SURATKU BUAT RI 1-2: "Presiden dan Wakil Presiden yang Mampu Tingkatkan Kesejahteraan Rakyatnya" (35)
Indonesia, salah satu negara yang kaya alam dan budayanya. Namun, mengapa rakyatnya masih banyak yang miskin, buta huruf, dan terbelakang?
Siapa yang bertanggunjawab untuk membebaskan bangsa ini dari kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangannya? Memang benar, seluruh rakyat Indonesia bertanggungjawab untuk memajukan negaranya dari berbagai ketertinggalan. Tetapi peran pemimpin sangat dibutuhkan untuk peningkatan kesejateraan hidup bangsa ini.
Presiden dan Wakil Presiden RI untuk periode 2009-2014 harus mampu menetaskan kebijakan-kebijakan dan keputusan-keputusan yang mensejahterakan seluruh lapisan masyarakat. Adapun harapan saya kepada Presiden dan Wakil Presiden RI 2009-2014, antara lain:
1. Mampu meningkatkan kemandirian bangsa: Pemimpin yang cerdas dan bijaksana bukanlah mengandalkan orang lain, tetapi yang mampu mempergunakan potensi-potensi yang ada pada dirinya. Dalam kerangka mewujudkan kemandirian bangsa Indonesia , pemeritah ke depan harus meminimalkan pinjaman luar negeri. Kekayaan alam dan budaya Indonesia sudah cukup buat modal pemerintah ke depan. Gagasan ini bukan mengartikan, Indonesia tertutup kepada bangsa-bangsa lain. Indonesia tetap dan bahkan meningkatkan kerjasamanya dengan negara-negara asing, seperti bidang pendidikan, tekhnologi, pertahanan dan keamanan, dan bukan dalam hal pinjam-meminjam. Dengan meminimalkan pinjaman luar negeri bangsa ini dapat mewujudkan kemandiriannya.
2. Bantuan pemerintah jangan menjadi “pembodohan” bagi masyarakat: Bagi saya, Kompesasi BBM dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) merupakan “pembodohan” bagi masyarakat. Sebab dengan bantuan seperti itu, masyarakat diciptakan menjadi “pemalas”. Pemerintah ke depan hendaknya menfasilitasi kebutuhan masyarakat, misalnya membangun sarana transportasi ke desa yang terpencil, menyediakan irigasi dan pupuk bagi para petani, membangun kembali koperasi-koperasi untuk para nelayan, buruh, dan petani, dan mefasilitasi kebutuhan pendidikan seperti perpustakaan, laboratorium, komputer di sekolah-sekolah.
3. Pemberantasan korupsi: Perilaku korupsi menjadikan negara dan bangsa ini terpuruk dalam derita kemiskinan. Memang pemberantasan korupsi sudah diawali oleh pemerintah saat ini (2004-2009) yang walaupun belum maksimal. Dalam kerangka peningkatan kesejahteraan hidup masyarakat, pemerintah ke depan harus melanjutkan “pemberantasan korupsi dengan penanganan yang intensif dan maksimal. Agar seluruh lapisan masyarakat dapat merasakan kekayaan negeranya.
4. Pemerintah ke depan harus mampu memelihara kemajemukan bangsa: Banyak persoalan yang terjadi di negeri ini karena disebabkan perbedaan yang dipolitisasi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab seperti kasus Poso, dan Ambon . Untuk mejaga kekondusifan dan perdamaian di negeri ini, pemerintah ke depan harus menghapus Undang-undang (UU) dan keputusan yang menguntungkan suku, agama, dan golongan tertentu. Pemerintah juga harus tetap memegang teguh ideologi negara Indonesia yaitu Pancasila dan UUD 1945. Sebab ideologi Pancasila dan UUD 1945 buah dari karya pejuang-pejuang kemerdekaan Republik Indonesia ini, yang kemampuannya untuk mengayomi dan melindungi kebebasan setiap warga negara Indonesia telah teruji.
Bagi saya, Presiden dan wakil Presiden 2009-2014 bukan hanya pilihan rakyat, tetapi juga pilihan Tuhan. Saya meyakini bahwa kepemimpinannya mampu mewujudkan kesejahterah rakyat, kemandirian bangsa, keadilan, penegakan hukum, dan mampu memelihara kedamaian di negeri ini.
Kiranya Tuhan yang melindungi dan memberkati Pemerintahan daripada Presiden dan Wakil Presiden RI 2009-2014. Terima kasih.
Sibuluan Raya, 17 Juli 2009
Sumber image: iefeuii.multiply.com
Nama : Pdt. Fortunate Sukses MM Siagian, STh
Tempat/Tanggal lahir : Habatu, 23 April 1979
Pekerjaan : Pendeta
Telepon : (0631) 371-723/081362056725
Email : This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|


























