Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
PEWARTA ONLINE
None

GELORA SEPEDAJatuh Bangun Nadine Go wes Bersepeda den.....
20/06/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Aktris Nadine Chandrawinata menyukai olahraga seperti  Renang, Menyelam, Senam serta olahraga baru yang kini Ia geluti yakni bersepeda. Ditemui di acara Polygon Follow Your Own P [ ... ]



POLLING WARGA
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Surau Gampo

Cerpen, Syarifuddin Arifin

Surau tempat aku mengaji sejak kecil itu bernama Surau Muhajirin. Jamaahnya kebanyakan dari para pendatang, yang membeli sebidang tanah lalu membangun rumah dan keluarga di sana. Aku masih ingat, ketika gotongroyong membangun surau tersebut, ikut mengangkat batu yang ditumpuk cukup jauh dari lokasi pembangunan. Setiap malam, usai magrib kami belajar mengaji di sana. Tapi kini orang mengenalnya sebagai Surau Gampo, surau yang dibangun kembali dari dana spekulasi bantuan untuk korban gempa.

Ya, hampir tiga tahun lalu, daerah kami diguncang gempa yang cukup kuat. Sejumlah perkantoran, hotel, sekolah, masjid dan gereja rubuh. Kami panik. Suara raungan sirene ambulan yang bolakbalik membawa jenazah membuat aku serasa berada dalam kancah peperangan. Tidak mungkin rasanya bertahan hidup di daerah rawan gempa ini. Makanya, sekitar dua bulan sejak gempa yang telah meluluhlantakkan segalanya itu, aku memutuskan untuk pergi merantau.

Sumbangan dari para korban gempa? Bukankah setiap warga yang rumahnya rubuh atau rusak dapat bantuan untuk kembali bisa membangun atau memperbaiki rumahnya sehingga layak huni. Bantuan itu jelas tidak cukup, meski jumlahnya mencapai belasan juta rupiah. Bagaimana mungkin mereka bisa menyisihkan separuhnya untuk menyelesaikan pembangunan kembali surau tersebut?
“Ya, bahkan ada yang hanya menerima sepuluh persen saja dari jumlah bantuan gempa yang seharusnya ia terima,” kata Abi, guru mengajiku dulu.

Sejak beberapa di antara warga menyerahkan copy kartu penduduknya pada Harun, Abi seperti disisihkan. Menurutnya, ia tidak mau mengaku sebagai korban gempa yang rumahnya rubuh dan tercatat sebagai salah seorang warga yang patut mendapat bantuan dana tunai. Harun mengatakan kalau Abi telah menghianati kesepakatan bersama, yakni berusaha menggaet dana bantuan gempa sebanyak mungkin demi untuk menyelesaikan surau yang terbengkalai.
“Bukan pembangunan suraunya, tapi cara mereka mengumpulkan dana yang saya tak setuju,” kata Abi.

Masih menurut Abi, Surau Muhajirin sama sekali tidak rusak akibat gempa, makanya surau itu tidak mendapat bantuan. Rumah-rumah warga di sekitar surau itu pun, tak banyak yang rubuh atau rusak berat. Tapi Harun, salah seorang warga yang juga anggota legislatif itu, membuat laporan kalau korban gempa di daerahnya cukup banyak. Kapan lagi kita bisa membantu tetangga yang hidupnya susah? Buat saja laporannya, nanti biar saya yang akan mengurus, kata Harun ketika itu.

Dan benar saja, entah bagaimana caranya, Harun memang berhasil. Tercatat lebih dua ratus rumah penduduk yang tidak layak bantuan, ia sulap sebagai rusak akibat gempa. Tidak hanya rumah warga di sekitar surau, tapi sampai ke kampung-kampung tetangga. Termasuk pondok tak berpenghuni dan kandang sapi. Semua calon penerima bantuan tersebut, oleh Harun diwajibkan menyumbang 40 sampai 60 persen untuk kelanjutan pembangunan surau yang terbengkalai.
“Dana bantuan ini harus kita tarik sebanyak mungkin, siapa tahu nanti surau kita juga bisa punya mobil jenazah, ambulan,” kata Harun meyakinkan.

***

Cengka salah seorang ketua kelompok korban gempa fiktif yang dibentuk Harun, mengatakan pada Abi atas kekecewaannya. Setelah dana bantuan cair, dia hanya diberi uang lelah saja. Pada hal dari delapan kelompok fiktif, yang masing-masingnya beranggota 20 sampai 30 orang korban, bantuan yang diterima Harun hampir dua milyar rupiah. Masing-masing korban gempa diberi bantuan dalam tiga kategori; rusak berat atau rubuh, rusak sedang dan rusak ringan dengan nominal lima belas, sepuluh dan lima juta.
“Bayangkan, saya hanya diberi dua juta saja. Hanya 20 persen dari kategori rusak ringan,” kata Cengka pada Abi.
“Bagaimana dengan saudara kita yang hidupnya susah?”
“Tukang ojek itu diberi sejuta, lalu pemulung di ujung gang mendapat lima ratus. Janda beranak 3 yang mencuci pakaian itu juga,” kata Cengka menjelaskan.

Abi hanya tersenyum. Empu jari kirinya terus menggeser-geser tasbih di genggamannya. Detak jantung Abi selalu menyebut asma Allah dalam zikir yang tak kunjung padam.
“Surau itu, dulu kita bangun dengan gotongroyong, dengan keikhlasan dari berbagai sumber yang halal. Tidak dengan paksaan, keharusan menyumbang bila ada rejeki. Tidak! Kita membangun rumah Allah Swt. Di surau itulah kita bisa mendamaikan hati dan perasaan yang resah. Di surau itulah kita mendidik dan membina anak-anak agar karakternya terbentuk sebagai ummat Islam yang berhati nurani. Jangan jadikan surau sebagai tempat memanipulasi keadaan. Gempa yang lebih dahsyat dalam bentuk lain akan datang menyerbu. Parcayalah,” kata Abi.

Tasbih itu terus ia geser-geserkan di antara empu dan telunjuknya. Ia terus berzikir dan berzikir. Abi menghela nafas, memperbaiki duduknya.
“Allah memberi sebagian kamu keutamaan di atas yang lain dalam hal rejeki. Tak ada yang dikecualikan. Karena rejeki itu akan mengalir terus kepada hamba-hamba yang dimilikinya, agar mereka sama-sama menikmati. Apakah mereka telah mengingkari nikmat Allah?” Lanjut Abi, mengutip salah satu ayat Al Qur’an nul Karim, dalam surat An Nahl. Sinar mata Abi yang teduh itu, seperti menikam jantung Cengka. Apakah kau telah memberikan rejekimu itu kepada orang lain yang membutuhkannya? Cengka membatin.

Cengka merasa terpojok. Pada bagian lain, dari ratusan penerima bantuan, diketahui terjadi berbagai pertanyaan yang tak satu pun bisa menjawabnya. Kecuali Harun. Ia menyadari betapa kukuhnya pendirian Abi, dan sama sekali tidak merasa kecewa, ketika ia disisihkan di surau, sebagai salah seorang gurutuo, guru pertama yang sudah mengabdi sejak surau itu baru dalam bentuk pondasi saja. Ketika Harun berhasil membujuk semua jamaah, bahkan sampai ke kampung-kampung tetangga, yang akan memberi bantuan uang tunai jutaan rupiah, Abi tetap bertahan. Bagi Abi, surau itu punnya rejeki sendiri, yang didatangkan Allah secara halal. Abi menolak, tapi semua jamaah dan warga lain menerima. Maka terpentallah Abi dari surau tersebut.

Cengka tak berhenti sampai di situ. Sebagai salah seorang ketua Pokmasy, kelompok masyarakat korban gempa, ia terus menjelaskan kepada beberapa anggotanya bahwa mereka telah ditipu. Tidak mungkin, sebagai tercatat korban gempa yang rumahnya rubuh hanya menerima sekitar 20 persen saja dari jumlah bantuan yang diketahui. Maka terjadilah pro dan kontra. Beberapa di antara yang kecewa karena mendapat jatah tak sewajarnya, mulai bernyanyi. “Tapi kamu sudah tahu sejak awal, kalau ini penipuan. Sekarang, setelah tahu kalau kamu hanya diperalat, malah menghasut yang lain,” jawabku ketika ditelepon Cengka.
“Tidak segampang itu kau menuduhku. Pulanglah, jangan hanya melihat dari jauh,” kata Cengka membujuk agar aku pulang. Aku kenal siapa Harun. Dia salah seorang pendiri surau Muhajirin yang ikut juga bergotongroyong membangun surau tersebut, selain pintar mengaji suaranya pun cukup bagus. Harun dipercaya mendampingi Abi sebagai guru mengaji. Meski pun, sebagian dari kami – para murid – tidak menyukainya, terutama cara ia mengajar.

Selain itu, Harun juga pemain randai, kesenian tradisi yang aku minati. Kami sering latihan di belakang surau, usai mengaji dan salat Isa, sampai larut malam. Suaranya yang merdu dan punya kekuatan magis bila mendendangkan gurindam sebagai bagian pergantian adegan dalam cerita randai yang kami mainkan, seakan membelah malam yang dingin. Di kejauhan terdengar sayup-sayup irama-irama tradisi yang penuh dengan pesan-pesan filosofis, lalu dendang simarantang tenggi yang dipakai sebagai penutup, cukup mampu bertahan dalam ingatanku. Grup randai kami cukup terkenal, makanya sering diundang ke daerah lain, bahkan dibina oleh salah satu partai. Kemudian, melalui partai itulah Harun bertarung, ikut sebagai salah seorang calon anggota legislatif.

Gempa yang cukup mengejutkan, tiba-tiba mengguncang daerah kami. Ratusan, bahkan ribuan jiwa manusia melayang karena tertimbun, dihimpit reruntuhan gedung, terkurung berhari-hari dalam mall atau karena jantungan. Masih jelas dalam ingatanku, sesaat setelah gempa hujan lebat pun turun membasuh segalanya, tak berhenti sampai menjelang subuh. Tak ada penerangan, semua lampu mati, karena beberapa gardu listrik rusak berat. Keesokannya, matahari memancarkan kekecewaan. Semua orang dengan tiba-tiba jadi penganggur. Seminggu, bahkan sebulan kemudian, aku masih saja melihat airmata mengucur dari rasa sedih yang mendalam. Itulah sebabnya, aku memutuskan untuk pergi merantau, meninggalkan kedua orangtua dan saudara-saudaraku. “Beberapa hari lalu, Harun memotret surau kita itu,” lanjut Cengka masih melalui telepon. Menurutnya, Harun sengaja melakukan pemotretan sebagai laporannya, bahkan masih sempat membujuk jamaah dan warga sekitar, kalau dia sedang memperjuangkan status surau agar segera menjadi masjid. “Pada hal, kau kan tahu, pondasi dan tiang-tiang coran, hasil sumbangan dan gotongroyong kita bersama, jauh sebelum gempa. Paling ya, Harun hanya mengganti atap dan membuat gobah baru,” kata Cengka menghasut, dan melanjutkan cilotehnya; “Sekarang istrinya membuka butik baru di Mall. Itu kan salah satu cara untuk menyembunyikan kekayaannya, agar tak tercium pihak kejaksaan,” tambahnya..

Tak ada yang bisa menyimpan bau busuk. Bagaimana pun, yang namanya bau busuk tetap akan tercium. Maka menyeruaklah bau itu ke mana-mana. Orang-orang yang kebetulan lewat di samping surau, akan menutup hidungnya, karena tak sudi menghirup udara di sekitar surau itu. Termasuk jamaah dan warga yang mengaku korban gempa dan telah menyumbang untuk pembangunan surau tersebut, bahkan, entah siapa yang memulainya, nama surau pun berubah menjadi Surau Gampo. Surau Gampo? Sejak kapan nama surau itu berubah?

***

Itulah sebabnya, aku sengaja datang ke rumah Abi, guru mengajiku di masa kecil dulu. Abi masih merindukan untuk bisa kembali ke surau seperti dulu. Salat berjamaah, lalu mengajar anak-anak mengaji, berkisah tentang mukjizat para nabi. Bagaimana pun busuknya surau ini, saya tidak akan pernah menutup hidung. Karena ini rumah Allah, rumah yang selalu dilimpahi berkah. Terkutuklah orang-orang yang telah menghinakannya, kata Abi. Sejak Harun berstatus tersangka dan ditahan kejaksaan, butik istrinya di Mall itu pun mulai meredup dari cahaya yang cukup glamour. Bahkan status keanggotaannya di legislatif pun dicabut.
(Padang, 2014)

Biodata Penulis:

SYARIFUDDIN ARIFIN: lahir di Jakarta. Pendidikan S1 jurusan Sastra dan Bahasa Indonesia dan Akademi Ilmu Komunikasi (AIK) Padang. Menulis genre sastra; novel, cerpen, puisi, cerita anak, dan naskah sandiwara yang dimuat di berbagai media cetak (suratkabar dan majalah) terbitan Padang dan Jakarta, termasuk majalah sastra Horison. Salah seorang penggiat Bengkel Sastra Ibukota (BSI) Jakarta, 1980-an. Beberapa puisi dan cerpennya dimuat dalam beberapa antologi terbitan Aceh, Padang, Jambi, Jakarta, Jogjakarta, Bandung, Banjarmasin, dan Kuala Lumpur. Kumpulan cerpennya Gamang (1989) dan buku puisi tunggalnya Ngarai (1980), Catatan Angin di Ujung Ilalang (1998), dan Maling Kondang (2012). Pemain/sutradara teater ini juga main dalam beberapa sinetron/film di Indonesia dan Malaysia. Email: This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it . Contac Person: 08126786755

 

Pengamat Pilkada Jawa Timur : Ramalan, Prediksi Kofifah Terpilih sebagai Gubernur Jatim
Sabtu, 17 Pebruari 2018

KOPI, Jawa Timur – Pimilihan Kepala Daerah (Pilkada) propinsi Jatim pertarungan dua partai besar yaitu PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) dengan PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) . Teks Foto. Peserta Pilkada Jawa Timur. (foto.net) Khofifah Indar Parawangsa kader PKB, Emil Dardak (Bupati Trenggalek) merupakan kader PDI-P. Begitu pula Saefullah Yusuf yang kerap disapa Gus Ipul politisi PKB serta Puti Soekarno (PDI-P) cucu presiden NKRI... Baca selengkapnya...

Pengamat Prediksi, Ramalan Pilkada Jawa Barat : Ridwan Kamil Terpilih sebagai Gubernur
Sabtu, 17 Pebruari 2018

KOPI, Jawabarat - Pencabutan nomor urut peserta calon Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada) Serentak tahun 2018 Propinsi Jawa Barat . KPU (Komisi Pemilihan Umum) Propinsi Jawa barat akan menggelar rapat pleno pengundian nomor urut calon gubernur Jabar malam ini pukul 19.00 di Gedung Youth Centre Sport Arcamanik, Jalan Pacuan Kuda nomor 140, Kota Bandung, pada Selasa malam (13/2). Teknis pengundian kali ini berbeda dengan Pilgub sebelumnya, karena... Baca selengkapnya...

Pengamat Prediksi, Ramalan Pilkada Riau: Incumbent Terpilih Kembali
Sabtu, 17 Pebruari 2018

KOPI, Pekanbaru – Usai sudah penetapan nomor urut pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Riau Periode 2018-2023. Berlangsung pada hari Selasa (13/2/2018) di Hotel Aryaduta, Pekanbaru. Rapat Pleno pencabutan nomor urut pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Riau dipimpin langsung oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Riau, DR. H. Nurhamin, S.Pt. MH. 1). Nomor urut Satu Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Riau Syamsuar - Edy... Baca selengkapnya...

Surat Terbuka for Dewan Pers II: Ada Saweran Berita Tayang
Sabtu, 10 Pebruari 2018

KOPI, Pekanbaru – Salam anak negeri Merdeka…merdeka 33x , Selamat Hari Pers Nasional (HPN) . Pers Indonesia belum bebas masih terkekang. Saat ini organisasi wartawan yang diakui oleh Dewan Pers hanya Tiga organisasi Pers yakni PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) AJI (Aliansi Jurnalis Indonesia, IJTI ( Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia). Yang heranya Organisasi wartawan yang lain tidak diakui oleh Dewan Pers. Tinggi pula posisi Dewan Pers... Baca selengkapnya...

“Nyanyian” Setnov Seret Nama SBY, Ibas Terkait Proyek KTP Elektronik
Sabtu, 10 Pebruari 2018

KOPI, Jakarta – Ditempat kerjanya, Kangmas Sutisyoso menuturkan “ Diluar negeri mantan Presiden masuk penjara seperti Presiden Korea Selatan Roh Tehwu, negara Maladewa. Apakah di NKRI (Negara kesatuan Republik Indonesia) ingin mengikuti jejak negara lain bro. Tanyakan kepada rumput yang bergoyang” cakap Pengamat Ekonomi dan Politik Indonesia singkatan Pepi. Jangan lupa bro bagi-bagilah komisi duit dari proyek KTP-El tersebut. Setelah... Baca selengkapnya...

Prof Dedi, Promotori Fatia hingga raih predikat Cum Laude pada bidang Ilmu Matematika
Kamis, 08 Pebruari 2018

  KOPI, Yogyakarta - Mendengar kata matematika,  sebagian  orang langsung mengurangi volume untuk meneruskan keingintahuannya  mengenai ilmu eksak yang terpersepsikan hal yang  rumit dan rumus-rumus yang sulit pula.  Namun itu tidak berlaku dengan Fatia Fatimah, ketertarikannya pada ilmu Matematika sedari Sekolah Dasar (SD) dan dilanjutkan mengambil program doktoral pada jurusan matematika.   Alhasil ilmu matematika mengantarkanya... Baca selengkapnya...

Jumpa Pers Aliansi Mahasiswa, Pemuda Dan Rakyat Papua
Jumat, 02 Pebruari 2018

KOPI, Waena - Aliansi Mahasiswa, Pemuda dan Rakyat Papua melaksanakan kegiatan Jumpa Pers di Primagarden Waena Kelurahan Waena, Distrik Heram terkait dengan dinamika yang berkembang di Indonesia dan Papua khususnya Fenomena Kejadian Luar biasa (KLB) di beberapa daerah di Papua, Jumat (2/2). Kegiatan Jumpa Pers tersebut dikoordinir oleh Stenly Salamhu Sayuri (Ketua Umum) di dampingi oleh Edowardo Rumatrai (Anggota), Kornelius Mandenas... Baca selengkapnya...

INTERNASIONALBuku Sejarah dari Seorang Sahabat Turki.....
15/02/2018 | Rachmad Yuliadi Nasir
article thumbnail

KOPI, Jakarta - Hubungan harmonis antara Aceh dan Turki sudah ada sejak dahulu. Pada zaman Sultan AlQahar kerajaan Aceh secara resmi menjalin persahab [ ... ]



NASIONALPererat Kerjasama Bilateral Indonesia-Ma.....
14/02/2018 | Yeni Muezza

KOPI, Jakarta - Mounia Boucetta (Sekretaris Negara Kementerian Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Kerajaan Maroko) melakukan kunjungan ke beberap [ ... ]



DAERAHDiduga Kepala Desa Sibuak Alergi LSM dan.....
22/02/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Kampar - Tiga pilar  Pemerintahan  Demokrasi  dipilih lansung oleh Rakyat yakni : Presiden dan wakil Presiden ,  Kepala Daerah  (Red. Guber [ ... ]



PENDIDIKANAlumni ITB dan Al Azhar Kukuhkan Aliansi.....
22/02/2018 | Abdullah/YM

KOPI, Jakarta - Alumni Al Azhar dan Institute Teknologi Bandung (ITB) bersinergi membentuk Aliansi Strategis untuk  “Bangun Bangsa”, Rabu (21/0 [ ... ]



EKONOMIWamenlu Bahas Kerjasama Bilateral Dengan.....
13/02/2018 | Yeni Muezza

KOPI, Jakarta – Wakil Menteri Luar Negeri RI, AM Fachir, Selasa (13/02) menerima kunjungan bilateral dari Wakil Menteri Luar Negeri Maroko, Mounia B [ ... ]



HANKAMOknum TNI AL Koptu AB Berpakaian Loren.....
13/02/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Surabaya - Ditempat kerjanya Geng Suang menuturkan “ Yang merusak nama korp TNI (Tentara Nasional Indonesia) yakni oknum personel tersebut. S [ ... ]



OLAHRAGA30 Tahun Vakum, Porwada Jabar Kembali B.....
29/01/2018 | Buddy Wirawan
article thumbnail

KOPI, Bandung - Sebanyak 17 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI ) Kota-Kabupaten serta dua Pokja PWI Kota Bandung dan Gedung Sate sudah menyatakan iku [ ... ]



PARIWISATAValentine’s Gala Dinner Imlek 2569 di .....
21/02/2018 | Buddy Wirawan
article thumbnail

KOPI, Bandung - Program acara Valentine’s Day Gala Dinner IMLEK 2569, prosesi makan malam, serta berkumpul dengan keluarga besar, sambil menikmati [ ... ]



POLITIKKubu PPP Aceh Kembali Bersatu.....
23/02/2018 | Rachmad Yuliadi Nasir

KOPI, Jakarta-Beberapa waktu yang lalu PPP (Partai Persatuan Pembangunan) terjadi konflik antar pengurus. Hal ini juga berimbas hingga ke seluruh Indo [ ... ]



OPINIKetika Para Guru Mengungkapkan dengan Ju.....
19/02/2018 | Mustajib Sumba
article thumbnail

KOPI, Nusa Tenggara Timur - Sumba, “Saya belum mampu mengelola kelas dengan baik ketika anak-anak ribut. Saya jarang membuat media sendiri yang bisa [ ... ]



PROFILKilas Balik 14 Tahun Usia Facebook, Dul.....
14/02/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Amerika Serikat – Dulu The Facebook awalnya tampilan layar biru putih untuk kalangan mahasiswa Harvard saling berkomunikasi dan bertemu den [ ... ]



SOSIAL & BUDAYAAnak diberi Nama “Fastpay” Pasangan .....
15/02/2018 | Fariz Ragil Ramadhani
article thumbnail

KOPI - Apalah arti sebuah nama, begitu kata pujangga. Hal ini tidak berlaku bagi keluarga Soebarno (43) Warga Sumberjaya Majalengka Jawa Barat. Baginy [ ... ]



ROHANIDengan Shalat Masalah Mudah Terselesaika.....
23/02/2018 | Rachmad Yuliadi Nasir

KOPI-Jakarta,Namanya juga hidup di dunia fana. Pastilah selalu saja ada masalah. Baik itu masalah ringan maupun masalah berat. Aneh juga ada orang tem [ ... ]



RESENSIHeboh Buku Fire and Furry Ungkap “ D.....
05/01/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Washington DC- Heboh buku Fire and Fury ungkap “Dapur Gedung Putih” Menjelang Pemilu Pilres Amerika Serikat . Dilansir dari The Guardian, R [ ... ]



CERPEN & CERBUNGKetika Gunung Juga Punya Cara.....
22/03/2016 | Anjrah Lelono Broto
article thumbnail

KOPI - Gunung memiliki cara sendiri untuk menunjukkan kediriannya. Gunung juga memiliki mulut dan lidah tersendiri untuk berbicara. Gunung adalah gunu [ ... ]



PUISIMenatap Rasa.....
07/06/2017 | Mas Ade

Masih di bulan Juni Angin mendatangi jendelaku Bisikkan rindu yang basah Oleh hujan bulan Mei Meski embun tetap nyenyak dalam tidurnya Mendekap s [ ... ]



CURAHAN HATICuitan @kun Susi Juliana Tentang Pernik.....
18/02/2018 | Didi Rinaldo
article thumbnail

KOPI, Duri – Cuitan @ akun Facebook milik Susi Juliana Simanjuntak alias Dek Yuli S, viral di medsos dan sudah dibagikan oleh ribuan orang. Isi cur [ ... ]



SERBA-SERBIBupati Kampar Azis Zainal : Skala Prior.....
22/02/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Kampar – Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) wilayah Kecamatan Bangkinang Kota, Bangkinang, [ ... ]



Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.