Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
PEWARTA ONLINE

GELORA SEPEDAJatuh Bangun Nadine Go wes Bersepeda den.....
20/06/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Aktris Nadine Chandrawinata menyukai olahraga seperti  Renang, Menyelam, Senam serta olahraga baru yang kini Ia geluti yakni bersepeda. Ditemui di acara Polygon Follow Your Own P [ ... ]



POLLING WARGA
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Soekarno: Mien Hessels “Bunga Tulip Belanda”

KOPI, Tiga setengah abad atau 350 tahun negara Indonesia dijajah Belanda, berbagai penderitaan rakyat Indonesia zaman penjajah dahulu.

Berbagai macam perlakukan diskriminatif orang Belanda terhadap rakyat pribumi dijaman penjajahan. Ini cuplikan perjalanan kisah cinta mantan Presiden RI pertama (alm) Bung Karno.

Cerita perjalanan hidup Presiden Republik Indonesia Pertama (alm) Soekarno saat menempuh pendidikan di sekolah Belanda. Ketika itu Soekarno berusia muda sekitar umur 18 tahun bersekolah Hogere Burger School atau Hoogere Burgerschool (HBS) .

Bung Karno memang seorang remaja yang cakap di antara 20 siswa Pribumi HBS yang merupakan minoritas Pribumi ditengah-tengah 300 siswa sinyo Belanda. Tak ada satu pun gadis Pribumi yang jadi murid HBS. Yang ada hanya gadis-gadis Belanda.

Dalam waktu yang singkat Bung Karno telah tampil sebagai pemimpin dari siswa Pribumi yang minoritas itu dalam menghadapi sinyo-sinyo Belanda siswa HBS (singkatan dari bahasa Belanda: Hogere Burger School atau Hoogere Burgerschool) adalah sekolah lanjutan tingkat menengah (SMU) pada zaman Hindia , yang suka menghinanya.

Bung Karno sendiri mengaku tak punya bakat berkelahi. Tetapi semangatnya untuk membela penghinaan dari para sinyo Belanda sesama siswa HBS itu, membuat Bung Karno sering terlibat perkelahaian dan tampil sebagai jagoan.

"Suatu hari ketika masih sebagai siswa baru HBS, ada seorang siswa Belanda yang berdiri mengangkang di jalan menghalangi jalanku sambil mengejek," Menyingkir dari jalanku anak Inlander," tutur Bung Karno pula." Ketika aku berdiri di sana tiba-tiba dia melepaskan tangannya ke wajahku. PANGGGG! Sebuah pukulan tiba-tiba mendarat di hidungku. Jadi, kupukul dia kembali. PANGGGG! Ya, hampir setiap hari aku pulang dengan babak belur. Sebenarnya aku tak suka berkelahai. Tetapi sekalipun aku dapat menahan penghinaan, aku tak dapat menghindari perkelahaian. Kadang-kadang kukalahkan mereka. Tetapi terkadang mereka pun mengalahkan aku"

Tetapi keberanian Bung Karno melawan para sinyo siswa HBS itu, malahan menaikkan gengsi Bung Karno di mata gadis-gadis Belanda temannya di HBS. Bung Karno di mata mereka dianggap sebagai seorang hero. Tentu saja Bung Karno senang dikagumi gadis-gadis Belanda yang cantik-cantik itu.

"Aku memang sangat tertarik dengan gadis-gadis Belanda itu. Aku ingin sekali mengadakan hubungan percintaan dengan mereka," kata Bung Karno berterus terang mengenai perjalanan cintanya  pada masa remaja. "Hanya inilah satu-satunya jalan yang kuketahui untuk memperoleh keunggulan terhadap bangsa kulit putih dan membikin mereka tunduk pada kemauanku. Bukankah ini menjadi idam-idaman mereka juga? Apakah seorang jantan kulit sawo matang dapat menaklukan seorang laki-laki kulit putih dalam soal urusan cinta? Ini adalah suatu tujuan yang hendak aku perjuangkan.

Menguasai seorang gadis kulit putih dan membikinnya supaya mengingini diriku merupakan suatu kebanggaan....Aku mengakui bahwa aku sengaja mengejar cinta gadis-gadis kulit putih," renung Bung Karno saat memikirkan keinginannya untuk mengungguli para remaja pria Belanda dengan cara bersaing merebut cinta gadis-gadis Belanda siswi HBS yang cantik-cantik itu.

Ternyata Bung Karno memang berhasil menjadi idola teman-temannya gadis Belanda siswa HBS. Sebab disampng Bung Karno tampan dan pemberani, juga cerdas sehingga disenangi juga oleh para guru-gurunya. Sayang sekali para gurunya itu dalam memberikan nilai selalu pilih kasih. Sepandai-pandainya seorang siswa Pribumi, maksimal hanya akan mendapat nilai enam. Sedangkan siswa Belanda akan diberi nilai maksimal tujuh. Hanya siswa yang luar biasa yang akan diberi nilai delapan.

"Seakan-akan memang berlaku ketentuan, nilai sepuluh hanya untuk Tuhan. Nilai sembilan untuk Profesor. Nilai delapan untuk anak jenius. Nilai tujuh untuk anak-anak Belanda. Sedangkan nilai enam, untuk anak-anak Pribumi," kenang Bung Karno dengan getir saat mengungkapkan perlakuan diskriminatif penilaian dalam sistem pendidikan kolonial yang dibenci anak-anak Pribumi.

Bung Karno memberi contoh pengalaman nyata yang dialaminya dalam mata pelajaran melukis dengan cat air. Dalam waktu yang singkat Bung Karno yang punya bakat melukis itu, mampu membuat sketsa seekor anjing yang berada di dalam kandang lengkap dengan rantainya. Sedang murid-murid  yang lain masih berkutat membuat lay outnya. Guru menggambarnya yang melihat hasil lukisan Bung Karno, langsung kagum. Diambilnya lukisan Bung Karno dan diperlihatkan kepada seluruh murid di dalam kelas sambil memberi komentar bahwa gambar Bung Karno adalah salah satu gambar yang terbaik yang memenuhi syarat-syarat yang ditugaskan.

"Gambar ini begitu hidup dan penuh perasaan. Karena itu patut mendapat nilai yang setinggi mungkin," puji guru menggambar itu yang membuat bangga Bung Karno. Tetapi betapa kecewanya Bung Karno, ketika nilai tertinggi yang diberikan di dalam raport hanya enam. Protes? Tidak mungkin, karena hanya akan mendatangkan kesulitan bagi dirinya sendiri. Ya, itulah praktek diskriminasi yang diterapkan penjajah Belanda dalam dunia pendidikan.

Sekalipun begitu Bung Karno tetap merupakan siswa paling favorit. Salah satu guru wanita yang menyukai Bung Karno adalah guru bahasa Perancis. Sampai-sampai Bung Karno diberi nama Karel. Dia bahkan memanggil Bung Karno dengan panggilan kesayangan,"Slacht", yang berarti Sayang. Bung Karno bercerita  jika ada barang yang ketinggalan di kamar gurunya seperti kunci atau barang yang lain, gurunya itu tak akan segan-segan memerintah Bung Karno untuk mengambilkannya.

"Slacht, maukah engkau pergi ke kamarku untuk mengambil kumci?" perintah gurunya itu dengan nada suara yang halus. Tentu saja perintah itu dilakukannya dengan senang hati.

"Ah, ini adalah hak istimewa yang sangat besar," kata Bung Karno dalam hati bangga, karena merasa menjadi kesayangan guru wanita. Cantik pula. Tentu saja semua itu telah menaikkan gengsi Bung Karno di antara siswa-siswi HBS yang lain. "Sampai pada suatu ketika dia mengajakku ke rumahnya untuk menerima pelajaran tambahan bahasa Perancis," kata Bung Karno menceriterakan pengalamannya dengan guru bahasa Perancis yang menyayangi dirinya. Tentu saja Bung Karno gemetar karena menerima anugerah yang luar biasa itu.

Bung Karno mengaku pada saat menjadi siswa HBS itu, mula-mula  tertarik pada gadis Belanda yang namanya Paulina Goobe, anak salah seorang gurunya di HBS. Menurut Bung Karno Paulina itu cantik dan sempat membuatnya tergila-gila. Tapi tak dijelaskan apa sebabnya tiba-tiba Bung Karno melepaskan Paulina dan berpaling sejenak pada Laura. Tetapi lagi-lagi Laura pun ditinggalkannya. Kali ini perhatian Bung Karno tertuju pada anak-anak gadis Indo dari keluarga Rat.

"Mereka ini keluarga Indo yang memiliki sejumlah gadis yang ayu-ayu. Gedung HBS letaknya berlawanan dengan arah keluarga Rat. Sekalipun demikian setiap hari selama berbulan-bulan, aku mengambil jalan keliling hanya untuk bisa lewat di depan rumah keluarga Rat," kata Bung Karno kali ini menceriterakan petualangannya mengejar cinta gadis-gadis Belanda. Sampai suatu ketika Bung Karno merasa benar-benar jatuh cinta pada gadis Belanda dari keluarga lain yang bernama Mien Hessels. Kepada Mien Hessels ini Bung Karno merasa benar-benar telah menemukan sosok gadis idamannya.

"Dia sama sekali milikku. Dan aku tergila-gila kepada "kembang tulip berambut kuning dan berpipi merah mawar". Aku rela mati untuknya kalau dia menghendakinya. Umurku saat itu baru 18 tahun dan tak ada yang lebih kuinginkan dari kehidupanku ini selain dari pada memiliki jwa dan raga Mien Hessels." tutur Bung Karno mengisahkan perjalanan cinta reamajanya yang menggebu-gebu itu dengan gadis Belanda pujaannya.

Agaknya memang Mien Hessels menjadi gadis Belanda terakhir  dari sejumlah gadis Belanda yang sempat singgah di hati Bung Karno dalam petualangannya cinta masa remajanya untuk bisa menaklukkan gadis-gadis Belanda. Dengan Mien Hessels Bung Karno nekad untuk melamarnya sendiri kepada orang tuanya.

"Akhirnya aku memberanikan diri untuk berbicara kepada Bapaknya. Aku memakai pakaian yang terbaik dan mengenakan sepatu. Sambil duduk di kamarku yang gelap, aku melatih kata-kata yang akan aku ucapkan di hadapan Bapaknya. Akan tetapi pada waktu aku mendekati rumahnya yang bagus itu, aku menggigil oleh perasaan takut," kenang Bung Karno saat mengingat pengalamannya melamar kekasihnya Si Bunga Tulip berambut kuning dan berpipi merah kembang mawar.

"Aku tak pernah sebelumnya bertamu ke rumah seperti ini. Pekarangannya luas menghijau seperti beludru. Kembang-kembang berdiri tegak baris demi baris lurus dan tinggi bagai prajurit. Aku tidak punya topi untuk dipegang. Maka sebagai gantinya aku pegang hatiku," kata Bung Karno melanjutkan kisahnya ketika mencoba melamar gadis Belanda cantik idaman hati, Mien Hessels.

Tentu saja Bung Karno sangat bergetar ketika berhadapan dengan ayah gadis Belanda yang cantik itu. Ayah Mien Hessels dilukiskan oleh Bung Karno sebagai seorang pria Belanda yang bertubuh tinggi besar seperti menara menatap tajam ke bawah ke arah Bung Karno dengan pandangan tatapan mata yang tajam langsung menghunjam dan tentu saja heran dan penuh tanda tanya.

"Seperti aku ini dipandangnya bagaikan kutu di atas tanah," kata Bung Karno ketika mengenang tatapan tajam ayah gadis Belanda idaman hatinya itu.

Pada saat itu usia Bung Karno baru 18 tahun, duduk di Klas III HBS. Tapi demi cintanya pada Mien Hessels, Bung Karno nekad untuk melamarnya langsung.

"Tuan," kata Bung Karno ketika itu dengan nada bergetar dan gemetar campur aduk jadi satu.Tentu saja Bung Karno mengutarakan maksud kedatangannya dengan menggunakan Bahasa Belanda sebaik mungkin agar tidak mengecewakan ayah Mien Hessels.

"Kalau Tuan tidak keberatan, saya ingin minta anak Tuan." Akhirnya meluncur juga kata-kata lamaran gaya Bung Karno itu.

Alih-alih mendapat jawaban yang memuaskan. Bung Karno langsung kena semprot Tuan Hessels, ayah Si Bunga Tulip idola Bung Karno itu. Bung Karno pun langsung dihujani kata-kata kotor dan kasar atas kelancangannya dan keberaniannya.

"Kamu? Inlander kotor seperti kamu? Kenapa kau berani-beraninya mendekati anakku? Keluar! Keluar kamu binatang kotor!," umpat Tuan Hessels yang tinggi besar itu  menyembur Bung Karno memuntahkan amarahnya.

Bung Karno mengaku rasa sakitnya ada di dada akibat penolakan secara kasar yang dilakukan atas dirinya ketika nekad mencoba melamar bidadari cantik gadis Belanda itu.

"Ya, Tuhan! Aku tak dapat melupakan persitiwa ini. Dan jauh di dalam lubuk hatiku aku merasa pasti bahwa aku tidak akan dapat melupakan dewiku yang berparas bidadari itu, Mien Hessels," kenang Bung Karno dengan nada getir.

Dan rupanya sejak kejadian yang menyakitkan itu, Bung Karno langsung menghentikan peburuannya mengejar-ngejar cinta gadis Belanda. Pelan-pelan bayangan Mien Hessels yang dilukiskan sebagai bunga tulip berkulit halus, berambut kuning dan berpipi merah mawar itu, lenyap dari ingatannya.

Tetapi dua puluh tahun kemudian, di luar dugaan, Bung Karno ketemu kembali dengan Mien Hessels. Ketika itu sudah jaman Jepang tahun 1942. Bung Karno juga baru saja dibebaskan tentara pendudukan Jepang. Dan dunia pun berputar. Semua orang Belanda ditangkap dan dimasukkan ke dalam kamp-kamp tawanan yang dibangun Jepang. Tidak diceriterakan oleh Bung Karno apakah Tuan Hessel tewas oleh tusukan bayonet Jepang ataukah dijebloskan ke dalam kamp-tawanan.

Yang pasti Bung Karno nyaris tidak lagi mengenal Mien Hessels, bidadari gadis Belanda yang pernah menggodanya dulu. Mien Hessels yang rupanya tidak ditahan Jepang itu, bertemu kembali dengan Bung Karno di depan etalase toko pakaian.

"Dapatkah kau mengenal siapa diriku ini ?" tanya Mien Hessels tiba-tiba Bung Karno yang memang tidak lagi mengenal seorang wanita Belanda yang badannya sudah jadi gemuk, jelek nampak tua dan tak terpelihara. Tapi wanita Belanda itu masih dapat tertawa.

"Tidak Nyonya. Saya sama sekali tidak mengenal Nyonya. Saya juga tidak dapat menerka. Siapa Nyonya?" tanya Bung Karno heran dengan menggunakan bahasa Belanda.

"Mien Hessels!" kata wanita Belanda itu sambil tertawa yang membuat Bung Karno terkejut dan heran bukan main.

Dua puluh tiga tahun telah berlalu. Dengan cepat sang waktu telah merubah seorang gadis cantik Belanda menjadi seorang wanita yang nampak sudah renta. Bung Karno tidak menceriterakan lebih lanjut mantan bidadari gadis idamannya bekas temannya di HBS Surabaya dulu. Bung Karno hanya mengucapkan syukur kepada Tuhan bahwa dulu ketika mencoba melamar gadis pujaannya itu telah ditolak dengan kasar. Seandainya Mien Hessels benar-benar jadi istri Bung Karno, dapat dipastikan karir Bung Karno bisa-bisa  berakhir di kamp tawanan Jepang atau malah sudah tewas ketika Jepang menyerbu dan menaklukan Hindia Belanda pada tanggal 9 Maret 1942.

Ya, itulah rahasia kehidupan. Penolakan Tuan Hessels yang kasar dulu, ternyata telah menyelamatkan karir dan perjalanan Bung Karno sebagai pejuang bagi bangsanya. Akhirnya Soekarno dapat juga menikah dengan resmi dengan gadis Jepang "Dewi Fujin" alias Dewi Soekarno nama asli Naoko Nemoto.

Foto . SBY dengan Dewi Soekarno alias Naoko Nemoto (istimewa)

Teks Foto.I. II, III Soekarno , Ratna Sari dewi (net)

Penulis : Anwar Hadja

 

Mantan Ajudan Presiden Megawati, Budi Gunawan Kembali Jabat Ka BIN
Minggu, 07 Januari 2018

KOPI, Jakarta - Kapolri Jendral (Pol) Tito Karnavian dalam Surat Telegram Kapolri dengan nomor ST/15/I/2018. Dalam surat tersebut BG dimutasikan menjadi Perwira Tinggi (Pati) Baintelkam Polri dalam rangka pensiun, diungkapkan oleh Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Mohammad Iqbal. "Pak BG pensiun dari Polri, tetapi tetap jadi kepala BIN karena BIN tidak berdasar dari Polri. Sebagai Polisi beliau pensiun karena usia sudah 58 tahun,... Baca selengkapnya...

Kapolri Mengakui : Ada Pungli Bidokkes , Oknum Perwira Tinggi “Wong Kito Galo” Terlibat Bro
Sabtu, 30 Desember 2017

KOPI, Jakarta – Bukan rahasia umum lagi diduga penerimaan siswa calon Sekolah Kepolisian Negara (SPN) menggunakan rumus 2 F . Para orang tua yang ingin anak menjadi anggota Polri harus mempersiapkan 2 F (Fulus, Fisik). Kapolri Jenderal Tito Karnavian akhirnya pun mengakui adanya perilaku koruptif di lingkungan Biddokkes Polri. Ditempat kerjanya, Sugeng Triwardono menuturkan “ Yang herannya masyarakat kenapa Kapolri baru mengetahui... Baca selengkapnya...

Putin Mencalonkan Kembali Sebagai Capres Rusia
Senin, 25 Desember 2017

KOPI, Kremlin – Pria kelahiran 7 Oktober 1952 di daerah Leningrad atau St Petersburg awalnya adalah  Ia kuliah hukum dan bergabung dengan KGB setelah lulus. Putin menyamar sebagai Turis serta bertemu dengan Presiden Ronal Reagen . Saat itu Putin bertugas di Jerman timur . Sejumlah rekannya sesama agen rahasia beberapa kali menempati posisi penting di era Putin berkuasa sebagai Presiden maupun Perdana Mentri. N Kini ribuan jumlah media... Baca selengkapnya...

Paradise Paper Ungkap Kelicikan Bisnis Taipan Sukanto Tanoto
Senin, 25 Desember 2017

KOPI, Jakarta – Dulu heboh Panama Paper, melibatkan para oknum petinggi negara Asia pasifik memiliki harta   dari hasil korupsi disimpan suatu bank. Serta mendirikan perusahaan fiktif untuk menghindari pajak. Kini heboh Paradise Paper , pengungkapan bisnis Taipan Sukantotanoto oleh ICJI (Jejaring Jurnalis Investigas Internasional). Nama April Group, perusahaan bubur kayu dan kertas (pulp andpaper) milik Sukanto Tanoto, disebut dalam... Baca selengkapnya...

Partai Oposisi Israel, Gotong Royong Memasukan Netayahu Kedalam Penjara
Kamis, 21 Desember 2017

KOPI, Yerusalem – Para Ketua, pengurus Partai Oposisi Israel gotong royong memasukan PM Israel Benyamin Netayahu kedalam penjara. ini buktinya pembaca setia Pewarta Indonesia dikutif dari kantor berita Ap, BBC, Media Israel. Media Israel heboh memberitakan penyidik tiba di kediaman Netanyahu sebelum 9.00, Jumat waktu setempat (15/12). Dia ditanya soal kesaksian milyuner Australia James Packer yang memperkuat kemungkinan Sang Perdana... Baca selengkapnya...

Pertemuan Prabowo dengan Pengurus Teras DPD Gerindra Jabar, Menentukan Cagub dan Wagub
Sabtu, 09 Desember 2017

KOPI, Bandung – Ketua DPP Partai Gerindra Sodik Mujahid menuturkan hingga saat ini Prabowo masih terus menggodok 5 nama sambil terus berkomunikasi dengan sejumlah partai yang akan menjadi mitra koalisi. "Belum ditetapkan. Hari-hari ini masih digodok di internal untuk kemudian dibicarakan dengan mitra PKS, PAN," ujar Sodik kepada kumparan.com , Jumat (8/12). Adapun nama-nama yang digodok itu antara lain mantan Gubernur BI Burhanudin Abdullah,... Baca selengkapnya...

Pengamat : Percepat Pergantian Panglima TNI “Hak” Presiden Bro
Jumat, 08 Desember 2017

KOPI, Jakarta – Ditempat kerjanya, Sugeng Triwardono menuturkan “ Percepat pergantian Panglima TNI merupakan “Hak Presiden “ sebagai Panglima Tinggi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Media Sosial (red. Facebook, Twitter, Istagram, WA/ What’s App, Youtube, dan lain-lain ) merespons cepat keputusan Presiden Joko Widodo terkait dengan pergantian Panglima TNI. Pergantian Panglima TNI (Tentara Nasional Indonesia) Jendral... Baca selengkapnya...

INTERNASIONALTiongkok Islam Phobia Larang Kegiatan K.....
20/01/2018 | Didi Rinaldo

KOPI- RRC - Ditempat kerjanya , Goh Peng Peck  menuturkan " Ketakutan Islam berkembang pesat di negara Tiongkok. Pemerintah membatasi kegiatan keaga [ ... ]



NASIONALAnak Anda Mau Jadi Anggota Polri Sia.....
29/12/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Sumatera Selatan – Anak Anda ingin jadi anggota Polri, siapkan 2 F (Fulus, Fisik). Netizenpun berkomentar, Akun Wesly Sneijder Ambarita menul [ ... ]



DAERAHMenteri Lingkungan Hidup Apresiasi Penge.....
22/01/2018 | Buddy Wirawan

KOPI, Bandung - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI, Siti Nurbaya Bakar mengapresiasi perubahan-perubahan besar yang terjadi di Kota Bandu [ ... ]



EKONOMIKOMPAK Gagas Optimalisasi Pelaksanaan OT.....
22/01/2018 | Rachmad Yuliadi

KOPI,Banda Aceh-Berbicara tentang Otsus pastilah bicara tentang dana yang khusus dikeluarkan untuk Provinsi Aceh, Provinsi Papua dan Provinsi Papua Ba [ ... ]



HANKAMDanlanal Berterima Kasih Atas Bantuan Pi.....
23/01/2018 | Buddy Wirawan
article thumbnail

KOPI, Bandung - Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Bandung, Letkol Laut (P) Sunar Solehuddin menyampaikan terima kasih kepada Pemkot Bandung yang  [ ... ]



OLAHRAGASempena Hut Kuansing : Bupati H. Mursini.....
13/10/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Kuantan Singingi – Dari pantauan Pewarta Indonesia , Kamis pagi (12/10-17) dari luar Gedung DPRD kabupaten Kuansing, puluhan karangan bunga u [ ... ]



PARIWISATAKunjungan Turis Manca negara ke Indones.....
03/01/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Pekanbaru - Pariwisata andalan pendapatan negara non migas, negeri Indonesia kaya akan keindahan alam dan budayanya. Dulu para turis mancanegara [ ... ]



HUKUM & KRIMINALSerangkaian Kegiatan Budi Waseso Kepala .....
19/01/2018 | Rachmad Yuliadi

KOPI,Banda Aceh-Masalah narkoba tentu merupakan pekerjaan besar bagi pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Aceh yang terkenal dengan ganja nomor sat [ ... ]



OPINIKali Ini Enak Ditonton.....
15/01/2018 | Siti Khumaira

KOPI - PILWAKO kali ini enak ditonton, karena semua petarungnya sama-sama sudah pernah menang dan dua diantaranya pernah pula kalah karena dicoret. "A [ ... ]



PROFILBripka Ralon Manurung Tulus Berbagi untu.....
21/12/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Gunung Sahilan - Ditempat kerjanya, Ucu Rosyid mengatakan “ Selama ini kami lihat Dinas Pendidikan propinsi rela menghabiskan dana puluhan mil [ ... ]



SOSIAL & BUDAYAPuluhan Penyair Siap Meriahkan HUT ke-9 .....
08/01/2018 | Buddy Wirawan
article thumbnail

KOPI, Bandung–Di Hari Ulang Tahunnya yang ke-9, Majelis Satra Bandung (MSB) kembali menggelar acara. Jika tahun-tahun sebelumnya ada pentas dangdu [ ... ]



ROHANIMengenal Abuya Syaikh H. Muhammad Muda W.....
26/09/2017 | Ismayadi Yadi
article thumbnail

KOPI - Abuya Syaikh H. Muhammad Muda Waly al-Khalidy an-Naqsyabandy Abu Abuya Syaikh H. Muhammad Muda Waly al-Khalidy an-Naqsyabandy DAYAH-DARUSSALAM [ ... ]



RESENSIHeboh Buku Fire and Furry Ungkap “ D.....
05/01/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Washington DC- Heboh buku Fire and Fury ungkap “Dapur Gedung Putih” Menjelang Pemilu Pilres Amerika Serikat . Dilansir dari The Guardian, R [ ... ]



CERPEN & CERBUNGKetika Gunung Juga Punya Cara.....
22/03/2016 | Anjrah Lelono Broto
article thumbnail

KOPI - Gunung memiliki cara sendiri untuk menunjukkan kediriannya. Gunung juga memiliki mulut dan lidah tersendiri untuk berbicara. Gunung adalah gunu [ ... ]



PUISIMenatap Rasa.....
07/06/2017 | Mas Ade

Masih di bulan Juni Angin mendatangi jendelaku Bisikkan rindu yang basah Oleh hujan bulan Mei Meski embun tetap nyenyak dalam tidurnya Mendekap s [ ... ]



CURAHAN HATILSM KPK Laporkan Polresta Pekanbaru ke.....
27/12/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Pekanbaru - Kasus dugaan salah tangkap oleh anggota Polresta Pekanbaru, yang dialami oleh Syamsi Ramed (21) yang diduga pelaku perampokan Teras  [ ... ]



SERBA-SERBIDipicu Facebook Blokir Akun FPI, Ratus.....
13/01/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Dalam rilisnya Facebook Indonesia menyatakan laman webnya  ingin menjadi tempat yang aman untuk berbagi cerita dengan teman atau [ ... ]



Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.