Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
LOGIN & KIRIM WARTA

          Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?

YANG TERPINGGIRKAN
FWMB Gelar Aksi Damai Menolak Penggusura.....
30/08/2015 | Ahmad Syarip

KOPI, Jakarta - Ratusan keluarga Purnawirawan dan Warakawuri yang menamakan diri Forum Warga Mabad B [ ... ]


GELORA SEPEDA
Tiga Pilar "Gowes Bareng" Bersama Masyar.....
01/08/2015 | Joe R Manalu

KOPI - Cengkareng - Sabtu pagi (01/08) kegiatan tiga Pilar "Gowes bareng" bersama dengan masyarakat ± 200 yang di hadiri Kapten inf Ober Purba (Danramil 04/Ckr) beserta jajarannya , Kompol Aji Sutarj [ ... ]



POLLING WARGA
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Inspirasi Cerpen & Cerbung Seorang Anak Kecil dan Ibunya

Seorang Anak Kecil dan Ibunya

Pewarta-Indonesia, Rumah kardus itu terlihat sangat gelap dan pengap. Disekeliling mereka hanya tercium bau yang tidak sedap. Seorang anak kecil ceking dan dekil yang berumur 11 tahun tengah memilih-milih kertas dan botol yang layak jual. Wajah corang-coreng itu terlihat lebih dewasa dari umur aslinya. Sementara itu seorang wanita muda yang juga ceking dan dekil tidur di tanah yang hanya beralas kardus. Mulut wanita itu mendesis pelan karena menahan lapar. Anak kecil itupun menoleh kepadanya dengan wajah sedih.

“Ibu pasti lapar karena sudah 3 hari tidak makan nasi. Sabar dulu ya bu, tinggal sedikit lagi.”

Lalu secepat kilat anak kecil itupun melanjutkan pekerjaannya. Dan tidak sampai 5 menit, anak lelaki itu memasukkan kertas-kertas dan botol-botol yang hendak dijualnya kedalam keranjang lalu dipanggulnya dengan gagah.

“ Komang pergi dulu Bu. Komang akan membawakan nasi bungkus buat Ibu.“

“ Hati-hati Mang. Jangan ikutan nyopet ya nak…” mulut wanita itu bergetar.

Anak kecil itu mengangguk sebelum akhirnya meninggalkan rumah kardusnya untuk menjual hasil pulungannya. Anak kecil itu sangat tangguh dan gagah memanggul keranjangnya. Tekadnya yang kuat untuk membawakan sang ibu sebungkus nasi telah membuatnya bersemangat. Tak dihiraukannya panas ibukota yang menyengat kulitnya.

Sebetulnya dulu, anak kecil itu sempat merasakan bangku sekolah meskipun hanya sampai kelas 3 SD. Tapi sejak ibunya mengalami kecelakaan ketika menjual barang asongan dilampu merah dan si penabrak lari tidak bertanggung jawab, maka cita-citanya musnah seketika. Sebetulnya anak kecil itu sangat kecewa karena tidak dapat melanjutkan sekolah. Tapi rasa sayangnya terhadap sang ibu telah membuatnya tidak ingin menampakkan kesedihan didepan sang ibu. Lalu sejak saat itu, anak kecil itupun berubah menjadi seorang anak kecil yang dingin dan sinis dalam menghadapi hidup. Tidak ada keinginan lain dalam hidupnya selain hanya ingin membahagiakan sang ibu.

Dua jam kemudian, wajah kecil yang tadi kelihatan payah dan dingin itu sedikit menggariskan senyuman ketika berhasil menjual barangnya dan membelikan 2 bungkus nasi untuk ibunya. Dia sendiri cukup hanya dengan dua potong bakwan karena uangnya tidak cukup untuk membeli nasi satu bungkus lagi. Dengan berlari kencang anak kecil itu mendekap plastik hitam yang berisi 2 bungkus nasi itu tepat didadanya. Suara ibunya yang menangis kesakitan dan meminta tolong membuat anak kecil itu ketakutan.

Anak kecil itu langsung menyingkap plastik penutup rumah kardusnya. Dan wajahnya langsung berubah pias penuh kebencian. Seorang lelaki hitam yang botak yang diketahuinya sebagai penguasa daerah kumuh itu tengah memperkosa ibunya. Anak kecil itu menjatuhkan nasi bungkusnya dan langsung menerjang lelaki itu dengan kalap. Tapi seorang lelaki lain yang bertubuh lebih besar dan gelap dengan rambut gondrong menangkap dan membekapnya kuat-kuat. Anak kecil itu meronta dan melawan habis-habisan, tetapi apalah daya tubuh kecil ceking dan kelaparan menghadapi tubuh besar yang sudah banyak melakukan kejahatan itu. Anak kecil itu hanya bisa meraung-raung kalap menatap ibunya. Rasa dendam menyerbu dengan kuat kedalam hatinya.

Ketika akhirnya kedua lelaki itu meninggalkan mereka dengan tawa kepuasan, anak kecil itupun dengan mulut gemetar mendekati ibunya dan membereskan pakaian ibunya yang terkoyak. Sang ibu hanya menangis tak berani menatap anak kecilnya.

“Sudah berapa kali mereka menyakiti Ibu ?” suara anak kecil itu pahit. Ibunya hanya menggeleng dan memeluk anak kecil itu erat-erat. “ Katakan Bu! Apa mereka sering melakukan ini pada Ibu ?!” teriak anak kecil itu marah.

“Ini kedua kalinya mereka memperkosa ibu…” suara serak itu tak berdaya.

“Kenapa Ibu tidak cerita sama saya?!” suara anak kecil itu penuh kepedihan. Tangisnya langsung terumbar tak kuasa. Rasa sakit di dadanya karena dia merasa tidak bisa menjaga sang ibu dengan baik. Anak kecil itu terus menarik-narik rambutnya menahan amarah yang membuncah didadanya.

“Ibu tidak ingin kamu sedih nak, biar Tuhan yang membalasnya… maafkan ibu nak, ibu tidak berdaya…”

Anak kecil itu menatap ibunya dengan wajah penuh air mata dan nafas yang memburu. Sang ibu nampak memukuli kedua kakinya yang patah permanen dengan sedih, lalu anak kecil itu memeluk ibunya erat-erat seolah menenangkan “ Ibu tidak bersalah. Ibu tidak bersalah…”

Bisikan penuh rasa sakit dan kebencian itu terus keluar dari mulut dingin anak kecil itu. Lelaki-lelaki itu yang bersalah karena telah menyakiti ibuku. Dan yang salah harus dihukum. Bagaimanapun caranya, meskipun nyawa taruhannya. Tidak ada yang boleh menyakiti ibuku, batin anak kecil itu penuh dendam.

Malam harinya, suasananya sangat gelap karena mendung menyelimuti ibukota. Terlihat 2 orang lelaki betubuh besar sedang berjalan dengan terhuyung-huyung karena mabuk. Tawa dan nyanyian sinting mereka menggema di seantero lingkungan rumah kardus itu. Kedua lelaki itu adalah dua lelaki yang tadi siang memperkosa ibu anak kecil itu. Kedua lelaki mabuk itu lalu duduk di pinggir sungai yang juga berbau tak sedap untuk melanjutkan pesta minumnya.

Gelap. Hanya nampak bayangan dua lelaki yang bergantian meminum air maksiat itu dari botol. Tetapi, meski tak nampak oleh mata, sebetulnya ada sosok kecil di balik dinding tempat sampah itu yang sedang mengintai. Di tangan kurus itu tercekam sebilah pisau dapur yang siap menerkam perut buncit kedua lelaki itu.

Dan kemudian, saat itupun tiba. Dengan penuh kebencian pisau itupun dihujamkan berkali-kali ke perut kedua lelaki mabuk itu. Hingga akhirnya kedua lelaki itupun tak berdaya dan jatuh ke dalam sungai. Lalu tubuh ceking itupun meninggalkan tempat itu dengan wajah penuh kepuasan. Yang bersalah memang pantas dihukum, batinnya lega penuh dendam.

Besoknya daerah kumuh itu heboh karena penemuan 2 mayat lelaki preman yang selama ini sangat ditakuti di daerah kumuh itu. Tidak ada orang yang sedih atas musibah itu. Malah nampak wajah-wajah kepuasan dan penuh kelegaan di antara mereka.

Meskipun begitu pembunuhan tetap bukanlah perbuatan yang patut dipuji. Pembunuhan tetaplah perbuatan yang dilaknat oleh Tuhan. Sebesar apapun keburukan dari si terbunuh, tetap saja pembunuhan itu adalah perbuatan yang tidak dibenarkan. Tetapi semua itu seolah tidak diperdulikan oleh semua orang yang ada di kampung kardus itu. Bagi mereka yang penting adalah bahwa si pembuat onar sudah tidak ada lagi. Mereka tidak perduli siapa yang melakukan pembunuhan itu. Karena bagi mereka kematian dua orang preman itu sangatlah menggembirakan mereka.

Para polisi yang menyelidiki kejadian itu benar-benar tidak dapat menemukan adanya kejanggalan dari tempat terjadinya perkara. Selain tidak adanya saksi juga tidak ada bukti-bukti lain seperti sidik jari atau hal-hal lain yang mencurigakan. Akhirnya polisipun menyimpulkan bahwa kedua lelaki itu saling membunuh karena memperebutkan hasil jarahan mereka yang dipicu karena sama-sama mabuk. Kasus itupun ditutup dengan meninggalkan kelegaan pada setiap orang di kampung kumuh itu.

Beberapa saat kemudian, wanita itu menatap senyuman kepuasan di mata anak kecilnya yang dingin. Keduanya saling memahami apa yang telah terjadi. Meski tanpa diberitahu, wanita itu tahu bahwa mungkin saja sang anak kecil kesayangannya yang bertanggung jawab tentang rahasia pembunuhan itu, tetapi wanita itu hanya tersenyum sedih, tak mampu menanyakan apalagi menegur anaknya. Anak kecil itu membelai rambut ibunya yang kumal seperti seorang ayah terhadap anak gadisnya.

“Ibu harus tenang sekarang. Tidak ada lagi yang akan menyakiti Ibu. Saya akan melindungi Ibu dan menjaga Ibu sampai kapanpun.” Wanita itu hanya terisak perlahan. “Kalau saya sudah mempunyai uang yang banyak, saya akan membuatkan rumah untuk Ibu, saya akan membelikan makanan-makanan yang enak buat Ibu. Percayalah Bu, saya akan menjaga Ibu selamanya.” Wajah dingin itu sedetik lamanya berubah menjadi lembut. Expresi yang hanya bisa dia berikan kepada sang ibu.

Dua puluh tahun kemudian, di sebuah rumah di pinggiran ibukota. Rumah itu tidak terlalu besar, tetapi halamannya luas dan penuh dengan anak-anak kecil penjual koran dan asongan. Wajah-wajah kecil itu nampak ceria karena meskipun mereka anak jalanan, tetapi ada seorang lelaki yang menampung dan melindungi mereka meskipun hanya di sebuah aula besar seperti barak-barak prajurit yang berjajar kasur-kasur kecil dan tipis. Lelaki baik hati itu juga menyediakan barang-barang untuk mereka jual serta memberikan makanan dan pakaian kepada anak-anak itu. Dan selesai sholat maghrib, lelaki itu juga mendatangkan beberapa orang guru untuk mengajar mereka. Mungkin tidak sama dengan anak-anak rumahan, namun itu sudah lebih dari cukup buat anak-anak itu.

Lelaki yang dermawan itu tak lain adalah anak kecil ceking yang dulu pernah membunuh dua orang preman demi kehormatan ibunya. Masa lalu yang kelam dan pahit telah menjadi pelajaran berharga buatnya, sehingga lelaki itu tidak ingin nasib yang sama dirasakan anak-anak jalanan itu. Meski di balik itu tersimpan rahasia hitam hidupnya sebagai seorang pembunuh di usia kecil.

Nampak lelaki itu berdiri di teras rumahnya yang penuh bunga sambil memperhatikan kegiatan anak-anak asuhnya yang asyik bercanda dan menghitung hasil jualan mereka. Ada senyum kepuasan di balik wajah dingin lelaki itu. Lelaki itu menoleh ketika seorang wanita muda mendatanginya sambil mendorong seorang wanita tua di atas kursi roda. Wanita muda itu tengah mengandung anaknya yang baru berusia 8 bulan. Setelah mencium kening wanita muda itu, lelaki itu berjongkok di samping kursi roda dan tersenyum sangat lembut kepada wanita tua itu. Expresi yang hanya bisa dia berikan kepada sang ibu. Lalu lelaki itupun mengusap tangan ibunya yang telah keriput dan menciumnya dengan penuh rasa sayang dan tekad yang masih membara seperti dulu. Percayalah bu, saya akan menjaga ibu selamanya.***
 

Pede Merasa Jadi Konsultan
Minggu, 30 Agustus 2015

KOPI, Jakarta – Heran saya sebagai mantan presiden seharusnya memberikan dukungan kepada pemerintah berkuasa saat ini. Bukan kayak konsultan memberikan nasehat dan jalan keluar mengatasi krisis global. Beda krisis saat  presiden SBY menjabat dua periode dulu, saat ini krisis perlambatan ekonomi dunia sudah global. Bukan hanya negara Indonesia saja mengalami dampak dari perlambatan pertumbuhan eknomi dunia , hampir seluruh negara mengalaminya... Baca selengkapnya...

Anggota MPR Tabrani Maamun Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di SMPN 7
Jumat, 28 Agustus 2015

KOPI, Pekanbaru - Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan,  merupakan kegiatan dan kewajiban bagi seorang anggota DPR/MPR-RI, empat pilar itu yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar negara 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika. Kedatangan anggota DPR/MPR RI Tabrani Maamun ke Sekolah Menengah Pertama Negeri 7 pada hari Jum’at (28/ 8-15) untuk menerangkan kepada siswa-siswi tentang empat pilar kebangsaan. Ratusan orang siswa-siswi duduk bersimpuh di... Baca selengkapnya...

Diskannak Sarolangun Laksanakan Kegiatan Kesehatan Hewan
Jumat, 28 Agustus 2015

KOPI, Sarolangun - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sarolangun memberikan pelayanan kepada masyarakat tepatnya di Dusun Kebun Kelapa Desa Sindai Kelurahan Sukasari. Adapun pelayanan yang diberikan yakni tiga jenis pelayanan kesehatan hewan. Di antaranya, pemeriksaan penyakit dan kesehatan hewan, pemeriksaan kebuntingan pelayanan inseminasi buatan, pelayanan berbagai macam vaksinasi serta pelayanan pemberian surat keterangan... Baca selengkapnya...

Puluhan Wartawan Blitar Sesalkan Sikap Humas Pemkab
Kamis, 27 Agustus 2015

§ Humas Pemkab Blitar Tidak Tanggap terkait dalam hal publikasi gunung Kelud Blitar, KOPI - Sedikitnya 50 wartawan  Cetak, Radio mapun Televisi yang tergabung dalam Komunitas Wartawan Blitar ( KWB ) menyatakan sikap Peduli terhadap keberadaan Gunung Kelud yang akhir-akhir ini memanas kembali. Hal tersebut kembali mencuat, karena Putusan Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Surabaya yang memenangkan Pemerintah Kabupaten Kediri... Baca selengkapnya...

KRPK Pertanyakan Komitmen Kejaksaan Tangani Kasus Korupsi di Blitar
Kamis, 27 Agustus 2015

§ Kejaksaan Diduga Kecipratan Dana PT.DBS Blitar, KOPI - Sejumlah aktifis anti korupsi Blitar yang tergabung dalam Komite Rakyat Pemberantas Korupsi (KRPK), mendatangai Kantor Kejaksaan Negeri Blitar Kamis (27/8). Kedatangan mereka mempertanyakan keseriusan penanganan beberapa kasus korupsi yang telah dilaporkan oleh KRPK ke Kejaksaaan Negeri Blitar.   Menurut Triyanto, Ketua Komite Rakyat Pemberantas Korupsi (KRPK), ada beberapa... Baca selengkapnya...

Berkolaborasi dengan Jajaran Polsek, Polresta Pekanbaru Menangkap 7 Penjahat
Kamis, 27 Agustus 2015

KOPI, Pekanbaru- Tujuh orang oknum penjahat berhasil di ringkus oleh jajaran Kapolresta Pekanbaru, mereka ada yang berprofesi spesialis (C3) Curat (Pencurian dengan Pemberatan) , Curas (Pencurian dengan kekerasan) , Curanmor (pencurian kendaraan bermotor) . Keempat orang itu melakukan perlawanan saat digerebek, petugas menembak kakinya. Hal ini diungkapkan oleh kapolresta Pekanbaru Kombes (Pol) Aries Syarief Hidayat saat ekpose dengan... Baca selengkapnya...

Kejagung : Tangkap Segera Walikota Pekanbaru Dugaan Terlibat Kasus Korupsi
Rabu, 26 Agustus 2015

KOPI, Pekanbaru – Kita mengetahui Propinsi Riau sebagai pusat kebudayaan melayu, juga pusat percontohan korupsi di Indonesia. Propinsi Riau “lumbungnya koruptor” tiga orang Gubernurnya terlibat kasus suap dan izin kehutanan, bertempat Lapas Sialang Bungkuk tersebut sudah bisa didirikan satu propinsi sudah ada mantan Gubernur, mantan Bupati, mantan kepala dinas, serta mantan anggota dewan sudah menjadi narapidana he…he… Prilaku oknum... Baca selengkapnya...

INTERNASIONAL

Mesir Siap jadi yang Terdepan di Kawasan.....
20/08/2015 | Maruli Ferdinand

KOPI, Moskow - Tak lama lagi, Mesir bakal mewujudkan impiannya untuk menjadi pemimpin di kawasan Afrika Utara dalam industri nuklir. Impian ini akan t [ ... ]



NASIONAL

Ketum PWRI Suriyanto Himbau Masyarakat A.....
30/08/2015 | Yeni Herliani

KOPI - Tindak Pidana Korupsi di Indonesia sudah sangat memprihatinkan, hampir di semua Lembaga atau Institusi baik swasta maupun Pemerintah apalagi se [ ... ]



DAERAH

Plt Gubernur Riau Harus Mengambil Sikap .....
30/08/2015 | Didi Ronaldo

Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 KOPI, Pekanbaru Pemerintah Provinsi Riau mendapat tegur [ ... ]



PENDIDIKAN

LPSD Darusalam Gelar FGD Pancasila Jelan.....
30/08/2015 | ahmad wahib

KOPI - Lembaga Studi Pancasila Darussalam (LSPD) menggelar Focus Group Discusion (FGD) yang mengangkat topik Penguatan Pancasila Bagi Pemuda Menghad [ ... ]



EKONOMI

APTI 2015 Umumkan 26 Perusahaan TBK Terb.....
28/08/2015 | Yeni Herliani

KOPI - Majalah Economic Review untuk kedua kalinya menggelar Anugerah Perusahaan Terbuka (Tbk) APTI 2015, event ini terselenggara sebagai bentuk Apres [ ... ]



HANKAM

Koordinator Parkir Babak Belur Kena Kero.....
29/08/2015 | Didi Ronaldo

KOPI, Pekanbaru - Yang merusak nama institusi TNI, bukan dari eksternal melainkan oknum anggota TNI tersebut yang merusak nama kesatuan. ini buktinya  [ ... ]



OLAHRAGA

Turnamen Danrem Cup, Empat Tim Wilayah B.....
22/08/2015 | Tarmizi Abdul Ghani

KOPI, BIREUEN, ACEH - Empat tim dari empat kabupaten/kota di Aceh yang berada di grup C, akan berlaga dalam turnamen sepakbola Danrem 011/ LW Cup I, y [ ... ]



PARIWISATA

Tiga Taman Surga di Puncara Pujon.....
29/08/2015 | Agus Siroj Hudi

KOPI, Malang - Pemerintah Kabupaten Malang saat ini sedang gencar menggali segala sumber daya alam yang ada di berbagai aspek untuk meningkatkan taraf [ ... ]



HUKUM & KRIMINAL

Ini Hasil Investigasi Kabid Intelijen da.....
30/08/2015 | Ari Muzakki
article thumbnail

KOPI, JAKARTA - Berdasarkan hasil pantauan dan investigasi oleh Kabid Intelijen dan Investigasi PWRI Santos, maka berdasarkan fakta bukti-bukti yang d [ ... ]



POLITIK

KPU Kota Semarang Sampaikan LADK Pasanga.....
29/08/2015 | Sukarno

KOPI, Semarang - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang menyampaikan pers release Laporan Awal Dana Kampanye (LADK) pada Jumat, 28 Agustus di sekre [ ... ]



OPINI

Integritas Perjalanan Pertumbuhan Kebang.....
26/08/2015 | Syaiful Anshori

KOPI - Perjalanan tegaknya suatu negara tidak terlepas dari peran seorang pemuda. Sehingga pantaslah, sebuah kalimat magis yang telah melegenda menyeb [ ... ]



PROFIL

Pejuang Kemerdekaan Tanpa Pamrih, Hanya .....
20/08/2015 | Bambang Suwarno

KOPI, Nganjuk - Siapa sangka ada lelaki tua berusia kurang lebih 93 tahun Namanya Moastro/Sarimah,hidup di Dusun Turi, Desa Nglundo,Kecamatan Sukomoro [ ... ]



SOSIAL & BUDAYA

Tari Binies, Budaya Suku Gayo.....
25/08/2015 | Syaiful Anshori

KOPI, Aceh Utara - Indonesia memiliki beraneka ragam budaya dan kesenian. Terutama di wilayah Aceh sendiri yang memiliki beraneka ragam suku dan bahas [ ... ]



ROHANI

Kapolda Lampung Lepas Keberangkatan Jema.....
21/08/2015 | Feri Agustian

KOPI, Lampung - Kapolda Lampung Brigjen Pol Drs. EDWARD SYAH PERNONG, SH.melepas calon jamaah haji keluarga besar jajaran Polda Lampung, pelepasan  [ ... ]



RESENSI

Jangan Dengerin Sendiri.....
27/04/2015 | Ug Dani
article thumbnail

Resensi Buku Judul :Jangan Dengerin Sendiri
Penulis : Naomi Angelia Sea
Tebal. : 200
Penerbit : Bukune Juli 2014
Harga. : Rp 41 [ ... ]



CERPEN & CERBUNG

Mbah Sarlan dan Gerojokan Sewu.....
24/07/2015 | Agus Siroj Hudi

KOPI, Malang - Bendosari adalah satu di antara Desa yang berada di Kecamatan Pujon Malang Barat dan telah di tetapkan sebagai salah satu Desa Wisata u [ ... ]



PUISI

Puisi 'Mataku Menyertaimu' Karya : Sonny.....
13/08/2015 | Sonny H.Sayangbati
article thumbnail

  ______Mataku Menyertaimu________ By:Sonny H.Sayangbati   hi kawan aku melihatmu dari jauh sungguh aku selalu khawatir tentangmu sebab aku ja [ ... ]



CURAHAN HATI

Kepala Anjungan NTB Kecewa terhadap Peng.....
24/08/2015 | Dody Muhamad

KOPI, Jakarta - Kepala Anjungan Nusa Tenggara Barat (NTB) Drs, Syahril merasa kecewa atas Sikap pengelola tiket masuk Taman Mini Indonesia Indah (TMII [ ... ]



HIBURAN

Film “Jenderal Soedirman” Tayang Se.....
25/08/2015 | Yeni Herliani

KOPI - Berangkat dari rasa penasaran dan kepedulian tentang mengapa jalan protokol di berbagai ibukota provinsi tersemat nama Jenderal Soedirman tetap [ ... ]



KULINER

McDonald’s Tingkatkan Layanan Melalui .....
01/04/2015 | Yeni Herliani

KOPI – Kini menikmati McDonald’s terasa lebih nyaman dan menguntungkan dengan hadirnya layanan terbaru “Online McDelivery Cashless Promo”. Pel [ ... ]



HIDUP SEHAT

Pola Hidup Sehat, Berpuasa Saat Ramadhan.....
16/06/2015 | Mardinal

KOPI, Sarolangun - Puasa merupakan suatu kewajiban bagi Umat Islam yang beriman dan bertaqwa kepada Allah Swt firmanNYA: “Hai orang-orang beriman d [ ... ]



SERBA-SERBI

Hembusan Wangi Gegerkan Warga Kelapa Saw.....
30/08/2015 | Sukri

KOPI, BONDOWOSO - Kejadian aneh yang terjadi di Dusun Kelapa Sawit, Desa Wonosari Kabupaten Bondowoso. Satu makam warga yang diduga makam almarhumah I [ ... ]



Copyright © 2008-2013 Pewarta Indonesia. All Rights Reserved.