Kios Mini Ibu Nurjannah
KOPI, Seorang paruh baya yang sederhana, ramah, dan murah senyum ialah Ibu Nurjannah seorang penjual pulsa yang membuka usahanya di kota Kecamatan Lhoksukon Kabupaten Aceh Utara Provinsi Aceh. Usaha yang dirintisnya sekitar 5 tahun yang lalu ini, ia lakukan di dalam rumah kayu yang juga dirajut dengan anyam-anyaman bambu dan beralaskan tanah. Namun, dibalik semua kesederhanaan yang beliau rajut, ternyata potongan-potongan kisah nan memukau hadir di dalam kisah hidupnya, yang tak dapat dibeli oleh seorang trilyuner sekalipun.
Kamis (21/11) pukul 13.30 WIB, ditemui di kediaman yang juga menjadi tempat berjualan pulsa terbilang sangat sederhana, Ibu Nur panggilan akrabnya itu, tampak tersipu malu untuk memulai menceritakan kisah dan perjuangan sebagai seorang penjual pulsa. Akhirnya beliau yang amat ramah bersedia juga menceritakan potong demi potong kisahnya itu, terungkaplah perjuangan awal seorang Ibu Nur yang paruh baya ini merintis usaha berjual pulsa elektrik.
“Dahulu saya bekerja sebagai buruh tani di desa ini. Namun, karena kebutuhan besar untuk membiayai sekolah ketiga anak saya, ya saya harus mencari sambilan yang menjanjikan, makanya saya buka usaha untuk berjualan pulsa di sini dan alhamdulillah sudah berjalan 5 tahun. Dengan adanya usaha ini, Alhamdulillah sangat membantu, bahkan anak saya yang paling besar bisa kuliah sekarang di STAIN Malikussaleh Jurusan Tarbiya Bahasa Inggris,” kata Ibu Nur bangga. Asal-usulnya memperoleh ide menjadi penjual pulsa sangat unik dan tidak klasik (pada umumnya) seperti untuk mencukupi kebutuhan perut semata. “Ya saya memilih berjualan pulsa karena hobi berjualan dan asyiknya lagi usaha berjualan pulsa ini penghasilannya lebih tetap dan menjanjinya dari pada kerja sebagai buruh tani yang tidak menentu dan sangat menguras tenaga,” kata Ibu Nur sambil tersenyum.
Bagaimana awal perjuangan sebagai penjual pulsa?
“Ya memang berat, sering merugi, hampir setiap hari sepi tetapi ya saya tetap sabar karena Tuhan pasti sudah memberikan jatah rezeki pada setiap umat-Nya secara adil. Akhrinya saya tetap berjualan pulsa dengan kios mini ini. Awalnya sekitar tahun 2006 saya mendapatkan bantuan kredit usaha kecil dari Pemerintah Aceh Rp.5.000.000,- modal ini saya manfaatkan untuk membuka usaha berjualan pulsa di desa saya. Dulu saya tinggal di Desa Babah Geudubang salah satu desa terpencil di kecamatan ini. Lalu pindah ke Kota Kecamatan Lhoksukon dan membuka usaha berjualan pulsa lagi, tetapi ya sama saja hasilnya masih sepi yang datang. Tetapi saya tetap harus buka karena yakin Tuhan pasti memberikan jalan keluar. Alhasil sekarang ini dengan kesabaran saya, kios mini saya sudah mempunyai pelanggat tetap seperti Bu Ana” tekan Ibu Nur dengan nada lemah.
Perjuangan dan kepahitan yang dirasakan belum juga berhenti, padahal kios mini Ibu Nur sudah ‘tertatih-tatih’ tampak tak kuat menahan deraan kesulitan. Kesulitan akhirnya muncul pada saat BBM naik sehingga semua harga naik. “Ya saya juga bingung (akan kondisi itu),” kata Ibu Nur.
Lantas, bagaimana mengatasi kondisi tersebut?
“Karena saya mempunyai anak yang kuliah di Kota Lhokseumawe, saya meminta bantuan kepadanya agar berjualan pulsa elektrik kepada teman-teman kuliahnya, Alhamdulillah hasilnya memuaskan, sampai sekarang banyak teman-teman anak saya yang beli pulsa khususnya kartu XL karena dengan XL sms dan menelephon menjadi murah, ini kan sesuai dengan kemampuan kantong (saku) para mahasiswa, apalagi internetan pakai XL kata anak-anak lebih cepat dan signalnya bagus” jawab Ibu Nur.
Bu, yang namanya pedagang tentu tidak mungkin tidak merugi atau ‘nombok’. Apa penyebab dari kerugian tersebut? Bagaimana ibu mengatasi masalah tersebut? Apakah menggunakan fasilitas yang diberikan pemerintah?
“Ya, kalau ‘nombok’ tadi biasanya karena tidak laku karena jarang yang datang atau sepi peminat. Wah, saya tidak pernah mengambil fasilitas pemerintah. Karena jujur saya tidak tahu caranya mengambil dan tidak ada yang memberi tahu tentang itu. Kalau terpaksa nombok, ya saya meminjam utang kepada saudara atau tetangga nanti setelah saya dapat (untung) ya saya tutup.
Bagaimana ibu melihat para pesaing ibu? Mengapa memandangannya demikian?
“Ya memang berat, tetapi yang namanya pesaing itu ya biasa. Jangan dianggap sebagai musuh, bagi saya mereka sama seperti saya yaitu mau memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Lha, sama-sama ingin memenuhi kebutuhan ya jangan iri. Lagi, jika orang itu memang keahliannya menjadi penjual pulsa masa saya menghalanginya. Ibu berpegang pada prinsip ibu yaitu Tuhan sudah membagi rezeki umat-Nya secara adil, tinggal sabar dan berusaha atau tidak.
Bagaimana pandangan ibu terhadap orang yang membeli pulsa di Kios Mini ibu?
“Saya menganggap mereka seperti keluarga saya sendiri. Saya mengajak mereka berbicara, menyapanya biarpun hanya sapaan ringan: dari mana nak? Bagi saya keramahan itu penting karena nantinya mereka pasti akan menjadi pelanggan tetap saya di sini.
Sungguh hebat apa yang dikatakan oleh ibu. Memandang suatu hal bukan dari kacamata sendiri melainkan juga dari kacamata orang lain. Memandang sesuatu dengan optimisme yang tinggi dan sabar serta tidak ingin menyerah. Sebuah etos kerja yang pantas untuk diteladani segenap anak bangsa yang telah silau dan terjatuh pada kubangan berlumpur. Lantas, bagaimana Ibu Nur membagi waktu dengan keluarga?
Bu, mulai kerja jam berapa? Tutup jam berapa? Bagaimana ibu membagi waktu ibu antara pekerjaan dan keluarga?
“Saya memulai pekerjaan jam 8 pagi. Jam 8 itu saya membuka kios mini setelah itu kira-kira jam 21 malam sudah tutup dan pulang ke rumah. Sebelum membuka kios mini untuk mulai berjualan, saya biasanya sudah menyiapkan makanan dan pakaian anak untuk sekolah dan kuliah. Semua saya kerjakan sendiri sebab suami saya telah meninggal dunia pada tahun 2002. Alhamdulillah anak-anak kalau pulang sekolah dan kuliah suka membantu saya baik itu untuk berjualan pulsa atau membantu mengerjakan pekerjaan rumah seperti memasak, mencuci dan mengosok pakaian mereka sendiri. Kalau membagi waktu sama keluarga memang tidak setiap hari saya secara penuh berjualan pulsa karena ketiga anak saya suka membantu. Biasanya saya dan keluarga memanfaatkan waktu yang ada untuk bersama-sama bercanda dan berbagi, menyampaikan masalah yang terjadi lalu diselesaikan bersama.
Berapa bu penghasilan sebulan? Apakah cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan balik modal?
“Penghasilan bersihnya tiga ratus ribu. Dikatakan lebih juga tidak, dikatakan kurang juga tidak. Ya, sangat mepet untuk memenuhi kebutuhan hidup sama balik modal.
Menarik melihat perjalanan hidup ibu Nurjannah dengan kios mininya. Bu Nurjannah sangat yakin sekecil apapun usaha yang dilakukan untuk keluarga akan membawa barokah yang banyak bagi dirinya dan keluarga. Mereka ini pantasnya mendapat apresiasi yang besar. Dari sudut pandang bisnis, orang-orang seperti ibu Nurjannah sepantasnya mendapat apresiasi dari operator telekomunikasi karena mereka adalah ujung tombak keberhasilan bisnis mereka. Dari sudut pandang kemanusian, mereka ini pantas menjadi contoh khususnya kegigihan dan semangat mereka untuk memberi sesuatu kepada keluarga dari hasil keringatnya sendiri dan tidak suka menjadikan tangan kuat mereka di bawah (meminta-minta).
Penulis adalah Jurnalis PPWI-Aceh Tinggal di Kota Lhokseumawe
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| < Prev | Next > |
|---|
- Oh Inong Aceh
- Jari Tangan Putus, Tidak Dapat Santunan
- ACC Tarik Paksa Mobil Nasabah
- Ini Kisahku di Tanoh Indatu ”Aceh”
- Kritik terhadap SMK yang Membuka Program Keahlian TKJ di Mandau
- "Teguran Berharga", Kisah Seorang Guru Asrama
- Penuturan H. Iin: Suamiku Berpindah ke Lain Hati
- Trend Beragama yang Aneh
- Program Layanan Kesehatan bagi Warga Miskin Kurang Disosialisasikan
- Aneh, Masuk Kawasan Industri Makassar Bayar
- Anak Keluaga Miskin Penderita Hernia Butuh Perhatian
- Illegal Logging Marak di Kuansing
- Iklan Menyesatkan Tentang Premium???
- Edi Yulisman, 14 Tahun Mengidap Penyakit Gula Basah
- Malam Keprihatinan dan Doa Bersama untuk Ruyati


























