasikan menjadi Perwira Tinggi (Pati) Baintelkam Polri dalam rangka pensiun, diungkapkan oleh Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Mohammad Iqbal. "Pak BG pensiun dari Polri, tetapi tetap jadi kepala BIN karena BIN tidak berdasar dari Polri. Sebagai Polisi beliau pensiun karena usia sudah 58 tahun,... Baca selengkapnya...

Kapolri Mengakui : Ada Pungli Bidokkes , Oknum Perwira Tinggi “Wong Kito Galo” Terlibat Bro
Sabtu, 30 Desember 2017

KOPI, Jakarta – Bukan rahasia umum lagi diduga penerimaan siswa calon Sekolah Kepolisian Negara (SPN) menggunakan rumus 2 F . Para orang tua yang ingin anak menjadi anggota Polri harus mempersiapkan 2 F (Fulus, Fisik). Kapolri Jenderal Tito Karnavian akhirnya pun mengakui adanya perilaku koruptif di lingkungan Biddokkes Polri. Ditempat kerjanya, Sugeng Triwardono menuturkan “ Yang herannya masyarakat kenapa Kapolri baru mengetahui... Baca selengkapnya...

Putin Mencalonkan Kembali Sebagai Capres Rusia
Senin, 25 Desember 2017

KOPI, Kremlin – Pria kelahiran 7 Oktober 1952 di daerah Leningrad atau St Petersburg awalnya adalah  Ia kuliah hukum dan bergabung dengan KGB setelah lulus. Putin menyamar sebagai Turis serta bertemu dengan Presiden Ronal Reagen . Saat itu Putin bertugas di Jerman timur . Sejumlah rekannya sesama agen rahasia beberapa kali menempati posisi penting di era Putin berkuasa sebagai Presiden maupun Perdana Mentri. N Kini ribuan jumlah media... Baca selengkapnya...

Paradise Paper Ungkap Kelicikan Bisnis Taipan Sukanto Tanoto
Senin, 25 Desember 2017

KOPI, Jakarta – Dulu heboh Panama Paper, melibatkan para oknum petinggi negara Asia pasifik memiliki harta   dari hasil korupsi disimpan suatu bank. Serta mendirikan perusahaan fiktif untuk menghindari pajak. Kini heboh Paradise Paper , pengungkapan bisnis Taipan Sukantotanoto oleh ICJI (Jejaring Jurnalis Investigas Internasional). Nama April Group, perusahaan bubur kayu dan kertas (pulp andpaper) milik Sukanto Tanoto, disebut dalam... Baca selengkapnya...

Partai Oposisi Israel, Gotong Royong Memasukan Netayahu Kedalam Penjara
Kamis, 21 Desember 2017

KOPI, Yerusalem – Para Ketua, pengurus Partai Oposisi Israel gotong royong memasukan PM Israel Benyamin Netayahu kedalam penjara. ini buktinya pembaca setia Pewarta Indonesia dikutif dari kantor berita Ap, BBC, Media Israel. Media Israel heboh memberitakan penyidik tiba di kediaman Netanyahu sebelum 9.00, Jumat waktu setempat (15/12). Dia ditanya soal kesaksian milyuner Australia James Packer yang memperkuat kemungkinan Sang Perdana... Baca selengkapnya...

Pertemuan Prabowo dengan Pengurus Teras DPD Gerindra Jabar, Menentukan Cagub dan Wagub
Sabtu, 09 Desember 2017

KOPI, Bandung – Ketua DPP Partai Gerindra Sodik Mujahid menuturkan hingga saat ini Prabowo masih terus menggodok 5 nama sambil terus berkomunikasi dengan sejumlah partai yang akan menjadi mitra koalisi. "Belum ditetapkan. Hari-hari ini masih digodok di internal untuk kemudian dibicarakan dengan mitra PKS, PAN," ujar Sodik kepada kumparan.com , Jumat (8/12). Adapun nama-nama yang digodok itu antara lain mantan Gubernur BI Burhanudin Abdullah,... Baca selengkapnya...

Pengamat : Percepat Pergantian Panglima TNI “Hak” Presiden Bro
Jumat, 08 Desember 2017

KOPI, Jakarta – Ditempat kerjanya, Sugeng Triwardono menuturkan “ Percepat pergantian Panglima TNI merupakan “Hak Presiden “ sebagai Panglima Tinggi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Media Sosial (red. Facebook, Twitter, Istagram, WA/ What’s App, Youtube, dan lain-lain ) merespons cepat keputusan Presiden Joko Widodo terkait dengan pergantian Panglima TNI. Pergantian Panglima TNI (Tentara Nasional Indonesia) Jendral... Baca selengkapnya...

INTERNASIONALTiongkok Islam Phobia Larang Kegiatan K.....
20/01/2018 | Didi Rinaldo

KOPI- RRC - Ditempat kerjanya , Goh Peng Peck  menuturkan " Ketakutan Islam berkembang pesat di negara Tiongkok. Pemerintah membatasi kegiatan keaga [ ... ]



NASIONALAnak Anda Mau Jadi Anggota Polri Sia.....
29/12/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Sumatera Selatan – Anak Anda ingin jadi anggota Polri, siapkan 2 F (Fulus, Fisik). Netizenpun berkomentar, Akun Wesly Sneijder Ambarita menul [ ... ]



DAERAHMenteri Lingkungan Hidup Apresiasi Penge.....
22/01/2018 | Buddy Wirawan

KOPI, Bandung - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI, Siti Nurbaya Bakar mengapresiasi perubahan-perubahan besar yang terjadi di Kota Bandu [ ... ]



EKONOMIKOMPAK Gagas Optimalisasi Pelaksanaan OT.....
22/01/2018 | Rachmad Yuliadi

KOPI,Banda Aceh-Berbicara tentang Otsus pastilah bicara tentang dana yang khusus dikeluarkan untuk Provinsi Aceh, Provinsi Papua dan Provinsi Papua Ba [ ... ]



HANKAMDanlanal Berterima Kasih Atas Bantuan Pi.....
23/01/2018 | Buddy Wirawan
article thumbnail

KOPI, Bandung - Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Bandung, Letkol Laut (P) Sunar Solehuddin menyampaikan terima kasih kepada Pemkot Bandung yang  [ ... ]



OLAHRAGASempena Hut Kuansing : Bupati H. Mursini.....
13/10/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Kuantan Singingi – Dari pantauan Pewarta Indonesia , Kamis pagi (12/10-17) dari luar Gedung DPRD kabupaten Kuansing, puluhan karangan bunga u [ ... ]



PARIWISATAKunjungan Turis Manca negara ke Indones.....
03/01/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Pekanbaru - Pariwisata andalan pendapatan negara non migas, negeri Indonesia kaya akan keindahan alam dan budayanya. Dulu para turis mancanegara [ ... ]



HUKUM & KRIMINALSerangkaian Kegiatan Budi Waseso Kepala .....
19/01/2018 | Rachmad Yuliadi

KOPI,Banda Aceh-Masalah narkoba tentu merupakan pekerjaan besar bagi pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Aceh yang terkenal dengan ganja nomor sat [ ... ]



OPINIKali Ini Enak Ditonton.....
15/01/2018 | Siti Khumaira

KOPI - PILWAKO kali ini enak ditonton, karena semua petarungnya sama-sama sudah pernah menang dan dua diantaranya pernah pula kalah karena dicoret. "A [ ... ]



PROFILBripka Ralon Manurung Tulus Berbagi untu.....
21/12/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Gunung Sahilan - Ditempat kerjanya, Ucu Rosyid mengatakan “ Selama ini kami lihat Dinas Pendidikan propinsi rela menghabiskan dana puluhan mil [ ... ]



SOSIAL & BUDAYAPuluhan Penyair Siap Meriahkan HUT ke-9 .....
08/01/2018 | Buddy Wirawan
article thumbnail

KOPI, Bandung–Di Hari Ulang Tahunnya yang ke-9, Majelis Satra Bandung (MSB) kembali menggelar acara. Jika tahun-tahun sebelumnya ada pentas dangdu [ ... ]



ROHANIMengenal Abuya Syaikh H. Muhammad Muda W.....
26/09/2017 | Ismayadi Yadi
article thumbnail

KOPI - Abuya Syaikh H. Muhammad Muda Waly al-Khalidy an-Naqsyabandy Abu Abuya Syaikh H. Muhammad Muda Waly al-Khalidy an-Naqsyabandy DAYAH-DARUSSALAM [ ... ]



RESENSIHeboh Buku Fire and Furry Ungkap “ D.....
05/01/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Washington DC- Heboh buku Fire and Fury ungkap “Dapur Gedung Putih” Menjelang Pemilu Pilres Amerika Serikat . Dilansir dari The Guardian, R [ ... ]



CERPEN & CERBUNGKetika Gunung Juga Punya Cara.....
22/03/2016 | Anjrah Lelono Broto
article thumbnail

KOPI - Gunung memiliki cara sendiri untuk menunjukkan kediriannya. Gunung juga memiliki mulut dan lidah tersendiri untuk berbicara. Gunung adalah gunu [ ... ]



PUISIMenatap Rasa.....
07/06/2017 | Mas Ade

Masih di bulan Juni Angin mendatangi jendelaku Bisikkan rindu yang basah Oleh hujan bulan Mei Meski embun tetap nyenyak dalam tidurnya Mendekap s [ ... ]



CURAHAN HATILSM KPK Laporkan Polresta Pekanbaru ke.....
27/12/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Pekanbaru - Kasus dugaan salah tangkap oleh anggota Polresta Pekanbaru, yang dialami oleh Syamsi Ramed (21) yang diduga pelaku perampokan Teras  [ ... ]



SERBA-SERBIDipicu Facebook Blokir Akun FPI, Ratus.....
13/01/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Dalam rilisnya Facebook Indonesia menyatakan laman webnya  ingin menjadi tempat yang aman untuk berbagi cerita dengan teman atau [ ... ]



Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.