Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?

YANG TERPINGGIRKAN
Ketika Rasisme Dekat dengan Para Punggaw.....
26/06/2015 | Maulana Muhammad

“Il Club Più Titolato Al Mondo” merupakan sebuah ungkapan dalam bahasa Italia yang mengandung  [ ... ]


GELORA SEPEDA
Fun Bike Meriahkan HUT Ke-69 TNI di Aceh.....
29/09/2014 | Syamsul Kamal
article thumbnail

KOPI, Aceh Jaya - Dalam rangka memperingati hari ulang tahun Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang ke 69, Komando Distrik Militer (Kodim) 0114 Aceh Jaya, mengegelar acara sepeda santai (fun Bike)  [ ... ]



POLLING WARGA
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

 

Inspirasi Cerpen & Cerbung Seorang Anak Kecil dan Ibunya

Seorang Anak Kecil dan Ibunya

Pewarta-Indonesia, Rumah kardus itu terlihat sangat gelap dan pengap. Disekeliling mereka hanya tercium bau yang tidak sedap. Seorang anak kecil ceking dan dekil yang berumur 11 tahun tengah memilih-milih kertas dan botol yang layak jual. Wajah corang-coreng itu terlihat lebih dewasa dari umur aslinya. Sementara itu seorang wanita muda yang juga ceking dan dekil tidur di tanah yang hanya beralas kardus. Mulut wanita itu mendesis pelan karena menahan lapar. Anak kecil itupun menoleh kepadanya dengan wajah sedih.

“Ibu pasti lapar karena sudah 3 hari tidak makan nasi. Sabar dulu ya bu, tinggal sedikit lagi.”

Lalu secepat kilat anak kecil itupun melanjutkan pekerjaannya. Dan tidak sampai 5 menit, anak lelaki itu memasukkan kertas-kertas dan botol-botol yang hendak dijualnya kedalam keranjang lalu dipanggulnya dengan gagah.

“ Komang pergi dulu Bu. Komang akan membawakan nasi bungkus buat Ibu.“

“ Hati-hati Mang. Jangan ikutan nyopet ya nak…” mulut wanita itu bergetar.

Anak kecil itu mengangguk sebelum akhirnya meninggalkan rumah kardusnya untuk menjual hasil pulungannya. Anak kecil itu sangat tangguh dan gagah memanggul keranjangnya. Tekadnya yang kuat untuk membawakan sang ibu sebungkus nasi telah membuatnya bersemangat. Tak dihiraukannya panas ibukota yang menyengat kulitnya.

Sebetulnya dulu, anak kecil itu sempat merasakan bangku sekolah meskipun hanya sampai kelas 3 SD. Tapi sejak ibunya mengalami kecelakaan ketika menjual barang asongan dilampu merah dan si penabrak lari tidak bertanggung jawab, maka cita-citanya musnah seketika. Sebetulnya anak kecil itu sangat kecewa karena tidak dapat melanjutkan sekolah. Tapi rasa sayangnya terhadap sang ibu telah membuatnya tidak ingin menampakkan kesedihan didepan sang ibu. Lalu sejak saat itu, anak kecil itupun berubah menjadi seorang anak kecil yang dingin dan sinis dalam menghadapi hidup. Tidak ada keinginan lain dalam hidupnya selain hanya ingin membahagiakan sang ibu.

Dua jam kemudian, wajah kecil yang tadi kelihatan payah dan dingin itu sedikit menggariskan senyuman ketika berhasil menjual barangnya dan membelikan 2 bungkus nasi untuk ibunya. Dia sendiri cukup hanya dengan dua potong bakwan karena uangnya tidak cukup untuk membeli nasi satu bungkus lagi. Dengan berlari kencang anak kecil itu mendekap plastik hitam yang berisi 2 bungkus nasi itu tepat didadanya. Suara ibunya yang menangis kesakitan dan meminta tolong membuat anak kecil itu ketakutan.

Anak kecil itu langsung menyingkap plastik penutup rumah kardusnya. Dan wajahnya langsung berubah pias penuh kebencian. Seorang lelaki hitam yang botak yang diketahuinya sebagai penguasa daerah kumuh itu tengah memperkosa ibunya. Anak kecil itu menjatuhkan nasi bungkusnya dan langsung menerjang lelaki itu dengan kalap. Tapi seorang lelaki lain yang bertubuh lebih besar dan gelap dengan rambut gondrong menangkap dan membekapnya kuat-kuat. Anak kecil itu meronta dan melawan habis-habisan, tetapi apalah daya tubuh kecil ceking dan kelaparan menghadapi tubuh besar yang sudah banyak melakukan kejahatan itu. Anak kecil itu hanya bisa meraung-raung kalap menatap ibunya. Rasa dendam menyerbu dengan kuat kedalam hatinya.

Ketika akhirnya kedua lelaki itu meninggalkan mereka dengan tawa kepuasan, anak kecil itupun dengan mulut gemetar mendekati ibunya dan membereskan pakaian ibunya yang terkoyak. Sang ibu hanya menangis tak berani menatap anak kecilnya.

“Sudah berapa kali mereka menyakiti Ibu ?” suara anak kecil itu pahit. Ibunya hanya menggeleng dan memeluk anak kecil itu erat-erat. “ Katakan Bu! Apa mereka sering melakukan ini pada Ibu ?!” teriak anak kecil itu marah.

“Ini kedua kalinya mereka memperkosa ibu…” suara serak itu tak berdaya.

“Kenapa Ibu tidak cerita sama saya?!” suara anak kecil itu penuh kepedihan. Tangisnya langsung terumbar tak kuasa. Rasa sakit di dadanya karena dia merasa tidak bisa menjaga sang ibu dengan baik. Anak kecil itu terus menarik-narik rambutnya menahan amarah yang membuncah didadanya.

“Ibu tidak ingin kamu sedih nak, biar Tuhan yang membalasnya… maafkan ibu nak, ibu tidak berdaya…”

Anak kecil itu menatap ibunya dengan wajah penuh air mata dan nafas yang memburu. Sang ibu nampak memukuli kedua kakinya yang patah permanen dengan sedih, lalu anak kecil itu memeluk ibunya erat-erat seolah menenangkan “ Ibu tidak bersalah. Ibu tidak bersalah…”

Bisikan penuh rasa sakit dan kebencian itu terus keluar dari mulut dingin anak kecil itu. Lelaki-lelaki itu yang bersalah karena telah menyakiti ibuku. Dan yang salah harus dihukum. Bagaimanapun caranya, meskipun nyawa taruhannya. Tidak ada yang boleh menyakiti ibuku, batin anak kecil itu penuh dendam.

Malam harinya, suasananya sangat gelap karena mendung menyelimuti ibukota. Terlihat 2 orang lelaki betubuh besar sedang berjalan dengan terhuyung-huyung karena mabuk. Tawa dan nyanyian sinting mereka menggema di seantero lingkungan rumah kardus itu. Kedua lelaki itu adalah dua lelaki yang tadi siang memperkosa ibu anak kecil itu. Kedua lelaki mabuk itu lalu duduk di pinggir sungai yang juga berbau tak sedap untuk melanjutkan pesta minumnya.

Gelap. Hanya nampak bayangan dua lelaki yang bergantian meminum air maksiat itu dari botol. Tetapi, meski tak nampak oleh mata, sebetulnya ada sosok kecil di balik dinding tempat sampah itu yang sedang mengintai. Di tangan kurus itu tercekam sebilah pisau dapur yang siap menerkam perut buncit kedua lelaki itu.

Dan kemudian, saat itupun tiba. Dengan penuh kebencian pisau itupun dihujamkan berkali-kali ke perut kedua lelaki mabuk itu. Hingga akhirnya kedua lelaki itupun tak berdaya dan jatuh ke dalam sungai. Lalu tubuh ceking itupun meninggalkan tempat itu dengan wajah penuh kepuasan. Yang bersalah memang pantas dihukum, batinnya lega penuh dendam.

Besoknya daerah kumuh itu heboh karena penemuan 2 mayat lelaki preman yang selama ini sangat ditakuti di daerah kumuh itu. Tidak ada orang yang sedih atas musibah itu. Malah nampak wajah-wajah kepuasan dan penuh kelegaan di antara mereka.

Meskipun begitu pembunuhan tetap bukanlah perbuatan yang patut dipuji. Pembunuhan tetaplah perbuatan yang dilaknat oleh Tuhan. Sebesar apapun keburukan dari si terbunuh, tetap saja pembunuhan itu adalah perbuatan yang tidak dibenarkan. Tetapi semua itu seolah tidak diperdulikan oleh semua orang yang ada di kampung kardus itu. Bagi mereka yang penting adalah bahwa si pembuat onar sudah tidak ada lagi. Mereka tidak perduli siapa yang melakukan pembunuhan itu. Karena bagi mereka kematian dua orang preman itu sangatlah menggembirakan mereka.

Para polisi yang menyelidiki kejadian itu benar-benar tidak dapat menemukan adanya kejanggalan dari tempat terjadinya perkara. Selain tidak adanya saksi juga tidak ada bukti-bukti lain seperti sidik jari atau hal-hal lain yang mencurigakan. Akhirnya polisipun menyimpulkan bahwa kedua lelaki itu saling membunuh karena memperebutkan hasil jarahan mereka yang dipicu karena sama-sama mabuk. Kasus itupun ditutup dengan meninggalkan kelegaan pada setiap orang di kampung kumuh itu.

Beberapa saat kemudian, wanita itu menatap senyuman kepuasan di mata anak kecilnya yang dingin. Keduanya saling memahami apa yang telah terjadi. Meski tanpa diberitahu, wanita itu tahu bahwa mungkin saja sang anak kecil kesayangannya yang bertanggung jawab tentang rahasia pembunuhan itu, tetapi wanita itu hanya tersenyum sedih, tak mampu menanyakan apalagi menegur anaknya. Anak kecil itu membelai rambut ibunya yang kumal seperti seorang ayah terhadap anak gadisnya.

“Ibu harus tenang sekarang. Tidak ada lagi yang akan menyakiti Ibu. Saya akan melindungi Ibu dan menjaga Ibu sampai kapanpun.” Wanita itu hanya terisak perlahan. “Kalau saya sudah mempunyai uang yang banyak, saya akan membuatkan rumah untuk Ibu, saya akan membelikan makanan-makanan yang enak buat Ibu. Percayalah Bu, saya akan menjaga Ibu selamanya.” Wajah dingin itu sedetik lamanya berubah menjadi lembut. Expresi yang hanya bisa dia berikan kepada sang ibu.

Dua puluh tahun kemudian, di sebuah rumah di pinggiran ibukota. Rumah itu tidak terlalu besar, tetapi halamannya luas dan penuh dengan anak-anak kecil penjual koran dan asongan. Wajah-wajah kecil itu nampak ceria karena meskipun mereka anak jalanan, tetapi ada seorang lelaki yang menampung dan melindungi mereka meskipun hanya di sebuah aula besar seperti barak-barak prajurit yang berjajar kasur-kasur kecil dan tipis. Lelaki baik hati itu juga menyediakan barang-barang untuk mereka jual serta memberikan makanan dan pakaian kepada anak-anak itu. Dan selesai sholat maghrib, lelaki itu juga mendatangkan beberapa orang guru untuk mengajar mereka. Mungkin tidak sama dengan anak-anak rumahan, namun itu sudah lebih dari cukup buat anak-anak itu.

Lelaki yang dermawan itu tak lain adalah anak kecil ceking yang dulu pernah membunuh dua orang preman demi kehormatan ibunya. Masa lalu yang kelam dan pahit telah menjadi pelajaran berharga buatnya, sehingga lelaki itu tidak ingin nasib yang sama dirasakan anak-anak jalanan itu. Meski di balik itu tersimpan rahasia hitam hidupnya sebagai seorang pembunuh di usia kecil.

Nampak lelaki itu berdiri di teras rumahnya yang penuh bunga sambil memperhatikan kegiatan anak-anak asuhnya yang asyik bercanda dan menghitung hasil jualan mereka. Ada senyum kepuasan di balik wajah dingin lelaki itu. Lelaki itu menoleh ketika seorang wanita muda mendatanginya sambil mendorong seorang wanita tua di atas kursi roda. Wanita muda itu tengah mengandung anaknya yang baru berusia 8 bulan. Setelah mencium kening wanita muda itu, lelaki itu berjongkok di samping kursi roda dan tersenyum sangat lembut kepada wanita tua itu. Expresi yang hanya bisa dia berikan kepada sang ibu. Lalu lelaki itupun mengusap tangan ibunya yang telah keriput dan menciumnya dengan penuh rasa sayang dan tekad yang masih membara seperti dulu. Percayalah bu, saya akan menjaga ibu selamanya.***
 

Ikuti... Lomba Foto Polri Berhadiah Bingkisan Lebaran 2015
Rabu, 01 Juli 2015

KOPI – Menjelang dan pasca Hari Raya Idul Fitri, 1 Syawal 1436 H mendatang, Kepolisian Republik Indonesia akan mengelar “Operasi Ketupat 2015”. Kegiatan penting Polri ini dimaksudkan untuk membantu masyarakat dalam merayakan Hari Besar umat Islam tersebut agar dapat berlangsung lancar, aman, nyaman dan membahagiakan. Dalam rangka merekam setiap jejak langkah anggota Polri di lapangan saat melaksanakan tugas-tugas “Operasi Ketupat 2015”... Baca selengkapnya...

Terdakwa Pembunuh Ambalat Divonis 20 Tahun
Selasa, 30 Juni 2015

§ Keluarga korban tidak terima putusan hakim, karena bukti-bukti lain dihilangkan Blitar, KOPI - Kasus pembunuhan almarhumah Yuswanto, suami dari Nanik Yuswati (53), warga jalan Ambalat Nomor 8 Kota Blitar, korban pembunuhan pada 21 Januari 2015 lalu, akhirnya pada Selasa (30/6) sekitar pukul 12.48 kemarin, sidang putusannya dibacakan Majelis Hakim.   Sidang kasus pembunuhan Yuswanto tersebut dipimpin oleh Hakim Ketua, Yohanes Priyana,... Baca selengkapnya...

Korupsi Dana Bansos, Bupati Inhil H. Wardan Diminta Bersaksi
Senin, 29 Juni 2015

KOPI, Pangkalan Kerinci - Jajaran Polres Pelalawan satuan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dan Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Pelalawan akan melakukan pemanggilan terhadap Bupati Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan pada 3 Juli 2015 mendatang. Hal ini disampaikan Kepala Polres Pelalawan, AKBP Ade Johan Hasudungan Sinaga, hari Rabu (24/6/15), orang nomor satu di Inhil yakni Bupati Inhil Haji Muhammad Wardan akan dipanggil dalam kasus... Baca selengkapnya...

Pererat “Sling Silaturahmi”, Grup 3 Kopassus Buka Puasa Bersama Wartawan
Sabtu, 27 Juni 2015

KOPI - Media sebagai salah satu unsur potensial yang menguatkan semangat kebersamaan dan memiliki fungsi strategis, diharapkan dapat menjadikan prajurit khususnya di Grup 3 semakin cerdas, serta dapat memperluas wawasan, karena berita yang disampaikan bersifat edukatif dan informatif.     Hal tersebut disampaikan Komandan Grup 3/Sandhi Yudha Kopassus, Kolonel Inf Richard TH Tampubolon, saat acara buka puasa bersama wartawan se Jabodetabek,... Baca selengkapnya...

Kader Partai PAN Soetrisno Bachir Bakal Jabat Mentri
Kamis, 25 Juni 2015

KOPI, Jakarta – Pengamat negara ini dibangun dari unsur  elemen partai politik . Bagaimanapun masing-masing partai politik koalisi akan mendukung calon kadernya yang akan menjadi Mentri dalam Kabinet Kerja pemerintahan Jokowidodo dengan Jusuf Kalla. Menurut Pengamat Politik Indonesia Ajisutisyoso berikan juga tawaran jatah kursi mentri kepada partai oposisi seperti PAN, PKS, Gerindra, Demokrat, Golkar. Mari kita bangun Indonesia... Baca selengkapnya...

Maksud Logo “Naga Merah” Hut DKI ke- 488
Kamis, 25 Juni 2015

KOPI, Jakarta – Pemprov DKI Jakarta mengeluarkan logo resmi HUT DKI Jakarta ke-488 Senen 22 Juni 2015 . Dalam logo yang bisa dilihat di situs resmi Pemprov DKI Jakarta, Jakarta.go.id, tersebut bercokol gambar ‘Naga Merah’. Naga tersebut bersebelahan dengan ‘duo ondel-ondel’ asli Jakarta tradisi budaya betawi. Ditempat Lain Pengamat Politik Indonesia Ajisutisyoso mengatakan Gambar ‘Naga Merah’ yang tercantum di logo resmi HUT... Baca selengkapnya...

Tangkap ,Tahan Bupati dan Sekda Meranti Terlibat Pembangunan Pelabuhan Internasional Selat Panjang
Selasa, 23 Juni 2015

KOPI, Pekanbaru – Pengamat Korupsi Riau (PKR) Ajisutisyoso mengatakan propinsi Riau pusat percontohan korupsi nasional ini buktinya. 3 (Tiga) orang mantan Gubernur Riau merasakan dinginnya lantai rumah tahanan alias penjara akibat tersandung kasus korupsi dan suap. Rumah Tahanan (Rutan) Sialang Bungkuk daerah Kulim penghuninya ada mantan Gubernur, mantan Bupati ,mantan Kepala Dinas (Kadis), serta mantan Pejabat propinsi/... Baca selengkapnya...

INTERNASIONAL

Dinasti Bush yakni Jeb Bush Ikut Pilpre.....
17/06/2015 | Didi Ronaldo

KOPI, Washington - Pemilihan Presiden (Pilpres) negara Amerika Serikat (AS) dijadwalkan   pada November 2016, para capres dari Partai Republik m [ ... ]



NASIONAL

Pembangunan Jaringan Listrik Sepanjang 3.....
01/07/2015 | Mardinal

KOPI,Sarolangun,- Proyek Jaringan Listrik sepanjang 38 Kilo Meter Sirkuit (KMS) di kecamatan batang asai akan segera dibangun. Kini, proyek sen [ ... ]



DAERAH

Penyakit Ambeien Pada Kucing.....
01/07/2015 | Mardinal

KOPI,Sarolangun,- Wasir atau ambeien Pada kucing apabila tidak segera diobati akan menjadi gejala timbulnya penyakit wasir. Wasir atau ambeien p [ ... ]



PENDIDIKAN

Ezytravel Gelar Buka Puasa Bersama Dan W.....
01/07/2015 | Yeni Herliani

KOPI – Buka Puasa Bersama selalu menjadi moment untuk berkumpul dan silaturahmi, bukan hanya milik perorangan tapi juga korporasi, seperti halnya ev [ ... ]



EKONOMI

ADVAN Gandeng Intel, Perkuat Pasar Table.....
01/07/2015 | Arifin

KOPI - Untuk mendongkrak dinginnya pasar tablet PC lokal, ADVAN kembali menghadirkan terobosan melalui kerja sama dengan perusahaan raksasa perangkat  [ ... ]



HANKAM

Komandan Lanud Halim Perdanakusama Pecat.....
01/07/2015 | Didi Ronaldo

KOPI, Jakarta – Yang merusak nama institusi TNI (Tentara Nasional Indonesia) bukan dari eksternal melainkan  internal oknum anggota TNI tersebut. i [ ... ]



OLAHRAGA

Polres Meranti Gelar Turnament Badminton.....
14/06/2015 | Didi Ronaldo

KOPI, SELATPANJANG - Polisi Resort (Polres) Kepulauan Meranti menggelar Open Turnamen Badminton perdana, turnamen ini diselenggarakan di Gedung Ocean  [ ... ]



PARIWISATA

TACIDO, Tas Keren Pengganti Pengunaan Ka.....
18/06/2015 | Achmad Budianto
article thumbnail

  KOPI - Tas adalah benda yang tidak asing lagi bagi manusia. Dari semua kalangan, tua, muda, pelajar, dan mahasiswa pun membutuhkan tas untuk mem [ ... ]



HUKUM & KRIMINAL

Toko Asia Baru Foto Disatroni Maling, P.....
30/06/2015 | Didi Ronaldo

KOPI, Pekanbaru – Bagaimana nih Komandaaaaaaan, maling merajalela di wilayah kerja Polresta Pekanbaru. kemana tim Patroli Komandaaaaaan. Ini buktiny [ ... ]



POLITIK

Relawan ABJ Gelar Seminar, Hadirkan Tapo.....
01/07/2015 | Arifin

KOPI – Kelompok Relawan Jokowi yang tergabung dalam komunitas Relawan Arus Bawah Jokowi (ABJ), menggelar Seminar Nasional yang bertema “Pembebasan [ ... ]



OPINI

Renungan Tentang Korupsi Pajak.....
27/06/2015 | Subagyo

KOPI- Tulisan ini adalah pemikiran saya, renungan tentang sebuah kasus korupsi di pengadilan. Saya bukan mau adu pinter ilmu hukum, tapi adu kepekaan  [ ... ]



PROFIL

Kuartal Pertama Th 2015 Propam Polda Ri.....
06/06/2015 | Didi Ronaldo

KOPI, Pekanbaru Enam belas orang oknum aparat kepolisian jajaran Polda Riau dan Polres se Riau terlibat narkoba dan di pecat urai AKBP Budi Sant [ ... ]



SOSIAL & BUDAYA

Prosesi Pernikahan Anak Jokowi Gibran de.....
13/06/2015 | Didi Ronaldo

KOPI, Solo Kabar duka menyelimuti pernikahan putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka dengan Selvi Ananda. Sutamin seorang tukang becak  [ ... ]



ROHANI

Sempena Hari Bhakti Adhyaksa ke-55 Keja.....
16/06/2015 | Didi Ronaldo

KOPI, Pekanbaru — Dalam rangka menyambut Hari Bhakti Adhyaksa yang ke -55, dan ulang tahun  Ikatan Adhyaksa Dharma Karini Ke- XV serta ulang tahun  [ ... ]



RESENSI

Jangan Dengerin Sendiri.....
27/04/2015 | UG DANI
article thumbnail

Resensi Buku Judul :Jangan Dengerin Sendiri
Penulis : Naomi Angelia Sea
Tebal. : 200
Penerbit : Bukune Juli 2014
Harga. : Rp 41 [ ... ]



CERPEN & CERBUNG

Soekarno: Mien Hessels “Bunga Tulip Be.....
19/06/2015 | Didi Ronaldo

KOPI, Tiga setengah abad atau 350 tahun negara Indonesia dijajah Belanda, berbagai penderitaan rakyat Indonesia zaman penjajah dahulu. Berbagai macam [ ... ]



PUISI

Akik.....
15/06/2015 | Agus Siroj Hudi
article thumbnail

Bongkahan batu terbelah menjadi irisan berarti... Di kedalamanpun kau digali... Di keruhnya sungai kau dicari... Di tebing, di hutan, di manapun ka [ ... ]



CURAHAN HATI

KDRT dan Terlantar Anak , H. Supian Hadi.....
27/06/2015 | Didi Ronaldo

KOPI, Kota Waringin- Kemarin (Senin, 22/6), Hj. Iswanti melaporkan suaminya yakni H Supian Hadi Bupati Kota Waringin ke Polda Kalimantan Tengah atas [ ... ]



HIBURAN

Konser Galang Dana, Raisa dengan Andre H.....
21/06/2015 | Didi Ronaldo

KOPI, Kuta Bali - Bersama dengan Yayasan Sole Men Indonesia yang berlokasi di Tabanan, Bali, malam ini (Sabtu, 20/6) Dua artis senior papan atas Ind [ ... ]



KULINER

McDonald’s Tingkatkan Layanan Melalui .....
01/04/2015 | Yeni Herliani

KOPI – Kini menikmati McDonald’s terasa lebih nyaman dan menguntungkan dengan hadirnya layanan terbaru “Online McDelivery Cashless Promo”. Pel [ ... ]



HIDUP SEHAT

Pola Hidup Sehat, Berpuasa Saat Ramadhan.....
16/06/2015 | Mardinal

KOPI,Sarolangun,- Puasa merupakan suatu kewajiban bagi Umat Islam yang beriman dan bertaqwa kepada Allah Swt firmanNYA “ Hai orang - orang beriman [ ... ]



SERBA-SERBI

Ezytravel Gelar Promo Sahur Sale, Diskon.....
01/07/2015 | Arifin

KOPI - Permintaan tiket pesawat, hotel, tour dan paket di bulan puasa hampir selalu meningkat, karena lebaran menjadi moment untuk liburan baik bagi y [ ... ]



Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.