Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
PEWARTA ONLINE

GELORA SEPEDAJatuh Bangun Nadine Go wes Bersepeda den.....
20/06/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Aktris Nadine Chandrawinata menyukai olahraga seperti  Renang, Menyelam, Senam serta olahraga baru yang kini Ia geluti yakni bersepeda. Ditemui di acara Polygon Follow Your Own P [ ... ]



POLLING WARGA
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Lontong Balango

KOPI - Rabu sore sebelum senja menjemput malam, Gadis pergi ke simpang Bunian, mencoba melulur lidah dengan makanan yang di jajakan di depan bekas gedung pengadilan Payakumbuh, gedung yang mengisyaratkan adanya keadilan dan ketidak adilan dalam palu yang menghantam gendang telinga dan menciptakan otot-otot jemari yang terpaksa tunduk pada tulang. Sekilas mengenang pengadilan itu, tersibaklah sebuah kisah orang yang menentang hukum yang di usung mulai dari pasar sampai pada penjara hanya berjalan kaki, pokoknya salingka nagari.Malu, memang tapi tujuanya saat itu untuk memberikan pelajaran pada masyarakat agar berhati-hati dalam bertindak di tengah keramaian.

Gadis terpana kedepan mencoba melihat dengan teliti gedung tua yang meninggalkan bekas mengerikan di tengah masyarakat tempo dulu, gedung yang makin lama makin tak terawat, dinding mulai keropos, kaca mulai pecah dan berkarat, dan begitu kusam, di tambah lagi kemegahan gedung itu di zaman dahulu telah di kentuti oleh bangunan liar yang numpang eksis meraup rupiah di sepanjang panggung matanya gedung tua.

Gadis coba memesan dengan isyarat tak bersuara pada Buyuang, agar setelah memandang penuh tanda tanya di gedung tua bisa di bungkuskan satu porsi, ah..tapi isyarat itu tak di dengar olehnya, melainkan taparongoh melihat penduduk putih dalam mulutku yang hilang. Ompong. Gadis mencoba mendekati steleng yang saat itu kosong, tak ada mie kuning yang di rayu oleh minyak untuk menerima pertemanan dengan serai, bawang merah, bawang putih, juga rombongan garam yang bisa memadakan lidah juga menggelitik tenggorokan yang telah dulu di mandikan dengan air ludah. Begitu juga mihun sama- sama telah di tipu oleh minyak untuk bisa bersatu dengan sedikit ketumbar, tapi tipuan untuk mihun sedikit ekstrim, mihun yang hidupnya tegang telah menjelma menjadi keibuan pada mata, rasa yang menikmati.

“Ah.., sudah tu kawan jangan mengerutu juga, lihat aku, aku hanya di mandikan dengan air mendidih, yang di kasih baju, mungkinkah beras itu masih bertahan dalam pelukan daun yang sesekali mati tergayut, walau aku terpaksa menjadi lontong.”

“Kamu enak tak ada yang mendemomu, sedangkan aku mie kuning, harus dapatkan cekekan kuat sehingga badanku bisa di taklukan dengan air mendidih, sehingga aku pasrah pada keadaan, di belah dan di kepung massa pada bumbu-bumbu yang memedihkan mata.”

“Eep.. tunggu dulu jangan merasa tersiksa dong.., aku kacang yang lagi enak hidup di tanah, di paksa minggat demi memuaskan hasrat manusia, hmm, geram rasanya aku lihat manusia, tahu aja bahwa manfaat dari tubuhku ini, apalagi aku harus menerima mentah-mentah disiram garam, cuka, dan cabei, menurutku kita lihat saja bagaimana kabar telur dan ayam yang juga di paksa memuaskan hasrat untuk mendapatkan rupiah yang berwajahkan Sukarno-Hatta, ataupun Patimura.

“Akupun tak sama menderitanya dengan kalian semua, saat telur akan menjadi regenerasi antar kami di kandang majikan, di ambil di jadikan pameran untuk pelaris dagangan Buyuang, juga indukupun di tebas, di cincang-cincang menjadi empat suku kata. Kata yang tertuang pada kelapa dan perangkat desa lainnya untuk di jadikan gulai touco, gulai paku, dan gulai cempedak.

“Sttt… sudah, lihat manusia itu akan menanyakan harga kita, mungkin juga kita semua akan di terkam hidup-hidup” api mencoba mengomandoi percakapan yang sengit antara; mie kuning, mihun, kacang, ayam dan lainnya.

Semenjak delapan bulan kebelangan ini, pada awalnya daging mentah yang biasa diolah menjadi rendang, baso, suir lado dan kalio ingin di rubah rasa dengan menghadirkan olahan kuliner yang bisa suatu saat terkenal di Kota Batiah ini, kota yang telah ternama dengan beranekaragam masakan sehat.

Seperti biasa dimanapun Gadis berada, ia selalu menanyakan ini dan itu, tepatnya menghilangkan kepenatan kaki yang marah pada betis berdiri menjulur pada jalan, dan menikmati alunan bising kendaraan yang lalu lalang persis di hadapan lontong, tanpa kaget maupun takut.

“Bara bungkuih Ni..?”

“Ciek sajo Da, masukkan semuanya, jangan lupa kerupuk berwarna putih itu. Bukan peyek.

“Gulai cubadak, toco atau gulai paku Ni?”

“Toco sajo Da.”

Terkumpulah dalam satu wadah seterofom, lontong yang di belah kecil-kecil, mie kuning satu sendok makan, mihun dua sendok garpu, ayam goreng dengan kemulusan pahanya yang di keprok sehingga terpaksa menutupi itu semua, juga kerupuk ubi putih yang di paksa juga memagari, dengan tanpa bersalah siraman cabei yang diperkacangan dengan kecap juga ikut menghimpit menerobos ke jantung lontong. Tapi gulai tauco tadi hanya plastiklah yang bisa menghentikan aliran tubuhnya kedalam badan sterofom.

“Bara Da?”

“Limo baleh jo karupuak lado”

Hmm, hanya segitu harga kalian semua kata balango,lihat aku, jadi figur dikala manusia datang kesini, duduk mengunjur sembari memandang tubuhku yang hitam, anakku, suamiku, dan sanak familiku. Kalian semua tak mesti bertengkar seperti itu, mengingat kalian akan di masukkan dalam goa gelap yang dilumatkan selumat-lumatnya, masuk pada ular putih yang bersemayam dalam perut manusia yang berjumlah dua belas jari, bagi yang beruntung bisa langsung berenang dengan air teh talua, kopi talua, air tawar dan penggodokan jus dalam blender. Haha..ha, aku tak perlu demikian walau ku terbuat dari tanah liat, tak perlu menangisi ini semua kecuali sesekali aku merasa hangat dikala di panggang, dan dingin menggigil saat aku harus di ceburkan dibawah kran airnya manusia.

Lama-kelamaan suatu saat kalian semua akan mulai menumbuhkan rasa suka padaku. Berharaplah kalian semua agar suatu saat kalian bisa bermain dalam tubuhku, yang tak pernah ku otak-atik, bahkan memakan kalian, tapi hanya untuk persinggahan saja, menompang tidur, berdiam diri, bahkan bersembunyi dari ganasnya gigi manusia.

Gadis mencoba menghitung uangnya yang berada di balik saku lengannya yang tampak sobek, pertanda tak adanya keinginan mengepung semua di hadapan matanya dari selera rakus yang terbatas. Bayaran tak seberapa dari pengorbanan semua pasukan lontong yang terkumpul di pinggan sebesar tapak tangan.

Buyuang mencoba menatap bungkusan yang ia bungkus tadi, takut tak cukup, debaran jantungnya mewakili deru petir yang menyambar lidahnya saat dia mulai menonohkan tanpa seteguk yang singgah di giginya yang rapi. Hangat, dan pedih.Air kopi khas Kerinci, yang di hadiahkan kawanya waktu bertandang ke gunung kerinci. Tapi pungkasan Ni Reno tentang olahan si Buyuang membuah sedikit bangga, karena siapapun yang memberikan uang sebagai ganti yang tersaji di rak-rak di badan jalan, akan terus kembali, mengisi lambuang tengah di malam hari.

Lebih kurang dua ratus empat puluh hari, kedai ini menyapa langit, menyapa malam dan berdamai pada hujan, agar lontong yang gulainya di olah dalam balango ini bisa diterima oleh semua mulut, rasa, dan lagi-lagi lambuang tengah. Laris seperti kacang goreng buatan mendiang Mande Itam, juga selaris lamang tapai Pak Mansyur, juga lontong pical Mak Karuik.

Gadis mencoba memainkan rantai pada pedal kuncinya, menaruh perlahan bungkusan dari asoy berwarna putih transparan, seperti bungkusan mantel yang tahanya sama dengan batang bambu yang di tempel di depan wajah mantel tersebut.

Buyuang melangkah kemeja yang direkayasa persis lesehan di pojok bank perkreditan rakyat, numpang eksis juga seperti eksisnya kedai-kedai mini di depan mata gedung pengadilan yang hanya tinggal nama dan kenangan itu.

Bagi Gadis lesehan yang di dekor Buyuang merupakan tempat ternyaman disenja ini yang ia singgahi di kota kuliner .Walaupun sedikit macet menuju simpang Bunian, tapi keramah-tamahan, masakan yang merakyat juga sesuai dengan kantong pencinta kuliner seperti Gadis, yang sengaja memuji pramusaji demi terhindarnya dari rasa kecewa. Ya, memang ada makan dan tempat favorit Gadis di pasar sana, namun harganya selangit, hanya sekali sebulanlah Gadis bisa memakanya sembari menanti gajian dari menjual tertawa dalam frekuensi 98.

“Bolehkah aku memakai nama lontong dan balango dalam tarian diatas tintaku, pada ujung pena yang tak pernah bengkok Da Buyuang?”

“Pakailah kenalkan pada mata hati yang tak pernah buta, lidah yang tak pernah panduto dan mulut yang tak pernah berpenyakit.”

Bagiku olahan tangan kreatif seperti ini patut di jadikan contoh untuk pegiat kuliner lainnya, punya cipta sendiri, tanpa menirukan masakan orang lain, aku bahagia memakai nama itu untuk ku jadikan baju keseharianku, baju pesta, baju anak-anak, dan baju adat. Juga menjadi bahan obrolan di manaku berada. Sekurang-kurangnya jadi bahan promosi gratis.

Klakson sedan menghentikan pembicaraan antara Gadis, Buyuang. Pembicaraan yang sutu saat bisa di sambung dengan tema lainnya, yang masih membicarakan sisi keuntungan dan ruginya produk lokal dan moderen.

“Baiklah Uni, nanti kita sambung lagi, tapi kami disini mencoba kembali melereai keinginan kami untuk mengikuti arus moderen, karena terlalu sedih ku rasa, produk tradisional ini di biarkan saja dipandang tak memiliki nilai. Cara inilah kami bisa membantu menaikkan harga diri para pengrajin, dan menghargai peluh mereka dengan sedikit harga yang mereka keluarkan.

Buyuang meraih balango ukuran sebesar telapak tangan, ukuran paling kecil, dirabanya dengan penuh kehati-hatian, dan mencerminkan ada cinta yang melekat, baik itu cinta pada bentuk balango, maupun fungsinya yang besar. Balango yang dulu jadi primadona bagi kancah kuliner minang, yang kini hanya dibutuhkan sesekali saja, hanya memasak sampadeh, cincang daging di rebus dengan kulit pisang, juga sebagai perebus obat. Bagi Buyuang balango ini akan di pakai setiap hari, dalam kondisi apapun. Lagian rasa masakan dari balango ini sangat harum, enak dan aroma khas tanah liek memberikan warna tersendiri dalam kelezatan makanan ini.

Apalagi ada trik tersendiri agar balango ini bisa sehati, dan padu padan dengan Buyuang, yaitu tiap selesai balango di pergunakan tenaganya sampai larut malam, waktu benar-benar memaksa angin untuk menghalau diri pulang, dan menghayalkan bahwa hari esok lontong balango ini akan lebih banyak yang membeli dari hari ini, dengan cara membersihkan semua sisi badanya, lalu di pijat memakai minyak manis, dengan tujuan, agar goresan yang berbentuk kudis di pinggul balango bisa menyatu dengan yang lain, jadi terkesan licin kembali serta kuat.

“Ngo, terimakasih malam ini kau selalu menemaniku, memuaskan hasrat orang banyak, untuk mencicipi apa yang ada dalam tubuhmu, aku akan tetap merawatmu, dan tahanlah kau selalu sebagaimana aku akan tahan melihatmu selalu bergelimangan beraneka ragam olahan.

Gadis terharu melihat dan mendengar kisah cinta Buyuang dengan balango, dengan senyuman yang masih mengambang, gadis memperhatikan dengan seksama komunikasi tersebut, dan sesekali menyengitkan dahinya, seakan komunikasi itu memantrai balango untuk tetap setia akan cintanya Buyuang.

Makin senja, makin banyak pembeli yang datang, ada yang pesan lima sampai dua puluh porsi, Buyuang dalam kasmarannya melayani pembeli dengan tak mengabaikan Gadis sedikitpun. Gadis memberi kode, untuk pamit pulang, tapi belum juga bisa berangkat, melihat banyaknya kuda roda dua bermasin menghambat jalan Gadis.

Gadis seakan terpesona, melihat kekasih Buyuang yang terpanggang api, tidak menangis, juga tak meminta untuk putus. Masih menanti untuk menunggu jalan mengepakkan lebarnya agar Gadis leluasa pulang menemui suaminya tercinta, dan menceritakan tentang seorang pria benar cinta mati pada balango.

Sungguh macet di jalan raya menjadikan Gasis mencari jalan keluar, dengan itu Gadis memindahkan satu persatu yang menghalanginya, layaknya seperti juru parkir yang menyusunkan kendaraan lainnya, agar siapapun yang datang bisa di salekkan disana. Banyaknya kendaraan yang bolak balik melaju kencang dan perlahan di simpang Bunian, tak heran banyak yang mengalami kecelakaan, mewakafkan daranya tumpah ke tanah bundo, bisa jadi karena ke-tidak hati-hatian, atuapun suratan takdir yang berpihak saat itu.

“Aku kagum padamu Da Buyuang!”

“Hmm, kagum, ah janganlah. Masih banyak yang mesti Uni kagumi, aku hanya anak bujang yang mencoba menjadi pribadi yang kreatif, aku malu masih meminta uang jajan pada orang tua, apalagi meminta uang untuk beli kopiah yang berguna untuk dikemudian hari.

“Apa rasanya menjadi pribadi yang mencintai apa yang tak di cintai orang Da..?”

“Seperti menikmati aroma kentut kita sendiri, ha..ha..karena orang lain tak akan bisa menerima suara apalagi bau yang memekakkan hidung. Coba Uni renungkan, kalau di tahan tentunya akan menimbulkan penyakit, lagian biaya operasi sangat mahal, seharga lima sawah orang tua kita, kalau dilepas wah ada aja rasa lega di hati, perut dan pikira, bukan begitu Uni?”

“Haha... memang benar Da kalau di bawakan pada azas manfaat.”

“Dan Uni juga bisa mendefenisikan cinta itu seperti apa.”

“Baiklah Da, suatu saat cinta Uda akan masakan dan peralatan yang kembali ke alam akan bisa mengembalikan ingatan tetua akan pentingnya balango yang pernah beranak pinak di rumah mereka, juga sebagai ilmu untuk sipapun yang bertanya, termasuk saya.”

Gadis melambaikan tanganya sembari mengucapkan terimakasih atas ilmu yang didapat di senja ini. Meninggalkan Buyuang dalam kesibukannya, dan masih tampak jelas dari kaca spion Buyuang membelai balangonya semua, dan menatap dengan penuh cinta pada mie, kerupuk, telur, ayam, cabei, dan lainya, agar banyak yang akan kembali belanja lontong balango di simpang Bunian ini.

Talawi, 15 Agustus 2015

Catatan:

Balango : terbuat dari tanah liat berbentuk mangkuk besar

Buyuang : Panggilan nama laki-laki untuk orang minang

Taparongoh : kaget

Steleng : rak-rak

Memadakan : rasa yang kaku pada lidah

Kalio : olahan guali yang belum menjadi rendang

Bara : berapa

Bungkuih : bungkus

Ciek : satu

Sajo : saja

Jo : dengan

Teh taluah : teh telur

Kopi Taluah : kopi telur

Pinggan : piring

Lambuang : lambung tengah

Asoy : kresek

Panduto : berbohong

Di salekkan : bisa lewat di jalan yang kecil/ di selipkan

Kopiah : peci dipakai untuk melakukan solat

Penulis : Nova, lahir di Payakumbuh, 19 Juli 1982, bekerja sebagai guru, dan penyiar radio safasindo.

Pak Datuak

 

Mantan Ajudan Presiden Megawati, Budi Gunawan Kembali Jabat Ka BIN
Minggu, 07 Januari 2018

KOPI, Jakarta - Kapolri Jendral (Pol) Tito Karnavian dalam Surat Telegram Kapolri dengan nomor ST/15/I/2018. Dalam surat tersebut BG dimutasikan menjadi Perwira Tinggi (Pati) Baintelkam Polri dalam rangka pensiun, diungkapkan oleh Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Mohammad Iqbal. "Pak BG pensiun dari Polri, tetapi tetap jadi kepala BIN karena BIN tidak berdasar dari Polri. Sebagai Polisi beliau pensiun karena usia sudah 58 tahun,... Baca selengkapnya...

Kapolri Mengakui : Ada Pungli Bidokkes , Oknum Perwira Tinggi “Wong Kito Galo” Terlibat Bro
Sabtu, 30 Desember 2017

KOPI, Jakarta – Bukan rahasia umum lagi diduga penerimaan siswa calon Sekolah Kepolisian Negara (SPN) menggunakan rumus 2 F . Para orang tua yang ingin anak menjadi anggota Polri harus mempersiapkan 2 F (Fulus, Fisik). Kapolri Jenderal Tito Karnavian akhirnya pun mengakui adanya perilaku koruptif di lingkungan Biddokkes Polri. Ditempat kerjanya, Sugeng Triwardono menuturkan “ Yang herannya masyarakat kenapa Kapolri baru mengetahui... Baca selengkapnya...

Putin Mencalonkan Kembali Sebagai Capres Rusia
Senin, 25 Desember 2017

KOPI, Kremlin – Pria kelahiran 7 Oktober 1952 di daerah Leningrad atau St Petersburg awalnya adalah  Ia kuliah hukum dan bergabung dengan KGB setelah lulus. Putin menyamar sebagai Turis serta bertemu dengan Presiden Ronal Reagen . Saat itu Putin bertugas di Jerman timur . Sejumlah rekannya sesama agen rahasia beberapa kali menempati posisi penting di era Putin berkuasa sebagai Presiden maupun Perdana Mentri. N Kini ribuan jumlah media... Baca selengkapnya...

Paradise Paper Ungkap Kelicikan Bisnis Taipan Sukanto Tanoto
Senin, 25 Desember 2017

KOPI, Jakarta – Dulu heboh Panama Paper, melibatkan para oknum petinggi negara Asia pasifik memiliki harta   dari hasil korupsi disimpan suatu bank. Serta mendirikan perusahaan fiktif untuk menghindari pajak. Kini heboh Paradise Paper , pengungkapan bisnis Taipan Sukantotanoto oleh ICJI (Jejaring Jurnalis Investigas Internasional). Nama April Group, perusahaan bubur kayu dan kertas (pulp andpaper) milik Sukanto Tanoto, disebut dalam... Baca selengkapnya...

Partai Oposisi Israel, Gotong Royong Memasukan Netayahu Kedalam Penjara
Kamis, 21 Desember 2017

KOPI, Yerusalem – Para Ketua, pengurus Partai Oposisi Israel gotong royong memasukan PM Israel Benyamin Netayahu kedalam penjara. ini buktinya pembaca setia Pewarta Indonesia dikutif dari kantor berita Ap, BBC, Media Israel. Media Israel heboh memberitakan penyidik tiba di kediaman Netanyahu sebelum 9.00, Jumat waktu setempat (15/12). Dia ditanya soal kesaksian milyuner Australia James Packer yang memperkuat kemungkinan Sang Perdana... Baca selengkapnya...

Pertemuan Prabowo dengan Pengurus Teras DPD Gerindra Jabar, Menentukan Cagub dan Wagub
Sabtu, 09 Desember 2017

KOPI, Bandung – Ketua DPP Partai Gerindra Sodik Mujahid menuturkan hingga saat ini Prabowo masih terus menggodok 5 nama sambil terus berkomunikasi dengan sejumlah partai yang akan menjadi mitra koalisi. "Belum ditetapkan. Hari-hari ini masih digodok di internal untuk kemudian dibicarakan dengan mitra PKS, PAN," ujar Sodik kepada kumparan.com , Jumat (8/12). Adapun nama-nama yang digodok itu antara lain mantan Gubernur BI Burhanudin Abdullah,... Baca selengkapnya...

Pengamat : Percepat Pergantian Panglima TNI “Hak” Presiden Bro
Jumat, 08 Desember 2017

KOPI, Jakarta – Ditempat kerjanya, Sugeng Triwardono menuturkan “ Percepat pergantian Panglima TNI merupakan “Hak Presiden “ sebagai Panglima Tinggi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Media Sosial (red. Facebook, Twitter, Istagram, WA/ What’s App, Youtube, dan lain-lain ) merespons cepat keputusan Presiden Joko Widodo terkait dengan pergantian Panglima TNI. Pergantian Panglima TNI (Tentara Nasional Indonesia) Jendral... Baca selengkapnya...

INTERNASIONALTiongkok Islam Phobia Larang Kegiatan K.....
20/01/2018 | Didi Rinaldo

KOPI- RRC - Ditempat kerjanya , Goh Peng Peck  menuturkan " Ketakutan Islam berkembang pesat di negara Tiongkok. Pemerintah membatasi kegiatan keaga [ ... ]



NASIONALAnak Anda Mau Jadi Anggota Polri Sia.....
29/12/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Sumatera Selatan – Anak Anda ingin jadi anggota Polri, siapkan 2 F (Fulus, Fisik). Netizenpun berkomentar, Akun Wesly Sneijder Ambarita menul [ ... ]



DAERAHMenteri Lingkungan Hidup Apresiasi Penge.....
22/01/2018 | Buddy Wirawan

KOPI, Bandung - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI, Siti Nurbaya Bakar mengapresiasi perubahan-perubahan besar yang terjadi di Kota Bandu [ ... ]



EKONOMIKOMPAK Gagas Optimalisasi Pelaksanaan OT.....
22/01/2018 | Rachmad Yuliadi

KOPI,Banda Aceh-Berbicara tentang Otsus pastilah bicara tentang dana yang khusus dikeluarkan untuk Provinsi Aceh, Provinsi Papua dan Provinsi Papua Ba [ ... ]



HANKAMDanlanal Berterima Kasih Atas Bantuan Pi.....
23/01/2018 | Buddy Wirawan
article thumbnail

KOPI, Bandung - Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Bandung, Letkol Laut (P) Sunar Solehuddin menyampaikan terima kasih kepada Pemkot Bandung yang  [ ... ]



OLAHRAGASempena Hut Kuansing : Bupati H. Mursini.....
13/10/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Kuantan Singingi – Dari pantauan Pewarta Indonesia , Kamis pagi (12/10-17) dari luar Gedung DPRD kabupaten Kuansing, puluhan karangan bunga u [ ... ]



PARIWISATAKunjungan Turis Manca negara ke Indones.....
03/01/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Pekanbaru - Pariwisata andalan pendapatan negara non migas, negeri Indonesia kaya akan keindahan alam dan budayanya. Dulu para turis mancanegara [ ... ]



HUKUM & KRIMINALSerangkaian Kegiatan Budi Waseso Kepala .....
19/01/2018 | Rachmad Yuliadi

KOPI,Banda Aceh-Masalah narkoba tentu merupakan pekerjaan besar bagi pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Aceh yang terkenal dengan ganja nomor sat [ ... ]



OPINIKali Ini Enak Ditonton.....
15/01/2018 | Siti Khumaira

KOPI - PILWAKO kali ini enak ditonton, karena semua petarungnya sama-sama sudah pernah menang dan dua diantaranya pernah pula kalah karena dicoret. "A [ ... ]



PROFILBripka Ralon Manurung Tulus Berbagi untu.....
21/12/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Gunung Sahilan - Ditempat kerjanya, Ucu Rosyid mengatakan “ Selama ini kami lihat Dinas Pendidikan propinsi rela menghabiskan dana puluhan mil [ ... ]



SOSIAL & BUDAYAPuluhan Penyair Siap Meriahkan HUT ke-9 .....
08/01/2018 | Buddy Wirawan
article thumbnail

KOPI, Bandung–Di Hari Ulang Tahunnya yang ke-9, Majelis Satra Bandung (MSB) kembali menggelar acara. Jika tahun-tahun sebelumnya ada pentas dangdu [ ... ]



ROHANIMengenal Abuya Syaikh H. Muhammad Muda W.....
26/09/2017 | Ismayadi Yadi
article thumbnail

KOPI - Abuya Syaikh H. Muhammad Muda Waly al-Khalidy an-Naqsyabandy Abu Abuya Syaikh H. Muhammad Muda Waly al-Khalidy an-Naqsyabandy DAYAH-DARUSSALAM [ ... ]



RESENSIHeboh Buku Fire and Furry Ungkap “ D.....
05/01/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Washington DC- Heboh buku Fire and Fury ungkap “Dapur Gedung Putih” Menjelang Pemilu Pilres Amerika Serikat . Dilansir dari The Guardian, R [ ... ]



CERPEN & CERBUNGKetika Gunung Juga Punya Cara.....
22/03/2016 | Anjrah Lelono Broto
article thumbnail

KOPI - Gunung memiliki cara sendiri untuk menunjukkan kediriannya. Gunung juga memiliki mulut dan lidah tersendiri untuk berbicara. Gunung adalah gunu [ ... ]



PUISIMenatap Rasa.....
07/06/2017 | Mas Ade

Masih di bulan Juni Angin mendatangi jendelaku Bisikkan rindu yang basah Oleh hujan bulan Mei Meski embun tetap nyenyak dalam tidurnya Mendekap s [ ... ]



CURAHAN HATILSM KPK Laporkan Polresta Pekanbaru ke.....
27/12/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Pekanbaru - Kasus dugaan salah tangkap oleh anggota Polresta Pekanbaru, yang dialami oleh Syamsi Ramed (21) yang diduga pelaku perampokan Teras  [ ... ]



SERBA-SERBIDipicu Facebook Blokir Akun FPI, Ratus.....
13/01/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Dalam rilisnya Facebook Indonesia menyatakan laman webnya  ingin menjadi tempat yang aman untuk berbagi cerita dengan teman atau [ ... ]



Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.