Salvana, Ibu Satu Anak Penderita Kanker Serviks
KOPI, Bukittinggi - Kanker Serviks lebih di kenal dengan istilah kanker pada mulut rahim, merupakan penyakit nomor satu yang bisa merenggut nyawa perempuan di seluruh dunia, penyakit dengan cara perlahan mematahkan fungsi daya tubuh. Salvana, (34), ibu dari satu orang anak yang selama ini bekerja sebagai operator minyak SPBU Jati Padang, yang telah di gelutinya selama tiga tahun terakhir, sementara keberadaan suaminya telah lama meninggalkannya.
Awal tahun 2010 Lena biasa di sapa mengalami sakit pada perut bagian bawah, semula rasa sakit itu hanya di anggapnya sebagai sakit datang bulan, namun ketika sakit itu tak kunjung reda, malah menyebabkan makin hari penyakit itu makin menganggu. Lena memeiksakan dirinya ke rumah sakit terdekat, dengan membawa ke dokter bagian penyakit dalam, ternyata hasil deteksi dokter menyatakan bahwa Lena dapat penyakit kanker mulut rahim stadium 3. Dokter menyarankan agar Lena segera dapat perawatan berupa kemoterapi dan operasi, mengingat kondisi keuangan Lena yang tidak memungkimkan dirinya di rawat akhirnya Lena hanya menghabiskan obat sebagai penahan sakit dari dokter.
Kamis, (2/6/2011), seluruh karyawan dan relawan PKPU Bukittinggi yang di pandu langsung oleh Kepala cabang Tomi Abdullah, pergi kerumah Lena, tepatnya di Parak Pengambiran RT 001/003 Kelurahan Pengambiran Ampalu Nan XX Kec. Lubuk Begalung Padang, melihat perkembangan Lena setelah mendapatkan informasi awal dari salah satu karyawan PKPU. Ternyata Lena tidak bisa lagi duduk, mengingat makin sakit penyakit yang dideritanya, dan kakinya makin besar, lain halnya dari informasi semula, Lena bisa duduk. Melihat kondisi rumah dan kondisi Lena, membuat semua yang melihatnya tidak mau berdiam diri, ingin sekali membantunya, namun apa daya saat itu keinginan Lena untuk bisa cepat di rawat belum terpenuhi mengingat kondisi yang tak memungkinkan Lena dibawa ke rumah sakit.
Daging tinggal pembalut tulang, sesuai info yang diperoleh awal 2011, operasi untuk Lena belum dapat dilakukan, rasa sakit belum berkurang walau telah melakukan kemoterapi satu kali, malah penyakitnya itu semakin menjadi dan mengakibatkan Lena hanya terbaring lemas di atas tempat tidur dengan posisi kaku. Berdasarkan hasil labor yang kedua ternyata kanker telah menjalar sampai ke tulang, rahim dan saluran kemih, berat badan Lena kini tidak sampai 30 Kg. Rasa sakit menyebabkan Lena tidak bisa tidur sama sekali.
Lewat lembaga kemanusiaan PKPU Lena meminta agar dirinya cepat dapat perawatan, karena ia tidak sanggup lagi menahan sakit yang membuat Lena tak bisa beraktifitas seperti biasa lagi. Makan dan minum di tempat tidur bahkan buang hajad pun sering di lakukan di sana, mengingat kakinya yang makin hari makin besar.
Bagi Bapak/ ibu yang tersentuh kami PKPU Bukittinggi siap membantu menyalurkan apapun yang bapak ibu berikan, mengingat bantuan sesenpun sangat berarti bagi ibu Salvana.
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|
- Pelayanan ATM BRI Cabang Parepare Mengecewakan
- Mayoritas Rumah Sakit di DKI Mengutamakan Kepentingan Manajemen daripada Pelayanan Kesehatan
- Pelayanan Dispenduk Capil Kota Surabaya Kurang Memadai
- Surat Terbuka untuk Presiden RI: Bupati Selayar Arogan dan Sewenang-wenang
- Buta Karena ASI
- TKW Terkapar Tak Berdaya, Perusahaan Tidak Peduli
- Surat dari Sumbawa untuk Presiden RI
- Basiba, Terasa Asing di Kampung Sendiri
- PKPU dan Sibuah Hati: Kapan Anakku Bisa Memanggil Aku Papa
- Kemana “sense of crisist” Para Pejabat ?
- Perda Kalsel Nomor 03 Tahun 2008 Sarat Kepentingan Politis dan Pribadi
- PLN Plus Sumpah Serapah dan Kutukan
- Ternyata Masih Ada Sumbangan Pihak Ketiga dari Sektor Tambang Batubara
- Konfirmasi Dianggap Fitnah
- Character Assasination, Pembunuhan Berencana


























