Penuturan H. Iin: Suamiku Berpindah ke Lain Hati
Suamiku punya WIL, tapi tak punya perasaan; suamiku jalan dengan mahasiswa Stikes.
KOPI, Hj. Iin (disamarkan) ibu muda 2 anak asal Desa Jinato Kecamatan Takabonerate kabupaten kepulauan Selayar hanya bisa menunduk lesu saat mendengar rekaman pembicaraan suaminya N dengan seorang perempuan berinisial P 21 thn yang belakangan diketahui adalah seorang mahasiswi smester 5 STIKES PANRITA HUSADA BULUKUMBA Kelas Selayar yang berada di Kabupaten Bulukumba. "Sungguh membuat hati saya remuk redam, sepertinya saya tidak akan pernah mampu menerima hal ini," tutur Iin, yang terlihat sangat sedih sambil memangku anak perempuannya berusia 2 tahun.
Iin melanjutkan bahwa suaminya bekerja sebagai pedagang ikan hidup yang selama ini telah membuat kehidupan mereka boleh dibilang cukup mapan di antara warga Desa Jinato. Tabiat suaminya akhir-akhir ini memang sangat jauh beda dengan sesama pertama kali bertemu. Malah saat ini aktivitas suaminya kebanyakan berada di luar kampung.
"Awalnya saya belum dan tidak pernah curiga, kalaupun banyak kerabat yang telah membisikkan kelakuan Bapak dari anak itu," ujar Iin. Informasi terakhir yang didengar Iin dari kawan dekat perempuan yang tega telah mempermainkan rumah tangganya ialah suaminya N telah melangsungkan pernikahan dengan P wanita perawat yang belum pernah dilihatnya. Namun hal ini pun ditepisnya, bahwa dirinya tidak akan pernah bisa percaya bila tidak melihat langsung, sehingga untuk membuktikannya saya harus turun langsung mencari tahu.
Malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih, dalam keraguan Iin atas apa yang didengarnya dari semua kerabat, tiba-tiba seorang teman Iin mengirimkan sebuah rekaman percakapan dari sebuah hp ke hp-nya, dimana dalam rekaman tersebut memperdengarkan pembicaraan via telepon antara suaminya dan P yang isinya sangat memalukan serta sebagian besar adalah pembicaraan konyol berbau tabu yang telah mereka lakukan selama ini. Selain itu Iin juga melihat dan diberi selembar foto yang gambarnya adalah gambar mesra antara suaminya dan P.
Remuk sudah semuanya, harapan hidup bahagia bersama anak-anak dan suami tercinta buyar semuanya. "Entah apa yang harus kulakukan, yang pasti saya tidak akan pernah mau menerima kenyataan ini. Terkahir saat semuanya kuutarakan ke suamiku, saya malah mendapat kata-kata sercaan dan hinaan yang ditutup dengan asu atau anjing," imbuh Iin dengan sedih. (AI)*
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|
- Trend Beragama yang Aneh
- Program Layanan Kesehatan bagi Warga Miskin Kurang Disosialisasikan
- Aneh, Masuk Kawasan Industri Makassar Bayar
- Anak Keluaga Miskin Penderita Hernia Butuh Perhatian
- Illegal Logging Marak di Kuansing
- Iklan Menyesatkan Tentang Premium???
- Edi Yulisman, 14 Tahun Mengidap Penyakit Gula Basah
- Malam Keprihatinan dan Doa Bersama untuk Ruyati
- Salvana, Ibu Satu Anak Penderita Kanker Serviks
- Pelayanan ATM BRI Cabang Parepare Mengecewakan
- Mayoritas Rumah Sakit di DKI Mengutamakan Kepentingan Manajemen daripada Pelayanan Kesehatan
- Pelayanan Dispenduk Capil Kota Surabaya Kurang Memadai
- Surat Terbuka untuk Presiden RI: Bupati Selayar Arogan dan Sewenang-wenang
- Buta Karena ASI
- TKW Terkapar Tak Berdaya, Perusahaan Tidak Peduli


























