Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?
PEWARTA ONLINE
None

GELORA SEPEDAJatuh Bangun Nadine Go wes Bersepeda den.....
20/06/2017 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Aktris Nadine Chandrawinata menyukai olahraga seperti  Renang, Menyelam, Senam serta olahraga baru yang kini Ia geluti yakni bersepeda. Ditemui di acara Polygon Follow Your Own P [ ... ]



POLLING WARGA
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Kutitip Ginjal Ini

KOPI - Air mukamu sudah bisa ku lihat jelas, walaupun sedikit itupun karena kau paksakan untuk membersihkannya dengan air tajin yang sengaja kau oleskan pengganti masker diwajahmu. Sebenarnya apasih yang membuatmu begitu sedih dan tersiksa? Parfum beraroma tajam dihidung itu mengantarkan ingatanmu pada kejadian seminggu yang lalu, kejadian di Padang Fair ketika dalam keramaian kau disekap sendirian dibawah tenda biru disana ada minuman dan makanan gratis lalu kau dipaksa untuk ikut dengan mereka. Tempat itu masih mengingatkan dirimu akan kesepakatan untuk tidak mengatakan kepada siapapun tentang hal yang akan bisa membunuh cintaku pada lelaki yang telah meminangku satu bulan yang lalu?

 

Rasa takut kau biarkan menciutkan anak jantungmu. Ah.. sudahlah ini ada lowongan pekerjaan mudah-mudan kamu suka, lagipun pekerjaan ini tidak akan menguras waktumu untuk mempersiapkan diri kepelaminan. Mumpung bisa nambah biaya beli baju; mana tahu nanti ada yang bisa mensponsori pestamu biar tambah meriah, apalagi dapat orderan gratis tentang riasan, undangan dan fotografer.

Nanti jika kau setuju kerja sampingan ini, ubah pakaianmu menjadi pakaian yang sedikit berwarna-warni, bukan warna dongker, hitam, dan hijau yang biasa kau pakai, tapi agak berfariasi agar kecantikanmu terlihat terpancar ditambah lagi lipstik yang berwarna merah marun tambah membuatmu begitu cantik, nah kalau begitu, harapan banyak deh fans nanti.

Besok ku antarkan kau melamar kerja disana.

***

Nah itu tempatnya radio yang selalu kau dengarkan itu, mumpung kau suka bercuap-cuap dan lagipun suaramu sangat bagus, cobalah, nanti kamu akan diajarkan untuk mengoperasikan programnya. Aku tahu karena istriku bekerja disana, dia membutuhkan penyiar yang tak memerlukan pengalaman. Jadi ku lihat kamu punya bakat, apalagi selama kau menjadi repsesionis.

“Beb, ini teman abang, Nina namanya.”

“Oh ya bang, cantiknya. Ayo sila masuk. Surat lamarannya ada di bawa..?”

“Ada, ini kak.”

“oh sudah biasa menjadi mc, hmm, pengalaman yang bagus, hari ini kita cuba suaranya dulu. Mana tahu bisa ditempatkan pada program penting disini.

Nina memasuki ruangan yang asing bagi dirinya, dingin, banyak mikropon, monitor, komputer, laptop, dan ace. Nina terlihat canggung, hanya diam membatu, apalagi saat ia harus duduk dikursi rekaman.

“ayo silahkan kamu ngomong apa saja, yang jelas kami bisa mengetahui jenis dan karakter vokalmu, tiga menit.”

“baik kak, selamat siang semuanya, perkenalkan namaku Nina, akan menemani anda semua dalam ruang dengar di radio kesayangan anda. Aku disini mengajak anda untuk memaknai arti cinta seutuhnya, cinta itu tak perlu pengorbanan yang muluk-muluk, tak perlu di diasati dengan penampilan dan uang menggunung demi cinta itu kan tetap berlabuh dihati kita, jadi makna cinta itu terletak dalam kesetiaan dan arti kejujuran, jika dua itu tetap tertanam dalam hati maka sangat mudahlah kita bisa menkmati cinta seutuhnya. Ingat ya, semenit sebelum ijab kabul cintamu itu bisa di bawa terbang angin, apalagi jikalau kamu sudah bertunangan. Sebuah ikatan kepemilikan agar siapa yang di tunangkan itu tidak menerima hati yang lain untuk dapat memilikinya. Tapi hari zaman sekarang walaupun kita telah tunangan, kalau tuhan berkehendak kita tak jodoh, ya mau di apakan lagi makna dari tunangan tersebut. Sekian dari saya yang memilki cinta tergantung.”

“wah.. mantap Nina, tanpa konsep, lancar seperti air mengalir, suaramu bagus, berkarakter, lembut dan sejuk didengar”

“hmm, beb, itu adalah kisah cintanya yang tersiksa beb.” Suaminya mencoba mengirim pesan singkat ke hape istrinya bahwa cerita yang di sampaikan oleh Nina tadi adalah kisah dirinya yang hampir kandas diatas cincin tunangan.

Nina keluar dari ruangan rekaman, menemui temannya tadi, dan mengajak untuk kembali ketempat kerjanya yaitu Plaza swalayan, walaupun satu jam lagi giliran Nina menggantikan posisi kawannya yang lain. Mengingat temannya itu adalah induk semangnya, teman semasa disekolah dulu. Seperti biasa hape jadul pemberian mendiang ayahnya selalu dilihatnya, apakah calon suami yang sudah meminangnya lewat tunangan cincin belah rotan, apakah ada pesan singkat uang masuk lewat hape jadul ini, menanyakan keadaan dan sekurang-kurang menanyakan apa kabar sudah makan kah.? Tapi hal itu bakalan tidak mungkin terjadi, karena sudah hampir satu setengah bulan kaba darinya tak pernah datang.

Nina mencoba mengingat kembali ancaman perempuan-perempuan preman yang mengahabiskan waktunya di embulan asap rokok, kacang goreng, pakaian yang serba ketat ditambah lagi riasan diwajahnya sungguh menor di bawah jembatan. Ancaman menjauhkan lelaki yang sangat dicintainya, tanpa alasan dan dirinya sangat bingung sekali, belum lagi pertanyaan kedua orangtua yang harus dijawab, tentang kepastian waktu dilangsungkan pernikahan;tanggal, hari, bulan, dan tahun serta pestanya akan dilangsungkan dimana?

Oh tuhan dimana kan ku cari keberadaannya, apakah dia masih di pulau Jawa, atau sudah kembali ke Padang. Apa yang kau khawatirkan, masih laki-laki itu?, ah sudahlah Nina, masih banyak lagi laki-laki lain yang akan bisa membuatmu tersenyum, apakah dia pernah berjanji padamu berapa lama pertunangan ini? Hanya satu bulan, dan dia mengatakan jika satu bulan ku tak memberi kabar, maka kau kan ku lepas, dan tidak ada ikatan lagi, namun jikaa kau masih mencintaiku maka bersabarlah unuk menungguku. Itulah katanya, lantas bagimu gimana, ini hampir sudah dua bulan, kau menunggu terlalu sabar, ingat masa mudamu bukan untuk bersedih hati, dinikmati dan harus bahagia. Sudah, kau harus jujur sama ibumu, perihal perjanjian itu, perjanjian yang akan bisa dipahami oleh ibumu. Okelah nanti malam aku akan hubungi ibuku.

Aku teringat betapa gagahnya dia, aku merasa nyaman dengannya, dan berharap bisa menjadi pendamping hatiku sampai mata ini benar-benar tertutup. Tapi bagaimana kini, cintaku teramat besar padanya, ditambah lagi ada ancaman dari perempuan itu. Haa? Perempuan, perempuan mana..? dimana? Siapa?, Nina kau harus jujur padaku, akukan bisa membantumu, bukan ketakutan seperti ini, mungkin ada pesan atau isarat yang tak kau pahami. Bilang padaku siapa dia, dimana dia tinggal?

Apa kau tak menganggap akau sahabatmu lagi, setiap hari kau menangis, apa kau mau mati dalam tangisan itu? Matamu jangan terlalu kau besarkan padaku, aku tahu kau begitu tersiksa setelah banyak yang menyodorkan menu cintanya padamu, bahkan kau telah mendengar sebetulnya jeleknya tunanganmu yang mudah menjual benihnya pada perempuan yang kesepian, juga demi menambah biaya nikahnya kau nanti. Haa..? Randi apakah benar sudah tahu tentangnya, kenapa kau diam selama ini, dan tidak melarangku untuk tunangan dengannya, setelah laki-laki yang pernah kucintai dulu sudah resmi mengajakku nikah, demi membalas budi dia pernah mendonorkan ginjalnya padaku, maka aku putuskan untuk memilih terimakasih menerima cintanya yang sebenarnya agak sedikit semu kurasa.

Aku yakin kau menerima cintanya setelah dia siuman dari donor ginjalnya padamu, itu demi menyatukan ginjal yang berada dalam tubuhmu itu, benarkan,? Randi dari mana kau tahu semua ini, apa kau pernah mendengarkan percakapan orangtuaku, Randi jawablah..? bukan aku membaca dalam inbox hapemu, beraninya kau bongkar hapeku ya Randi, tidak aku tidak membongkarnya, apa kau ingat bahwa dulu hapemu pernah rusak jadi ku perbaiki, mau tak mau aku harus mempreteli hapemu, jujur aku penasaran dengan siapa kau berteman, dan dengan siapa saja kau dalam sehari berkomunikasi. Apa urusanmu ingin tahu isi hapeku, dan pertemananku.

Aku hanya ingin melindungimu, menilindungi apa lagi? Kita kan teman, ya teman tapi tidak terlalu mengekang Randi. Sudah-sudah, apa maumu, aku muak dengan segala kepedulian dan kediamanmu selama ini. Aku hanya ingin kau..., kau apa Randi..? kau jadi milikku, aku sangat mencintaimu melebih cintaku pada istriku. Ya tuhan, sadarkah kau apa yang kau katakan tadi, ingat Randi, kamukan sudah beristri... pergi kau..pergi biarkan ku sendiri, aku ingin sendiri.

Aku akan mencari tahu dimana keberadaan lelaki dan perempuan yang mengancammu itu.

Pimpinan radio tempat Nina bekerja, juga istri dari Randi menelponku untuk bisa mulai kerja dua kali dalam seminggu tepatnya pukul 19.00 sampai pada 21.00, dalam program curhatan hati kaula muda yaang lagi galau dalam percintaan, serta adanya interaktif yang bisa menghubungkan antara penyiar dengan pendengar. Program acara untuk tahap dua minggu ini, ditemani langsung oleh Linda pimpinan radio itu dan tak lupa Linda adalah istri dari Randi yang menghianati cinta istrinya yang begitu cantik, kaya dan baik.

Malamnya dua jam setelah pulang dari kerja di Plaza, aku langsung ke radio yang tak jauh dari kos ku, absensi awal, juga bahan materi sudah ditanganku, tinggal aku yang berbicara sesuai dengan panduan dalam secarik kertas warna hijau, tulisan yang mesti ku baca untuk membuka program, perkenalan diri, dalam frekuensi berapa dan temanya apa. Linda yang menaik turunkan monitor dan menghitung dengan jarinya yang lentik kapan ku mulai dan kapan ku berhenti.

“selamat malam penyiar baru, saya Randu mau berbagi pengalaman dan kegalauan hati akan nasibku kini.”

“ok malam juga panggil saya Nina, sip silahkan bercerita Randu” seakan aku mulai menikmati pekerjaan senggang waktu ini dengan sangat santai.

“aku Randu, aku sudah memiliki istri, dua orang anak perempuan, sudah sepuluh tahun pernikahan ini, saya merasa hambar, istri sibuk dengan karirnya, dan saya juga sibuk dengan perusahaan saya, anak selalu ditinggal dengan pembantu. Akhir-akhir ini aku ketemu dengan teman sebangkuku saat sekolah dasar dulu, dia belum juga menikah, semenjak aku mulai dekat denganya, maka cinta yang pernah ku punya dulu untuk istriku kembali hadir, tapi bukan untuk dirinya, tapi untuk temanku itu, nah bagaimana aku sebaiknya”

Sebelum Nina menjawab, Linda sudah ber-uraikan air mata, apakah kisahnya ini sama dengan kisah Randi yang mengungkapkan cintanya pada Nina tadi pagi. Apakah Randu itu Randi?namun Nina bersama Linda menanggapi kegalauan Randu.

“Randu kisah anda begitu mengena dihati kami, tak heran jiwa seorang perempuan tentunya tak ingi diduakan, apalagi dilakukan secara diam-diam, ungkapkanlah apa yang terasa kepada istri anda, cari dimana letak pangkal permasalahan kehambaran ini terjadi. Lantar hadirkan kedua buah cinta itu ditengah-tengahnya, masa hidup mereka sangatlah panjang, jika ini benar-benar terjadi cobalah Randu bersama istri pergi berdua berbulan madu, nanti disana coba evaluasi diri, mungkin kebersamaan itu tidak ada, ditambah lagi pulang kerja sama-sama letih, dan anak tidak peduli dengan kedua orangtuanya. Cobalah ungkapan cinta yang tulus dalam hati kepada istri anda, pergilah berlibur dan luangkanlah waktu istirahat atau cuti untuk berdua. Perihal teman waktu kecil, jadikan dirinya sebagai semangat, bila ditanya dalam hati perempuan, mereka tidak ingin merasakan bahagia dalam penderitaan temannya. Juga perempuan mana yang mau dimadu.”

“ya mungkin harus diluangkan waktu” ungkapan Linda sembari menegaskan, yang dihiasi butiran air yang tak hentinya turun dari matanya, terkesan menghayati sekali jawaban Nina, mau tak mau Linda kembali menyeka air mata yang banyak mengandung makna itu.

Dua jam suadah program yang dibarengi iklan komersial menghiasi jop perdana Nina yang banyak mendapatkan pujian. Kau memberikan tanggapan tadi seakan kau pernah melalui kejadian itu. Ah bukan kak Linda, itu hanya keluar saja dari hidup yang ku lihat keseharian ini. Tapi kenapa Kak Linda menagis ya? begini Nina, Randu itu adalah suamiku Randi, dia telah pernah menyebutkan ini dulu kepadaku, tapi dia tidak ingin kai pisah, dia hanya ingin aku memberikan ijin untuk berpoligami, tapin aku tak mengijinkan karena batinku yang tak terima, ditambah lagi anak-anak sedang membutuhkan kami berdua. Tapi aku tak tahu siapa teman kecil yang mengubah dirinya itu.

Hati Nina berasa siap di tinju oleh Mike Tyson, menancap sampai kehulu hati, sakit dan pedih, oh tuhan, jangan paksa aku untuk membongkar rahasia tadi pagi yang di ucapkan Randi padaku, dia suka padaku, dia cinta, dan.. ah.. hancur deh kalau aku buka mulut.

Sudah berapa kali Randi memohon untuk lupakan laki-laki itu, agar bisa masuk lagi laki-laki lain yang akan bisa membuatnya tersenyum dan bahagia. Dan mencari tahu keberadaan tunangan yang menggantung Nina tanpa tali.

Kau ingin menanti kepastiannya, menjemputmu dan menikahkanmu, atau kau masih tak percaya apa yang ada dalam sms inboxmu dan ancaman perempuan sangar yang mengatakan tunanganmu sekarang jadi lakiku. Atau kau harus melihat sendiri lelaki itusudah menjadi gigolo, menjual kesetiaanmu dan menghianati cinta yang sudah mulai kau selami.

Linda dan Nina saling berpelukan, dengan rasa itu juga Nina mencoba menenangkan hati Linda seorang pimpinan dan istri dari lelaki yang menjojokan cintanya. Kisah ini sering ku baca dalam sebuah novel pinjaman tetanggaku, tapi pada nyatanya kisah yang masih tergiang dalam benakku nyata ada didepanku sekarang bahkan ini juga merupakan penggalan dari kisahku. Ditepi laut pantai Padang, Nina dan Linda sama-sama menikmati malam yang begitu cerah, tapi tak secerah hati mereka yang dipenuhi awan hitam. Dalam pandangan kearah laut yang di hiasi oleh bintang-bintang, Nina melihat sosok lelaki gagah yang turun dari mobil sedan membukakan pintu untuk seorang perempuan yang cantik. Matanya tak pernah salah, karena ada firasat yang mengatakan itu adalah tunangannya lelaki yang tak ada kabar berita, kabar yang membuat Nina untuk ragu dalam kesetiaannya walau kesepakatan telah dibicarakan. Tapi tentang ginjal ini, ginjal yang selalu meronta kalau tidak dikasih air soda, dan kopi, pdahal kebiasaan Nina bukanlah demikian, tapi semenjak ginjal itu merajai nafsu makan Nina, akhirnya Nina membiasakan mengkonsumsi minuman yang mengandung gas dan kafein itu.

“Qinan.., kenapa kau meninggalkan aku dalam ketidak pastian.”

“Nin apa yang kamu lihat..?’

“itu kak lelaki tunanganku itu” dia memeluk dan mencium wanita itu, mesra sekali. Hatiku hancur kak,”

“ayo kita kesana”

“Qinan! kenapa kau tak memberi kabar padaku,”

“kamu kenal sama dia” ungkapan wanita yang bersama Qinan itu.

“tidak saya tak tahu, ah mungkin ngaku-ngaku saja, atau minta duit”

“kurang ajar kamu, hai laki-laki jalang, enaknya kamu ngomong kayak gitu sama temanku yang sudah kau tunangi, kau tinggali, nih lihat cincinmu masih sama dengan cincin dia.”

“alah pergi, ngaku-ngaku, tak bisa lihat orang senang ya, pergi” bentak Qinan pada Linda dan Nina.

Sembari langkah Nina lunglai dalam tangis menuju mobil Linda, ternyata Randi telah dahulu melabrak Qinan, wajah nya dipukul, perutnya ditusuk sama pisau, dan perempuan itu di tampar oleh Randi, sampai mengakibatkan mulutnya itu berdarah. Banyak yang menyaksikan kejadian itu, sehingga Qinan cepat-cepat dilarikan kerumah sakit, banyak mengeluarkan darah. Nina dan Linda mengetahui ribut-ribut, sehingga Linda menyaksikan betul Randi suaminya yang sedang mabuk berkata seenaknya, mengungkapkan kata cinta pada temanya yang tak ia sebutkan namanya, Linda berusaha mengambil air dalam jok mobilnya dan menyiran kewajah Randi. Tak lama keudian Randi yang masih di tahan oleh masyarakat yang menikmati malam itu, sebelum dikroyok masa polisi membawa Randi kekantor polisi.

Linda mengikuti suaminya, dan Nina mengikuti Qinan menuju rumah sakit, sampai di IGD, ternyata dalam pemeriksaan, ginjal Qinan yang tinggal sebelah tembus oleh tajamnya ujung pisau Randi, jika ginjal Qinan di angkat keduanya, harapan hidup tak akan lama lagi. Oh tuhan, apa yang akan ku lakukan ini, ya memang ginjal Qinan ada dalam tubuhku. Haruskah ku kembalikan lagi ginjal ini, setelah persediaan ginjal di rumahsakit ini tidak ada.

Tanpa pikir terlalu panjang Nina memberanikan dirinya untuk memberikan satu ginjal yang pernah di donorkan pada dirinya untuk Qinan. Setelah berjam-jam, Nina dan Qinan sama-sama siuman. Saat mereka berpandangan Nina mengungkapkan “kutitip ginjal yang pernah kau berikan dulu, semoga dari ginjal itu kau akan tahu betapa aku berusaha menanti dan mencintaimu..

Penulis: Nova, seorang Penyiar Radio di Payakumbuh Sumatera Barat, pernah meraih PPWI Award, dan telah banyak memenangkan lomba nulis puisi, cerpen dan feature, tinggal di Payakumbuh Sumatera Barat

Talawi, 12 Desember 2015

 

Perintah Kapolri : Tembak Mati Oknum Personel Polri sebagai Bandar Narkoba
Senin, 23 April 2018

KOPI, Pekanbaru - Kunjungan kerja Kapolri Jendral (Pol) Tito Karnavian kepulau Sumatera berawal dari propinsi Aceh, Sumatera Utara, Riau, Palembang. Dalam rangka meningkatkan Solidaritas dan sinergiritas antar dua lembaga institusi Polri dengan TNI mengamankan terselenggaranya Pemilu serentak 2018 serta Pilpres 2019. Kunjungan dua Jendral bintang empat ini ke Propinsi Riau, hari Jum’at (20/4-17). Kedatanganya disambut oleh Kapolda Riau,... Baca selengkapnya...

Cucu Pahlawan Nasional Bra Koosmariam Tersiram Air Panas oleh Pramugari Garuda
Minggu, 15 April 2018

KOPI, Jakarta – Cucu pahlawan nasional Pakubuwono X yakni B.R.A Koosmariam Djatikusumo (69) mengalami cacat payudara akibat tersiram air panas di kabin pesawat oleh oknum pramugari. Insiden terjadi saat penerbangan dari Bandara Soekarno Hatta menuju Banyuwangi pada 29 Desember 2017 lalu. Saat itu, pramugari Garuda sedang melayani para penumpang atau serving. Tak disangka, teh panas tumpah dan mengenai tubuh korban. Cucu pahlawan nasional... Baca selengkapnya...

Wartawan Dimeja-hijaukan, Dewan Pers Mutlak Dibubarkan
Sabtu, 14 April 2018

KOPI, Jakarta – Ketua Umum PPWI Nasional, Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA kembali bersuara keras atas tindakan kriminalisasi terhadap wartawan yang terjadi di berbagai wilayah di Indonesia. Kali ini, Wilson merasa sangat prihatin atas perlakuan sewenang-wenang aparat kepolisian di Polda Sumatera Barat yang menyeret Ismail Novendra, pimpinan redaksi Koran Jejak News yang terbit di Padang, Sumatera Barat, ke meja hijau. Laporan terkini yang... Baca selengkapnya...

Ada Apa Dengan KPK ? Tak Berani Mengusut Kasus Izin Kehutanan Melibatkan Zulkifli Hasan
Jumat, 13 April 2018

KOPI, Jakarta - Keterlibatan mantan Mentri Kehutanan Zulkifli Hasan memberikan izin pembebasan lahan hutan di Propinsi Riau dan Banten. Hampir semua kasus korupsi alih fungsi lahan berawal dari keputusan menteri yang berwenang dan saat itu Zulkifli Hasan sebagai Menteri Kehutanan melalui SK No. 673/ 2014 menyetujui alih lahan sebesar 30.000 ha yang berujung pada pemberian suap oleh mantan Gubernur Annas Makmun . Dalam persidangan terdakwa... Baca selengkapnya...

Erasmus Huis Hadirkan Konser Alexander Ullman di Jakarta
Kamis, 12 April 2018

KOPI, Jakarta – Lembaga Kebudayaan Belanda, Erasmus Huis, mengadakan acara konser tunggal menghadirkan Alexander Ullman, bertempat di The Erasmus Huis, Kedubes Belanda, Jl. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, 11 April 2018. Alexander Ullman adalah pemenang pertama Franz Liszt Piano Competition ke-11 yang berlangsung di Utrecht, Belanda, tahun 2017 lalu. Tidak kurang dari 300 penonton menyaksikan konser anak muda berkebangsaan Inggris... Baca selengkapnya...

Mendes PDTT Eko Putro Ingatkan Kades Tak Selewengkan Dana Desa , Telpon Satgas Bila Ada Kendala
Kamis, 12 April 2018

KOPI, Jakarta – Masa pemerintahan Presiden Joko Widodo dengan Jusuf Kalla, Selama Tiga tahun ini dana desa mampu membangun lebih dari 121.000 kilometer jalan desa. Ini belum pernah ada dalam sejarah Indonesia. Desa mampu membangun 1.960 kilometer jembatan, tambatan perahu, embung air (sumur resapan air), sarana olahraga, irigasi, serta Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro... Baca selengkapnya...

Inilah Puisi “Ibu Indonesia” Dibacakan oleh Sukmawati Bikin Heboh Umat Islam
Sabtu, 07 April 2018

KOPI, Jakarta - Putri Presiden pertama Indonesia Soekarno yakni Sukmawati Soekarnoputri membacakan puisi berjudul “Ibu Indonesia” di acara Pagelaran peragaan busana “Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week ke 29” bertempat di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Selatan, pada Kamis, 29 Maret 2018. Ibu Indonesia Aku tak tahu Syariat Islam Yang kutahu sari konde ibu Indonesia sangatlah indah Lebih cantik dari... Baca selengkapnya...

INTERNASIONALLuar Biasa ! Berkat Kemenperin, Karya An.....
23/04/2018 | Yeni Muezza
article thumbnail

KOPI, Jakarta - Produk kerajinan karya anak bangsa Indonesia berhasil tampil pada ajang pameran internasional, Salone del Mobile Milano 2018 di Ital [ ... ]



PENDIDIKANSMPN 1 Gisting Diduga Sarat Pungli dan P.....
19/04/2018 | Redaksi KOPI

KOPI, Tanggamus - Upaya pemerintah Republik Indonesia meningkatkan mutu pendidikan beberapa tahun ini selalu menjadi sektor skala prioritas. Terbukti, [ ... ]



HANKAMPersit KCK Koorcabrem 071 PD IV Diponego.....
21/04/2018 | Marsono Rh

KOPI - Persit Kartika Chandra Kirana Koorcabrem 071 PD IV/Dip dipimpin Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcabrem 071 Ny. Anita Dani Wardhana memb [ ... ]



OLAHRAGAViral Medsos Rekaman Video Paspampres Ha.....
25/02/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Jakarta – Sebenarnya kegiatan ini bukan kegiatan kenegaraan. Kegiatan tersebut seremonial menyaksikan pertandingan Final antar dua kubu grup [ ... ]



PARIWISATAAston Luncurkan Minuman Anyar “Cocore.....
27/03/2018 | Buddy Wirawan
article thumbnail

KOPI, Bandung – Trend “nongkrong” atau berkumpul sudah menjadi gaya hidup anak muda maupun dewasa saat ini, mulai dari makan dan minum hingga  [ ... ]



POLITIKPilkada Biak Numfor 2018, Ujian Terberat.....
23/04/2018 | Redaksi KOPI
article thumbnail

KOPI, Jakarta – Proses persiapan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Biak Numfor terus berlangsung, seperti halnya juga di 100 lebih daera [ ... ]



OPINIMemperkuat Peran Tiga Pilar Utama Pendid.....
21/04/2018 | Harjoni Desky, S.Sos.I., M.Si

KOPI - “Pendidikan merupakan alat yang memiliki tenaga untuk mengubah dunia” ini salah satu mutiara terkait dengan pentingnya pendidikan. Dari ka [ ... ]



PROFILBrigjen Pol. Drs. H. Faisal Abdul Naser,.....
02/03/2018 | Rachmad Yuliadi Nasir

KOPI-Jakarta,Bila Kita perhatikan bahwa Bumi Aceh sangat subur sekali. Bahkan tanaman ganja tumbuh seperti rumput hijau di tanah. Bumi Aceh sangat sub [ ... ]



SOSIAL & BUDAYAIkuti FLS2N Lampung Barat, SMPN 2 Bandar.....
22/04/2018 | Jamsi Martien

KOPI, Lampung Barat - Siswa/i SMP N Bandar Negeri Suoh juara 1 (satu) FLS2N Musik Tradisional di kabupaten Lampung Barat. Festival Lomba Seni Siswa Na [ ... ]



ROHANIGerakan Belajar dan Mengajar Al-Qur'an.....
04/04/2018 | Rachmad Yuliadi Nasir
article thumbnail

KOPI, Jakarta - Sebagai daerah yang menganut sistem syariat Islam maka daerah Aceh banyak sekali terdapat tempat-tempat pendidikan belajar Alquran. U [ ... ]



RESENSIHeboh Buku Fire and Furry Ungkap “ D.....
05/01/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Washington DC- Heboh buku Fire and Fury ungkap “Dapur Gedung Putih” Menjelang Pemilu Pilres Amerika Serikat . Dilansir dari The Guardian, R [ ... ]



CERPEN & CERBUNGKetika Gunung Juga Punya Cara.....
22/03/2016 | Anjrah Lelono Broto
article thumbnail

KOPI - Gunung memiliki cara sendiri untuk menunjukkan kediriannya. Gunung juga memiliki mulut dan lidah tersendiri untuk berbicara. Gunung adalah gunu [ ... ]



PUISIMenatap Rasa.....
07/06/2017 | Mas Ade

Masih di bulan Juni Angin mendatangi jendelaku Bisikkan rindu yang basah Oleh hujan bulan Mei Meski embun tetap nyenyak dalam tidurnya Mendekap s [ ... ]



CURAHAN HATIAnggota DPRD Riau Suhardiman Amby Di-OTT.....
09/04/2018 | Didi Rinaldo

KOPI, Pekanbaru – Operasi Tangkap Tangan (OTT) bukan milik Institusi KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) saja. Para istripun melakukan aksi serupa,  [ ... ]



SERBA-SERBIKonsul Amerika Serikat Tertarik Lingkun.....
12/04/2018 | Rachmad Yuliadi Nasir

KOPI-Jakarta, Kawasan lingkungan alam perlu dilestarikan. Apalagi kawasan lingkungan hidup seperti di Gunung Leuser merupakan paru-paru dunia. Pad [ ... ]



Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.