Iklan

29 August 2008|6:20:04AM

English Arabic Chinese (Simplified) Dutch German Japanese Indonesian Thai
Silahkan Login & Kirim Warta
            Login reminder Forgot login? | Register Register
Belum punya akun? Klik Register

Lupa password? Klik Forgot Login?

Pewarta Online
None

Komentar Warga

Yang Terpinggirkan
Gaji Pensiun yang belum Terealisasi Juga.....
21/02/2013 | Husaeni Mabruri

KOPI - Mimpi manis untuk masa depan gaji pegawai pensiunan sipil hidupnya belum dirasakan oleh Bpk. [ ... ]


Gelora Sepeda
Remaja Kuningan Gagas Gerakan Gemar Bers.....
22/02/2013 | Andri Ana

KOPI, Kuningan – Untuk mengurangi kenakalan remaja di jalanan, memang dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan olahraga bersepeda. Hal tersebutlah yang dirintis oleh beberap [ ... ]



  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
  • Tabloid Explore Indonesia
Statistik
Anggota : 6142
Isi : 8594
Content View Hits : 2844187
mod_vvisit_counterPengunjung Hari ini3008
mod_vvisit_counterPengunjung Kemarin6256

Warga Online : 73
IP Kamu : 23.22.212.158
Polling Warga
Menurut Anda, program apa yang seharusnya menjadi prioritas PPWI saat ini?
 

Inspirasi Curhat Kembalikan Senyum Ica, Bocah Penderita Kanker Leukemia

Kembalikan Senyum Ica, Bocah Penderita Kanker Leukemia

KOPI, Pontianak - Ica Mafizar Maryani (Ica, 2,8), penderita kanker darah (leukemia) jenis AML stadium 4, kini tengah berjuang mencari kesembuhan di Jakarta. Bersama ibunya, Mianti (23), Ica terbang dari Pontianak, Kalbar, Rabu (21/3/2012). Kini sedang ditangani dokter ahli di RS Dharmais, Jakarta.

Bocah perempuan warga RT/RW 02/01 Dusun Sepakat Jaya, Desa Rantau Panjang, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, ini menurut sang ibu, gejala awal sakit yang dialaminya ada yang tumbuh di telinga Ica seperti bisul, lalu pecah. Kemudian berkembang dan merembet ke seluruh kelopak matanya hingga membengkak. Di tempat asalnya, Ica pertama dibawa ke klinik, lalu ke rumah sakit Ketapang. Namun, Ica harus dirujuk ke Pontianak dengan diantar Kepala Desa Rantau Panjang.

Walaupun sudah ditangani, kondisi kesehatan Ica semakin memprihatinkan. Bahkan Mianti menjelaskan anaknya itu sudah tidak bisa makan sejak dua bulan tiba di Pontianak. Ica hanya minum susu dan terkadang kue biskuit yang dilarutkan dengan air.

Menurut Handra, Ketua Pelaksana Penggalangan Dana Aliansi Peduli Kanker untuk Ica, yang selalu mencermati perkembangan Ica, sejak dirawat di Pontianak wajah Ica sudah jauh berubah pulih dibanding dua bulan sebelumnya. Sebelum diterbangkan ke Jakarta, Ica masih dalam tahap penyegaran dan transfusi darah.

“Dokter Moch. Iqbal,Sp.M,M.Kes, yang menangani Ica di RSUD dr. Soedarso Pontianak, menjelaskan berdasarkan diagnosis Ica menderita penyakit leukemia limfositik akut. Penyakit ini bisa saja disebabkan kelainan genetik, juga terjadi cepat sekali. Sekarang Ica masih dalam tahap penyegaran dengan diberikan transfusi darah karena keadaan HB-nya 7,4. Imunnya juga semakin lemah,” ujar Handra yang ditemui di Posko Kanker Peduli Ica, kawasan Tugu Digulist Universitas Tanjungpura Pontianak, Sabtu (31/3/2012) malam.

Oleh karena itu, dokter menyarankan agar Ica cepat dibawa ke Dharmais Jakarta untuk segera ditangani. Kalau ditunggu lama dikhawatirkan penyakitnya bisa menyebar kepada organ yang lainnya.

Sejak Kamis (22/3/2012) Ica sudah dirawat di Ruang Apel Bed 4, ruang rawat anak di lantai 4, ditangani oleh dr. Riana,Sp.A. Senin berikutnya Ica menjalani pemeriksaan intensif, mulai dari CT scan (computed tomography scan), BMP (Basic Metabolic Panel/ profil metabolik dasar), bone scan (scan tulang), LP (lumbar puncture/ pungsi lumbal), dan sederet pemeriksaan lainnya guna mendeteksi penyakit yang dideritanya.

Dokter leukemia menjelaskan, penyakit yang diderita Ica adalah leukemisasi yang menyerang pada darah dan limphoma maligna yang berakibat terjadi pembengkakan pada rahang dan dilakukan pengobatan dengan cara chemotraphy (kemoterapi). Menurut tim dokter Leukemia, Ica akan diobati terlebih dahulu. Setelah itu, baru limphoma maligna, tahapan pertama akan dilakukan chemotraphy selama delapan minggu (bisa saja 30 kali kemo).

Kemoterapi akan dilakukan beberapa tahap, tahap pertama akan dilakukan selama 8 hari, itu juga tergantung dari kondisi fisik Ica nantinya. Usai kemoterapi tahap pertama, Ica akan dievaluasi lagi melalui BMP. Jika hasilnya bagus, maka Ica baru bisa masuk pada tahap kemo selanjutnya.

Sejak ditangani Dharmais, meskipun kondisi Ica sudah ada perubahan, tapi daging gusinya ada sebagian yang rontok. Berbagai dokter Dharmais telah melakukan tindakan penanganan secara intensif. Tindakan medis yang dilakukan dokter-dokter Dharmais pada Ica hari itu, yakni CT scan, funduskopi, BMP, LP, dan MRI (magnetic resonance imaging/ pencitraan resonansi magnetic). Lima dokter yang menangani Ica adalah dr. Yana (dokter anak sekaligus ketua tim), dr. Widiarti (dokter mata), dr. Agus (anestesi), dr. Deni (dokter bedah ankologi), dan dr. Walta (dr. bedah ankologi).

Karena Ica tidak memiliki Jamkesmas, maka alternatifnya Ica didaftarkan ke panti asuhan di Kubu Raya supaya ada keringanan biaya pengobatannya. Jika tidak, akan memerlukan biaya besar. “Di Rumah Sakit Dharmais satu kali kemotrapi saja Rp7 juta. Sementara menurut keterangan dokter harus dikemotrapi sebanyak tujuh kali. Namun, pada akhirnya pihak Jamkesmas menyatakan menanggung biaya pengobatan selama di Jakarta,” ujar Aan, sapaan Handra.

Namun, Ica akan di CT Scan (CS) ulang sebab hasil CS di RS Soedarso Pontianak menurut dokter spesialis di Dharmais tidak bisa dibaca. Berdasarkan prosedur, CS ulang membutuhkan waktu dua minggu dan biayanya ditanggung Jamkesmas. Karena melihat Ica yang semakin kritis, dokter mata dan dokter anak menganjurkan agar CS dilakukan segera dengan catatan pasien harus mengeluarkan biaya Rp 4 jutaan.

“Pihak Jamkesmas pun siap menanggungnya. Alhasil, hari Selasa (27/3/2012) tindakan tersebut dilakukan segera tanpa pihak pasien harus mengeluarkan biaya,” kata Aan, didampingi Mukhlis Amrullah, Direktur Komunitas Anak Khatulistiwa (Kaktus) dan Lembaga Pelestarian Keraton Kertamulia (LP2K) Kubu Raya, yang juga tergabung di Aliansi Peduli Kanker ini.

“Selanjutnya, informasi yang kami peroleh dari Sugianto, pendamping Ica dan ibunya selama di Jakarta, tepat pukul 09.00 pagi, Jumat (30/3/2012), Ica menjalani pemeriksaan jantung dan gigi, sebagai persiapan kemoterapi Sabtu. Alhamdulillah, pemeriksaan itu berjalan lancar, dengan demikian Ica bisa menjalani kemoterapi keesokan harinya. Namun, dr. Yana, dokter leader yang menangani Ica membuat pernyataan yang mengacu pada hasil pemeriksaan sebelumnya bahwa Ica menderita kanker darah jenis AML level 4. Kanker darah jenis ini merupakan jenis kanker terganas. Yana mengungkapkan itu terlihat dari blas darah hasil BMP yang mencapai angka 34 persen, sebuah angka yang melampaui batas normal yang hanya 5 persen,” kata Aan.

Sejauh ini yang ikut membantu menggalang dana, antara lain dari klub motor, klub fotografi, anak sekolah, mahasiswa berbagai kampus, pramuka, Aliansi Mahasiswa Kalimantan Barat (AMKB), Kalbar Peduli, Himpunan Mahasiswa Kayong Utara (Himakatra) dan Forum Mahasiswa Simpang Hilir (Formasi), Komunitas Anak Khatulistiwa (Kaktus) Peduli, Lembaga Pelestarian Keraton Kertamulia (LP2K) Kubu Raya. Para dermawan yang sudi menyalurkan bantuan melalui Kaktus dan LP2K, dapat mentransfer ke rekening BNI Syariah Cabang Pontianak, Rek. 0241635083 atas nama Mukhlis Amrullah. Kontak person: Handra (085750137872) dan Mukhlis (085386001513). Grup facebook: kembalikan senyum ICA. (pradono)

Comments
Add New
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
 

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."