Edi Yulisman, 14 Tahun Mengidap Penyakit Gula Basah
KOPI, Bukittinggi - Edi Yulisman, merupkan salah satu mustahik PKPU yang mengalami penyakit Diabetes Mellitus (gula basah), Penyakit yang telah mengrogototi tubuhnya semenjak tahun 1997 sampai sekarang, Setiap hari Edi selalu merasakan sakit disekujur tubuhnya, otomatis segala aktifitas penunjang keuanganya sebagai penjahit orderan terhenti karena menahan sakit yang dideritanya terutama penglihatannya telah terganggu karena telah menjalar di bagian mata. Edi, (50 ), tinggal bersama istri dan tiga anaknya di Sitapuang, IV Angkek Canduang, Kabupaten Agam.
Sekarang usaha jahitannya di gantikan secara langsung oleh istrinya Hermawati, (40), Edi telah berusaka kesana kemari untuk mengobati sakitnya, namun sampai hari ini belumlah bisa mendapatkan perawatan yang baik mengingat dana untuk satu kali berobat bisa mencapai Rp.300.000, sedangkan penghasilan yang ia peroleh dari upah menjahit sebesar Rp. 400.000 perbulan. Bilangan dari Penghasilan itu tidaklah cukup untuk memenuhi segala kebutuhannya, belum lagi biaya sakit yang ia derita, belum lagi biaya pendidikan anak-anaknya.
Malu sangat mendera batin dan keluarganya, ingin rasanya tidak mau membebani tetangganya dengan hutang yang selalu menumpuk, dan tak ingin berhutang lagi, tapi apa mau di kata sampai hari ini Edi masih berhutang untuk biaya perawatan dan obat yang mesti ia beli cepat. Melalui PKPU peduli, ia berharap adanya solusi yang harus ia dapatkan dengan cepat perawatan yang baik, dan membantu mengatasi kesusahan dalam keuangannya.
Kami dari PKPU menghimbau para donator dan masyarakat yang bersimpati atas nasib saudara kita ini, maka kami membuka diri untuk menerima bantuan bapak ibu agar bisa disalurkan kepada keluarga Pak Edi dan tentunya mereka sangat membutuhkan pertolongan para dermawan yang terketuk hatinya untuk membantu. Karena senyum kebahagiaan mereka adalah tanggung jawab kita.
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|
- Malam Keprihatinan dan Doa Bersama untuk Ruyati
- Salvana, Ibu Satu Anak Penderita Kanker Serviks
- Pelayanan ATM BRI Cabang Parepare Mengecewakan
- Mayoritas Rumah Sakit di DKI Mengutamakan Kepentingan Manajemen daripada Pelayanan Kesehatan
- Pelayanan Dispenduk Capil Kota Surabaya Kurang Memadai
- Surat Terbuka untuk Presiden RI: Bupati Selayar Arogan dan Sewenang-wenang
- Buta Karena ASI
- TKW Terkapar Tak Berdaya, Perusahaan Tidak Peduli
- Surat dari Sumbawa untuk Presiden RI
- Basiba, Terasa Asing di Kampung Sendiri
- PKPU dan Sibuah Hati: Kapan Anakku Bisa Memanggil Aku Papa
- Kemana “sense of crisist” Para Pejabat ?
- Perda Kalsel Nomor 03 Tahun 2008 Sarat Kepentingan Politis dan Pribadi
- PLN Plus Sumpah Serapah dan Kutukan
- Ternyata Masih Ada Sumbangan Pihak Ketiga dari Sektor Tambang Batubara


























