Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?

YANG TERPINGGIRKAN
Ketika Rasisme Dekat dengan Para Punggaw.....
26/06/2015 | Maulana Muhammad

“Il Club Più Titolato Al Mondo” merupakan sebuah ungkapan dalam bahasa Italia yang mengandung  [ ... ]


GELORA SEPEDA
Fun Bike Meriahkan HUT Ke-69 TNI di Aceh.....
29/09/2014 | Syamsul Kamal
article thumbnail

KOPI, Aceh Jaya - Dalam rangka memperingati hari ulang tahun Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang ke 69, Komando Distrik Militer (Kodim) 0114 Aceh Jaya, mengegelar acara sepeda santai (fun Bike)  [ ... ]



POLLING WARGA
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Inspirasi Cerpen & Cerbung Seorang Anak Kecil dan Ibunya

Seorang Anak Kecil dan Ibunya

Pewarta-Indonesia, Rumah kardus itu terlihat sangat gelap dan pengap. Disekeliling mereka hanya tercium bau yang tidak sedap. Seorang anak kecil ceking dan dekil yang berumur 11 tahun tengah memilih-milih kertas dan botol yang layak jual. Wajah corang-coreng itu terlihat lebih dewasa dari umur aslinya. Sementara itu seorang wanita muda yang juga ceking dan dekil tidur di tanah yang hanya beralas kardus. Mulut wanita itu mendesis pelan karena menahan lapar. Anak kecil itupun menoleh kepadanya dengan wajah sedih.

“Ibu pasti lapar karena sudah 3 hari tidak makan nasi. Sabar dulu ya bu, tinggal sedikit lagi.”

Lalu secepat kilat anak kecil itupun melanjutkan pekerjaannya. Dan tidak sampai 5 menit, anak lelaki itu memasukkan kertas-kertas dan botol-botol yang hendak dijualnya kedalam keranjang lalu dipanggulnya dengan gagah.

“ Komang pergi dulu Bu. Komang akan membawakan nasi bungkus buat Ibu.“

“ Hati-hati Mang. Jangan ikutan nyopet ya nak…” mulut wanita itu bergetar.

Anak kecil itu mengangguk sebelum akhirnya meninggalkan rumah kardusnya untuk menjual hasil pulungannya. Anak kecil itu sangat tangguh dan gagah memanggul keranjangnya. Tekadnya yang kuat untuk membawakan sang ibu sebungkus nasi telah membuatnya bersemangat. Tak dihiraukannya panas ibukota yang menyengat kulitnya.

Sebetulnya dulu, anak kecil itu sempat merasakan bangku sekolah meskipun hanya sampai kelas 3 SD. Tapi sejak ibunya mengalami kecelakaan ketika menjual barang asongan dilampu merah dan si penabrak lari tidak bertanggung jawab, maka cita-citanya musnah seketika. Sebetulnya anak kecil itu sangat kecewa karena tidak dapat melanjutkan sekolah. Tapi rasa sayangnya terhadap sang ibu telah membuatnya tidak ingin menampakkan kesedihan didepan sang ibu. Lalu sejak saat itu, anak kecil itupun berubah menjadi seorang anak kecil yang dingin dan sinis dalam menghadapi hidup. Tidak ada keinginan lain dalam hidupnya selain hanya ingin membahagiakan sang ibu.

Dua jam kemudian, wajah kecil yang tadi kelihatan payah dan dingin itu sedikit menggariskan senyuman ketika berhasil menjual barangnya dan membelikan 2 bungkus nasi untuk ibunya. Dia sendiri cukup hanya dengan dua potong bakwan karena uangnya tidak cukup untuk membeli nasi satu bungkus lagi. Dengan berlari kencang anak kecil itu mendekap plastik hitam yang berisi 2 bungkus nasi itu tepat didadanya. Suara ibunya yang menangis kesakitan dan meminta tolong membuat anak kecil itu ketakutan.

Anak kecil itu langsung menyingkap plastik penutup rumah kardusnya. Dan wajahnya langsung berubah pias penuh kebencian. Seorang lelaki hitam yang botak yang diketahuinya sebagai penguasa daerah kumuh itu tengah memperkosa ibunya. Anak kecil itu menjatuhkan nasi bungkusnya dan langsung menerjang lelaki itu dengan kalap. Tapi seorang lelaki lain yang bertubuh lebih besar dan gelap dengan rambut gondrong menangkap dan membekapnya kuat-kuat. Anak kecil itu meronta dan melawan habis-habisan, tetapi apalah daya tubuh kecil ceking dan kelaparan menghadapi tubuh besar yang sudah banyak melakukan kejahatan itu. Anak kecil itu hanya bisa meraung-raung kalap menatap ibunya. Rasa dendam menyerbu dengan kuat kedalam hatinya.

Ketika akhirnya kedua lelaki itu meninggalkan mereka dengan tawa kepuasan, anak kecil itupun dengan mulut gemetar mendekati ibunya dan membereskan pakaian ibunya yang terkoyak. Sang ibu hanya menangis tak berani menatap anak kecilnya.

“Sudah berapa kali mereka menyakiti Ibu ?” suara anak kecil itu pahit. Ibunya hanya menggeleng dan memeluk anak kecil itu erat-erat. “ Katakan Bu! Apa mereka sering melakukan ini pada Ibu ?!” teriak anak kecil itu marah.

“Ini kedua kalinya mereka memperkosa ibu…” suara serak itu tak berdaya.

“Kenapa Ibu tidak cerita sama saya?!” suara anak kecil itu penuh kepedihan. Tangisnya langsung terumbar tak kuasa. Rasa sakit di dadanya karena dia merasa tidak bisa menjaga sang ibu dengan baik. Anak kecil itu terus menarik-narik rambutnya menahan amarah yang membuncah didadanya.

“Ibu tidak ingin kamu sedih nak, biar Tuhan yang membalasnya… maafkan ibu nak, ibu tidak berdaya…”

Anak kecil itu menatap ibunya dengan wajah penuh air mata dan nafas yang memburu. Sang ibu nampak memukuli kedua kakinya yang patah permanen dengan sedih, lalu anak kecil itu memeluk ibunya erat-erat seolah menenangkan “ Ibu tidak bersalah. Ibu tidak bersalah…”

Bisikan penuh rasa sakit dan kebencian itu terus keluar dari mulut dingin anak kecil itu. Lelaki-lelaki itu yang bersalah karena telah menyakiti ibuku. Dan yang salah harus dihukum. Bagaimanapun caranya, meskipun nyawa taruhannya. Tidak ada yang boleh menyakiti ibuku, batin anak kecil itu penuh dendam.

Malam harinya, suasananya sangat gelap karena mendung menyelimuti ibukota. Terlihat 2 orang lelaki betubuh besar sedang berjalan dengan terhuyung-huyung karena mabuk. Tawa dan nyanyian sinting mereka menggema di seantero lingkungan rumah kardus itu. Kedua lelaki itu adalah dua lelaki yang tadi siang memperkosa ibu anak kecil itu. Kedua lelaki mabuk itu lalu duduk di pinggir sungai yang juga berbau tak sedap untuk melanjutkan pesta minumnya.

Gelap. Hanya nampak bayangan dua lelaki yang bergantian meminum air maksiat itu dari botol. Tetapi, meski tak nampak oleh mata, sebetulnya ada sosok kecil di balik dinding tempat sampah itu yang sedang mengintai. Di tangan kurus itu tercekam sebilah pisau dapur yang siap menerkam perut buncit kedua lelaki itu.

Dan kemudian, saat itupun tiba. Dengan penuh kebencian pisau itupun dihujamkan berkali-kali ke perut kedua lelaki mabuk itu. Hingga akhirnya kedua lelaki itupun tak berdaya dan jatuh ke dalam sungai. Lalu tubuh ceking itupun meninggalkan tempat itu dengan wajah penuh kepuasan. Yang bersalah memang pantas dihukum, batinnya lega penuh dendam.

Besoknya daerah kumuh itu heboh karena penemuan 2 mayat lelaki preman yang selama ini sangat ditakuti di daerah kumuh itu. Tidak ada orang yang sedih atas musibah itu. Malah nampak wajah-wajah kepuasan dan penuh kelegaan di antara mereka.

Meskipun begitu pembunuhan tetap bukanlah perbuatan yang patut dipuji. Pembunuhan tetaplah perbuatan yang dilaknat oleh Tuhan. Sebesar apapun keburukan dari si terbunuh, tetap saja pembunuhan itu adalah perbuatan yang tidak dibenarkan. Tetapi semua itu seolah tidak diperdulikan oleh semua orang yang ada di kampung kardus itu. Bagi mereka yang penting adalah bahwa si pembuat onar sudah tidak ada lagi. Mereka tidak perduli siapa yang melakukan pembunuhan itu. Karena bagi mereka kematian dua orang preman itu sangatlah menggembirakan mereka.

Para polisi yang menyelidiki kejadian itu benar-benar tidak dapat menemukan adanya kejanggalan dari tempat terjadinya perkara. Selain tidak adanya saksi juga tidak ada bukti-bukti lain seperti sidik jari atau hal-hal lain yang mencurigakan. Akhirnya polisipun menyimpulkan bahwa kedua lelaki itu saling membunuh karena memperebutkan hasil jarahan mereka yang dipicu karena sama-sama mabuk. Kasus itupun ditutup dengan meninggalkan kelegaan pada setiap orang di kampung kumuh itu.

Beberapa saat kemudian, wanita itu menatap senyuman kepuasan di mata anak kecilnya yang dingin. Keduanya saling memahami apa yang telah terjadi. Meski tanpa diberitahu, wanita itu tahu bahwa mungkin saja sang anak kecil kesayangannya yang bertanggung jawab tentang rahasia pembunuhan itu, tetapi wanita itu hanya tersenyum sedih, tak mampu menanyakan apalagi menegur anaknya. Anak kecil itu membelai rambut ibunya yang kumal seperti seorang ayah terhadap anak gadisnya.

“Ibu harus tenang sekarang. Tidak ada lagi yang akan menyakiti Ibu. Saya akan melindungi Ibu dan menjaga Ibu sampai kapanpun.” Wanita itu hanya terisak perlahan. “Kalau saya sudah mempunyai uang yang banyak, saya akan membuatkan rumah untuk Ibu, saya akan membelikan makanan-makanan yang enak buat Ibu. Percayalah Bu, saya akan menjaga Ibu selamanya.” Wajah dingin itu sedetik lamanya berubah menjadi lembut. Expresi yang hanya bisa dia berikan kepada sang ibu.

Dua puluh tahun kemudian, di sebuah rumah di pinggiran ibukota. Rumah itu tidak terlalu besar, tetapi halamannya luas dan penuh dengan anak-anak kecil penjual koran dan asongan. Wajah-wajah kecil itu nampak ceria karena meskipun mereka anak jalanan, tetapi ada seorang lelaki yang menampung dan melindungi mereka meskipun hanya di sebuah aula besar seperti barak-barak prajurit yang berjajar kasur-kasur kecil dan tipis. Lelaki baik hati itu juga menyediakan barang-barang untuk mereka jual serta memberikan makanan dan pakaian kepada anak-anak itu. Dan selesai sholat maghrib, lelaki itu juga mendatangkan beberapa orang guru untuk mengajar mereka. Mungkin tidak sama dengan anak-anak rumahan, namun itu sudah lebih dari cukup buat anak-anak itu.

Lelaki yang dermawan itu tak lain adalah anak kecil ceking yang dulu pernah membunuh dua orang preman demi kehormatan ibunya. Masa lalu yang kelam dan pahit telah menjadi pelajaran berharga buatnya, sehingga lelaki itu tidak ingin nasib yang sama dirasakan anak-anak jalanan itu. Meski di balik itu tersimpan rahasia hitam hidupnya sebagai seorang pembunuh di usia kecil.

Nampak lelaki itu berdiri di teras rumahnya yang penuh bunga sambil memperhatikan kegiatan anak-anak asuhnya yang asyik bercanda dan menghitung hasil jualan mereka. Ada senyum kepuasan di balik wajah dingin lelaki itu. Lelaki itu menoleh ketika seorang wanita muda mendatanginya sambil mendorong seorang wanita tua di atas kursi roda. Wanita muda itu tengah mengandung anaknya yang baru berusia 8 bulan. Setelah mencium kening wanita muda itu, lelaki itu berjongkok di samping kursi roda dan tersenyum sangat lembut kepada wanita tua itu. Expresi yang hanya bisa dia berikan kepada sang ibu. Lalu lelaki itupun mengusap tangan ibunya yang telah keriput dan menciumnya dengan penuh rasa sayang dan tekad yang masih membara seperti dulu. Percayalah bu, saya akan menjaga ibu selamanya.***
 

Pengamat : Kerjasama PT.Telkom dengan Sing Tel = Membocorkan Rahasia Negara
Jumat, 31 Juli 2015

KOPI, Jakarta – Ajisutisyoso mengatakan Menteri BUMN Rini Soemarno menyerahkan proyek E-Budgeting Telekomunikasi kepada Singapura melalui kerjasama Telkom dan Singtel (Temasek), sama sekali tidak bisa disebut sebagai langkah korporasi, namun merupakan tindakan membantu intelijen asing dalam menguasai, memata matai, dan memporak porandakan negeri ini, Dunia Intelijen barat hanya mengandalkan perangkat elektronik canggih , alat komunikasi... Baca selengkapnya...

Akhirnya Kapolda Papua diganti oleh Brigjen Paulus Waterpaw.
Kamis, 30 Juli 2015

KOPI, Jakarta- Kapolri Jendral (pol) Badrodin Haiti melakukan pencopotan terhadap Kapolda Papua Irjen Yotje Mende. Posisi Yotje digantikan Kapolda Papua Barat Brigjen Paulus Waterpaw. Kepala Bagian Penerangan Umum Div Humas Mabes Polri, Kombes Pol Suharsono, membenarkan mutasi tesebut. Ia menerangkan, pada Jumat 31 Juli 2015 akan dilaksanakan serah-terima jabatan kepada ketiga perwira tinggi itu. “Betul, besok pagi akan dilaksanakan sertijab... Baca selengkapnya...

Pemkab Blitar Mutasi 215 Eselon III, IV Dan V
Kamis, 30 Juli 2015

KOPI, Blitar - Setelah mutasi/promosi pejabat struktural terakhir dilakukan pada 28 Februari 2014 lalu, kini Pemerintah Kabupaten Blitar, kembali lakukan mutasi/promosi Pejabat Struktural sebanyak 285 PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Blitar, yang meliputi 215 pejabat Eselon III, IV dan V, 57 Kepala Sekolah dan 13 Pengawas.   Sebanyak 285 PNS Pejabat Struktural Eselon III, IV dan V, juga Kepala Sekolah dan  Pengawas tersebut... Baca selengkapnya...

Pilkada Kabupaten Blitar Terancam Gagal
Selasa, 28 Juli 2015

KOPI, Blitar - Sampai hari terakhir pendaftaran Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Blitar di KPU Kabupaten Blitar, baru pasangan Rijanto – Marhainis Urip Widodo ( Rido ) yang mendaftarkan diri. Pasangan Rido dengan dihantarkan oleh partai pengusungnya yakni, PDI Perjuangan dan Partai Gerindra juga para relawan dan tim pemenangan, secara resmi mendaftarkan diri ke kantor KPU Kabupaten Blitar pada Selasa (28/7) sekitar pukul 02.05 wib. yang... Baca selengkapnya...

Surya Paloh Persilahkan Jokowi Copot Mentri dari Partai Nasdem
Selasa, 28 Juli 2015

KOPI, Jakarta - Surya Paloh pemilik Metro TV memberikan andil lebih kepada Jokowi saat kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2014, terlebih lagi Metro TV maupun jaringan medianya membantu Jokowi dalam menghadapi serangan kampanye hitam (red.Black Campaign) dari lawan politiknya dulu.   Ajisutisyoso mengatakan Surya Paloh menantang Jokowi mencopot mentri berasal dari kader Partai Nasdem (Nasional Demokrat) bila kerjanya tidak... Baca selengkapnya...

Ketum PDIP Hj. Megawati Merekomendasi Beberapa Pasangan Calon Bupati seRiau
Minggu, 26 Juli 2015

KOPI, Pekanbaru- Ketua DPD (Dewan Pimpinan Daerah) PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) Riau Kordias Pasaribu didampingi Sekretaris Syafrudin Poti, Bendahara Makmun Solihin serta pengurus PDIP dihadiri sejumlah bakal calon bupati/walikota yang akan mengikuti pemilihan kepala daerah (Pilkada ) serentak tanggal 9 Desember 2015 mendatang . inilah nama-nama  dituangkan dalam surat rekomendasi DPP PDIP yang disetujui langsung Ketua Umum... Baca selengkapnya...

Polresta Pekanbaru Ringkus 2 orang Distributor Narkoba Wilayah Sumatera
Minggu, 26 Juli 2015

KOPI, Pekanbaru – Polresta Pekanbaru berhasil menangkap dua orang Bandar narkoba asal Sumatera Utara SU (35) dan SN (37) yang ingin melakukan transaksi penjualan narkoba lokasi komplek perumahaan mewah yakni di Perumahan Kuantan Regency blok B , Kecamatan Lima Puluh, Jumat (24/07/15) malam. Penangkapan ini langsung dipimpin oleh Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Aries Syarief Hidayat. Jajaran aparat Polresta Pekanbaru menyita sepucuk... Baca selengkapnya...

INTERNASIONAL

Oknum Perwira AL Korea Selatan Bocorkan.....
19/07/2015 | Didi Ronaldo

KOPI, Korea - Kepala Komando Keamanan Pertahanan, Cho Hyun-chun telah merilis sebuah pernyataan di Kementerian Pertahanan di Seoul pada Jumat (10/7)  [ ... ]



NASIONAL

IPW: Dirut Pelindo II Harus Tanggung Jaw.....
30/07/2015 | Hari Soeprijanto

KOPI, JAKARTA - Presiden Indonesia Port Watch (IPW) Syaiful Hasan mengatakan Direktur Pelindo II RJ Lino harus bertanggung jawab atas kerugian akibat  [ ... ]



DAERAH

Ormas, OKP Kota Tual Maluku Kecam Pernya.....
30/07/2015 | Zohiri Kadir

  Kopi. Jakarta.Ormas dan  dan OKP( Organisasi Kepemudaan)mengecam  pernyataan EDison Betaubun, SH.MH, angota DPR  RI dari Fraksi Golkar yang diu [ ... ]



PENDIDIKAN

Guru SMP/MTs Aceh Jaya Dilatih Modul III.....
28/07/2015 | Syamsul Kamal

KOPI, Aceh Jaya – Untuk melanjutkan program peningkatan mutu sekolah USAID PRIORITAS kembali melatih 91 orang guru SMP/MTs di Kabupaten Aceh Jaya.  [ ... ]



EKONOMI

Sikap Rini Perpanjang JICT Dipertanyakan.....
30/07/2015 | Hari Soeprijanto

KOPI, JAKARTA - Pekerja Jakarta International Container Terminal (JICT) mempertanyakan sikap Menteri BUMN Rini Soemarno yang akan melanjutkan perpanja [ ... ]



HANKAM

Berdirinya " Media Center " Kodam Jaya.....
31/07/2015 | Hartoyoindrajaya Panggabean

KOPI - Mendukung pelaksanaan tugas untuk Kodam Jaya khususnya Penerangan, maka dibangunlah Media Center yang diresmikan oleh Pangdam Jaya/Jayakarta Ma [ ... ]



OLAHRAGA

Polres Meranti Gelar Turnament Badminton.....
14/06/2015 | Didi Ronaldo

KOPI, SELATPANJANG - Polisi Resort (Polres) Kepulauan Meranti menggelar Open Turnamen Badminton perdana, turnamen ini diselenggarakan di Gedung Ocean  [ ... ]



PARIWISATA

Disbudparpora Bengkalis Adakan Festival .....
27/07/2015 | Didi Ronaldo

KOPI, Bengkalis – Ribuan orang wisatawan dan masyarakat pulau Rupat berbaur menyaksikan Festival Pantai Rupat tahun 2015 berlangsung selama dua  [ ... ]



HUKUM & KRIMINAL

Pesta Narkoba di Kamar Kost, Pasangan In.....
24/07/2015 | I Wayan Wiyana
article thumbnail

KOPI, Singaraja - Dikutip dari Balibangol news, dua orang sedang berpesta narkoba di sebuah kamar kos di gerebek Polisi setelah beberapa lama di intai [ ... ]



POLITIK

Bendera Bulan Bintang Berkibar di Aceh J.....
29/07/2015 | Syamsul Kamal

KOPI, Aceh Jaya - Rabu 29 Juli masyarakat Aceh Jaya di kejutkan dengan pengibaran bendera bulan bintang 6 titik di desa Tuwi Kareung dan desa Lhok Gu [ ... ]



OPINI

Manfaat belajar dari dan melestarikan s.....
31/07/2015 | Agus Siroj Hudi

Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4  [ ... ]



PROFIL

Mengenal Lebih Dekat Tri Erri Astoety, D.....
28/07/2015 | Arifin

KOPI - Prof. Drg. Tri Erri Astoety, MKes dikenal dengan keahliannya di bidang kedokteran gigi. Memahami pentingnya meningkatkan kesadaran akan masalah [ ... ]



SOSIAL & BUDAYA

Melihat Keunikan Bali dari Angkul-Angkul.....
23/07/2015 | I Wayan Wiyana

KOPI - Dikutip dari Balibangol news. Hampir disetiap rumah di Bali memiliki Angkul-angkul, ya begitulah orang Bali menyebutnya Angkul-angkul merupaka [ ... ]



ROHANI

Bupati Rohil Bawa Rombongan Open House k.....
20/07/2015 | Didi Ronaldo

KOPI, Pekanbaru Rombongan Bupati Rokan Hilir   H. Suyatno membawa rombongan Muspida dan ketua DPRD Rohil Nasrudin, sejumlah Kepala Dinas saat  [ ... ]



RESENSI

Jangan Dengerin Sendiri.....
27/04/2015 | Ug Dani
article thumbnail

Resensi Buku Judul :Jangan Dengerin Sendiri
Penulis : Naomi Angelia Sea
Tebal. : 200
Penerbit : Bukune Juli 2014
Harga. : Rp 41 [ ... ]



CERPEN & CERBUNG

Mbah Sarlan dan Gerojokan Sewu.....
24/07/2015 | Agus Siroj Hudi

KOPI, Malang - Bendosari adalah satu di antara Desa yang berada di Kecamatan Pujon Malang Barat dan telah di tetapkan sebagai salah satu Desa Wisata u [ ... ]



PUISI

Bermimpi Terjaga.....
24/07/2015 | Agus Siroj Hudi
article thumbnail

  Di ranah sendiri aku bisu aku tuli... Aku sendiri  tak mengerti.... dalam kebekuan ku coba mendekati... dalam keangkuhan ku coba mengerti..... [ ... ]



CURAHAN HATI

Operasional Fee.....
28/07/2015 | Didi Ronaldo

KOPI, Jakarta Perilaku Presiden Jokowi tidak mencerminkan seorang pemimpin yang baik kenapa ingin membantu rakyat berikan “kail” jangan beri [ ... ]



HIBURAN

Rr Eka Aslyhatin Saudiyah Putri : Pili.....
30/07/2015 | Edo Jaya

    Jakarta, 30 Juli 2015- Faika Puteri salah satu penyanyi yang sedang booming lewat lagu “masih nmencintai’ memberikan pernyataan, dia lebih [ ... ]



KULINER

McDonald’s Tingkatkan Layanan Melalui .....
01/04/2015 | Yeni Herliani

KOPI – Kini menikmati McDonald’s terasa lebih nyaman dan menguntungkan dengan hadirnya layanan terbaru “Online McDelivery Cashless Promo”. Pel [ ... ]



HIDUP SEHAT

Pola Hidup Sehat, Berpuasa Saat Ramadhan.....
16/06/2015 | Mardinal

KOPI, Sarolangun - Puasa merupakan suatu kewajiban bagi Umat Islam yang beriman dan bertaqwa kepada Allah Swt firmanNYA: “Hai orang-orang beriman d [ ... ]



SERBA-SERBI

Sosialisasi Humas Mabes Polri terkait Ta.....
28/07/2015 | Ug Dani
article thumbnail

KOPI, JAKRTA - Berikut adalah keterangan Humas Mabes Polri terkait tarif pembuatan sim yang dilatagorikan sebagai Tarif penerimaan Negara bukan pa [ ... ]



Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.