Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
PEWARTA ONLINE

GELORA SEPEDAJatuh Bangun Nadine Go wes Bersepeda den.....
20/06/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Aktris Nadine Chandrawinata menyukai olahraga seperti  Renang, Menyelam, Senam serta olahraga baru yang kini Ia geluti yakni bersepeda. Ditemui di acara Polygon Follow Your Own P [ ... ]



POLLING WARGA
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Kang Tejo Bingung

KOPI - Ketika hari mulai sore kang Tejo melangkahkan kakinya dari sawah, seperti biasanya setelah ia menengok sawahnya di pagi hari ia harus sampai ke rumah sebelum magrib tiba. Walau lokasi sawahnya tak jauh dari rumahnya, ia tak enak hati jika pulang setelah magrib. Lagipula, ia tak mau terlambat menghabiskan waktu sorenya dengan anak dan istrinya untuk menyiapkan makan malam. Sebelum itu pun ia harus memberi makan ayam-ayam peliharaannya di rumah.

Di kampungnya sedang ramai-ramainya mempersiapkan pemilihan umum, tak heran jika di penjuru jalan menuju rumahnya penuh dengan umbul-umbul dan gambar foto model caleg dengan berbagai gaya. Sambil pulang menuju rumahnya, ia memandangi satu per satu foto-foto caleg itu, kira-kira siapa diantara mereka yang sekiranya mewakili keinginannya. Paling tidak masalah pertanian terutama perkara tanah dan harga pangan diangkat dalam program kepemimpinanya. Tapi sepertinya ia belum yakin, belum ada di antara para calon-calon itu yang dengan jelas mengangkat masalah-masalah yang terkait dengan kehidupannya sehari-hari. Sesampainya ia di pertigaan dekat rumahnya, ia bertemu dengan Pak RT yang ternyata sedang berkeliling kampung.

"Assalamualaikum Kang Tejo", tegur Pak RT kepadanya

"Walaikumsalam... Dari mana Pak RT?"

"Ini sedang keliling kampung, habis ke sawah ya pak?"

"Ya pak, ini baru mau pulang"

"Jangan lupa pak kita 2 bulan lagi memilih wakil rakyat, jangan lupa gunakan hak pilih bapak"

"Insya Allah saya akan memilih pak"

Selepas bertemu dengan pak RT pun, ia melanjutkan langkah kakinya yang sempat terhenti sejenak. Setapak demi setapak, di tengah langkah kakinya itu hati kang Tejo pun semakin tak menentu ketika ia mendengar istilah "wakil rakyat". Batinnya menandaskan bahwa pemilihan umum bukanlah pagelaran kacangan, bukan seperti pertunjukan sirkus di pasar malam, bukan pula seperti parhelatan debus di emperan alun-alun.

Pemilihan umum sebuah perhelatan akbar, dimana orang sekucel kang Tejo, seorang petani yang tanahnya tinggal secuil yang biasanya hanya menjadi korban "cubitan" kebijakan, kini di tagih haknya. Tak habis pikir, biasanya hanya ada seorang renternir yang rajin datang kepadanya untuk menagih hutang. Kini ia di tagih soal hak pilih, hak politik seorang warga negara. Dan mungkin hanya hak memilih saja yang di tagihkan kepadanya, untuk hak-hak yang lain tak pernah datang di pintu pengharapannya.

Tapi sekali lagi, kang Tejo belum mendapatkan pilihan yang "srek" untuk kelangsungan hidupnya. Ia takut nasibnya di gantung dan tak pernah di angkat dari teriknya singasana peradaban. Tak terasa, langkah kakinya telah mengantarkan ia di depan pagar rumahnya. Di depan halaman rumah, terlihat Laela anak perempuannya sedang menyapu halaman. Melihat ayahnya pulang dari kebun, Laela tergopoh-gopoh menyambut ayahnya itu dengan ciuman tangan.

"Eh... Bapak baru pulang", saut Laela kepada sang Ayah

"Ibu mu mana nak?"

"Ibu di dapur pak,  lagi menyiapkan makanan"

Kang Tejo pun segera masuk ke dapur rumahnya, terlihat sang istri sedang sibuk meniupkan udara ke arah tungku dengan pipa kayu. Mendengar suara langkah kaki dan ketukan meja, bu romlah pun segera menengok ke arah belakang dan ternyata suaminya sedang mengucurkan air di gelas kemudian di teguknya. Tak lama, kang Tejo pun pergi ke belakang rumah untuk memberi makan ayam-ayam peliharaannya. Ayam-ayamnya terlihat semakin besar, ayam-ayam itu adalah sebuah alternatif kang Tejo untuk menabung. Suatu saat ketika ia membutuhkan uang mendadak, ayam ini bisa ia jual.

Hanya ini satu-satunya alternatif yang bisa ia jadikan jaminan ketika kondisi nasibnya di rasa semakin terhimpit dan hendak tenggelam. Dan kini mentari pun semakin terhimpit ke ufuk barat, ia mulai tenggelam meninggalkan bumi. Malam pun tiba, kini sang istri memanggilnya untuk berkumpul di meja makan. Tak tahu makanan apa yang hendak ia makan malam ini. Namun bagi keluarganya, yang terpenting adalah mangan ora mangan asal kumpul (makan tidak makan asal kumpul). Ternyata masih seperti biasanya, selalu ikan asin dan sambal korek yang selalu hinggap di meja makannya. Hanya dari asinnya ikan asin dan pedasnya sambal korek asupan gizi yang ia dapatkan hampir sepanjang hari. Sambil menikmati hidangan makan malam, istrinya berkata..

“Tadi ada petugas kelurahan datang meminta data anggota keluarga pak”, ungkap sang istri

“Untuk apa bu?”

“Katanya untuk data daftar calon pemilih di pemilihan umum nanti pak”

“Hanya itu yang ia minta? Tak ada pesan yang disampaikannya bu?”

“Kata pak petugas, jangan lupa 2 bulan lagi kita harus datang ke TPS dekat kelurahan untuk memilih”

“Bapak dari pagi sampai sore harus pergi ke sawah, kalau tidak kita mau makan apa?”

“Kan kalau di itung-itung paling cuma tiga menit pak di bilik suara, sehabis itu bapak bisa kembali ke sawah”, sela Laela di tengah perbincangan

“Masalahnya bapak juga belum mendapatkan pilihan yang “srek”, yang sekiranya bisa mendatangkan kemudahan bagi kehidupan kita… Walau tiga menit itu menentukan nasib kita selama 5 tahun”

"Ya sudah-sudah terserah bapak aja, sekarang makannya diselesaikan. Ibu mau beres-beres, Laela kamu bantu ibu beres-beres"

"Ya bu", jawab Laela

Seusai makan malam yang di hujani perdebatan tentang hak pilih dan cukup melelahkan kang Tejo, ia memilih mengakhiri malamnya untuk berbaring di kamarnya. Menghempaskan beban sejenak, dengan lelap ia merengkuh kenyamanan guna meraih energi untuk di pakainya esok di sawah. Ketika singasana mentari mulai mengepakan sinarnya, kang Tejo sudah terbangun dan telah bersiap untuk bergegas ke sawah. Ia pun segera melangkahkan kakinya menuju ke sawah.

Di tengah perjalanannya ke sawah, ia bertemu dengan sekumpulan pemuda kampungnya. Sepertinya para pemuda itu sedang sibuk menempelkan gambar di sepanjang dinding gang dan di badan tiang-tiang yang menancap di pinggiran jalan. Kang Tejo pun menyapa para pemuda itu.

"Lagi sibuk apa mas?", sapa kang Tejo

"Ini kang, lagi menempel gambar kang Dasman. Dia kebetulan nyalon anggota DPR. Maklum kang lagi musim kampanye"

"ohh... Kang Dasman saudaranya pak Lurah itu?

"Ya kang, nanti siang juga dia mau mengadakan sosialisasi di balai desa. Datang saja kang Tejo"

Kang Tejo pun hanya bisa tersenyum dan merunduk mendengar ajakan pemuda tersebut. Kang Tejo melanjutkan perjalanannya menuju ke sawah. Sawahnya sudah lama di bayang-bayangi kemarau panjang, sehingga tak banyak yang ia lakukan di sawah. Hanya sekedar mengecek tanaman cabai dan sedikit memberi semprotan pembasmi hama.

Setelah di rasa tak ada lagi yang harus di kerjakan, ia pun bergegas pulang. Ketika langkah kakinya sampai di pinggir jalan balai desa, kang Tejo pun terhenti sambil memandangi halaman balai desa itu. Suasana di balai desa terlihat ramai, warga kampung silih berganti berdatangan. Dari pemuda kampung sampai ibu-ibu berduyun-duyun masuk ke halaman balai desa. Kang Tejo pun bertanya pada salah satu ibu-ibu yang datang..

"Mbok, ini ada apa?", tanya kang Tejo

"Kang Dasman, saudaranya pak lurah lagi sosialisasi mau nyaleg kang... Ayo masuk saja kang, lumayan dapat uang 50 ribu+nasi uduk dan ada acara dangdutnya pula."

Ibu-ibu itu pun segera lari masuk ke halaman balai desa, kang Tejo berdiri terdiam di pinggir jalan balai desa sambil menatap ke arah halaman balai desa itu. Ternyata benar apa yang dikatakan pemuda itu tadi pagi. Dan akhirnya kang Tejo pun memilih untuk masuk ke halaman balai desa, ia berdiri di tengah kerumunan warga yang menyaksikan sosialisasi tersebut. Nampaknya acara baru saja di buka.

Dan sepertinya acara ini sengaja di gelar sangat meriah, terdapat panggung yang di penuhi peralatan musik dari organ, gitar, seruling sampai gendang serta podium kecil berdiri di sebelah kirinya. Tiba-tiba para warga berteriak ingin acara musik dangdutnya segera di mulai. Teriakan warga semakin kencang ketika MC masih tetap terus bercuap-cuap. Permintaan warga pun segera di penuhi, musik dangdut pun segera berdendang. Selang 4 lagu dangdut berkumandang, para warga kembali berteriak. Kali ini para warga berteriak untuk meminta uang 50 ribu+nasi uduk yang di janjikan oleh panitia penyelenggara. Akhirnya apa boleh buat, panitia penyelenggara pun membagikan uang 50 ribu+nasi uduk yang sebenarnya di bagikan di akhir acara.

Warga pun berebut uang tersebut dan nasi uduk, suasana semakin sesak dan berjejalan. Setelah panitia selesai membagikan uang dan nasi, kang Dasman pun naik ke atas panggung. Dan MC pun menghimbau kepada audience bahwa acara inti akan segera di mulai. Kang Dasman pun membuka pidatonya dengan ucapan salam. Tak sempat menyampaikan banyak isi pidatonya, warga satu per satu meninggalkan acara itu.

Halaman balai desa terlihat semakin lengang bahkan sudah tak ada lagi kerumunan. Panitia penyelenggara pun kebingungan, mencoba menghentikan langkah warga yang berhamburan pulang. Namun usahanya percuma, warga tak mau di bujuk untuk kembali ke balai desa. Melihat tak ada audience yang mendengar pidatonya, kang Dasman akhirnya turun dari panggung dan menghampiri panitia penyelenggara. Dengan nada kecewa ia berkata..

"Kok acaranya jadi berantakan seperti ini?", ungkap kang Dasman kepada panitia penyelenggara

"Ini di luar konsep yang di rencanakan pak"

"Ahhhh.... Goblok kalian.. Payah..."

"Kami tak bisa berbuat apa-apa pak, setelah acara musik dangdut dan pembagian uang dan nasi warga berduyun-duyun pulang. Kami sudah berusaha mencegahnya pak, tapi sulit"

"Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang? Saya belum menyampaikan isi kampanye saya"

"Bagaimana jika bapak siapkan uang dan nasi lagi, agar warga mau datang kembali ke sini"

"Kalau urusannya seperti ini, bisa bangkrut saya"

Akhirnya acara pun mendadak bubar berantakan, kang Dasman pulang dengan hati yang sangat kecewa. Rancananya gagal total, ia tak berhasil menarik simpati warga. Terlihat di pnggir jalan kang Tejo melangkahkan kakinya, tiba-tiba di tengah jalan ia bertemu sekumpulan warga yang sedang berbincang-bincang di warung kopi. Ia pun beranjak ke warung itu dan salah satu warga menyapanya..

"Kang, habis dari balai desa ya?", saut  orang itu kepada kang Tajo

"Ya ini, tapi acara belum selesai kok orang-orang sudah pada bubar yah"

"Lah emangnya mau ngapain lagi kang? Kita suruh dengerin dia ngomong? Kita sudah bosen kang di kasih janji ini janji itu, janjinya sih enak-enak kang tapi kalau dia sudah jadi pejabat mana dia ingat sama orang kecil kaya kita? Yang ada dia cuma besarin perutnya saja!

"Lah terus sampeyan menjagokan siapa?"

"Kang... Kang... Nyoblos gak nyoblos sama saja, nasib tetep sengsara. Harga sembako naik, anak sekolah bayarannya mahal, harga pupuk mahal, harga bibit mahal dan hasil panen kita di hargai murah karena kalah saing dengan barang impor. Gimana kita mau sejahtera? Kita masih mau bertani saja untung"

"Saya juga heran, sebenarnya pejabat-pejabat itu mewakili siapa yah? Katanya wakil rakyat tapi tidak pernah merasa jadi wakil rakyat. Jangan-jangan cuma mewakili dirinya sendiri dan orang yang kasih modal kampanye"

"Kang... Kang... Sekarang orang jadi pejabat memang mau kaya kang. Habis banyak duit tidak masalah, yang penting balik modal. Boro-boro mikirin rakyat, sesudah jadi pejabat yang ada sawah di sulap jadi hotel, jadi Mall"

"Saya tambah bingung mau memilih siapa"

"Bukannya saya tidak mau milih kang, tapi apa ada pilihan yang bener? Yang bisa kasih jaminan hidup kita?"

"Nah itu, yang bikin saya bingung..."

Kang Tejo pun tak kunjung menemukan pilihannya, ia semakin bingung ketika di hadapkan pada realita wakil rakyat yang tak bisa ia percayakan nasibnya begitu saja kepadanya. Harapan kang Tejo akan hidupnya yang lebih baik tak lagi menjadi harapan. Ia tak mau harapannya yang besar di gantikan dengan uang recehan dan nasi uduk. Hatinya terombang-ambing di antara tuntutan untuk memilih dengan realita wakil rakyat yang tak lagi menjadi wakil rakyat. Hari mulai sore, di tengah kegelisahan hatinya ia mengakhiri perbincangannya dan memilih untuk pulang. Ia pun tak tahu harus berbuat apa di pemilihan umum nanti. Ia tak tahu hari depan akan berkata apa pada dirinya. Mungkinkah ia harus menunggu ramalan jayabaya? atau menunggu datangnya sang Ratu Adil untuk merubah nasibnya?

 

Mantan Ajudan Presiden Megawati, Budi Gunawan Kembali Jabat Ka BIN
Minggu, 07 Januari 2018

KOPI, Jakarta - Kapolri Jendral (Pol) Tito Karnavian dalam Surat Telegram Kapolri dengan nomor ST/15/I/2018. Dalam surat tersebut BG dimutasikan menjadi Perwira Tinggi (Pati) Baintelkam Polri dalam rangka pensiun, diungkapkan oleh Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Mohammad Iqbal. "Pak BG pensiun dari Polri, tetapi tetap jadi kepala BIN karena BIN tidak berdasar dari Polri. Sebagai Polisi beliau pensiun karena usia sudah 58 tahun,... Baca selengkapnya...

Kapolri Mengakui : Ada Pungli Bidokkes , Oknum Perwira Tinggi “Wong Kito Galo” Terlibat Bro
Sabtu, 30 Desember 2017

KOPI, Jakarta – Bukan rahasia umum lagi diduga penerimaan siswa calon Sekolah Kepolisian Negara (SPN) menggunakan rumus 2 F . Para orang tua yang ingin anak menjadi anggota Polri harus mempersiapkan 2 F (Fulus, Fisik). Kapolri Jenderal Tito Karnavian akhirnya pun mengakui adanya perilaku koruptif di lingkungan Biddokkes Polri. Ditempat kerjanya, Sugeng Triwardono menuturkan “ Yang herannya masyarakat kenapa Kapolri baru mengetahui... Baca selengkapnya...

Putin Mencalonkan Kembali Sebagai Capres Rusia
Senin, 25 Desember 2017

KOPI, Kremlin – Pria kelahiran 7 Oktober 1952 di daerah Leningrad atau St Petersburg awalnya adalah  Ia kuliah hukum dan bergabung dengan KGB setelah lulus. Putin menyamar sebagai Turis serta bertemu dengan Presiden Ronal Reagen . Saat itu Putin bertugas di Jerman timur . Sejumlah rekannya sesama agen rahasia beberapa kali menempati posisi penting di era Putin berkuasa sebagai Presiden maupun Perdana Mentri. N Kini ribuan jumlah media... Baca selengkapnya...

Paradise Paper Ungkap Kelicikan Bisnis Taipan Sukanto Tanoto
Senin, 25 Desember 2017

KOPI, Jakarta – Dulu heboh Panama Paper, melibatkan para oknum petinggi negara Asia pasifik memiliki harta   dari hasil korupsi disimpan suatu bank. Serta mendirikan perusahaan fiktif untuk menghindari pajak. Kini heboh Paradise Paper , pengungkapan bisnis Taipan Sukantotanoto oleh ICJI (Jejaring Jurnalis Investigas Internasional). Nama April Group, perusahaan bubur kayu dan kertas (pulp andpaper) milik Sukanto Tanoto, disebut dalam... Baca selengkapnya...

Partai Oposisi Israel, Gotong Royong Memasukan Netayahu Kedalam Penjara
Kamis, 21 Desember 2017

KOPI, Yerusalem – Para Ketua, pengurus Partai Oposisi Israel gotong royong memasukan PM Israel Benyamin Netayahu kedalam penjara. ini buktinya pembaca setia Pewarta Indonesia dikutif dari kantor berita Ap, BBC, Media Israel. Media Israel heboh memberitakan penyidik tiba di kediaman Netanyahu sebelum 9.00, Jumat waktu setempat (15/12). Dia ditanya soal kesaksian milyuner Australia James Packer yang memperkuat kemungkinan Sang Perdana... Baca selengkapnya...

Pertemuan Prabowo dengan Pengurus Teras DPD Gerindra Jabar, Menentukan Cagub dan Wagub
Sabtu, 09 Desember 2017

KOPI, Bandung – Ketua DPP Partai Gerindra Sodik Mujahid menuturkan hingga saat ini Prabowo masih terus menggodok 5 nama sambil terus berkomunikasi dengan sejumlah partai yang akan menjadi mitra koalisi. "Belum ditetapkan. Hari-hari ini masih digodok di internal untuk kemudian dibicarakan dengan mitra PKS, PAN," ujar Sodik kepada kumparan.com , Jumat (8/12). Adapun nama-nama yang digodok itu antara lain mantan Gubernur BI Burhanudin Abdullah,... Baca selengkapnya...

Pengamat : Percepat Pergantian Panglima TNI “Hak” Presiden Bro
Jumat, 08 Desember 2017

KOPI, Jakarta – Ditempat kerjanya, Sugeng Triwardono menuturkan “ Percepat pergantian Panglima TNI merupakan “Hak Presiden “ sebagai Panglima Tinggi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Media Sosial (red. Facebook, Twitter, Istagram, WA/ What’s App, Youtube, dan lain-lain ) merespons cepat keputusan Presiden Joko Widodo terkait dengan pergantian Panglima TNI. Pergantian Panglima TNI (Tentara Nasional Indonesia) Jendral... Baca selengkapnya...

INTERNASIONALTiongkok Islam Phobia Larang Kegiatan K.....
20/01/2018 | Didi Rinaldo

KOPI- RRC - Ditempat kerjanya , Goh Peng Peck  menuturkan " Ketakutan Islam berkembang pesat di negara Tiongkok. Pemerintah membatasi kegiatan keaga [ ... ]



NASIONALAnak Anda Mau Jadi Anggota Polri Sia.....
29/12/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Sumatera Selatan – Anak Anda ingin jadi anggota Polri, siapkan 2 F (Fulus, Fisik). Netizenpun berkomentar, Akun Wesly Sneijder Ambarita menul [ ... ]



DAERAHMenteri Lingkungan Hidup Apresiasi Penge.....
22/01/2018 | Buddy Wirawan

KOPI, Bandung - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI, Siti Nurbaya Bakar mengapresiasi perubahan-perubahan besar yang terjadi di Kota Bandu [ ... ]



EKONOMIKOMPAK Gagas Optimalisasi Pelaksanaan OT.....
22/01/2018 | Rachmad Yuliadi

KOPI,Banda Aceh-Berbicara tentang Otsus pastilah bicara tentang dana yang khusus dikeluarkan untuk Provinsi Aceh, Provinsi Papua dan Provinsi Papua Ba [ ... ]



HANKAMDanlanal Berterima Kasih Atas Bantuan Pi.....
23/01/2018 | Buddy Wirawan
article thumbnail

KOPI, Bandung - Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Bandung, Letkol Laut (P) Sunar Solehuddin menyampaikan terima kasih kepada Pemkot Bandung yang  [ ... ]



OLAHRAGASempena Hut Kuansing : Bupati H. Mursini.....
13/10/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Kuantan Singingi – Dari pantauan Pewarta Indonesia , Kamis pagi (12/10-17) dari luar Gedung DPRD kabupaten Kuansing, puluhan karangan bunga u [ ... ]



PARIWISATAKunjungan Turis Manca negara ke Indones.....
03/01/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Pekanbaru - Pariwisata andalan pendapatan negara non migas, negeri Indonesia kaya akan keindahan alam dan budayanya. Dulu para turis mancanegara [ ... ]



HUKUM & KRIMINALSerangkaian Kegiatan Budi Waseso Kepala .....
19/01/2018 | Rachmad Yuliadi

KOPI,Banda Aceh-Masalah narkoba tentu merupakan pekerjaan besar bagi pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Aceh yang terkenal dengan ganja nomor sat [ ... ]



OPINIKali Ini Enak Ditonton.....
15/01/2018 | Siti Khumaira

KOPI - PILWAKO kali ini enak ditonton, karena semua petarungnya sama-sama sudah pernah menang dan dua diantaranya pernah pula kalah karena dicoret. "A [ ... ]



PROFILBripka Ralon Manurung Tulus Berbagi untu.....
21/12/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Gunung Sahilan - Ditempat kerjanya, Ucu Rosyid mengatakan “ Selama ini kami lihat Dinas Pendidikan propinsi rela menghabiskan dana puluhan mil [ ... ]



SOSIAL & BUDAYAPuluhan Penyair Siap Meriahkan HUT ke-9 .....
08/01/2018 | Buddy Wirawan
article thumbnail

KOPI, Bandung–Di Hari Ulang Tahunnya yang ke-9, Majelis Satra Bandung (MSB) kembali menggelar acara. Jika tahun-tahun sebelumnya ada pentas dangdu [ ... ]



ROHANIMengenal Abuya Syaikh H. Muhammad Muda W.....
26/09/2017 | Ismayadi Yadi
article thumbnail

KOPI - Abuya Syaikh H. Muhammad Muda Waly al-Khalidy an-Naqsyabandy Abu Abuya Syaikh H. Muhammad Muda Waly al-Khalidy an-Naqsyabandy DAYAH-DARUSSALAM [ ... ]



RESENSIHeboh Buku Fire and Furry Ungkap “ D.....
05/01/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Washington DC- Heboh buku Fire and Fury ungkap “Dapur Gedung Putih” Menjelang Pemilu Pilres Amerika Serikat . Dilansir dari The Guardian, R [ ... ]



CERPEN & CERBUNGKetika Gunung Juga Punya Cara.....
22/03/2016 | Anjrah Lelono Broto
article thumbnail

KOPI - Gunung memiliki cara sendiri untuk menunjukkan kediriannya. Gunung juga memiliki mulut dan lidah tersendiri untuk berbicara. Gunung adalah gunu [ ... ]



PUISIMenatap Rasa.....
07/06/2017 | Mas Ade

Masih di bulan Juni Angin mendatangi jendelaku Bisikkan rindu yang basah Oleh hujan bulan Mei Meski embun tetap nyenyak dalam tidurnya Mendekap s [ ... ]



CURAHAN HATILSM KPK Laporkan Polresta Pekanbaru ke.....
27/12/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Pekanbaru - Kasus dugaan salah tangkap oleh anggota Polresta Pekanbaru, yang dialami oleh Syamsi Ramed (21) yang diduga pelaku perampokan Teras  [ ... ]



SERBA-SERBIDipicu Facebook Blokir Akun FPI, Ratus.....
13/01/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Dalam rilisnya Facebook Indonesia menyatakan laman webnya  ingin menjadi tempat yang aman untuk berbagi cerita dengan teman atau [ ... ]



Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.